Menu
RSS

Items filtered by date: September 2017

Taekwondoin KPM-Focus Sabet Emas Dalam Ajang Popnas XIV 2017

Foto: Mukhlis Ba Alwi (Pelatih/Kiri) & Ebril (Kanan) tengah berpose pasca raih medali

Semarang-Jawa Tengah. Brillian Pangestu Linggarwangi yang merupakan siswa dari taekwondo Klinik Pendidikan MIPA (KPM-Focus), menjadi satu-satunya taekwondoin asal kota Bogor yang berhasil masuk menjadi tim provinsi Jawa Barat di ajang POPNAS XIV 2017, yang dilaksanakan Universitas Negeri Semarang, Jawa Tengah, pada tanggal 10-21 September 2017.

Ebril (panggilan akrabnya), berhasil mempersembahkan medali emas pertama di kontingen taekwondo untuk Jawa Barat pada hari Sabtu kemarin (16/09/2017) di nomor poomsae perorangan putra.

“Hasil ini jelas sangat diluar dugaan, karena lawan yg dihadapi adalah atlet nasional yang baru saja membela tim nasional di kejuaraan Asia di uzbekistan, belum lagi atlet tersebut memperkuat tuan rumah, Jawa Tengah,” ujar Mukhlis Ba Alwi selaku pelatih.

Pelatih berusia 38 tahun ini mengatakan, “Ebril benar-benar tampil “nothing to lose” saat final, dan Alhamdulillah sangat diluar dugaan dia berhasil meraih peringkat pertama dengan memperoleh rata-rata nilai 8.01.”

“Terima kasih atas semua doa dan dukungan yang telah diberikan oleh masyarakat Jawa Barat dan Kota Bogor khususnya, semoga hasil yang telah kami raih memberikan manfaat dan motivasi bagi atlet-atlet muda,” tutup Sabeum Nim Boris (sapaan akrab) yang telah menjadi atlet taekwondo sejak tahun 1995.

Saat diwawancara terpisah, Brillian Pangestu Linggarwangi  mengungkapkan rasa syukur kepada Allah SWT. saya tidak menyangka bakal dapat meraih medali emas, karena lawan terberat saya adalah tim nasional dan juga tuan rumah,” kata Ebril.

Foto: Ebril (Tengah) berada di podium

“Pada awalnya cukup pesimis. Tetapi saya ingat pesan pelatih dan Presiden Direktur KPM Bapak Ridwan Hasan Saputra, agar memperbanyak tabungan kebaikan dengan melakukan aktifitas ibadah yang baik,” tambahnya.

Pelajar kelas 12 dari SMA Negeri 1 Bogor ini  mengucapkan, Terima kasih untuk semua doa dan dukungannya, khususnya Klinik Pendidikan MIPA yang telah menempa saya dengan sistem pendidikan akhlak yang baik. Sehingga saya dapat menjalani kompetisi kemarin dengan tenang,” tutupnya.

Read more...

KPM Cabang 1 Surabaya Gelar Pelatihan Matematika Nalaria Realistik Se-Jawa Timur

Foto: Antusias, puluhan peserta mengikuti pelatihan Matematika Nalaria Realistik

Bogorplus.com-Surabaya-JawaTimur. Tumbuhnya kesadaran masyarakat untuk membangun pendidikan yang lebih baik dan menghasilkan siswa-siswi berprestasi, mendorong Klinik Pendidikan MIPA (KPM) Cabang 1 Surabaya, Jawa Timur. Kembali mengadakan pelatihan Matematika Nalaria Realistik (MNR) pada tanggal 16-17 September 2017. Pelatihan ini di peruntukkan bagi Guru yang menjadi bagian dari KPM yang menyebarkan “virus” Sistem Metode Seikhlasnya dan Matematika Nalaria Realistik (MNR).

