Menu
RSS

Items filtered by date: August 2017

Mendidik Anak Sukses Hidup dengan Cara Berpikir Supra Rasional

Bogorplus.com-Cikarang, Bekasi. Pendidikan merupakan instrumen penting kemajuan peradaban suatu bangsa. Tantangan besarnya, mampukah generasi yang akan datang lebih tangguh dan berkualitas dibandingkan generasi hari ini. Tanpa sistem pendidikan yang baik, hal itu mustahil terwujud.

Guna menggugah kesadaran akan pentingnya pendidikan bagi anak, SD Islam Al Azhar 12 Cikarang-Bekasi, menggelar 'Seminar Sehari Cara Berpikir Supra Rasional' yang dihadiri 175 peserta dengan latar belakang orangtua dan guru. Acara seminar digelar di Aula Sekolah pada Rabu (16 Agustus 2017).

Menurut penuturan Kepala SDI Al Azhar 12 Cikarang, Winarto, “Pendidikan tidak hanya dari sisi rasional, tetapi harus diiringi dengan pendidikan dengan pendekatan supra rasional yang berk
mengaitkan hubungan antara makhluk & Tuhan Yang Maha Esa.”

Winarto menambahkan,”Tujuan diadakannya seminar ini untuk memberikan edukasi kepada orang tua tentang pendidikan karakter, dengan pendekatan supra rasional. Salah satu wujud konkretnya, pihak sekolah menggandeng Klinik Pendidikan MIPA untuk menerapkan metode Matematika Nalari Realistik & Sistem Metode Seikhlasnya di sekolah. Harapannya, pola pikir dan pola sikap pelajar kami semakin tertata baik dan berkualitas.

Dukungan positif disampaikan juga salah satu peserta seminar, Ahmad Kusmayadi. Beliau mengatakan, “Kami sangat bersyukur wilayah Cikarang akan bertambah jaringan dalam hal pembelajaran MNR, karena dengan metode ini, kita tidak hanya mengenal Matematika saja, melainkan diperkenalkan untuk lebih dekat kepada sang pemilik ilmu, yaitu Allah SWT.”

Pada kesempatan tersebut, Asep Sapa’at selaku narasumber menambahkan, "Saat kita memutuskan ingin menjadi orang tua atau guru, sadarkah masa depan anak-anak ada di tangan kita? Tak ada kata mudah untuk mendidik. Faktanya, banyak orang tua dan guru yang pandai memberi contoh, tetapi tak berhasil menjadi contoh bagi anak-anak kita.” ujarnya.

“Dengan cara berpikir suprarasional, kita harus bersyukur dan menerima anak-anak kita apa adanya. Tugas kita adalah mengenalkan anak kita pada Allah SWT & mengantar mereka melejitkan potensi unik mereka sesuai fitrahnya.” pungkas lelaki berkaca mata jebolan Universitas Pendidikan Indonesia ini.

Read more...

FMIPA IPB Bekali Ratusan Guru SMA dengan Ilmu Cara Berpikir Supra Rasional

Bogorplus.com-Darmaga, Kab. Bogor. Program “Sehari Kuliah di FMIPA-IPB” turut meramaikan kegiatan 'Dies Natalis ke-35' yang digelar  Fakultas MIPA Institut Pertanian Bogor. Kegiatan tersebut diikuti 2.000 pelajar kelas 12,  500 guru sekolah di wilayah Jabodetabek, Sukabumi dan Cianjur pada Sabtu, (19/0817) bertempat di gedung ruang kuliah bersama PPKU-IPB, Kampus IPB Darmaga, Bogor.

Ada yang menarik dari rangkaian kegiatan tersebut, yaitu diadakannya seminar motivasi cara berpikir supra rasional. Dalam kesempatan tersebut, Raden Ridwan Hasan Saputra selaku motivator supra rasional sekaligus Presiden Direktur Klinik Pendidikan MIPA turut hadir menyampaikan seminar yang bertema 'Menyelesaikan masalah dan mendapatkan rezeki yang tidak disangka-sangka'.

Dekan Fakultas MIPA IPB Darmaga Bogor, Sri Nurdianti, berharap setelah mengikuti seminar ini dapat menjadi sumber inspirasi intelektual bagi para peserta dalam membangun kemajuan bangsa.

Sri Nurdianti menambahkan, selain orang tua, guru pun memiliki peran besar dalam tugas mengembangkan motivasi belajar siswa. Itu dapat dilakukan dengan mengorganisasi kegiatan belajar dan lingkungan belajar untuk mengembangkan potensi anak menjadi aktual.

