Menu
RSS

Items filtered by date: October 2017

Bangkitkan Kesadaran SDM PT. POS tentang Makna Bekerja dengan Cara Berpikir Suprarasional

Foto: Motivator supra rasional tengah memberikan pelatihan supra rasional dihadapan ratusan pegawai kantor Pos Kota Bogor

Bogorplus.com-Jl. Ir. H. Juanda-Bogor. Ruangan Vestibule Kantor Pos Bogor dipenuhi karyawan PT. Pos Indonesia yang menikmati sajian materi dari Pak Raden Ridwan Hasan Saputra--Presiden Direktur Klinik Pendidikan MIPA-- tentang cara berpikir suprarasional. Acara bertema 'Seminar Suprarasional untuk Meningkatkan Motivasi Budaya Kerja SDM' ini diselenggarakan hari minggu (15 Oktober 2017) di Jl. Ir. H. Juanda No. 5, Bogor.

Menurut Bu Pujiati selaku Kepala Kantor PT. Pos Indonesia area Bogor, acara seminar ini bertujuan untuk membangkitkan kembali motivasi kerja SDM agar bisa berdampak pada peningkatan kinerja di lembaga yang dipimpinnya. Setelah menyimak paparan dari Pak Ridwan HS, Bu Pujiati menyadari bahwa kekuatan cara berpikir suprarasional sangat tepat untuk diterapkan kepada seluruh karyawan agar kinerja lembaga bisa terus membaik. "Saya berharap para karyawan PT. Pos Indonesia dapat mengambil manfaat dari acara seminar ini bagi dirinya sendiri, keluarga, maupun lembaga." ungkap perempuan berkaca mata ini.

Dalam keterangan yang terpisah, Pak Dedih mengakui mulai terbuka cara pandangnya tentang makna bekerja. Pak Dedih yang sudah 27 tahun menjadi karyawan PT. Pos Indonesia merasa ada yang harus diperbaiki dalam hidupnya. "Saya bekerja dari pagi bahkan sampai malam, tapi ya hasilnya begitu-begitu saja. Pak Ridwan mengingatkan saya bahwa majikan kita itu Allah SWT, bukan atasan kita. Jika kita ingin hidup kaya dan bahagia, perbaiki ibadah kita. Lalu, memohonlah kepada Yang Maha Memiliki alam semesta ini." ujar pria yang punya sifat periang ini.

Foto bersama dengan jajaran pegawai kantor Pos Kota Bogor

Pak Ridwan HS merasa bersyukur sekaligus bangga bisa berbagi ilmu cara berpikir suprarasional kepada para karyawan PT. Pos Indonesia area Bogor. Menurut analisis Pak Ridwan, kendala serius yang dihadapi PT. Pos adalah motivasi dan kualitas kerja SDM. Jika PT. Pos tak mengubah kondisi ini, bisa dipastikan PT. Pos akan makin sulit menandingi kiprah lembaga sejenis di bidang yang sama. "Jika PT. Pos ingin mendongkrak kinerjanya, benahi kualitas SDM-nya. Perbaiki kualitas ibadah dan kinerja profesionalnya secara bersamaan. Seluruh karyawan harus mulai menerapkan cara berpikir suprarasional secara berjamaah agar terjalin sinergi yang baik. Hanya dengan cara berpikir suprarasional, PT. Pos bisa kembali diperhitungkan menjadi sosok lembaga yang bisa menjadi ikon kebanggaan bangsa", tutur Tokoh Perubahan Republika 2013 yang sangat menyukai matematika sejak kecil.

Read more...

Menguak Makna Kehidupan lewat Pelatihan MNR 4 Hari 3 Malam

Foto: peserta menerima materi pelatihan

Bogorplus.com-Laladon-Bogor. Setiap orang yang kita jumpai adalah guru kehidupan, setiap tempat yang kita kunjungi adalah sekolah kehidupan. Tanpa kemauan untuk memaknai hidup, kita tak akan pernah bisa belajar dari guru kehidupan dan sekolah kehidupan di sekitar kita.

Bagi Pak Piay Kundel, sosok pendidik yang sudah berkiprah 30 tahun di dunia pendidikan, motivasi terbesar mengikuti Pelatihan Matematika Nalaria Realistik (MNR) untuk mengenal lebih dekat sosok lembaga Klinik Pendidikan MIPA (KPM) dengan MNR-nya. Pelatihan MNR sendiri digelar di kantor Klinik Pendidikan MIPA dari tanggal 10 Oktober 2017 - 13 Oktober 2017.

