Menu
RSS

Items filtered by date: July 2018

Mendalami Suprarasional, Alumni KPM Raih Beasiswa Penuh Kuliah di Singapura

Bogorplus.com. –  Kabar membanggakan datang dari Ryo Chandra Putra Armanda, anak ketiga dari tiga bersaudara ini adalah satu di antara sekian banyak alumni Klinik Pendidikan MIPA (KPM) yang telah dinyatakan lolos seleksi beasiswa untuk melanjutkan kuliah di luar negeri (Singapura). Ryo, begitu ia biasa disapa, mendapatkan beasiswa penuh dari DR. Goh Keng Swee Scholarship untuk melanjutkan studi ke jenjang S1 bidang Computer Science yang menjadi pilihannya.

Perjalanan Ryo untuk mendapatkan beasiswa tersebut memang penuh perjuangan dan layak untuk diapresiasi. Saat diwawancara, Ryo berbagi pengalamannya secara eksklusif kepada tim bogorplus.com.

Capaian yang diraih Ryo memang tak mudah. Ia mengakui bahwa perjuangan yang dirasakan memang tak terlepas dari tempaan hidup ketika menempuh pendidikan di Klinik Pendidikan MIPA (KPM) binaan Raden Ridwan Hasan Saputra.

Foto: Ryo bersama Presiden Direktur KPM, Raden Ridwan Hasan Saputra

Belajar Selama 6 Tahun, Bekasi-Bogor (PP)

Mengawali pendidikan di KPM sejak tahun 2009-2015 memang tak mudah bagi Ryo. Naik turunnya motivasi belajar telah ia rasakan. Namun, hal tersebut tak membuat Ryo gentar hingga akhirnya tetap konsisten datang ke Bogor meskipun harus melakoni perjalanan tak singkat. Jalanan macet, cuaca panas, dan hujan merupakan kesusahan yang biasa ia hadapi bersama kedua orangtuanya. Belum lagi ketika harus belajar hingga larut malam (mengikuti kelas istimewa) bersama Pak Ridwan, maka tak jarang, pulang tengah malam pun selalu jadi pilihan Ryo.

Tak cukup sampai pulang tengah malam, Ryo pun masih harus mengikuti proses ujian (eliminasi) yang digelar setiap bulannya dan merasakan naik-turun level saat belajar. Kendati harus bersusah-susah, bukan menjadi alasan untuk mengeluh dan berhenti belajar. Justru sebaliknya, berkat dukungan orang tua dan sekolah, Ryo tetap melanjutkan pendidikan bersama KPM sampai dengan menjadi Alumni. Nah, Sahabat yang budiman, Jika menelaah dari kisah diatas, tersisip makna yang terkandung untuk jadi bahan renungan kita bersama. Pertama, asam garam yang dialami Ryo membuktikan bahwa perjuangan tidak akan mengkhianati hasil. Disamping itu, peran orang tua dan lingkungan sekitar menjadi faktor kunci atas keberhasilan seorang anak dalam menggapai prestasi.

Kedua, secara kelembagaan, KPM tak hanya mengajarkan tentang matematika saja. “Jauh lebih penting daripada sekedar belajar matematika, KPM juga mengajarkan bagaimana menerapkan matematika dalam kehidupan sehari-hari sehingga hal tersebut menjadi pelengkap pengalaman saya secara fisik dan mental untuk berani melangkah lebih maju di masa depan,” kata Ryo yang merupakan peraih medali emas dan peserta terbaik di ajang KMNR ke-11 tahun 2016.

Menapaki “Panggung” Universitas

Perjuangan Ryo menuju panggung universitas dimulai saat mengenyam pendidikan di SMA Negeri 8 Jakarta. Pada akhirnya, anak dari pasangan Rudy Armanda dan Henny Suryani lulus dengan meraih peringkat pertama di sekolahnya. Setelah itu, lika-liku pun turut menghiasi perjuangan Ryo dalam meraih kesempatan masuk perguruan tinggi yang diinginkan. Ryo mencoba peruntungan dengan mendaftar di National University of Singapore (NUS) dan Nanyang Technological University (NTU). Beberapa hari setelah pelaksanaan tes, rupanya keberkahan mulai menghampiri Ryo. Ia menerima surat elektronik bahwa dirinya dinyatakan lulus di NTU dan NUS. Tak hanya lulus, Ryo juga mendapat Tuition Grant, artinya biaya perkuliahan hanya ditanggung 50% dan sisanya lagi merupakan subsidi dari pemerintah Singapura. Ryo juga menambahkan, tidak semua yang lulus mendapatkan Tuition Grant.