Acara yang dihadiri oleh 50 peserta, bertempat di kantor KPM Cabang 1 Surabaya, Jl. Ketintang Baru III No. 56 A, Surabaya. Pelatihan semakin meriah karena dihadiri dari berbagai wilayah, seperti: Lumajang, Banyuwangi, Tuban, Bojonegoro, Ponorogo, Kediri, Jombang, Lamongan, dan dari Surabaya. Ada tujuh orang peserta yang berasal dari Kampung Matematika di Makarya Binangun Waru untuk melakukan upgrade terhadap para pengajar di Kampung Matematika. Selain itu, beberapa lembaga pendidikan yang sudah menjalin kerjasama dengan KPM sebelumnya.

Quality Control Klinik Pendidikan MIPA pusat, Drs. H. Moh Arodhi, selaku pelatih mengatakan, “Pelatihan yang berlangsung pada pukul. 08.00 s.d. 15.00 WIB, disambut dengan antusiasme peserta selama mengikuti Pelatihan. Ini terlihat dari respon peserta yang luar biasa setiap kali pelatih memberikan tantangan berupa mengerjakan soal-soal di depan. Materi Pelatihan membahas secara lebih rinci apa itu MNR dan SMS, bagaimana menjadi guru MNR yang hebat dan berkah, dan di sela-sela acara disisipkan dengan icebreaking dan permainan matematika,” kata Arodhi yang juga sebagai Kepala Cabang 1 Surabaya.

Foto: Drs. H Moh Arodhi penuh semangat memberikan materi kepada peserta

Arodhi menambahkan, harapan kedepannya peserta yang telah mengikuti pelatihan ini, dapat terus berkomitmen untuk menyebarkan ilmu yang sudah diperoleh dengan mengajarkan MNR di Sekolah Center (SC), Klub Matematika Seikhlasnya (KMS), Kampung Matematika, ataupun di Sekolah yang mengadopsi MNR dalam kurikulum sekolah.

Sedangkan pada kesempatan yang sama, Bahrul Ulum salah satu peserta dan kepala cabang KPM Lumajang mengatakan, “Peserta pelatihan dapat memperoleh ilmu yang sangat bermanfaat sehingga dapat mendidik anak anak untuk bisa memiliki daya nalar yang tinggi dan dapat mengkomunikasikannya dengan baik,” ujar bahrul ulum.

Foto: Kemeriahan peserta pelatihan saat ice breaking

Sementara Krisbiantoro, peserta asal Ponorogo mengatakan, “Pelatihan ini sangat bermanfaat sekali seperti yang langsung saya rasakan adalah teknik mengerjakan soal mnr menjadi lebih mudah dan sederhana selain itu saya semakin percaya diri dalam menyampaikan MNR kepada siswa,” tutupnya.

Sumber: Humas KPM Cabang 1 Surabaya

Read more...

KPM Gelar Pelatihan Guru MNR bayaran seikhlasnya

Sesi foto bersama Presiden Direktur KPM & Tim KPM

Bogorplus.com-Padepokan Amir Syahrudin-Bogor. Ada suasana berbeda di kantor Klinik Pendidikan MIPA (KPM). Jika biasanya anak-anak yang belajar, kali ini hadir 20 orang yang berasal dari berbagai daerah untuk mendalami ilmu Matematika Nalaria Realistik (MNR). Pelatihan MNR sendiri berlangsung selama 4 hari 3 malam, dari tanggal 12 sampai 15 September 2017 yang dihelat di kantor KPM Laladon-Bogor.

Ada kepala sekolah, guru, aktivis pendidikan, bahkan ibu rumah tangga yang bersemangat untuk belajar metodologi pembelajaran MNR.

Bu Azizah, aktivis pendidikan dari Sulawesi Selatan merasa senang bisa mengikuti Pelatihan MNR ini. "Jujur, saya punya trauma tentang matematika. Guru matematika saya dulu pernah bilang, 'Kamu itu bodoh'. Saya tak mau hal itu terjadi pada murid-murid saya. Oleh karena itu, motivasi terbesar saya ikut acara ini.untuk belajar menjadi guru yang sejati dan mendapatkan ilmu pengajaran matematika yang bermakna dan menyenangkan bagi anak-anak", ujar alumni Universitas Muslim Indonesia ini.

