Menu
RSS

Items filtered by date: October 2018

Motivasi Suprarasional Gugah Ratusan Peserta Gala Siswa Indonesia

Foto: Ratusan pelajar Gala Siswa Indonesia (GSI) mendapatkan motivasi cara berpikir suprarasional oleh Asep Sapa'at, Minggu (14/10/2018)/Dok. KPM

Bogorplus.com-DKI Jakarta. --  Minggu pagi (14/10/2018) menjadi momen berbeda bagi peserta Gala Siswa Indonesia (GSI) yang memadati Lobby Hotel Aston Cengkareng. Sorak-sorai yang  berubah menjadi pekikan semangat dari para peserta liga sepak bola pelajar tersebut tatkala Motivator Suprarasional, Asep Sapa'at menggugah 325 orang yang terdiri dari siswa, pemain dan official lewat sebuah motivasi yang bertajuk “Rahasia Menjadi Atlet Sejati.”

Gala Siswa Indonesia Tingkat SMP merupakan wadah bagi siswa untuk mengimplementasikan penguatan pendidikan karakter (PPK) melalui olah raga, yakni sepak bola yang diprakarsai Kemendikbud RI bekerja sama dengan Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) dan Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI). Kegiatan perdana ini telah memasuki putaran final yang digelar sejak tanggal 08-21 Oktober 2018. Seluruh kontingen yang terpilih pun harus mengikuti proses karantina yang berpusat di Jakarta untuk diberikan pembekalan dan pelatihan sebelum bertanding.

Oleh karena itu, agar filosofi ajang GSI dapat memotivasi peserta yang memiliki bakat dan potensi dalam bidang sepak bola, Direktorat Pembinaan SMP, Kemendikbud RI bekerja sama dengan Klinik Pendidikan MIPA (KPM) membekali para peserta dari sisi penguatan jiwa dan rohani.

Foto: Rahasia menjadi Atlet adalah yang memiliki kuat fisiknya, cerdas akalnya, dan baik hatinya/Dok. KPM

Pantauan tim Kontributor, sebelum sesi utama (motivasi) berlangsung, para peserta diberikan pengantar semangat lewat sebuah ice breaking yang dipandu oleh tim Klinik Pendidikan MIPA (KPM). Dan, gerakan demi gerakan pun dikuti peserta bahkan official tatkala alunan musik mulai bersuara pertanda ice breaking sebenarnya dimulai. Sesi ini akhirnya mampu membuat suasana yang awalnya tegang menjadi santai dan raut wajah pun peserta kembali ceria.

Pada kesempatan yang sama, Bapak Agus Sirojuddin selaku staff peserta didik, Direktorat Pembinaan SMP, Kemendikbud berharap setelah mendapatkan motivasi suprarasional dari tim KPM, bukan hanya melahirkan pesepakbola muda yang terampil secara raga dilapangan, melainkan optimal juga dalam bidang akal dan hati sehingga dari sini akan bermunculan pemain muda yang berbakat dan berkarakter mulia.

Sementara itu, pasca sesi motivasi selesai, salah satu pemain asal Sumba Timur, NTT, Fidelis Fregorius Bili semakin termotivasi pasca mengikuti sesi motivasi ini. Pelajar yang memiliki hobi bermain sepak bola sejak usia 7 tahun berangan-angan dapat berdiri dan menjadi bagian dari tim nasional.

“Harapan tersebut tentu tak mudah kita raih tanpa adanya pengorbanan dan kerja keras. Lewat ilmu cara berpikir suprarasional yang sudah saya terima, saya berkeyakinan tak hanya mengantarkan saya menjadi pemain berbakat, namun memiliki perilaku dan sikap yang baik,” ujar pelajar kelas 9 SMP Negeri 2 Waingapu ini.

Tim Media

Read more...

Kadisdik Kota Bima Apresiasi Pelatihan Guru Matematika Berbasis HOTS & Suprarasional

Foto: Kadisdik Kota Bima, Drs. H. Alwi Yasin, M.AP menyampaikan sambutan pada acara pembukaan pelatihan, Senin (15/10/2018)

Kota Bima-Nusa Tenggara Barat – Kepala Dinas Pendidikan & Kebudayaan Kota Bima, Drs. H. Alwi Yasin, M. AP mengapresiasi langkah brilian Kemendikbud RI dalam menggagas pelatihan yang bertajuk peningkatan kompetensi guru matematika berbasis HOTS & Suprarasional di Kota Bima, Nusa Tenggara Barat. 

Apresiasi juga ditujukan kepada 40 peserta guru Kota Bima yang memadati Hotel Marina, Jl. ST. Kaharudin No. 4, yang mengikuti pelatihan dari tanggal 15 hingga 18 Oktober 2018. “Alhamdulillah dengan segala keterbatasan dan padatnya kegiatan pendidikan di Bima, para guru tetap hadir dan antusias untuk terus belajar dan berjuang demi kemajuan pendidikan,” terangnya. 