Foto: Ryo dan kedua orang tuanya

Perjalanan kisah perjuangan Ryo yang meraih beasiswa ternyata masih terus berlanjut. Kini ia mendapat kesempatan untuk meraih beasiswa penuh yang berasal dari Asosiasi Perbankan di Singapura dengan nama Dr. Goh Keng Swee Scholarship. Beasiswa ini diperuntukkan bagi mahasiswa internasional yang ingin melanjutkan di empat perguruan tinggi ternama di Singapura, seperti: NUS, NTU, SMU, dan SUTD.

Untuk meraih beasiswa Dr. Goh Keng Swee Scholarship  memang tak mudah. Pasalnya, Ryo harus bersaing dengan peserta dari 15 negara di Asia Pasifik, termasuk Tiongkok, Jepang, Korea dan negara lainnya. Terlebih, beasiswa ini hanya disediakan untuk 4 orang. Sudah dipastikan, atmosfer seleksi sangat ketat hampir terasa disetiap sudut lokasi tes. “Tahap pertama adalah seleksi nilai akademis dan raihan prestasi non akademis serta leadership. Pada tes ini Ryo mengakui kerja keras menuntut ilmu di KPM dan raihan prestasi lomba-lomba yang diikuti sangat berguna untuk menjadi pertimbangan di seleksi pertama ini,” ujar alumnus SDI Al Azhar 9 Kemang Pratama dan SMPN 115 Jakarta. setelah itu, dilanjutkan seleksi tahap kedua. “Pada tahap ini saya mengikuti personality test yang dilakukan secara online,” imbuh Ryo. Sampai pada akhirnya, Ryo pun diundang untuk mengikuti interview langsung di Singapura. Saat proses interview, Ryo pun merasa kurang percaya diri melihat peserta dari negara lain. namun, semangat tekad yang tinggi tak membuat Ryo gencar. Justru, ia menghadapi dengan baik semua rangkaian tesnya.

Beberapa hari kemudian usaha Ryo pun akhirnya membuahkan hasil. Tepatnya tiga hari setelah tes, Ryo hendak berbuka puasa (bulan Ramadan),  seketika itu ia ingin mengecek surat elektronik dan ternyata ada informasi yang tak terduga dari lembaga Dr. Goh Keng Swee. “Alhamdulillah Ya Allah ini mungkin berkah Ramadan buat saya,” ujar Ryo. Rupanya, pekikan Ryo dan rasa penasaran Ryo terjawab sudah melalui surat elektronik dan dinyatakan berhak meraih beasiswa dari Dr. Goh Keng Swee Scholarship. Luapan rasa syukur pun dan haru tak terbendung dari ekspresi Ryo bersama keluarga yang pada saat itu tengah berkumpul.

Setelah dinyatakan lulus, berbagai ucapan selamat dan doa pun mengalir dari SMAN 8 Jakarta, dimana tempat Ryo mengenyam pendidikan, serta keluarga dan kedua orang tua yang telah membesarkan Ryo hingga saat ini. “Kami sebagai orang tua merasa bersyukur dan bangga dengan rezeki yang diterima anak kami karena Ryo berhasil melanjutkan pendidikan di tempat yang telah diimpikannya,” ujar Pak Rudy, Ayahanda Ryo.

Hal senada juga diungkapkan Ibunda Ryo, Henny Suryani. Sang Ibunda berpesan agar Ryo tetap menjadi pribadi yang taat beribadah agar selalu diberikan keberkahan selama hidup. Harapannya dapat membawa nama baik Indonesia. “Saya berharap semoga kuliahnya lancar dengan meraih prestasi yang membanggakan sehingga ketika lulus, ilmunya dapat diterapkan di tanah air."

Tabungan Jiwa (Pahala) Lebih Baik daripada Harta

Dalam istilah suprarasional, ada istilah tabungan jiwa. Pengalaman Ryo dalam menapaki dunia universitas merupakan cerminan konsistensi dalam merencanakan kesusahan dengan mengikuti pendidikan di KPM. Jarak yang jauh dari rumah dan waktu belajar hingga malam hari membuatnya menjadi sosok pelajar yang tangguh dalam menghadapi ujian.

Ryo Chandra Putra Armanda telah membuktikan bahwa hasil perjuangan yang telah  dilakukan bersama orang tuanya dalam koridor kebaikan. Maka, pahala kebaikan yang telah dikumpulkan tersebut dapat dikonversi sesuai kebutuhan yang pada saat itu diperlukan.