Dengan lugas dan jujur beliau mengatakan bahwa tak ada yang luar biasa dengan teori dan teknik mengajar yang diajarkan di sesi pelatihan. Justru beliau sangat terkesan dan belajar satu pelajaran hidup selama 4 hari di KPM: belajar menjadi manusia yang ikhlas. "Saat menyimak sajian materi dari para pembicara yang merupakan karyawan KPM, saya paham bahwa mereka orang berpendidikan yang rendah hati. Sesama pembicara saling mengakui mereka saling berguru satu sama lain. Saya senang mendengarnya. Betapa mereka saling memuliakan sebagai seorang pendidik." ujar Pak Piay.

Foto: Peserta tengah berdiskusi dalam permainan eksplorasi

Senada dengan Pak Piay, Bu Iva pun memiliki kesan tersendiri saat mengikuti pelatihan MNR. Kesukaannya pada matematika dan tingginya rasa ingin tahu untuk belajar metodologi pembelajaran MNR menjadi motivasi terbesar mengikuti.pelatihan MNR di Bogor. Bu Iva merasa senang karena semua sajian materi pelatihan, terutama materi 'Cara Berpikir Suprarasional' dan 'Menjadi Guru Hebat dan Berkah' semakin mengokohkan visi hidupnya sebagai seorang guru.

Ketika ditanya soal manfaat pelatihan, Bu Iva menyatakan banyak menemukan.pelajaran hidup dari sesama peserta pelatihan lain. "Secara tidak langsung, saya merasa ditegur karena belum bisa jadi manusia yang pandai bersyukur. Saya hidup di lingkungan kota dengan fasilitas lengkap. Berbeda dengan teman-teman peserta lain yang tinggal diluar Pulau Jawa. Mereka berjuang dengan fasilitas yang terbatas. Sekarang saya merasa harus mulai banyak bersyukur dan semakin semangat untuk mengajar. Setelah pelatihan MNR ini berakhir, cara saya memahami kehidupan pun jadi berubah. Pokoknya kesannya luar biasa bagi saya", pungkas Bu Iva.

Foto bersama dengan seluruh peserta

Presiden Direktur KPM, Ir. R. Ridwan Hasan Saputra, M.Si. mengapresiasi semua pihak yang turut menyukseskan pelatihan MNR 4 hari 3 malam. Menurut Pak Ridwan, misi utama pelatihan ini adalah untuk mencari para kader guru yang mau mengajar dengan bayaran seikhlasnya. Para kader ini diharapkan memiliki kesungguhan untuk mengamalkan ilmu yang telah diperoleh melalui Rumah Pendidikan Matematika, Klub Matematika Seikhlasnya, Sekolah Center yang dibangun dan dikembangkan di daerah masing-masing. "Banyak pihak yang berkorban agar pelatihan ini bisa terselenggara dengan baik. Semoga pengorbanan ini menjadi ikhtiar nyata untuk memperbaiki kondisi bangsa yang kita cintai ini." pungkas Tokoh Perubahan Republika 2013 ini.

Read more...

Menguak Makna Kehidupan lewat Pelatihan MNR 4 Hari 3 Malam

Foto: peserta menerima materi pelatihan

Bogorplus.com-Laladon-Bogor. Setiap orang yang kita jumpai adalah guru kehidupan, setiap tempat yang kita kunjungi adalah sekolah kehidupan. Tanpa kemauan untuk memaknai hidup, kita tak akan pernah bisa belajar dari guru kehidupan dan sekolah kehidupan di sekitar kita.

Bagi Pak Piay Kundel, sosok pendidik yang sudah berkiprah 30 tahun di dunia pendidikan, motivasi terbesar mengikuti Pelatihan Matematika Nalaria Realistik (MNR) untuk mengenal lebih dekat sosok lembaga Klinik Pendidikan MIPA (KPM) dengan MNR-nya. Pelatihan MNR sendiri digelar di kantor Klinik Pendidikan MIPA dari tanggal 10 Oktober 2017 - 13 Oktober 2017.