Sementara itu, sambung Pak Alwi, untuk menjadikan manusia yang memiliki kecerdasan dan karakter yang baik, tak cukup dengan menerapkan pola belajar secara rutin saja. “Sebagus apapun fasilitas penunjang, jika tak didukung SDM yang mumpuni, jangan harap majunya sebuah peradaban akan terwujud. Oleh karena itu, saya bersyukur karena sampai dengan 4 hari ke depan kita sedang menuju arah perbaikan SDM yang cerdas dan berkarakter ini,” jelas Pak Alwi saat diwawancara, Senin (15/10/2018). 

Selain itu, Ia pun berharap program ini tak hanya terhenti sampai disini saja, perlu adanya dukungan dan kerja sama yang berkelanjutan dari berbagai pihak agar proses pendidikan berjalan seutuhnya. 

“Hingga pada akhirnya,  para guru yang sudah mengikuti pelatihan Bersama tim Klinik Pendidikan MIPA (KPM) dapat menjadi pemicu perubahan bagi rekan-rekan guru, pelajar, dan masyarakat di Bima,” tutupnya. 

Kota Bima merupakan wilayah ketiga yang disinggahi tim Klinik Pendidikan MIPA (KPM). Sebelumnya, tim KPM telah menyambangi Kab. Landak, Kalimantan Barat dan Kab. Majene, Sulawesi Barat. Setelah dari Kota Bima, tim KPM masih memiliki agenda melatih di dua wilayah lagi, yakni Kab. Seluma, Bengkulu dan Kab. Aceh Besar, Aceh.

Tim Media

Read more...

Antusiasme Guru Kab. Majene Ikuti Pelatihan HOTS & Suprarasional

 Foto: Pelatihan Peningkatan Kompetensi Guru Matematika berbasis HOTS di Kab. Majene-Sulawesi Barat/Dok. KPM

Kab. Majene-Sulawesi Barat – “Pelajaran matematika yang selama ini dianggap momok menakutkan bagi siswa, kini menemui titik terang berkat adanya pelatihan guru matematika yang memadukan cara berpikir HOTS & Suprarasional,” ungkap M. Dachyang, S.Pd disela-sela acara penutupan pelatihan peningkatan kompetensi guru berbasis HOTS, bertempat di Hotel Villa Bogor, Kecamatan Banggae Timur, Kab. Majene, Kamis (11/10/2018).

Meskipun mengusung tema pelatihan yang berbeda dari biasanya, peserta pelatihan langsung menyambut dengan antusias dan mempelajari setiap materi  yang disajikan oleh tim Klinik Pendidikan MIPA (KPM). Tak hanya disajikan konten tentang matematika, para peserta pun dibekali dengan motivasi agar menjadi guru hebat lewat cara berpikir suprarasional dan ragam permainan yang mampu meningkatkan kreativitas berpikir.

Foto:Inovasi KPM dalam membekali peserta pelatihan lewat sebuah Permainan Berlian Matematika (PBM)/Dok. KPM

Dukungan penuh pun disampaikan Dinas Pendidikan & Pemuda Olah Raga, Nurdin, S.Pd, M.Pd selaku Kabid Pembinaan dan Ketenagaan saat menutup kegiatan. Pak Nurdin mengatakan bahwa pelatihan ini merupakan kegiatan penting untuk meningkatkan kompetensi para guru di Kab. Majene. “Selama kegiatan, kami melihat peserta begitu menikmati jalannya pelatihan, bahkan sudah mendapat tempat di hati insan pendidik,” kata Pak Nurdin.

“Terlihat, antusiasme peserta didukung juga dari konsep materi pelatihan yang tak hanya bermuatan pedagogik saja, melainkan terdapat unsur religius, kreatif, dan meningkatkan berpikir nalar. Kami berharap adanya kerja sama yang berkesinambungan untuk mengawal hasil dari pelatihan yang sangat luar biasa ini,” tutup Pak Nurdin.

Ibu Rahmani, S.Pd. SD, seorang guru SDN No. 3 Mosso mengaku terpukau karena perpaduan HOTS dan suprarasional yang begitu menginspirasi. Ditambah cara penyajian yang interaktif membuat saya dengan mudah memahami materi demi materi.

“Perbedaan dari pelatihan yang saya rasakan sebelumnya, kali ini para trainer dengan penuh semangat mengajak peserta untuk aktif dalam forum, sehingga proses pelatihan pun serasa penuh makna,” kata Ibu Rahmani yang memiliki hobi membaca ini.

Tim Media

Read more...