Guru SMA Negeri 1 Sukaraja Kab.Sukabumi, H. Asep Yusuf, menanggapi positif seminar ini, “Sangat luar biasa sosok Ridwan HS ini. Beliau menjadi inspirasi buat kami para guru, agar pola pikir ini menjadi landasan dalam mendidik anak"ujar H. Asep Yusuf.

Hal senada juga diungkapkan Setiawati, guru SMAN 76 Jakarta, "Cara berpikir supra rasional ini sangat penting dimiliki oleh guru-guru saat ini. Dewasa ini saya melihat, kurangnya rasa kepedulian yang tinggi terhadap pendidikan. Oleh karena itu, melalui supra rasional ini, diharapkan menjadi kesempatan untuk memperkaya diri dengan hal kebaikan, agar hasil yang dipetik oleh pelajar di masa depan semakin bermanfaat" tutupnya.

Read more...

Lebih Dari 6.000 Pelajar SD Meriahkan Gelaran OMSI Ke-2

Bogorplus.com - Kab.Bogor. Babak penyisihan Olimpiade Matematika dan Sains Indonesia (OMSI) ke-2 telah selesai digelar pada Minggu (20/08/2017). OMSI ke-2 diikuti lebih dari 6.000 pelajar kelas 5-6 Sekolah Dasar dari berbagai kota/Kab di Indonesia.

Quality Control Klinik Pendidikan MIPA, Drs. H. Moh. Arodhi memaparkan, “Kegiatan yang telah dilaksanakan ini bertujuan untuk menjaring pelajar berbakat di bidang Matematika dan IPA.”

Arodhi pun menambahkan, “Tahun ini merupakan ke-2 kalinya OMSI diselenggarakan oleh Klinik Pendidikan MIPA (KPM). Hal.yang berbeda dari  OMSI tahun sebelumnya adalah dari materi tes yang disediakan. Tahun ini materi Matematika & IPA digabung menjadi satu. Sedangkan pada tahun sebelumnya dibedakan berdasarkan kemampuan Matematika atau IPA saja. Sehingga kelebihan dari OMSI ke-2 tahun ini bukan hanya mencetak jawara dari salah satu materi saja, melainkan jawara Matematika & IPA”, jelas Arodhi.

Pada kesempatan lain, Ketua Penyelenggara OMSI ke-2, Taufik Hidayah menyampaikan ucapan terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh sekolah, orang tua dan peserta OMSI 2017. "Semoga kompetisi ini dapat dijadikan kesempatan yang baik untuk memperkuat wawasan ilmu pengetahuan di bidang MIPA" ujarnya.

Peserta OMSI tahun ini cukup antusias. Hal itu tampak dari jumlah sebaran perwakilan daerah yang mengikuti kegiatan OMSI ke-2 ini berasal dari Jabodetabek, Bandung, Sukabumi. Tasikmalaya, Ciamis, Serang, Solo, Semarang, Yogyakarta, Sleman, Gunung Kidul, Purwodadi, Surabaya, Sidoarjo, Tuban, Kediri, Ponorogo, Malang, Lamongan, Gresik, Mojokerto, Lumajang, Madiun, Banywangi, Jombang, Jember, Denpasar, Palembang, Bengkulu, Samarinda, Makassar, Balikpapan, Mataram Lombok dan Sorong (Papua Barat).

Pak Taufik pun menambahkan, “Pasca pelaksanaan tes babak penyisihan, maka diharapkan peserta bersiap-siap menghadapi babak final mendatang. Sedangkan pengumuman hasil babak penyisihan akan disampaikan pada tanggal 12 September 2017 mendatang di republika online."

 

Read more...

Menjadi Juara Lomba Tata Usaha karena suprarasionalisme

Bogorplus.com, Semarang -  Jawa Tengah. Tidak pernah terbesit di benak Sandi  Sapai Samsuri, pegawai Tata Usaha (TU) dari SMP Al Azhar 23 Semarang. Beliau berhasil menjadi juara Lomba Tenaga Administrasi Berprestasi Kota Semarang 2017. Persaingan yang super ketat membuatnya harus melewati perjuangan yang tak mudah.

Meski sudah berstatus juara, tak tampak sikap jumawa dari pria kelahiran Sumedang 29 tahun lalu ini.  Justru, gelar juara menjadi pelecut bagi Pak Sandi untuk terus bersemangat  meningkatkan kualitas kinerja, kualitas ibadah, serta terus belajar menata kualitas pribadinya.