Dengan lugas dan jujur beliau mengatakan bahwa tak ada yang luar biasa dengan teori dan teknik mengajar yang diajarkan di sesi pelatihan. Justru beliau sangat terkesan dan belajar satu pelajaran hidup selama 4 hari di KPM: belajar menjadi manusia yang ikhlas. "Saat menyimak sajian materi dari para pembicara yang merupakan karyawan KPM, saya paham bahwa mereka orang berpendidikan yang rendah hati. Sesama pembicara saling mengakui mereka saling berguru satu sama lain. Saya senang mendengarnya. Betapa mereka saling memuliakan sebagai seorang pendidik." ujar Pak Piay.

Foto: Peserta tengah berdiskusi dalam permainan eksplorasi

Senada dengan Pak Piay, Bu Iva pun memiliki kesan tersendiri saat mengikuti pelatihan MNR. Kesukaannya pada matematika dan tingginya rasa ingin tahu untuk belajar metodologi pembelajaran MNR menjadi motivasi terbesar mengikuti.pelatihan MNR di Bogor. Bu Iva merasa senang karena semua sajian materi pelatihan, terutama materi 'Cara Berpikir Suprarasional' dan 'Menjadi Guru Hebat dan Berkah' semakin mengokohkan visi hidupnya sebagai seorang guru.

Ketika ditanya soal manfaat pelatihan, Bu Iva menyatakan banyak menemukan.pelajaran hidup dari sesama peserta pelatihan lain. "Secara tidak langsung, saya merasa ditegur karena belum bisa jadi manusia yang pandai bersyukur. Saya hidup di lingkungan kota dengan fasilitas lengkap. Berbeda dengan teman-teman peserta lain yang tinggal diluar Pulau Jawa. Mereka berjuang dengan fasilitas yang terbatas. Sekarang saya merasa harus mulai banyak bersyukur dan semakin semangat untuk mengajar. Setelah pelatihan MNR ini berakhir, cara saya memahami kehidupan pun jadi berubah. Pokoknya kesannya luar biasa bagi saya", pungkas Bu Iva.

Foto bersama dengan seluruh peserta

Presiden Direktur KPM, Ir. R. Ridwan Hasan Saputra, M.Si. mengapresiasi semua pihak yang turut menyukseskan pelatihan MNR 4 hari 3 malam. Menurut Pak Ridwan, misi utama pelatihan ini adalah untuk mencari para kader guru yang mau mengajar dengan bayaran seikhlasnya. Para kader ini diharapkan memiliki kesungguhan untuk mengamalkan ilmu yang telah diperoleh melalui Rumah Pendidikan Matematika, Klub Matematika Seikhlasnya, Sekolah Center yang dibangun dan dikembangkan di daerah masing-masing. "Banyak pihak yang berkorban agar pelatihan ini bisa terselenggara dengan baik. Semoga pengorbanan ini menjadi ikhtiar nyata untuk memperbaiki kondisi bangsa yang kita cintai ini." pungkas Tokoh Perubahan Republika 2013 ini.

Read more...

Menguak Makna Kehidupan lewat Pelatihan MNR 4 Hari 3 Malam

Foto: peserta menerima materi pelatihan

Bogorplus.com-Laladon-Bogor. Setiap orang yang kita jumpai adalah guru kehidupan, setiap tempat yang kita kunjungi adalah sekolah kehidupan. Tanpa kemauan untuk memaknai hidup, kita tak akan pernah bisa belajar dari guru kehidupan dan sekolah kehidupan di sekitar kita.

Bagi Pak Piay Kundel, sosok pendidik yang sudah berkiprah 30 tahun di dunia pendidikan, motivasi terbesar mengikuti Pelatihan Matematika Nalaria Realistik (MNR) untuk mengenal lebih dekat sosok lembaga Klinik Pendidikan MIPA (KPM) dengan MNR-nya. Pelatihan MNR sendiri digelar di kantor Klinik Pendidikan MIPA dari tanggal 10 Oktober 2017 - 13 Oktober 2017.

Dengan lugas dan jujur beliau mengatakan bahwa tak ada yang luar biasa dengan teori dan teknik mengajar yang diajarkan di sesi pelatihan. Justru beliau sangat terkesan dan belajar satu pelajaran hidup selama 4 hari di KPM: belajar menjadi manusia yang ikhlas. "Saat menyimak sajian materi dari para pembicara yang merupakan karyawan KPM, saya paham bahwa mereka orang berpendidikan yang rendah hati. Sesama pembicara saling mengakui mereka saling berguru satu sama lain. Saya senang mendengarnya. Betapa mereka saling memuliakan sebagai seorang pendidik." ujar Pak Piay.