Pentingnya HOTS & Suprarasional di Era Pendidikan 4.0

Foto: Motivator Suprarasional, Raden Ridwan Hasan Saputra/Dok. Screenshot youtube TV Edukasi, Pustekkom-Kemdikbud

Bogorplus.com-Jakarta—Tantangan pendidikan di masa depan makin kompleks. Situasi tersebut perlu direspons secara cepat dan tepat. Era pendidikan 4.0 yang mencirikan adanya perpaduan antara keterampilan teknologi dan keterampilan manusia, seperti kreativitas, berpikir kritis, pemecahan masalah, komunikasi, kolaborasi, serta empati perlu didayagunakan secara optimal. Atas dasar pemikiran perlunya upaya sistematis, terencana, dan berkelanjutan agar siap menghadapi era pendidikan 4.0, Pustekkom Kemdikbud menggelar Seminar Nasional TIK 2018 yang dihelat tanggal 11 Oktober 2018 di Hotel Sultan, Jl. Gatot Subroto, Jakarta Pusat.

Seminar bertema ‘Menyiapkan Generasi Emas dengan Pendidikan 4.0 yang Berkualitas’ dihadiri ratusan peserta yang terdiri dari para duta Rumah Belajar dari seluruh provinsi di Indonesia, para akademisi, para pegiat pendidikan, dan kalangan umum. Selain itu, dihadiri juga Dr. Unifah Rosyidi (Ketua Umum PGRI) sebagai keynote speaker Seminar Nasional TIK 2018 dan pembicara seminar untuk berbagi gagasan serta pengalaman terbaiknya, seperti: Roby Muhamad, Ph. D., Ir. R. Ridwan Hasan Saputra, M. Si., Dr. Cepi Riyana, M. Pd.

 

Salah satu pembicara seminar, Ridwan Hasan Saputra (RHS) menjelaskan bahwa dalam menghadapi era pendidikan 4.0, peran HOTS (Higher Order Thinking Skills) atau kemampuan berpikir tingkat tinggi sangat penting bagi siswa. Sebab, dengan kemampuan itu siswa dapat berpikir kreatif, kritis, dan dapat menyelesaikan masalah sehingga di era pendidikan 4.0 kemampuan belajar mandiri atau heutagogy learning akan sukses jika ditunjang dengan kemampuan HOTS yang dimilki peserta didik.

Lebih lanjutnya, Peraih Anugerah Peduli Pendidikan tahun 2014 dari Kemdikbud ini  menegaskan, HOTS saja tidak cukup dalam menghadapi era pendidikan 4.0. Sebab, pelajar harus punya kemampuan menangkal hal-hal yang bersifat negatif, seperti: penyebaran hoaks dan konten negatif lainnya. Oleh karena itu, perlu adanya pembelajaran cara berpikir suprarasional, yakni cara berpikir yang menggunakan hati untuk menangkal berbagai hal negatif.

“Manfaat dari cara berpikir suprarasional sendiri tidak hanya untuk menangkal hal negatif. Tetapi juga untuk memecahkan berbagai masalah saat kemampuan berpikir tingkat tinggi atau HOTS sudah tidak dapat digunakan lagi,” tandasnya.

“Orang yang beruntung adalah orang yang mempunyai kemampuan berpikir tingkat tinggi atau HOTS dan memiliki cara berpikir suprarasional. Di samping memiliki pola pikir yang baik, orang beruntung juga mempunyai fisik yang sehat dan kuat. Dengan kata lain, orang yang beruntung adalah orang yang dapat memadukan hati, akal, dan fisiknya dapat bersinergi yang digunakan untuk kepentingan orang banyak (dalam hal kebaikan),” tutup RHS.

Dolfanweik Hukom, salah satu peserta seinar mengaku sangat tersentuh hatinya menyimak paparan dari Ridwan HS. “Bagi saya, penjelasan Pak Ridwan sangat menyentuh hati. Apa yang disampaikan Pak Ridwan bukan sekadar materi, namun nasihat hidup. Ilmu Pak Ridwan akan saya lakukan, terutama ilmu bekerja ikhlas untuk kepentingan anak-anak Papua. Gunakan hati saat mengabdi.” ujar duta Rumah Belajar dari Manokwari (Papua Barat).

Tim Media

Read more...

Uji Soal MNR 2018 Hampir Capai 300 Ribu Peserta di Pekan Ketiga

Foto: Uji Soal MNR di SDK Marsudirini Negara, Bali, Sabtu (06/10/2018)/Dok. Facebook Ngurah Bagus Arthayasa 

Bogorplus.com-Bogor-Jawa Barat –  Memasuki pekan ketiga gelaran Uji Soal MNR 2018, total peserta per tanggal 11 Oktober 2018 pukul 15.00 WIB mencapai angka  295.774 peserta. Angka tersebut hampir menyentuh angka 300.000 peserta. Dimana pada pekan kedua per tanggal 29 September 2018 tercatat ada 101.257 peserta. 