Menarik jika kita menyimak pesan Raden Ridwan Hasan Saputra dalam buku Suprarasional. “Uang hanya bisa digunakan untuk mendapatkan sesuatu yang bersifat materi. Sementara pahala bisa digunakan untuk mendapatkan materi dan non-materi Jadi, kejarlah pahala untuk kebahagiaan hidup kita.

Tim Media

Read more...

Ratusan Guru Sekolah Islam Athirah Makasar Mengkaji Cara Berpikir Suprarasional

Bogorplus.com-Makassar – Nuansa berbeda terlihat disela-sela program kegiatan awal tahun ajaran baru yang dihelat SD Islam Athirah Makassar. Lembaga pendidikan yang berkedudukan di Jalan Kajaolalido No. 22, Makasar-Sulawesi Selatan, menggelar training motivasi cara berpikir suprarasional kepada 400 guru Sekolah Islam Athirah, bertempat di Auditorium Sekolah Islam Athirah Makassar, Kamis (12/07/2018).

Dalam rilis kegiatan yang diterima Bogorplus.com, kegiatan ini menghadirkan motivator suprarasional, Raden Ridwan Hasan Saputra. Pak Ridwan yang beberapa hari lalu tiba di Indonesia, setelah menjadi team leader Indonesia-KPM dalam ajang kompetisi Internasional di Bulgaria, memberikan motivasi kiat sukses ala cara berpikir suprarasional kepada para tenaga pendidik yang begitu antusias menyimak dari awal hingga akhir kegiatan.

Direktur Sekolah Islam Athirah, H. Syamril, menjelaskan ihwal dari tujuan pelatihan tersebut. “Selama ini di Athirah sudah menerapkan program “Jalan Kalla” yang mengusung “Kerja Ibadah”, dengan mengamalkan 10 sunah Rasul, di antaranya: salat berjamaah, salat duha, salat rawatib, infak, puasa senin kamis, dan sebagainya,” ungkap Pak Syamril. 

“Seiring berjalannya program “Jalan Kalla”, dikembangkan model iman, ilmu, amal dalam bingkai 5B, yaitu: beribadah, belajar, bekerja, berkarya, dan berbagi. Semua model tersebut disistematisasi dalam manajemen dan program kerja,” imbuhnya.

“Untuk menjalankan itu semua, maka diperlukan pola pikir yang membangun motivasi dengan penuh kesadaran. Pola pikir yang sangat tepat adalah cara berpikir suprarasional. Itulah tujuan diadakannya pelatihan ini,” ungkap Pak Syamril.

Pak Syamril memberikan apresiasi atas kehadiran narasumber. Karena narasumber merupakan pelaku sejarah praktik cara berpikir suprarasional, dari berbagai pengalaman nyata yang dikisahkan, ilmu suprarasional ini mudah untuk dipahami bahkan peserta pun antusias untuk menyimak kajian di acara pelatihan ini.

Saat dikonfirmasi terkait dengan harapan pasca pelatihan suprarasional, Pak Syamril menegaskan akan menindaklanjuti program ini melalui sistem buku kontrol “Jalan Kalla” dengan menguatkan komitmen secara berjamaah, memonitor secara berkala, agar mendayagunakan tiga antena kehidupan (akal, hati, dan panca indera) dalam kehidupan sehari-hari.

Pasca digelarnya pelatihan suprarasional untuk guru, Sekolah Islam Athirah merencanakan pelatihan ini kepada orang tua siswa agar visi-misi yang dibangun sekolah dapat dipahami dan selaras dengan kepentingan orang tua siswa.

Tim Media

Read more...

Guru SDIT Amal Mulia Depok Mengkaji Penyusunan Soal Berbasis HOTS

Bogorplus.com-Kota Depok – Sebanyak 25 guru SDIT Amal Mulia Depok mengkaji penyusunan soal Higher Order Thinking Skills atau yang dikenal dengan HOTS, Rabu (11/07/2018). “Kegiatan yang berlangsung di SDIT Amal Mulia Depok merupakan rangkaian program pengembangan guru dalam membuat dan menyusun soal HOTS”, ungkap Ibu Dewi Apriyani selaku Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum.

Alumnus Universitas Negeri Jakarta Jurusan Kimia ini berharap pelatihan ini dapat memberikan dampak positif terhadap kualitas pembelajaran yang selaras dengan kurikulum 2013.