Foto: Peserta tengah berdiskusi dalam permainan eksplorasi

Senada dengan Pak Piay, Bu Iva pun memiliki kesan tersendiri saat mengikuti pelatihan MNR. Kesukaannya pada matematika dan tingginya rasa ingin tahu untuk belajar metodologi pembelajaran MNR menjadi motivasi terbesar mengikuti.pelatihan MNR di Bogor. Bu Iva merasa senang karena semua sajian materi pelatihan, terutama materi 'Cara Berpikir Suprarasional' dan 'Menjadi Guru Hebat dan Berkah' semakin mengokohkan visi hidupnya sebagai seorang guru.

Ketika ditanya soal manfaat pelatihan, Bu Iva menyatakan banyak menemukan.pelajaran hidup dari sesama peserta pelatihan lain. "Secara tidak langsung, saya merasa ditegur karena belum bisa jadi manusia yang pandai bersyukur. Saya hidup di lingkungan kota dengan fasilitas lengkap. Berbeda dengan teman-teman peserta lain yang tinggal diluar Pulau Jawa. Mereka berjuang dengan fasilitas yang terbatas. Sekarang saya merasa harus mulai banyak bersyukur dan semakin semangat untuk mengajar. Setelah pelatihan MNR ini berakhir, cara saya memahami kehidupan pun jadi berubah. Pokoknya kesannya luar biasa bagi saya", pungkas Bu Iva.

Foto bersama dengan seluruh peserta

Presiden Direktur KPM, Ir. R. Ridwan Hasan Saputra, M.Si. mengapresiasi semua pihak yang turut menyukseskan pelatihan MNR 4 hari 3 malam. Menurut Pak Ridwan, misi utama pelatihan ini adalah untuk mencari para kader guru yang mau mengajar dengan bayaran seikhlasnya. Para kader ini diharapkan memiliki kesungguhan untuk mengamalkan ilmu yang telah diperoleh melalui Rumah Pendidikan Matematika, Klub Matematika Seikhlasnya, Sekolah Center yang dibangun dan dikembangkan di daerah masing-masing. "Banyak pihak yang berkorban agar pelatihan ini bisa terselenggara dengan baik. Semoga pengorbanan ini menjadi ikhtiar nyata untuk memperbaiki kondisi bangsa yang kita cintai ini." pungkas Tokoh Perubahan Republika 2013 ini.

Read more...

Menguak Makna Kehidupan lewat Pelatihan MNR 4 Hari 3 Malam

Foto: peserta menerima materi pelatihan

Bogorplus.com-Laladon-Bogor. Setiap orang yang kita jumpai adalah guru kehidupan, setiap tempat yang kita kunjungi adalah sekolah kehidupan. Tanpa kemauan untuk memaknai hidup, kita tak akan pernah bisa belajar dari guru kehidupan dan sekolah kehidupan di sekitar kita.

Bagi Pak Piay Kundel, sosok pendidik yang sudah berkiprah 30 tahun di dunia pendidikan, motivasi terbesar mengikuti Pelatihan Matematika Nalaria Realistik (MNR) untuk mengenal lebih dekat sosok lembaga Klinik Pendidikan MIPA (KPM) dengan MNR-nya. Pelatihan MNR sendiri digelar di kantor Klinik Pendidikan MIPA dari tanggal 10 Oktober 2017 - 13 Oktober 2017.

Dengan lugas dan jujur beliau mengatakan bahwa tak ada yang luar biasa dengan teori dan teknik mengajar yang diajarkan di sesi pelatihan. Justru beliau sangat terkesan dan belajar satu pelajaran hidup selama 4 hari di KPM: belajar menjadi manusia yang ikhlas. "Saat menyimak sajian materi dari para pembicara yang merupakan karyawan KPM, saya paham bahwa mereka orang berpendidikan yang rendah hati. Sesama pembicara saling mengakui mereka saling berguru satu sama lain. Saya senang mendengarnya. Betapa mereka saling memuliakan sebagai seorang pendidik." ujar Pak Piay.

Foto: Peserta tengah berdiskusi dalam permainan eksplorasi

Senada dengan Pak Piay, Bu Iva pun memiliki kesan tersendiri saat mengikuti pelatihan MNR. Kesukaannya pada matematika dan tingginya rasa ingin tahu untuk belajar metodologi pembelajaran MNR menjadi motivasi terbesar mengikuti.pelatihan MNR di Bogor. Bu Iva merasa senang karena semua sajian materi pelatihan, terutama materi 'Cara Berpikir Suprarasional' dan 'Menjadi Guru Hebat dan Berkah' semakin mengokohkan visi hidupnya sebagai seorang guru.