Pak Sandi berujar, “Kegiatan yang digagas oleh Dinas Pendidikan Kota Semarang pada tanggal 1-2 Agustus 2017 di SMKN 7 Semarang ini bertujuan memberikan kesempatan kepada para tenaga administrasi untuk berkompetisi dan beraktualisasi diri. Rangkaian kegiatan berupa seleksi administrasi, tes tertulis, tes kemampuan komputer, serta wawancara selama 2 hari. Kemudian ada proses verifikasi di lapangan sebelum akhirnya diumumkan pemenangnya."

“Pada mulanya ada surat undangan dari Dinas Pendidikan Kota Semarang,  kemudian Kepala Sekolah menawarkan kepada saya untuk turut berpartisipasi. Saya pun menyetujuinya. Kemudian saya ikuti seluruh prosedur pendaftaran sampai proses seleksi yang ada,” cerita Sandi saat membagi pengalamannya, Sabtu (19/08/2017).

Hasil lomba membuat saya sangat bersyukur dan terkesan. Sebenarnya boleh dikatakan tidak ada persiapan khusus, yang saya lakukan hanya  berusaha dan berdoa sebaik mungkin. Disamping itu, yang paling membuat saya terkesan karena mendapat kesempatan diberikan penghargaan dan berfoto bersama dengan Walikota Semarang.

Respons positif disampaikan Kepala SMP Islam Al Azhar 23 Semarang, Agus Sugito. Beliau mengatakan, " Apresiasi yang luar biasa saya berikan untuk Bapak Sandi. Meskipun baru bergabung selama 4 tahun, Bapak Sandi telah memberikan kontribusi yang baik untuk lembaga. Selain sebagai pegawai TU sekolah, Bapak Sandi juga merupakan pengurus Klinik Pendidikan MIPA (KPM) Cabang 5 Semarang,“ terang Agus.

“Jika kita bicara dari perspektif supra rasional, tabungan jiwa (pahala) yang Pak Sandi sangat besar karena gemar berbuat baik. Hal itu tercermin dalam.perilaku kesehariannya yang gemar berbuat baik  terhadap Allah SWT dan sesama manusia. Bahkan beliau sosok yang tak pernah mengeluh dan bersikap totalitas ketika sedang bertugas di sekolah maupun Klinik Pendidikan MIPA.

“Oleh sebab itu, atas izin Allah SWT,  prestasi yang diraih Pak Sandi merupakan hasil dari ikhtiar bekerja yang ikhlas & sungguh-sungguh. Pak Sandi kerap mengamalkan ilmu Cara Berpikir Suprarasional karena terinspirasi gagasan dari Presiden Direktur KPM sekaligus Motivator Suprarasional, Bapak Raden Ridwan Hasan Saputra,” tutup Agus Sugito.

Read more...

Memaknai HUT RI ke-72 dengan Pendekatan Cara Berpikir Suprarasional

Ciomas, Kab.Bogor. 17 Agustus selalu menjadi momen spesial bagi warga negara Indonesia. Tak terasa, 72 tahun sudah Indonesia menjadi bangsa yang merdeka dan terbebas dari penjajahan bangsa lain. Berbagai instansi pemerintah, swasta dan kelompok masyarakat serentak menggelar upacara bendera, untuk memperingati hari kemerdekaan Republik Indonesia.

Seperti yang dilakukan warga di lingkungan RW. 06 Komplek Laladon Indah Kel. Laladon Kecamatan Ciomas, Kab.Bogor, mulai dari anak-anak, pemuda/pemudi, bapak-bapak dan ibu-ibu. Mereka turut memperingati HUT RI ke-72 dengan melakukan upacara bendera pada pukul 07.30 WIB dipimpin langsung Ketua RW. 06.

Dikatakan Haryanto, Ketua RW. 06 sekaligus pembina upacara, tahun ini merupakan kedua kalinya warga RW. 06 mengadakan upacara bendera dalam memperingati HUT RI Ke-72. Upacara tahun ini diikuti sebanyak 150 warga, tentunya jumlah ini meningkat dari tahun sebelumnya yang berjumlah 130 warga.

"Saya berharap kegiatan ini dapat terus diselenggarakan setiap tahunnya.  Karena tujuannya jelas, kami ingin mengajak warga masyarakat untuk merajut kembali rasa persatuan dan kesatuan di antara warga, khususnya di lingkungan warga RW.06 Laladon Indah. Selain itu, upacara bendera merupakan ikhtiar menggelorakan kembali semangat membangun, serta membentengi masyarakat agar terhindar dari provokasi negatif yang dapat memecah harmonisasi kehidupan bermasyarakat dan berbangsa”, jelasnya.