Kepala Divisi Lomba KPM, Muchammad Fachri mengaku bersyukur atas capaian tersebut. “Alhamdulillah ada peningkatan yang cukup signifikan dalam waktu sepekan,” kata Fachri dalam keterangannya. 

“Jumlah tersebut meliputi sekolah yang sudah dan akan menyelenggarakan uji soal MNR. Selain antusiasme yang tinggi karena dirasa sangat bermanfaat dan menggunakan sistem bayaran seikhlasnya, angka ini juga didukung dari banyaknya kota/kab yang mengikuti gelaran terbesar di Indonesia ini,” ungkap Fachri. 

Lebih lanjutnya, Fachri menyebutkan wilayah yang sudah terdaftar di KPM Pusat di antaranya: Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi, Sukabumi, Serang, Cikarang, Tasikmalaya, Palembang, Pekanbaru, Padang, Samarinda,  Solo, Semarang, Surabaya, Jember, Bojonegoro, Lumajang, Lamongan, Tuban, Jombang, Sidoarjo, Madiun, Situbondo, Mojokerto, Nganjuk, Magetan, Banyuwangi, Kediri, Ponorogo, Malang, Probolinggo, Gresik, Blitar, Tulungagung, Denpasar dan Timika. Bahkan, perwakilan sekolah di Sorong, Papua Barat akan turut andil. 

Foto: Uji Soal MNR di SD Insan Kamil Bogor, Kamis (11/10/2018)/Dok. Facebook SD Insan Kamil Bogor

 “Atas pencapaian yang telah diraih hingga saat ini, Klinik Pendidikan MIPA mengapresiasi kinerja dan dedikasi tim cabang dan mitra di berbagai daerah. KPM juga menyampaikan terima kasih kepada pihak sekolah yang telah mempercayakan kepada KPM untuk mengukur kemampuan HOTS siswa/siswi di sekolahnya. Semoga kegiatan ini dapat memberikan manfaat dan mempererat kolaborasi KPM  dan sekolah di bidang pendidikan”, tutupnya. 

Sementara itu, informasi yang berhasil dihimpun, KPM masih akan terus membuka dan menerima kerja sama kegiatan uji soal MNR. Bagi para guru dan pelajar yang ingin mengadakan event uji soal MNR di sekolahnya, silakan manfaatkan kesempatan terbatas ini. Event ini digelar hanya sampai tanggal 20 Oktober 2018. Informasi lebih lanjut dapat menghubungi tim KPM Pusat (08128546962) atau dapat menghubungi kantor Cabang & Mitra KPM (lihat disini) serta Rumah Pendidikan MIPA (lihat disini).

Informasi selengkapnya silahkan saksikan tayangan dibawah ini 

Tim Media 

Read more...

Kadisdik Kab. Majene Buka Acara Pelatihan Peningkatan Kompetensi Guru Matematika Berbasis HOTS

Bogorplus.com-Kab. Majene, Sulawesi Barat – Pelatihan peningkatan kompetensi guru matematika berbasis Higher Order Thinking Skill (HOTS) yang diprakarsai Kemendikbud memasuki gelombang kedua. Pasca digelar di Kab. Landak, Kalimantan Barat beberapa waktu lalu, tim dari Klinik Pendidikan MIPA (KPM) bertandang ke Kab. Majene, Sulawesi Barat untuk memberikan pelatihan serupa, bertempat di Hotel Villa Bogor, Kecamatan Banggae Timur, Kab. Majene, pada tanggal 08-11 Oktober 2018.

Pada pelatihan kali ini, tim KPM masih diamanahi sebagai pelaksana untuk membekali kompetensi guru matematika di Kab. Majene. Kegiatan yang diperuntukkan bagi guru Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) bertujuan meningkatkan kualitas para guru dalam mengajar matematika berbasis HOTS.

Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda & Olah Raga Kab. Majene, Drs. H. Muhammad Ashar, M. Si, secara resmi membuka pelatihan yang dihadiri 40 peserta guru, Senin (08/10/2018) siang.

Pak Ashar selaku Kadisdik menyambut baik dan berbangga karena Kab. Majene mendapat kesempatan digelarnya pelatihan matematika berbasis HOTS. “Dari pelatihan ini semoga dapat berlanjut,” ungkapnya.

Di samping itu, Pak Ashar juga berpesan agar para peserta dapat memanfaatkan momentum ini sebagai ajang berkreasi dan berinovasi dengan mengikuti ilmu pengetahuan sesuai perkembangan zaman. Selain itu, Ia pun berharap para guru dapat mempengaruhi peserta didik bahwa matematika itu bukan untuk ditakuti, melainkan untuk disenangi.