Ketika ditanya soal manfaat pelatihan, Bu Iva menyatakan banyak menemukan.pelajaran hidup dari sesama peserta pelatihan lain. "Secara tidak langsung, saya merasa ditegur karena belum bisa jadi manusia yang pandai bersyukur. Saya hidup di lingkungan kota dengan fasilitas lengkap. Berbeda dengan teman-teman peserta lain yang tinggal diluar Pulau Jawa. Mereka berjuang dengan fasilitas yang terbatas. Sekarang saya merasa harus mulai banyak bersyukur dan semakin semangat untuk mengajar. Setelah pelatihan MNR ini berakhir, cara saya memahami kehidupan pun jadi berubah. Pokoknya kesannya luar biasa bagi saya", pungkas Bu Iva.

Foto bersama dengan seluruh peserta

Presiden Direktur KPM, Ir. R. Ridwan Hasan Saputra, M.Si. mengapresiasi semua pihak yang turut menyukseskan pelatihan MNR 4 hari 3 malam. Menurut Pak Ridwan, misi utama pelatihan ini adalah untuk mencari para kader guru yang mau mengajar dengan bayaran seikhlasnya. Para kader ini diharapkan memiliki kesungguhan untuk mengamalkan ilmu yang telah diperoleh melalui Rumah Pendidikan Matematika, Klub Matematika Seikhlasnya, Sekolah Center yang dibangun dan dikembangkan di daerah masing-masing. "Banyak pihak yang berkorban agar pelatihan ini bisa terselenggara dengan baik. Semoga pengorbanan ini menjadi ikhtiar nyata untuk memperbaiki kondisi bangsa yang kita cintai ini." pungkas Tokoh Perubahan Republika 2013 ini.

Read more...

657 Siswa Bertanding di Olimpiade Matematika dan Sains Indonesia

Foto: Ratusan peserta tengah antusias mengikuti tes babak final OMSI ke-2

Bogorplus.com-Sidoarjo-Jawa Timur. Presiden Direktur Klinik Pendidikan MIPA (KPM), Raden Ridwan Hasan Saputra dengan didampingi Dikdasmen Muhammadiyah, Catfiz, PT. Pos, dan perwakilan cabang KPM di Indonesia, membuka secara resmi Olimpiade Matematika dan Sains Indonesia (OMSI) ke-2 di GOR Sidoarjo, Jawa Timur pada minggu, (08/10/2017).

Foto: Presiden Direktur KPM, Raden Ridwan Hasan Saputra, didampingi Dikdasmen Muhammadiyah, Catfiz, PT. Pos, dan perwakilan cabang KPM di Indonesia, membuka secara resmi OMSI ke-2

Saat dikonfirmasi tim Bogorplus.com., Muchammad Fachri selaku ketua pelaksana menjelaskan bahwa tahun ini peserta begitu antusias mengikuti babak final. Kemeriahan final OMSI juga tidak terlepas dari jumlah peserta yang hadir sebanyak 657 peserta.

Bahkan, lanjutnya, peserta telah tiba di Sidoarjo sejak H-2 yang berasal dari  287 sekolah, 41 kota, dan 13 propinsi untuk melakukan berbagai persiapan dan latihan tambahan.” ujarnya.

Dihubungi secara terpisah, Quality Control Klinik Pendidikan MIPA, H. Moh. Arodhi mengatakan, “Kami bersyukur atas terselenggaranya babak final ini." Arodhi berharap pasca kegiatan ini akan semakin banyak potensi pelajar berbakat di bidang Matematika & IPA.

Pria kelahiran tahun 1969 ini menambahkan, dengan perolehan penghargaan yang telah diraih para finalis, diharapkan menjadi buah pikiran agar terus berkarya. Sehingga dapat menjadi lumbung kebaikan bagi bangsa di masa yang akan datang.

Sementara itu, dari pantauan Bogorplus.com., seluruh peserta kelas 5-6 Sekolah Dasar dan Madrasah, berlaga menyelesaikan tantangan soal yang telah disediakan, yakni 18 soal matematika dan 22 soal ilmu pengetahuan alam, yang terdiri dari soal isian singkat, uraian, dan pilihan ganda.

Para juara terpilih mendapatkan medali emas, perak, perunggu, merit, uang pembinaan, dan sertifikat untuk seluruh finalis maupun juara.