Sementara itu, Bapak Sehabuddin selaku Kepala SDIT Amal Mulia Depok mengaku bersyukur atas kehadiran tim dari Klinik pendidikan MIPA. “Kami sangat bersyukur dan memberikan apresiasi karena banyak ilmu yang didapatkan guru-guru. Dan, apa yang disampaikan oleh KPM sesuai dengan kondisi terkini agar kualitas pembelajaran di SDIT Amal Mulia Depok semakin berkualitas,” ujar Pak Sehabuddin.

Pak Sehabuddin juga menambahkan, KPM tak hanya melatih para guru agar terampil menyusun soal berbasis HOTS, tetapi membangkitkan semangat mengajar dan mendidik yang ikhlas. “Dalam paparannya, Bapak Asep Sapa'at selaku narasumber turut memotivasi para guru agar mengajar dengan penuh keikhlasan agar menjadi guru yang kreatif dan memiliki ruh dalam mendidik,” imbuhnya.

“Kami berharap ke depannya, kerja sama dengan KPM dapat terus berlanjut untuk mengembangkan metodologi pembelajaran Matematika Nalaria Realistik dan Sains Nalaria Realistik,” pungkas Pak Sehabuddin.

Kehadiran pelatihan ini rupanya sangat dinantikan para guru. Terlebih, KPM merupakan lembaga yang lebih dahulu mengembangkan MNR berbasis HOTS. “Saya sangat bersyukur atas ilmu yang didapat. Meskipun bukan hal baru lagi, tetapi sangat penting bagi seorang guru untuk terus mendalami ilmu tentang penyusunan soal berbasis HOTS. Alhamdulillah, KPM bisa membimbing guru-guru kami agar terampil menjadi seorang evaluator yang andal,” ujar Ibu Sri Wahyuni.

Tim Media 

Read more...

“Kartu Prestasi” dipersembahkan Ancol untuk Peraih Medali Emas KMNR 13

 

Bogorplus.com-Jakarta. –Taman Impian Jaya Ancol dan Klinik Pendidikan MIPA (KPM) kian giat bersinergi dalam memajukan dunia pendidikan. Melalui program Corporate Social Responsibility (CSR), “Apresiasi Ancol Taman Impian untuk Dunia Pendidikan 2018”, Taman Impian Jaya Ancol telah memberikan penghargaan berupa kartu prestasi kepada 46 peraih medali emas KMNR Se-Indonesia ke-13, Minggu (08/07/2018) yang dihelat KPM pada bulan April 2018 lalu.

Acara yang digelar di arena “Time Adventure” pada pukul 10.00 - 11.30 WIB dihadiri Wakil Direktur Utama PT. Taman Impian Jaya Ancol, Teuku Sahir Sahali, Presiden Direktur KPM, Raden Ridwan Hasan Saputra, pelajar dari Sekolah Rakyat Ancol (SRA), para peraih medali KMNR 13, orang tua siswa, dan tim KPM Bogor.

Setiap peserta yang menerima kartu prestasi bisa menggunakannya untuk berekreasi di Ancol Taman Impian mulai dari Pantai, Dunia Fantasi, Atlantis Water Adventure, dan Ocean Dream Samudera secara gratis selama setahun penuh.

Dalam sambutannya, Bapak Sahir mengatakan, “Ancol tidak hanya bergerak pada dunia bisnis saja. Tetapi, mengemban amanah juga dalam memajukan dunia pendidikan dengan mendorong para pelajar agar berprestasi serta dapat menikmati wahana di Ancol secara gratis,” ujar pak Sahir.

Di samping itu, Pak Sahir juga menambahkan, saat ini KPM dinilai sebagai lembaga yang mampu mendidik anak-anak menjadi berprestasi dan berakhlak baik. “Mengingat dengan metode suprarasional dan MNR (Matematika Nalaria Realistik) yang dikembangkan, telah menginspirasi Ancol agar terus bersinergi di bidang pendidikan bersama KPM."

Foto: Ucapan Terima Kasih dari Klinik Pendidikan MIPA oleh R Ridwan Hasan Saputra kepada Wakil Direktur Utama Impian Jaya Ancol, Teuku Sahir Sahali

Sementara itu, Raden Ridwan Hasan Saputra mengucapkan terima kasih dan menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya acara ini sehingga dapat memberikan semangat bagi para pelajar untuk lebih berprestasi.

Sejalan dengan Pak Sahir, Peraih Anugerah Peduli Pendidikan Kemdikbud 2014 ini menegaskan bahwa upaya melahirkan pelajar yang berprestasi dan berkarakter baik sebagai sebuah ikhtiar tiada henti. Ini adalah kerja membangun peradaban masa depan bangsa.