Foto: suasana pelatihan

Lain halnya dengan yang dirasakan Pak Budi Sanyoto, peserta Pelatihan MNR dari Kalimantan Selatan. "Saya sangat terkesan dengan sosok Pak Ridwan HS sebagai Pendiri KPM. Acara ini konsepnya unik dan tidak biasa. Peserta diperkenankan membayar seikhlasnya untuk bisa ikut acara pelatihan ini. Padahal konsep acara berlangsung dari pagi sampai malam. Peserta juga diharuskan menginap. Pikiran negatif saya, acara tak terkonsep baik dan pelayanan alakadarnya. Semua pikiran negatif saya terbantahkan. Faktanya, pelayanan dari panitia sangat baik. Acara pelatihan menghadirkan tim pelatih yang kompeten." ujar pria jebolan Jurusan Pendidikan Luar Biasa IKIP Bandung ini.

Pak Budi juga sangat terkesan dengan kehidupan di lingkungan KPM. Beliau terharu saat siswa-siswi yang belajar di KPM tiba-tiba menghampirinya dan mencium tangannya. "Saya makin paham bahwa KPM berfokus mendidik anak secara paripurna. Bukan hanyag diajarkan agar pandai bermatematika, tetapi dididik menjadi anak yang beradab dan berakhlak mulia."

Foto: Peserta sedang mengikuti wisata eksplorasi matematika di toko matematika

Di acara penutupan pelatihan, Pak Ridwan HS hadir sekaligus menutup acara secara resmi. "Kami berharap Bapak/Ibu bisa mengambil manfaat dan hikmah selama menuntut ilmu di KPM. Banyak orang yang salah paham dan punya persepsi negatif tentang konsep seikhlasnya. Tetapi justru dengan konsep seikhlasnya, Alhamdulillah KPM terus berkiprah sampai detik ini."

Pak Ridwan HS juga menyampaikan 4 JANGAN yang bisa dipraktikkan peserta pelatihan agar meraih keberhasilan hidup. "Pertama, jangan sombong. Kedua, jangan percaya diri, tetapi percaya pada Allah Swt. Ketiga, jangan punya keinginan tapi Jadikanlah apa yang kita lakukan adalah sesuai keinginannya Allah, yaitu beribadah kepada Allah. Keempat, jangan pakai otak terus, tetapi pakailah hati. Kalau pakai otak, pelatihan dengan biaya seikhlasnya jelas bakal rugi. Tetapi kalau pakai hati, bukankah dengan acara ini ilmu MNR bisa disebarkan secara masif? Dengan demikian, semakin banyak orang yang bisa mengakses ilmu MNR dan mengubah cara berpikir orang jadi lebih baik, maka semakin besar perubahan dan manfaat yang akan terjadi di masyarakat", ungkap Tokoh Perubahan Republika 2013 ini.

Foto: Pembekalan motivasi oleh Raden Ridwan Hasan Saputra
Read more...

Markas Kodim Menjadi Tempat Les Para Pelajar di Bogor

Foto: Suasana belajar di Makodim 0606/Kota Bogor

Bogorplus.com-Kota Bogor. Siapa yang tidak kenal dengan markas TNI? Sebuah tempat bagi para anggota TNI untuk melakukan berbagai kegiatan teritorial dalam menjaga pertahanan seluruh wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia. Tidak heran jika sistem keamanannya sangat ketat dan sikap tegas prajurit membuat masyarakat sungkan untuk masuk ke tempat tersebut. 

Namun ada situasi berbeda di salah satu Markas TNI yang berada di Kota Bogor (Kodim 0606/Kota Bogor). Institusi yang berada dibawah komando Korem 061/Suryakancana ini menunjukkan keterbukaannya kepada Masyarakat. Selain sebagai tempat penyelenggara pembinaan satuan dan pembinaan teritorial, markas ini juga difungsikan sebagai tempat belajar bagi pelajar di Bogor dan sekitarnya.

Foto: Tampak depan Makodim 0606/Kota Bogor

Salah satu orangtua siswa menuturkan kesannya. Miniwati mengatakan, “Dengan adanya lokasi belajar di Kodim sangat membantu untuk anak kami dalam menempuh pendidikan belajar diluar jam sekolah." Ibu 3 anak ini juga mengungkapkan rasa nyaman karena fasilitas yang disediakan, seperti tempat belajar, kebersihan, tempat ibadah, bahkan sikap ramah yang ditunjukkan anggota TNI saat sedang bertugas membuat kami senang dan menaruh sikap respek terhadap TNI.