Pak Ashar juga meyakini, jika para guru dapat melaksanakan dengan sepenuh hati sesuai prinsip cara berpikir suprarasional, sangat mungkin para peserta didik akan menyenangi pelajaran matematika. “Hal itu juga akan berdampak pada peningkatan hasil belajar dan UN/UASBN yang akan diperoleh oleh siswa,” tutup Pak Ashar.

Selama 4 hari ke depan, peserta akan mempelajari berbagai hal, di antaranya: motivasi menjadi guru hebat dengan cara berpikir suprarasional, pembelajaran matematika berbasis HOTS, permainan eksplorasi matematika hingga menyusun program sebagai wujud tindak lanjut untuk diterapkan di sekolah masing-masing.

Tim Media

Read more...

Kisah Unik peraih medali Emas dan Perunggu bidang Sains IMSO 2018

 

Foto: Tim IMSO KPM saat tiba di tanah air, Terminal Bandara Soekarno-Hatta, Kamis (04/10/2018)/Dok. KPM

Tangerang-Banten. – Dibalik keberhasilan tim IMSO KPM di Cina, rupanya tersisip cerita unik yang dapat dijadikan inspirasi meraih mimpi untuk pelajar di Indonesia. Ada pepatah mengatakan “Banyak Jalan Menuju Roma”. Peribahasa ini tepat disematkan untuk dua peserta  bidang sains tim Klinik Pendidikan MIPA (KPM) yang meraih medali di ajang International Mathematics and Science Olympiad  (IMSO) 2018 yang telah berlangsung sejak tanggal 28 September – 04 Oktober 2018 di Cina.

Fansen Candra Funata (SD Darma Yudha, Pekanbaru) dan Baruna Adi Sanjaya (SDI Teratai Putih Global, Bekasi), keduanya baru saja dinobatkan sebagai peraih medali emas (Fansen) dan medali perunggu (Baruna) kategori IPA di ajang lomba matematika dan sains tahunan tingkat internasional, IMSO 2018.

Setelah menjuarai event tersebut, rasa syukur dan haru terpancar dari keduanya. Pasalnya, ikhtiar yang diambil cukup panjang dan berliku hingga akhirnya bisa tampil di ajang IMSO 2018.

Tim Bogorplus.com secara eksklusif  melakukan wawancara setibanya mereka di tanah air, Kamis (04/10/2018).

Kisah pertama datang dari Fansen Candra Funata. Meskipun tak lolos mengikuti IMSO dari jalur OSN, tak menyurutkan semangatnya untuk tetap berikhtiar menatap IMSO 2018. Fansen bersyukur, karena masih dapat diberikan kesempatan mengikuti IMSO melalui jalur  seleksi yang berbeda. Setelah mengikuti babak final Olimpiade Matematika dan Sains Indonesia (OMSI) ke-3 Se-Indonesia, pada tanggal 15 Juli 2018 yang digelar Klinik Pendidikan MIPA (KPM) di Bogor. Fansen lolos seleksi tim IMSO yang dilakukan oleh KPM setelah melalui beberapa tahap seleksi.

OMSI sendiri merupakan kompetisi bertaraf nasional yang mengkombinasikan tes ujian terhadap penguasaan bidang studi matematika dan sains. Lomba OMSI dibagi menjadi dua tahap, yakni babak penyisihan (27/05/2018) yang diikuti 3.137 peserta serentak di kota-kota besar di Indonesia dan babak final yang diikuti 476 siswa di Bogor.

Foto: Fansen Candra Funata (tengah), pelajar asal SD Darma Yudha Pekanbaru saat menerima penghargaan di ajang IMSO 2018/Dok. KPM

Selain menumbuhkembangkan semangat,  bakat serta minat anak-anak di bidang matematika dan sains, OMSI menjadi jalan pembuka untuk menyeleksi tim IMSO KPM yang tahun ini diselenggarakan di China.

Setelah dinyatakan lolos menjadi tim IMSO KPM, Fansen dan 11 peserta terpilih (6 matematika dan 6 sains), mengikuti kegiatan karantina menuju IMSO yang diselenggarakan KPM dalam dua tahap.

Yang menarik perhatian Fansen selama mengikuti karantina adalah pola dan sistem karantina yang digelar KPM. Ia mengaku bersyukur karena di KPM tak sekedar mendapatkan pembinaan materi IPA (bidang studi yang dilombakan). Namun, juga pembinaan karakter tidak kalah penting, yakni pembiasaan adab dan akhlak yang baik. “Inilah yang menjadi keunikan dan nilai tambah saya ketika belajar bersama KPM,” Ujar Fansen.