“Sebab faktanya, banyak pelajar berlomba-lomba mengejar juara, sedangkan pendidikan karakter dikesampingkan. Untuk itu, semoga program CSR ini bisa menjadi jalan bagi upaya membentuk manusia Indonesia yang cerdas dan berkarakter,” terang Pak Ridwan.

Pasca sambutan, kartu prestasi diberikan secara simbolis oleh Raden Ridwan Hasan Saputra dan Teuku Sahir Sahali kepada dua pelajar perwakilan dari KPM dan Sekolah Rakyat Ancol. Siswa yang didaulat menjadi perwakilan dari KPM adalah Shielda Kamilia Hidayat (SMPN 1 Bogor), sedangkan siswa perwakilan SRA adalah Arya Kamandanu. 

Foto: Pemberian kartu prestasi secara simbolis kepada perwakilan dari jawara KMNR 13 dan pelajar Sekolah Rakyat Ancol (SRA)

Dapat berprestasi di kancah nasional tentu menjadi kebanggaan tersendiri. Hal itu yang dirasakan Shielda Kamilia Hidayat, pelajar SMPN 1 Kota Bogor yang memperoleh medali emas KMNR 13.

Shielda yang berkesempatan diundang bersama teman-teman peraih penghargaan lainnya mengaku terharu dan bersyukur. “Alhamdulillah, saya sangat senang dan bersyukur. Di samping itu, saya menjadi lebih semangat untuk belajar, setidaknya bisa mengharumkan nama sekolah di tingkat nasional,” ujar Shielda yang memiliki cita-cita menjadi seorang guru.

Tim Media 

Read more...

Pelatihan“Berpikir Suprarasional” Gugah Kesadaran Pendidik Menyongsong Tahun Ajaran Baru

 

Bogorplus.com— Tahun ajaran baru 2018/2019 akan segera tiba. Orang tua, siswa, dan insan pendidik tengah  mempersiapkan diri menyambutnya. Menghadirkan kesan positif di awal tahun ajaran baru menjadi faktor kunci agar proses pendidikan berjalan sesuai rencana. Tak ayal, perlunya evaluasi pun menjadi keniscayaan untuk tahun ajaran baru agar berbeda dan menjadi lebih baik.

Melihat dinamika pendidikan yang kian hari semakin beragam, maka guru pun harus mempersiapkan seperangkat sistem pembelajaran yang terbaik agar dapat memperoleh hasil yang terbaik pula.

Rupanya, menurut sebagian lembaga pendidikan, program penguatan pendidikan karakter (PPK) menjadi skala prioritas yang wajib dikenalkan kepada peserta didik baru. Dan, baru-baru ini, beberapa sekolah tengah ramai-ramai mengkaji ilmu cara berpikir suprarasional lewat kegiatan pelatihan untuk memotivasi para pendidik sebagai bekal menyongsong tahun ajaran baru.

Adalah SDI Tugasku Jakarta yang telah mencicipi materi cara berpikir suprarasional, buah gagasan Raden Ridwan Hasan Saputra beberapa waktu yang lalu (Kamis, 05/07/2018). Bertempat di Aula SDI Tugasku Jakarta dan dihadiri 85 peserta guru TK, SD, dan SMP bahkan Staf Tata Usaha.  

Foto: Asep Sapa'at, Narasumber dari KPM (kiri) dan Direktur Pendidikan Sekolah Islam Tugasku, Agus Listiyono (kanan)

Agus Listiyono selaku Direktur Pendidikan Sekolah Islam Tugasku Jakarta mengaku termotivasi pasca mengikuti pelatihan suprarasional agar dapat melanjutkan perjalanan memaknai profesi sebagai pendidik di sekolah. “Hal tersebut selaras sebagai wujud pengamalan dan implementasi pengabdian kepada Allah Swt. Kami juga bersyukur, dari perlatihan ini kita dimampukan untuk melihat bahwa imbalan bekerja tidak saja dalam bentuk material dan dari sumber dari pemberi kerja. Namun,  imbalan yang hakiki ialah menggapai ridho Allah Swt (pahala) dan memperbesar tabungan jiwa.” ungkap Pak Agus.

Alumnus IKIP Muhammadiyah Jakarta ini menyadari bahwa belajar bersama antar guru dan pendidik di sekolah, tidak saja mengejar pada ketuntasan kompetensi semata. “Jauh lebih penting daripada itu adalah belajar bersama dalam membangun visi bekerja dan beramal untuk mencapai target yang lebih jauh dan lebih mendalam, yakni menuju akhirat yang baik. Inilah yang kami dapatkan dari model berpikir suprarasional gagasan Pak Ridwan. Selain itu, kami bersyukur dapat menemukan pintu gerbang dalam mewujudkan visi tersebut,” ujar Pak Agus. 