Hal senada diungkapkan oleh Sularno selaku ketua panitia HUT RI Ke-72 sekaligus pemimpin upacara. Sebagai warga Indonesia dirinya mengaku bersyukur dan bangga karena sudah menjadi bagian penting untuk mengisi kemerdekaan HUT RI Ke-72.

“Terima kasih kepada warga RW.06 karena telah bersama-sama memeriahkan dan memperingati HUT RI Ke-72.  Semoga dengan upacara ini, kita semua dan generasi muda pada khususnya akan tumbuh dan meningkat jiwa patriotisme, nasionalisme dan rasa menghargai jasa-jasa pahlawan yang telah memperjuangkan kemerdekaan.  Selanjutnya mari kita   berkontribusi baik dan positif buat bangsa Indonesia." lanjut Sularno.

Menurut Ridwan Hasan Saputra yang merupakan salah satu warga Laladon Indah dan motivator suprarasional, upacara bendera ini sangat bermanfaat untuk menumbuhkan kembali semangat gotong royong dan rela berkorban di kalangan warga. Kedua hal tersebut merupakan hasil cara berpikir suprarasional yang sudah mulai banyak ditinggalkan warga.

"Semoga upacara bendera di level rukun warga atau kelurahan atau desa banyak diikuti di daerah lain. Karena dengan cara ini, nilai-nilai kehidupan di masyarakat (tenggang rasa, gotong royong, dsb) tetap lestari dan diwariskan antar generasi" tutup penulis buku 'Cara Berpikir Suprarasional' ini.

Read more...

Pesan Presiden Direktur KPM Pada Pertemuan Orang Tua Siswa Kelas Khusus Se Jabodetabek

 

Bogorplus.com, Dramaga-Bogor. Mengawali Tahun Ajaran Baru 2017/2018, Klinik Pendidikan MIPA (KPM) Bogor mengadakan pertemuan orangtua siswa kelas berbakat pada Minggu, (13/08/17). bertempat di Auditorium Toyyib Hadiwijaya, Fakultas Pertanian, Institut Pertanian Bogor yang dihadiri 1.000 orang tua siswa se-Jabodetabek. 

Pada pertemuan tersebut, dihadiri juga oleh Presiden Direktur KPM (Raden Ridwan Hasan Saputra) yang memberikan sambutan dan pesan motivasi kepada orangtua siswa yang hadir. berikut kutipannya: 

Pesan Presiden Direktur KPM 

Assalamu’alaikum Wr.Wb
Salam sejahtera bagi kita semua

Kepada orang tua siswa Klinik Pendidikan MIPA (KPM) dimana pun berada. Ada beberapa hal yang ingin saya sampaikan.

  1. KPM bukanlah lembaga pencetak juara Olimpiade Matematika walaupun banyak murid KPM yang menjadi juara Olimpiade Matematika. Bagi KPM, juara Olimpiade hanyalah pelengkap saja dan bukan hal yang utama di KPM. Jika di KPM, siswa kelas khusus KPM belajar materi olimpiade, hal itu karena soal-soal Olimpiade Matematika sangat bagus untuk meningkatkan kemampuan berpikir murid-murid KPM.

  2. KPM adalah tempat yang cocok untuk membentuk cara berpikir suprarasional dan menambah tabungan jiwa atau tabungan pahala atau segitiga biru (Konsep ini ada dalam buku “Cara Berpikir Suprarasional”). Menurut keyakinan saya cara berpikir suprarasional adalah cara berpikir yang membuat kita mampu menyelesaikan banyak masalah dan penentu kesuksesan hidup manusia. KPM adalah lembaga pendidikan luar sekolah yang cocok untuk

    mewujudkan kedua hal tersebut.

  3. KPM adalah tempat dimana berkumpul orang-orang hebat dan calon orang hebat. Maka mulai sekarang jagalah hubungan baik antar siswa KPM, antar orang tua siswa KPM dan tentunya dengan KPM sendiri. Sudah banyak kisah orang tua siswa KPM yang merasakan manfaat dari KPM bukan karena anak-anaknya berprestasi di KPM, tetapi urusan pekerjaan jadi lancar karena adanya kerjasama dengan orang tua KPM yang sudah akrab karena sama-sama mengantar putra/putrinya di KPM.