Fansen beserta kedua orangtuanya pun meyampaikan rasa terima kasih yang besar kepada pihak sekolah (SD Darma yudha) dan tim KPM yang telah mendukung dan membinanya hingga dapat berkompetisi secara maksimal dan mempersembahkan medali emas bidang IPA dari ajang IMSO 2018 ini.

Kisah kedua datang dari Baruna Adi Sanjaya, yang mengatakan sangat bersyukur kepada Allah Swt karena dapat menjadi bagian tim yang berlaga di IMSO 2018. Pelajar SDI Teratai Putih Global Bekasi ini juga memiliki pengalaman yang tak jauh berbeda dengan perjuangan Fansen.

Foto: Baruna Adi Sanjaya, pelajar asal SDI Teratai Putih Global, Bekasi yang meraih medali perunggu bidang IPA/Dok. KPM

Meski tak lolos seleksi OSN tingkat Kecamatan, Baruna akhirnya dapat mencicipi tiket IMSO 2018. Hal tersebut terjadi bukan tanpa perjuangan yang berat. Sama halnya dengan siswa lain, Baruna harus menempuh proses seleksi ketat dan harus bersaing dengan siswa KPM dari berbagai daerah untuk mendapatkan kesempatan mengikuti IMSO 2018. Meskipun Ia merupakan siswa kelas khusus KPM, tak membuatnya Jumawa. Baruna terus mengasah kemampuannya dengan terus berlatih dan belajar dengan tekun. Hingga akhirnya Ia lolos seleksi dan terpilih menjadi tim IMSO KPM.

“Tak hanya kegigihan yang kuat untuk menuju IMSO, Baruna juga dinilai sebagai pelajar yang memiliki adab dan akhlak yang baik,” ungkap Ibu Ina Ana Khoeriyah selaku Deputy Leader IMSO bidang Sains.

Kiprah dan perjuangan Baruna pun akhirnya membuahkan hasil. Berhasil mendapatkan medali perunggu, Baruna  mengungkapkan rasa syukurnya dan meyakini bahwa kesuksesan adalah anugerah dari Tuhan Yang Maha Esa.

Tim Media

Read more...

Berawal dari Rumah Pendidikan MIPA (RPM), Arya Bima Sena Meraih Sukses IMSO 2018 di Cina

Foto: Muhammad Arya Bima Sena pelajar asal SD ABC Kids Kota Wisata yang meraih medali perunggu bidang studi IPA/Dok. KPM 

Bogorplus.com-Zhejiang-Cina. -- Gelaran International Mathematics and Science Olympiad (IMSO) 2018 di Cina telah usai. Namun, ada sepenggal kisah yang patut menjadi kebanggaan insan pendidikan di Indonesia. seperti yang kita ketahui, event tahunan ini hanya dapat diikuti oleh putra/putri terbaik bangsa yang mengikuti Olimpiade Sains Indonesia (OSN). Dan, lembaga yang dapat mengirimkan perwakilan, yakni Kemdikbud.

Selain Kemendikbud, lembaga yang bernama Klinik Pendidikan MIPA (KPM) juga mendapatkan kepercayaan mengikutsertakan pelajarnya ke ajang IMSO. Meskipun berstatus lembaga pendidikan swasta, geliat KPM di Indonesia terbilang cukup gemilang. Tak hanya melahirkan pelajar berprestasi di bidang Matematika dan Sains, KPM juga menggagas Kampung Matematika Laladon di Bogor oleh Ridwan Hasan Saputra (2015).

Siapa sangka, Kampung Matematika yang digagas RHS kini telah melahirkan pelajar berprestasi dengan meraih medali perunggu di ajang International Mathematics and Science Olympiad (IMSO) 2018, bertempat di Hailiang Education, Zhejiang, Cina, pada hari Jumat (28/9) hingga Kamis (04/10).

Pelajar tersebut adalah Muhammad Arya Bima Sena, perjuangan menuju IMSO 2018 terbilang tak mudah. Bahkan, pelajar asal SD ABC Kids tak menyangka dirinya terpilih menjadi tim IMSO KPM.

Foto: M. Arya Bima Sena (ketiga dari kiri) saat menerima penghargaan di ajang IMSO 2018/Dok. KPM

Perjuangannya berawal tatkala Ia masuk bergabung di KPM sejak kelas 4 SD. Saat itu, Arya mengaku lokasi belajar yang Ia pilih di Rumah Pendidikan MIPA (RPM) milik Ibu Anis Kurniasih. keteguhan Arya dalam mengenyam pendidikan di RPM diikutinya tanpa rasa beban.