Hal senada juga disampaikan Rita Novita selaku Kepala SDI Tugasku Jakarta. Ia menilai pelatihan suprarasional sangat tepat diberikan kepada guru jelang tahun ajaran. “Kesan pertama yang begitu menggugah para guru agar menjadi pribadi yang amanah, ikhlas, dan terus berinovasi tiada henti,” paparnya.

Foto: Pelatihan Suprarasional di SDI Al Azhar Syifa Budi Cibinong

Sementara itu, menurut informasi yang berhasil dihimpun tim bogorplus.com, pelatihan cara berpikir suprarasional ini akan terus dilakukan di berbagai lembaga pendidikan kota/kab di Indonesia. Selain SDI Tugasku Jakarta, sudah dilaksanakan juga di SDI Al Azhar Syifa Budi Cibinong, dan akan digelar di Makasar, Palembang, dan wilayah lainnya. Adapun agar dapat mengundang tim KPM dapat mendaftar terlebih dahulu dengan menghubungi tim pelatihan 081281882562 atau Humas KPM 081280341100.

Tim Media

Read more...

KPM Cabang 1 Surabaya: Mendayagunakan 3 Antena Kehidupan untuk Profesionalisme Kerja

Suasana serius tapi santai nampak di salah satu ruang meeting Hotel Namira Syariah Surabaya, Senin (02/07/2018). Suasana menjadi hening ketika peserta sedang menyimak penjelasan materi dari narasumber. Meskipun demikian, sesekali riuh tawa peserta terdengar saat mendengar kisah menggelitik dari pengalaman hidup narasumber. Narasumber yang diundang untuk memberikan materi pada Up Grading Staf KPM cabang Surabaya sesi pagi adalahDr. N. Faqih Syarif Hasyim, S.SOS.I, M.Si. Dalam penjelasan nya, Faqih memberikan materi team building dengan menganalogikan formasi tim sepak bola modern. Menurut Andika, salah satu peserta pelatihan dari Divisi Lomba bahwa formasi 1-3-4-3 berisi pola defense dan ofense yang sangat bermanfaat dan berisi. " Teman-teman (peserta,red) pun terlihat menikmati" tambah nya. Ungkapan senada diutarakan peserta dari divisi Produk, Hendra Purnawan. Dia menandaskan bahwa pelatihan ini membuatnya banyak mengetahui tentang banyak ilmu kehidupan. " Bisa menambah semangat bekerja dan menebar banyak manfaat ke seluruh umat manusia" pungkasnya.

Selain pembicara di atas, pelatihan ini juga mengundang Kepala Cabang KPM Surabaya yang memberikan penguatan tentang optimalisasi 3 antena pada manusia. Salah satunya dengan menghidupkan antena hati dengan cara merencanakan kesusahan berupa ibadah, baik ibadah mahdah maupun ibadah ghairu mahdah (ibadah yang bersifat sosial). Diakhir sesi, peserta  digugah semangat juangnya saat merenungi kisah perjuangan Rosulullah, ibu, dan KH. Hasyim Asy'ari.

Pelatihan ini berjalan dengan lancar, dimulai pukul 07.30 sampai 16.00. Sebagian besar peserta menginginkan pelatihan serupa diselenggarakan kembali dengan harapan memberikan energi yang positif untuk meningkatkan profesionalisme dalam bekerja dan mengoptimalkan 3 antena pada manusia. Ketua panitia, Agung Arimurti menandaskan, "Pelatihan ini waktunya cukup singkat, tetapi sudah cukup (untuk bekal meningkatkan profesionalisme,red)".

Tim Media & KPM Cabang 1 Surabaya

Read more...

Menguak Perjuangan Tim Indonesia-KPM pada Olimpiade Matematika di Sozopol, Bulgaria

sukses mengharumkan nama bangsa, Tim Indonesia-KPM berhasil meraih penghargaan, 1st place untuk bidang Combinatorics, 2nd place untuk bidang Geometry, 2 silver medals pada kategori overall, 2 bronze medals pada kategori overall, dan, 4 merit pada kategori overall.

Bogorplus.com-Sozopol-Bulgaria -Tim Indonesia-KPM berhasil menorehkan prestasi membanggakan pada ajang 1st International Festival Mathematical Triathlon Apollonia (MTA), Sozopol, Bulgaria, Jumat (29 Juni 2018) lalu. Perjalanan tim Indonesia yang digawangi Raden Ridwan Hasan Saputra meninggalkan banyak cerita menarik.