Lihat juga: Daftar lengkap peraih penghargaan babak final OMSI ke-2

Ungkapan rasa syukur disampaikan Danish M. Putra (SDN Rawamangun 12 Pagi Jakarta) dan Alifa Nariswari (SD Muhammadiyah Sapen Yogyakarta). Pelajar kelas 6 SD mengutarakan ceritanya pasca meraih medali emas.

Foto: Quality Control, H. Moh Arodhi bersama Peraih Medali Emas OMSI ke-2

“Alhamdulillah bersyukur karena diberikan rezeki dari Allah SWT,” ungkap Danish.

“Hasil ini saya peroleh berkat ajaran pak Ridwan agar belajar dan berlatih dengan berpikir supra rasional,” tegas siswa yang mempunyai hobi membaca ini.

Lain halnya, Alifa Nariswari yang memperoleh emas pertama (terbaik) dalam ajang tersebut. Menurutnya, hadiah ini dipersembahkan untuk orangtua, guru, dan teman-teman. Alifa juga mengatakan, “Prestasi ini bukan akhir perjalanan. Saya harus terus belajar agar terus bermanfaat." pungkasnya.

Read more...

Konsep Unik & Berbeda, Sukseskan Pelatihan Matematika 'Seikhlasnya'

Bogorplus.com-Kab.Bogor. Kantor Klinik Pendidikan MIPA (KPM) menjadi saksi pertemuan bagi 27 orang peserta dari berbagai daerah, beragam  institusi dan profesi yang hadir untuk  mengkaji ilmu tentang metodologi pembelajaran Matematika Nalaria Realistik (MNR). Pelatihan MNR berlangsung dari tanggal 03 Oktober sampai 06 Oktober 2017.

Ada beberapa mahasiswa yang sedang menempuh studi doktoral  di Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), ada guru, ada kepala sekolah, bahkan pimpinan yayasan suatu sekolah sangat antusias untuk belajar tentang metodologi pembelajaran MNR. Alosius L. Son yang akrab disapa Pak Elson, dosen pendidikan matematika di Universitas Timor (Nusa Tenggara Timur) merasa senang bisa mengikuti Pelatihan MNR ini.

"Saya tertarik mengikuti pelatihan ini karena konsepnya unik dan berbeda. Konsep biaya seikhlasnya dan syarat untuk menjadi peserta pelatihan—mencintai dunia anak, mencintai dunia matematika, mengamalkan ilmu pelatihan—membuat saya menjatuhkan pilihan mantap untuk hadir di Bogor", ujar mahasiswa studi doktoral di Universitas Pendidikan Indonesia ini.

Foto: suasana sedang pelatihan

Pak Elson mendapatkan banyak ilmu dan hal baru selama mengikuti pelatihan MNR. Beliau sangat bersyukur karena bisa terlibat dalam acara ini. “Terima kasih banyak untuk Pak Ridwan HS (Presdir Klinik Pendidikan MIPA) dan Tim Diklat KPM yang telah memberikan pengalaman hebat selama saya mengikuti kegiatan pelatihan. Pelayanan prima dengan biaya seikhlasnya, sungguh luar biasa. Saya jatuh cinta dengan konsep pelatihan MNR ini”, ungkap dosen bergelar magister pendidikan ini.

Rina Agustina, sosok guru jebolan Institut Pertanian Bogor (IPB) merasakan kesan yang sangat mendalam terkait keikutsertaannya dalam acara pelatihan MNR. “Saya melihat dan merasakan sendiri moto KPM-Ikhlas, Tegas, Puas--begitu terinternalisasi pada sikap hidup tim Diklat dan tim pelatih KPM. Bukan hanya materinya yang bagus dan kontekstual, nilai-nilai kehidupan yang dipraktikkan di lingkungan KPM pun sangat menawan hati saya. Memang, satu teladan lebih hebat dari seribu kata-kata.

Saya akan bagikan pengalaman berharga yang saya dapatkan di KPM kepada setiap orang yang saya temui.”