Setahun berjalan, Arya pun akhirnya naik kelas 5 SD. Pada level ini Arya pun masih bersemangat menempuh pendidikan di KPM. Meskipun berbagai macam ujian menerpa, seperti: semangat belajar menurun dan padatnya tugas di sekolah, tak menyurutkan Arya. Bahkan Arya pun menikmati proses belajar di Kampung Matematika dan merasa senang ketika belajar di Kampung Matematika. “Belajar di Kampung Matematika merupakan keunikan sendiri bagi KPM. Suasana belajar yang terbuka, membuat saya semakin memahami makna interaksi dengan warga, adab, dan sopan santun,” ungkap Arya.

Tak berselang lama, Arya pun mendapat kesempatan mengikuti kelas khusus dengan mengikuti selesi yang digelar KPM. Dari proses inilah Arya akhirnya mulai mendalami materi-materi dengan kategori tingkat tinggi (olimpiade). tak hanya berhadapan dengan soal-soal tingkat tinggi yang Ia pelajari, Arya pun harus melakoni perjalanan Jakarta-Bogor (PP) setiap akhir pekan. Namun, hal tersebut tetap Ia jalankan bersama kedua orangtuanya dengan penuh keikhlasan.

Pada sebuah kesempatan, tibalah Ia berkesempatan mengikuti ajang IMSO. Namun Arya menyadari hal tersebut tak mungkin didapatkannya secara instan. Proses seleksi pun Ia jalani hingga akhirnya Ia ditetapkan KPM menjadi tim Indonesia KPM untuk mengikuti ajang IMSO di Cina.

Tiket menuju IMSO pun telah Ia dapatkan, Arya pun harus melewati proses karantina yang cukup panjang selama 2 minggu yang dibagi menjadi dua tahap. Latihan mental, fisik, dan ilmu yang telah didapatkan selama belajar di KPM, menjadi bekal menghadapi proses karantina dan kegiatan di Cina.

Berbekal tabungan jiwa yang telah Arya miliki, atas izin Allah Swt, Arya meraih medali perunggu. Baginya ini merupakan rezeki yang tak disangka-sangka. “Tak menyangka dan tentu kaget,” pungkas sambil tersenyum bangga. Namun Ia semakin menyadari bahwa cara berpikir suprarasional yang diajarkan Pak Ridwan menjadikan pribadi yang selalu bersyukur dalam kondisi apapun dan tak melupakan agar berharap pada Ridho Allah Swt.

Tim Media

Read more...

Noriko Khang, Pelajar dari Kota Balikpapan Sukses Meraih Medali Emas IMSO 2018

 

Foto: Noriko Khang (tengah) adalah siswa dari sekolah SDN KPS Balikpapan, Kalimantan Timur yang meraih medali emas Matematika di ajang IMSO 2018 di Cina/Dok. KPM

Bogorplus.com-Zhejiang-Cina.-- Peraih medali emas bidang matematika IMSO 2018 yang dikirim oleh KPM tahun 2018, Noriko Khang adalah siswa dari sekolah SDN KPS Balikpapan, Kalimantan Timur.

IMSO 2018 merupakan event IMSO kedua kalinya yang diikuti Noriko Khang. Pada tahun 2017, Noriko terpilih menjadi tim IMSO Kemendikbud yang digelar di Singapura dan memperoleh medali perak. Karena kegigihan dan semangat juang yang tinggi, Noriko mencoba kembali untuk mengikuti event IMSO 2018 melalui jalur Klinik Pendidikan MIPA (KPM).

Noriko sangat bersyukur atas capaian yang diperolehnya di ajang lomba matematika dan sains tingkat Sekolah Dasar tingkat Internasional yang diikuti sekitar 20 negara. Ia juga bersyukur atas kesempatan yang telah diberikan Kemendikbud (IMSO singapura 2017) dan KPM (IMSO China 2018) sehingga ia dapat mengikuti lomba di ajang bergengsi dalam kurun waktu dua tahun berturut-turut.

Foto: Noriko Khang/Dok. KPM

Bagi Noriko, hal penting dan berkesan ketika mengikuti karantina persiapan lomba terpusat di KPM adalah visi-misi dan filosofi dalam belajar. “Sistem belajar di KPM itu terencana, mengutamakan kedisiplinan, dan semuanya mendidik,” ungkapnya.

Pelajar yang memiliki hobi membaca buku dan melukis ini menyebutkan aktivitas yang dilakukan selama karantina, seperti: belajar di kelas, ibadah, makan bersama, dan kegiatan luar kelas.

Di samping itu, Ia pun mengatakan bahwa peran guru sangat penting dalam menentukan arah belajar. “Guru di KPM  tegas dan serius saat membina kami. Tak hanya serius dalam mengajar, guru di KPM juga memberikan waktu kapan untuk diskusi dan bermain. Jadi, teman-teman tidak merasa bosan dan jenuh,” jelasnya.

Di samping peran guru, Noriko juga memberikan komentar sajian materi yang diberikan KPM “di KPM materi yang diberikan sesuai porsinya,” tambah Noriko.