Baca juga: Tim Indonesia-KPM Raih Prestasi di Ajang Olimpiade Matematika, Sozopol, Bulgaria

Beberapa waktu yang lalu, tim Bogorplus.com berkesempatan untuk mengetahui lebih jauh tentang aktivitas tim KPM di Sozopol, Bulgaria. Melalui artikel ini semoga dapat menambah pengetahuan dan memotivasi para pelajar di Indonesia untuk mengikuti berbagai kompetisi serupa yang dilaksanakan KPM.

Senin (26/06/2018) dini hari tim KPM memulai perjalanan. Udara dingin di malam hari dan rasa kantuk yang melanda tak menurunkan semangat Tim Key Stage II (sebutan tim SD). Pukul 00.40 waktunya tim berangkat menuju Bulgaria, namun sebelumnya transit terlebih dahulu di Doha (Qatar). Setelah itu, perjalanan dilanjutkan ke Sofia (Bulgaria) hingga tiba pada pukul 12.00 waktu setempat. Setibanya di Sofia, tim masih harus melanjutkan perjalanan selama 6 jam ke Sozopol. Bagaimana, terlihat sangat melelahkan bukan? Namun, faktanya tidak seperti yang dirasakan tim Indonesia-KPM. Karena sepanjang perjalanan menggunakan bus, disuguhkan pemandangan yang mengesankan, sehingga menjadi obat lelah tim Indonesia.

Tim Indonesia-KPM ketika tiba di Sozopol, Bulgaria

Kemudian, dilansir dari akun facebook KPM Seikhlasnya. Setibanya di Sozopol dan memasuki masa kompetisi. Banyak hal menarik dari kegiatan festival matematika ini, antara lain, siswa mendapat tantangan menyelesaikan 8 soal setiap hari selama tiga hari berturut-turut. Terlebih, waktu pengerjaan soal dibagi menjadi 3 bidang yang berbeda, yaitu Aljabar dan Bilangan dengan waktu pengerjaan selama 3 jam dan Geometry serta Combinatorics yang masing-masing memiliki waktu pengerjaan selama 4 jam dengan total 5 soal isian singkat dan 3 soal esai.

Disamping mengerjakan soal-soal, tim Indonesia-KPM juga mendapatkan hal yang berharga, yaitu analysis and discussion of the problem of the day, dimana seluruh peserta membahas topik pembahasan bersama dewan juri dari Bulgaria.

Perjalanan tim Indonesia-KPM tak melulu selalu bernuansa olimpiade matematika. Peserta juga disuguhkan wisata di dalam kota Sozopol dengan mengunjungi beberapa museum bersejarah.

Sementara itu, Muhammad Ilham Al Farisi salah satu peserta yang telah meraih dua kategori penghargaan ini menuturkan pengalaman pertama berkunjung ke Bulgaria. “Soal olimpiade sangat menarik, karena jarang ditemui di Indonesia, “ujar peraih The Best Overall Silver dan First Place dalam bidang Combinatorics.

Dari semua bidang tes yang dilombakan, menurut pelajar asal Bogor, Jawa Barat ini mengungkapkan kesulitannya saat dihadapkan pada bidang aljabar dan bilangan. Namun, hal tersebut dapat berselang dengan baik, berkat dukungan teman-teman, dan Pak Ridwan yang selalu memberikan bimbingan, disela-sela aktivitas. 

Kini, Tim besutan Besutan Tokoh Perubahan Republika 2013 tengah melanjutkan perjuangannya bersama tim SMP di ajang lebih bergengsi, yakni "Bulgaria International Mathematics Competition (BIMC) 2018" yang diikuti 28 negara peserta.  Hal menarik yang perlu kita simak bahwa tim Indonesia-KPM merupakan tim yang datang dengan mandiri melalui KPM dan telah terbiasa mengikuti berbagai kompetisi internasional dan mempersembahkan medali untuk bangsa tanpa merepotkan pemerintah.

Mari kita doakan semoga tim Indonesia-KPM kembali menorehkan tinta emasnya di benua biru ini.

Tim Media

Read more...