Lain halnya dengan Nurbaiti, pemilik gelar doktor lulusan jurusan Universitas Indonesia ini hanya bisa mengatakan satu kata untuk kiprah KPM: Super! Sudah lama sekali Bu Nurbaiti mengikuti kiprah KPM dan Pak Ridwan HS sebagai pendiri KPM. Baginya, hadir di acara pelatihan MNR mengonfirmasi banyak hal tentang KPM yang selama ini diikutinya tanpa berinteraksi langsung. “Biarkan KPM bertumbuh dan menumbuhkan kebaikan bagi banyak orang. Tak mudah menemukan orang yang sevisi untuk merawat Indonesia dalam berbagai bidang kehidupan. Keresahan saya cukup terobati saat bisa melihat apa yang telah dilakukan KPM selama ini. Kita lahir dan kembali dengan nama baik dan nama besar, dengan apa pun yang kita kerjakan.”  ujar pegiat Komunitas Peduli Otak Indonesia yang digagas bersama suaminya.

Foto bersama Presiden Direktur Klinik Pendidikan MIPA, Raden Ridwan Hasan Saputra

Di acara penutupan pelatihan, Ridwan HS hadir sekaligus menutup acara pelatihan MNR angkatan ke-2 secara resmi. Beliau berharap para peserta bisa mengambil manfaat dan hikmah selama menuntut ilmu di KPM. Ada satu pesan khusus yang disampaikan Ridwan HS untuk para peserta. Beliau berpesan, “Jangan pelit ilmu. Jadilah orang yang ikhlas berbagi ilmu. Bagikan ilmu yang kita miliki pada banyak orang, maka kita akan dimudahkan untuk mendapatkan ilmu-ilmu baru. Itulah rumus kehidupan.”, pungkas Tokoh Perubahan Republika 2013 ini.

Read more...

Pelatihan Cara Berpikir Supra Rasional Sambangi Batalyon 714/Sintuwu Maroso

Bogorplus.com-Poso-Sulawesi Tengah. Kurang lebih 104 anggota TNI se-Korem 132/Tadulako, Selasa (04/10/2017) mengikuti seminar yang digelar Korem 132/Tadulako. Acara yang digelar pada pukul 10.00-12.00 WITA bertempat di Batalyon 714/Sintuwu Maroso, mendapat sambutan hangat dari berbagai satuan.

Pada kesempatan tersebut, panitia menghadirkan motivator supra rasional, Raden Ridwan Hasan Saputra, untuk memberikan pemaparan terkait cara berpikir supra rasional, cara mendapatkan rezeki dari yang tidak disangka-sangka. Turut hadir 5 Dandim se-Korem 132/Tadulako, Danyon 714/Sintuwu Maroso, Dansatgas tinombala, Danramil sampai Danru.

Motivator yang juga Presiden Direktur Klinik Pendidikan MIPA (KPM) itu, memukau para peserta pelatihan yang hadir. Selama 2 jam, Raden Ridwan HS memberikan motivasi dan semangat hidup serta nilai-nilai kehidupan agar anggota TNI se-Korem 132/Tadulako memiliki jiwa sabar, giat beribadah menurut kepercayaan masing-masing, dan bekerja dengan ikhlas.

Menurut Letnan Kolonel Inf Andrian Susanto, selaku Kasrem 132/Tadulako, pelatihan ini dilaksanakan atas petunjuk Danrem 132/Tadulako dalam rangka memperingati HUT TNI ke-72.

“Harapan semua orang pasti ingin sehat, panjang umur dan berkecukupan, namun terkadang perjalanan hidup tidak selalu ideal. Untuk itulah pelatihan ini digelar dengan harapan dapat mengubah pola pikir anggota TNI agar hidupnya menjadi lebih berkah, dengan menerapkan aktivitas yang bernilai ibadah, seperti memperbaiki hubungan antar manusia dan kepada Tuhan Yang Maha Esa,” jelas Andrian.

Letkol Inf Dody Triyo Hadi menyampaikan perasaan cukup bahagia dan bersyukur telah menyimak pelatihan tersebut. Sebagai seorang pucuk pimpinan di Kodim, Dody mengaku sangat memerlukan pola pikir supra rasional. pasca kegiatan ini selesai, Dody dan anggota tentunya akan mempersiapkan program yang nantinya dapat memperluas tabungan jiwa, seperti menanamkan sikap ikhlas kepada prajurit, mengadakan program yang menyentuh masyarakat kurang mampu, dan meningkatkan ibadah kepada Tuhan Yang Maha Esa. Dengan harapan wilayah Poso menjadi lebih kondusif dan maju,” ungkap Dody yang merupakan Dandim 1307/Poso.