Pelajar yang memiliki cita-cita sebagai seorang guru ini mengatakan tidak mengalami kesulitan ketika berbaur dengan teman-teman baru yang berasal dari sekolah dan kota yang berbeda-beda. Bahkan, meskipun suasananya menjelang berkompetisi, semua berjalan begitu cair tanpa ada beban dan tanpa persaingan.

Tim Media 

Read more...

KPM Membuka Jalan Lain Menuju IMSO

Tim IMSO Klinik Pendidikan MIPA berhasil menorehkan prestasi gemilang di ajang IMSO 2018 di Cina/Dok. KPM

Bogorplus.com-Zhejiang Cina —Presiden Direktur Klinik Pendidikan MIPA (KPM), Ridwan Hasan Saputra (RHS) mengaku bersyukur atas capaian tim KPM di ajang International Mathematics and Science Olympiad (IMSO) 2018 di Cina, pada tanggal 28 September-04 Oktober 2018. Tim matematika berhasil memperoleh 1 medali emas, 1 medali perak, dan 4 medali perunggu. Sedangkan tim IPA mendapatkan 1 medali emas, 1 medali perak, dan 4 medali perunggu.

“Alhamdulillah puji syukur kepada Allah, Tuhan Yang Maha Esa, karena tim KPM berhasil mendapatkan hasil yang sangat memuaskan, 12 anak yang dikirim KPM semua mendapat medali, dengan total raihan 2 medali emas, 2 medali perak, dan 8 medali perunggu. Tahun ini medali emas yang kita peroleh sama dengan medali emas yang diraih oleh tim dari kemdikbud yaitu sama-sama mengantongi 2 emas. ” kata RHS dalam keterangan persnya, Selasa (02/10/2018). 

Tokoh Perubahan Republika 2013 ini mengungkapkan bahwa prestasi ini sebagai bukti bahwa selain pembinaan akademik ternyata pembinaan adab dan akhlak atau pembinaan karakter sangat penting dan berpengaruh dalam peningkatan prestasi. Sebab tim IMSO KPM tahun ini terdiri dari berbagai latar belakang yang berbeda di bidang akademik. RHS pun menyebutkan, komposisi tim IMSO KPM ada yang pernah ikut IMSO, ada yang lolos OSN tapi tidak lolos masuk tim Kemdikbud, tapi yang paling banyak adalah yang tidak lolos OSN tingkat nasional. Anak-anak yang tidak lolos OSN ini jika dibina dengan baik akhirnya bisa menghasilkan prestasi, yang bisa jadi melebihi anak yang juara OSN.

Selain itu, penggagas Kampung Matematika Bogor ini  mengungkapkan, kesuksesan tim KPM dalam membina anak - anak terbukti dapat menghantarkan pelajar dari Kampung Matematika meraih medali perunggu di bidang IPA, atas nama Muhammad Arya Bimasena. Peraih medali perunggu ini merupakan siswa asal SD ABC Kids Kota Wisata, Cibubur. Arya berasal dari kelas reguler di KPM dan tidak mengikuti OSN tetapi memang terlihat memiliki potensi serta semangat belajar yang tinggi.

Ikhtiar KPM dalam menyeleksi tim IMSO tak bisa dikatakan sederhana. Berbagai upaya seleksi ketat pun telah dilakukan. Ada dua jalur seleksi yang digelar oleh KPM. Pertama, melalui event Olimpiade Matematika dan Sains Indonesia (OMSI). Kedua, KPM menyeleksi peserta melalui event Kompetisi Matematika Nalaria Realistik (KMNR) yang digelar KPM setiap tahunnya.

“Jadi, bagi pelajar di Indonesia, seandainya tidak lolos OSN tidak perlu risau dan berkecil hati, karena KPM dapat memfasilitasi untuk mengikutsertakan pelajar Indonesia ke berbagai lomba internasional bergengsi, seperti: IMSO, IMC, PMWC, dan ITMO. Tentunya, para peserta harus berjuang juga mengikuti proses seleksi ketat KPM. Dan, KPM juga sangat memprioritaskan peserta yang memiliki perilaku/akhlak yang baik,” tutur RHS.

Motivator cara berpikir suprarasional ini berpesan agar pelajar di Indonesia terus meningkatkan kemampuan diri dengan terus belajar, berlatih, dan mengikuti lomba yang digelar KPM, di antaranya event Olimpiade Matematika dan Sains Indonesia (OMSI) dan Kompetisi Matematika Nalaria Realistik (KMNR). Semoga peluang untuk mengikuti lomba internasional semakin terbuka luas. Jangan lupa untuk menjaga Akhlak dan adab yang baik serta rajin beribadah. Sebab tanpa pertolongan Allah apa yang kita inginkan akan sangat sulit didapatkan.

Tim Media

Read more...