Dukungan penuh  disampaikan Komandan Kodim 0606/Kota Bogor, Letkol Arm Doddy Suhadiman. Perwira menengah tersebut mengatakan, “Saya melihat sektor pendidikan merupakan hal yang paling harus mendapat perhatian. Ketika saya menjabat dan mengetahui ada kegiatan belajar di kodim, saya sangat mendukung dan bila perlu dikembangkan lebih luas.Tentunya sesuai dengan kemampuan yg dimiliki oleh Kodim.” kata Doddy.

Lebih lanjutnya, Doddy menambahkan bahwa walaupun dirinya baru menjabat selama 6 bulan, setelah mengetahui bahwa kegiatan tersebut sangat positif, dan telah diprakarsai oleh Dandim sebelumnya bekerjasama dengan Klinik Pendidikan MIPA (KPM), maka kegiatan perlu dilanjutkan dan didukung dengan baik.

Foto: Dandim 0606/Kota Bogor/Letkol Arm Doddy Suhadiman

“Dengan memanfaatkan aula dan beberapa ruangan yang ada setiap selasa sampai jum’at, kegiatan belajar Matematika, IPA, Bahasa Inggris, & Bahasa Arab dengan biaya belajar “seikhlasnya”, kian diminati masyarakat serta sudah menghasilkan anak-anak yang berprestasi dan berakhlak baik.” tambahnya.

Selain sebagai sarana menuntut ilmu, sebenarnya manfaat lain yang justru dirasakan oleh Kodim adalah momen kedekatan dengan masyarakat. Hal ini sejalan dengan program pembinaan teritorial antara Kodim dengan masyarakat melalui bidang pendidikan, sekaligus wujud nyata kemanunggalan TNI dan rakyat.

"Hakikatnya, kantor tentara bukan lagi menjadi tempat yang menyeramkan. Apalagi yang mengikuti kegiatan belajar adalah generasi muda. Semoga akan memberikan kesan bahwa tentara itu tidak menakutkan dan akan lebih mendekatkan TNI dengan rakyat, serta pada akhirnya akan menumbuhkan rasa bela negara dan kecintaan yang tinggi terhadap tanah air." tutup Doddy Suhadiman.

Read more...

Pelajar SMP di Bogor Ikuti Program Wisata Matematika Bela Negara

Foto: Puluhan pelajar SMP Negeri 8 Kota Bogor Mengikuti Pelatihan Wisata Matematika Bela Negara

Bogorplus.com-Bogor Tengah-Kota Bogor. Ancaman nyata tengah menyerang kaum pelajar, seperti penyalahgunaan obat terlarang, paham radikalisme, pergaulan bebas, serta tawuran pelajar. Oleh karena itu, pengenalan tentang wawasan kebangsaan bela negara sangat penting dikenalkan sekaligus ditumbuhkan di kalangan pelajar.Sebanyak 31 siswa dari SMP Negeri 8 Kota Bogor mengikuti kegiatan Wisata Matematika Bela Negara di Markas Kodim 0606/Kota Bogor, Kamis (07/09/17).

Ada nuansa berbeda yang  tersaji dalam pelaksanaan pendidikan bela negara kali ini. Ilmu matematika dan bela negara disajikan secara utuh dan terintegrasi. Kegiatan ini sangat kental dengan suasana mengajar dan mendidik.

Kegiatan yang berlangsung sejak pukul 08.00-11.30 semakin menambah semangat puluhan pelajar karena diisi dengan berbagai kegiatan, seperti materi cara berpikir supra rasional untuk bela negara, permainan matematika bela negara, dinamika kelompok, hingga pengenalan senjata, dan diakhiri dengan foto dengan senjata. Dari kegiatan tersebut diharapkan dapat menguatkan rasa cinta tanah air dan bangsa, memahami secara utuh Pancasila sebagai ideologi negara, membentuk kedisiplinan dan etos belajar, kemandirian, rasa kesetiakawanan sosial, serta semangat gotong royong.