Hal senada disampaikan Sersan Dua R Angga Darmawan, prajurit dari tanah pasundan berpendapat pentingnya memiliki cara berpikir supra rasional, “Setelah menelaah dari apa yang disampaikan Bapak Ridwan, ini merupakan solusi yang tepat untuk menjadikan Poso menjadi kota yang aman dan harmonis. Disamping itu, bagi Angga menjadi pengingat agar selalu berbuat baik dan selalu merencakan kesusahan dalam makna yang positif,” katanya.

Serda Angga menambahkan, “Perubahan itu akan dimulai dari dalam diri saya, mulai dari memperbanyak ibadah kepada Tuhan Yang Maha Esa, bekerja penuh keikhlasan, dan memperbaiki kualitas diri dengan  melanjutkan pendidikan yang lebih tinggi," tambahnya.

Read more...

Kodam VI/Mulawarman Gelar Nonton Bareng G30S/PKI

Foto: Laya besar membentang, untuk acara nonton bareng di lapangan merdeka, Balikpapan

Bogorplus.com-Balikpapan-Kalimantan Timur. Sebanyak 20.000 orang yang dihadiri Pangdam VI/Mulawarman, Mayjen TNI  Sonhadji, S.I.P., MM,  tokoh masyarakat, tokoh adat, tokoh pemuda dan masyarakat Balikpapan. Sangat begitu antusias menyaksikan pemutaran film Gerakan 30 September Partai Komunis Indonesia (G30S/PKI) di Lapangan Merdeka, Balikpapan, Kalimantan Timur, Sabtu (30/9/2017), pukul 19.39 WITA.

Saat dikonfirmasi, Asisten Teritorial Kodam VI/Mulawarman, Kolonel Inf Hery Setya Kusdiantana, menjelaskan bahwa kegiatan nonton bareng ini berawal dari permintaan tokoh masyarakat Balikpapan yang disampaikan langsung kepada Panglima Kodam VI/Mulawarman.

Lanjutnya, perwira menengah tersebut menambahkan, permintaan tersebut tentunya tidak serta merta tidak memiliki tujuan. Dengan adanya nonton bareng tersebut, masyarakat ingin mengetahui secara benar, proses terjadinya pengkhianatan dan kekejaman yang dilakukan kelompok tersebut,” ujar Hery Setya.

Saat ditanya apa harapan Kodam VI/Mulawarman pasca acara nonton bareng tersebut, Hery Satya berharap “masyarakat dapat mengambil hikmah dari kejadian tersebut, tentunya dengan memperkuat 4 pilar kebangsaan (Pancasila, NKRI, UUD 1945 dan Bhinneka Tunggal Ika) ,” tutunya.

Hery menegaskan, sejarah kelam tahun 1965 tidak boleh terulang di bumi pertiwi dikemudian hari, karena peristiwa tersebut telah menimbulkan polemik yang pilu bagi keluarga, TNI dan bangsa Indonesia,” tegasnya.

Read more...

Foto: Serunya Permainan Matematika Bela Negara dalam Menyambut HUT TNI Ke-72.

Suasana saat lomba permainan matematika bela negara dihadiri 32 peserta dari perwakilan wilayah di Balikpapan dan sekitarnya

Bogorplus.com-Balikpapan-Kalimantan Timur. Pasca diresmikannya website permainan matematika bela negara pada Jum’at, 29 September 2017, Kodam VI/Mulawarman menggelar lomba permainan matematika bela negara yang dilaksanakan di Mall Balikpapan Plaza, dihadiri 32 pelajar perwakilan Kodam VI/Mulawarman.

Secara mengejutkan, permainan ini mendapat antusias  cukup tinggi dari para pelajar, bahkan orang tua ikut melihat  dan mencoba permainan ini.

Dari perlombaan tersebut, muncul para juaranya,, di antaranya sebagai berikut:

Juara 1: Ony W (SMAN 1 Tenggarong;

Juara 2: M Faik Hanif (SMAN 10 Samarinda);

Juara 3: Fikri T (SMAN 1 Balikpapan).

Foto bersama para pemenang, dengan salah satu hadiah berupa sepeda

Seperti apa serunya lomba permainan matematika bela negara tersebut, yuk kita simak foto-foto berikut ini:

Antusias, peserta mendengarkan arahan dari anggota TNI tentang tata cara permainan
Kasdam VI/Mulawarman, Brigjen TNI M. Nur Rahmad memberikan sambutan dalam acara lomba permainan matematika bela negara
Foto bersama jajaran TNI dan peserta
Papan permainan matematika bela negara

 

Read more...