Tim Indonesia-KPM Raih Prestasi di Ajang Olimpiade Matematika, Sozopol, Bulgaria

Tim Indonesia - KPM yang dipimpin Raden Ridwan Hasan Saputra membawa dua tim (8 pelajar) terpilih untuk berlaga di 1st International Festival Mathematical Triathlon Apollonia pada tanggal 26-29 Juni 2018

Bogorplus.com-Sozopol-Bulgaria – Tim Indonesia melalui lembaga Klinik Pendidikan MIPA (KPM) mengakhiri lawatannya di Sozopol, Bulgaria dengan meraih sejumlah penghargaan. Ajang yang bertema 1st International Festival Mathematical Triathlon Apollonia (MTA) sukses mengharumkan nama bangsa bersama kontingen dari negara lainnya, seperti: Filipina, Ukraina, dan tuan rumah Bulgaria, Jum’at (29/06/2018). Adapun penghargaan yang telah diraih yakni, 1st place untuk bidang Combinatorics, 2nd place untuk bidang Geometry,  2 silver medals pada kategori overall, 2 bronze medals pada kategori overall, dan, 4 merit pada kategori overall.

Tim Indonesia - KPM yang dipimpin Raden Ridwan Hasan Saputra membawa dua tim (8 pelajar) terpilih untuk berlaga di 1st International Festival Mathematical Triathlon Apollonia pada tanggal 26-29 Juni 2018.

Sebelum bertolak ke Bulgaria, tim Indonesia-KPM telah menjalani karantina selama 2 tahap, yakni pada tanggal 03-09 Juni 2018, sedangkan tahap 2 pada tanggal 21-25 Juni 2018 (SD), bertempat di Padepokan Amir Syahrudin, Klinik Pendidikan MIPA, Kab. Bogor - Jawa Barat. Selama proses pembinaan, seluruh peserta telah mendalami materi dalam rangka persiapan kompetisi di Sozopol, Bulgaria.

Raden Ridwan Hasan Saputra selaku team leader mengungkapkan rasa syukur  atas raihan yang telah dicapai tim KPM. Terlebih, kompetisi ini merupakan event pertama yang diikuti. Pak Ridwan juga menyampaikan bahwa soal-soal yang disajikan pun menarik dan jarang ditemui pada soal-soal olimpiade di Indonesia yang berbasis HOTS (Higher Order Thinking Skills).

“Dengan kategori soal yang sangat sulit dan unik, tak ayal waktu yang dimiliki siswa dalam mengerjakan soal bisa 3 -  4 jam di setiap bidangnya,” tuturnya.

Pria yang kerap mengisi pelatihan motivasi suprarasional ini mengaku tantangan yang dihadapi cukup berat. Namun, prestasi yang diraih sangat membanggakan. “Kami bersyukur atas capaian yang didapat. Semoga dapat memberikan pengalaman yang berkesan di event yang pertama ini sekaligus bisa membuat Indonesia semakin bersinar di bidang matematika dan memotivasi untuk semakin semangat mendalami soal berbasis HOTS".

Berikut deretan nama peserta dari tim Indonesia KPM yang mendapatkan penghargaan pada ajang 1st International Festival Mathematical Triathlon Apollonia:

  1. Muhammad Ilham Al Farisi (kelas 6 SDIT Ummul Quro Bogor) berhasil meraih 1st Place pada bidang Combinatorics dan silver medals.
  2. Maulana Satya Adigama (kelas 6 SD Muhammadiyah 2 Sapen Yogyakarta) berhasil meraih 2nd place pada bidang Geometry dan silver medals.
  3. Amara Khairunnisa Dinata (kelas 6 SD Pertiwi Bogor) berhasil meraih bronze medals.
  4. Nisrina Fathiyya Nugraha (kelas 6 SDIT Nurul Fikri Depok) berhasil meraih bronze medals.
  5. Pasha Razaka Fitrah Madjid (kelas 6 SDI Al Azhar 13 Rawamangun Jakarta) berhasil meraih merit.
  6. Farel Zakwan Andarya (kelas 6 SDN Cibatok 3 Bogor) berhasil meraih merit.
  7. Jefferson Evans Manadi (kelas 6 SDK 6 Penabur Kelapa Gading Jakarta) berhasil meraih merit;
  8. Teuku Arkansyah Ali (kelas 6 SDN Rawamangun 12 Pagi Jakarta) berhasil meraih merit.

Setelah mengakhiri beragam kegiatan di Sozopol, Tim Indonesia-KPM bertolak ke Burgas, Bulgaria untuk mengikuti kompetisi selanjutnya, yakni "Bulgaria International Mathematics Competition (BIMC) 2018" yang akan diikuti oleh 32 negara peserta pada tanggal 01-06 Juli 2018.

Tim Media

 

Read more...
ads by bogorplus.com
Kota Bogor Bottom