Foto: Pelajar SMP bermain permainan matematika bela negara

Pembantu Letnan Dua (Pelda) Sapriyanto selaku pembina mengatakan, "Kegiatan ini sangat positif untuk diberikan kepada para pelajar. Ini merupakan kesempatan terbaik untuk memberikan stimulus kepada para pelajar agar lebih meningkatkan wawasan kebangsaan mereka", ujarnya.

“Kita mengetahui bahwa saat ini, bela negara dan matematika merupakan 2 hal yang kurang diminati oleh pelajar. Namun, melalui wisata ini diharapkan dapat mengubah paradigma tersebut. Karena didalamnya telah disisipkan permainan matematika bela negara yang akan menambah daya tarik untuk mengenal dan lebih memahami wawasan kebangsaan”, ungkap Sapriyanto.

Tanggapan positif disampaikan guru pendamping SMPN 8 Kota Bogor, Desi Susanti. Bu guru Desi mengatakan, “Pelatihan ini sangat tepat untuk memperkenalkan wawasan kebangsaan. Hal ini terlihat dari sikap antusias dan ditunjukkan peserta. Kita juga bersyukur, semoga kegiatan ini semakin membawa dampak yang positif untuk bangsa.” pungkas Desi.

Foto: Senang, Pelajar SMP berpose dengan senjata

Rasa kagum dan bangga turut disampaikan salah satu pelajar, Tehira Bilbina. Tehira mengatakan, “Baru kali ini mendapatkan pelatihan bela negara yang menarik. Banyak sekali pengalaman yang saya dapatkan, apalagi didalamnya terdapat permainan matematika hingga pengenalan senjata.” ujar siswi kelas 8 tersebut.

Read more...

Seminar Wisata Matematika Bela Negara

 

Bogorplus.com-Bogor Tengah-Kota Bogor. Kondisi ironi terjadi di dunia pendidikan Indonesia. Banyak anak terpelajar, tetapi lemah budi pekerti. Pendidikan kita minus karakter. Oleh karena itu, perlu upaya nyata untuk memperkuat pendidikan karakter  agar generasi muda Indonesia memiliki moral, etika dan, budi pekerti luhur.

Untuk mewujudkan tujuan mulia tersebut, Kodim 0606/Kota Bogor menyelenggarakan kegiatan Wisata Matematika Bela Negara (WMBN) dalam konteks penguatan pendidikan karakter.

Kegiatan ini dihadiri 64 kepala sekolah dan guru Sekolah Menengah Pertama (SMP) se-Kota Bogor. Seminar Wisata Matematika Bela Negara diselenggarakan di Aula Makodim 0606/kota Bogor, atas kerjasama Staff Umum Angkatan Darat (STERAD), Kodim 0606/Kota Bogor, dan Klinik Pendidikan MIPA (KPM).

Acara yang berlangsung pada pukul 08.30 hingga 11.00 WIB diisi dengan sambutan dan pengarahan dari Kepala Dinas Kota Bogor, sambutan dan Pengantar dari Komandan Kodim 0606/Kota Bogor, serta pemaparan dari Tim Klinik Pendidikan MIPA yang disampaikan oleh Raden Ridwan Hasan Saputra dan Moh. Arodhi.

Ungkapan rasa syukur disampaikan Fahrudin selaku Kepala Dinas Pendidikan Kota Bogor, “Kami sangat berterima kasih kepada institusi TNI AD dan Klinik Pendidikan MIPA karena telah menggelar Seminar Wisata Matematika Bela Negara”, ujarnya.

Fahrudin berharap seluruh pelajar di Kota Bogor dapat mengikuti kegiatan ini.

Pada kesempatan yang sama, Dandim 0606/Kota Bogor, Letkol Arm Dodi Suhardiman turut memberikan apresiasi terhadap kegiatan ini. Menurutnya permainan matematika bela negara ini dapat mudah diterima oleh masyarakat. Karena bentuk penyajiannya yang unik dan kreatif, terdiri dari unsur permainan matematika yang diintegrasikan dengan wawasan bela negara.” ungkap Dodi.

Read more...