  4. KPM adalah lembaga dengan bayaran seikhlasnya. kata seikhlasnya ini bukan gratis tetapi sesuai dengan kemampuan dan memantaskan diri dengan apa yang didapat atau dengan apa yang ingin di dapat. Jika kita ingin mendapatkan kemanfaatan yang besar di KPM, maka pengorbanan yang diberikan pun harus besar. Pengorbanan tersebut tidak harus berupa memberikan uang yang besar ke dalam keropak, tapi dengan selalu mendukung kegiatan KPM, In Sha Allah orang tua siswa akan mendapatkan kemanfaatan besar di KPM. Sudah sangat banyak bukti yang ada, ketika orang tua siswa KPM banyak membantu KPM maka anaknya atau orang tua tersebut mendapatkan prestasi atau rezeki tak disangka.

  5. KPM saat ini akan lebih fokus untuk mengubah cara berpikir manusia menuju ke arah suprarasional dengan menggunakan Matematika Nalaria Realistik dan Sistem Metode Seikhlasnya. Hal ini karena KPM menyadari, berpikir rasional itu penting tetapi berpikir suprarasional jauh lebih penting. Saya meyakini suatu saat nanti, olimpiade matematika bukanlah hal yang akan diminati orang untuk belajar matematika tetapi matematika akhiratlah yang akan dikejar untuk dipelajari. Matematika akhirat adalah matematika yang dipelajari untuk membuat manusia menjadi ingat Allah dan ingat Akhirat. In Sha Allah cara berpikir suprarasional menjadi penghantar untuk belajar matematika akhirat. Jika ditanyakan kepada bapak ibu, lebih suka anaknya sukses dunia akhirat atau hanya sukses dunia saja? Jika pilihannya adalah sukses dunia-akhirat maka yang harus dilakukan adalah pelajari cara berpikir suprarasional. Tindak lanjutnya adalah belajarlah di Klinik Pendidikan MIPA (KPM) dengan mengikuti semua aturan yang ada di KPM.

Wassalamu'alaikum Wr.Wb 

Bogor 13 Agustus 2017
Raden Ridwan Hasan Saputra
(Presiden Direktur KPM)

Read more...

Seratus lebih peserta Olimpiade Matematika dibina di Bogor

Bogorplus.com - Babakan Madang, Kab.Bogor – 130 Pelajar Indonesia terdiri dari kelas 3 SD sampai 11 SMA, berkumpul sejak tanggal 28 Juli sampai 03 Agustus 2017 di Ole Suite Hotel, Jalan Raya Babakan Madang No. 99, Sentul-Kab.Bogor

Mereka semua merupakan siswa/siswi dari berbagai daerah di Indonesia yang terpilih untuk mengikuti Olimpiade Matematika Internasional Singapura pada tanggal 04 – 07 Agustus 2017 mendatang.

Kegiatan pembinaan/karantina ini diselenggarakan oleh Klinik Pendidikan MIPA (KPM) yang beralamat di Laladon-Kab. Bogor, dibawah pimpinan Raden Ridwan Hasan Saputra.

Saat ditemui tim bogorplus.com, Ketua Divisi Lomba dan Pelatihan Taufik Hidayah mengatakan, “Sudah menjadi agenda rutin kami setiap tahun untuk mengadakan karantina/pembinaan sebelum bertanding di kompetisi internasional”, ujarnya.

Taufik menambahkan, masa karantina inilah menjadi momen tepat untuk membentuk tim yang solid. Selain memberikan bekal dalam bidang Matematika & Bahasa Inggris, peserta juga diberikan pembinaan jasmani dan rohani seperti mengadakan dinamika kelompok, ibadah berjama’aah dan penguatan motivasi internal belajar siswa (ikhlas & semangat meraih ilmu).

Menurut penuturan salah satu peserta Ayu Komang Amanda, dirinya mengaku senang setiap mengikuti karantina bersama Klinik Pendidikan MIPA. Tahun ini merupakan kedua kalinya ikut kompetisi matematika internasional di Singapura. Selain belajar Olimpiade Matematika, saya bisa bertemu teman baru dan menjalin persahabatan”, ujar pelajar kelas 9 SMPN 1 Tabanan-Bali.

Respons senada diutarakan M. Zaky Amani, peserta kelas 5 SD ini mengungkapkan, "Dengan karantina ini, saya lebih fokus mempersiapkan diri jelang kompetisi. Saya bekerja keras & sungguh-sungguh belajar, setelah itu saya serahkan hasilnya pada Tuhan Yang Maha Kuasa”, ungkap peserta dari Jakarta Islamic School ini.

 

Sumber: Humas KPM

Read more...