Menu
RSS

Items filtered by date: March 2018

Tim Indonesia Klinik Pendidikan MIPA Ikuti Lomba Matematika Internasional di Vietnam

Bogorplus.com-Tangerang-Banten. -- Senin dini hari (26/03/2018), beberapa anak dan guru pendamping tampak kompak berjaket merah putih. Kehadirannya cukup menarik perhatian orang yang sedang berlalu lalang di terminal 2 bandara Soekarno Hatta (Soeta). Tim Klinik Pendidikan MIPA (KPM) yang hendak mengikuti event Hanoi Open Mathematics Competition 2018 sedang melakukan doa bersama dan briefing dengan para orang tua yang mengantar putra-putrinya yang akan berangkat ke Vietnam.

Hanoi Open Mathematics Competition (HOMC) 2018 merupakan kompetisi matematika yang diselenggarakan oleh Hanoi Mathematics Society untuk level senior (kelas 10) dan level junior (kelas 8).

Tim KPM menurunkan komposisi tim level junior sebanyak 4 orang dan tim level senior berjumlah 6 orang. Ir. R. Ridwan Hasan Saputra, M. Si. menjadi team leader yang memimpin tim KPM untuk berjuang mempersembahkan hasil terbaik untuk Indonesia di ajang HOMC 2018.

Adapun Putra/Putri terbaik yang mengikuti ajang bergengsi, di antaranya:

Junior Level (Kelas 8 SMP) :
1. M. Arief Wibisono - SMPI AlAzhar 8 Kemang Pratama Bekasi
2. M. Nadhif Haryadipta - SMP Labschool Jakarta
3. Reyfandi Nawal Pratama - SMPN 115 Jakarta
4. Novelya Putri Ramadhani - SMPI Athiraah Makassar

Senior Level (Kelas 10 SMA) :
1. Alvin Putera Budiman - SMA Labschool Jakarta
2. M. Abdurrahman Basyah - SMAN 1 Depok
3. M. Halif - SMAN 1 Depok
4. M. Surya Siddiq - MAN 2 Kota Malang
5. Ubaidillah Ariq Prathama - SMAN 8 Jakarta
6. Zaki Atha Alrahman - SMAN 81 Jakarta

Thyeadi Tungson, salah satu tim pelatih KPM menuturkan bahwa ajang HOMC merupakan kompetisi matematika internasional dengan tingkat kesulitan tinggi. Ajang ini merupakan kompetisi pertama yang diikuti Tim KPM.

Tim KPM akan berkompetisi dengan wakil lain dari Myanmar, Polandia, Hungaria, Malaysia, Filipina, Thailand, dan Vietnam.

"Tim KPM sudah dipersiapkan secara matang. Kami melakukan kegiatan karantina dari tanggal 15 Maret - 25 Maret 2018. Anak - anak tak hanya dibekali pembekalan dalam aspek penguatan kompetensi dalam menjawab soal - soal matematika, tetapi juga dibekali pemahaman tentang cara berpikir suprarasional dan peningkatan kualitas ketakwaan pada Allah Swt., Tuhan Yang Maha Kuasa. "

Muhammad Surya Sidiq, siswa MAN 2 Kota Malang yang memperkuat Tim KPM mengatakan bahwa momen ini sangat istimewa bagi dirinya. Menurutnya, ajang HOMC 2018 ini merupakan ajang lomba matematika yang sangat kompetitif. Meskipun demikian, peraih medali emas di kategori individual contest WIZMIC 2016 ini tetap optimis bisa meraih hasil terbaik. "Ada beban cukup berat untuk bisa membawa nama baik Indonesia di ajang ini. Tapi, kita sudah melakukan ikhtiar yang terbaik. Sisanya, bertawakal pada Allah Swt. Saya memilih tetap bersikap serius tapi santai."

Dukungan pun mengalir dari para orang tua peserta HOMC 2018. Seperti penuturan Liris Suryanto, seorang konsultan keuangan yang turut melepas keberangkatan putranya yang menjadi bagian dari Tim KPM. "Saya melihat anak-anak sangat menikmati semua proses pembinaan yang dilakukan KPM. Menurut saya, KPM merupakan lembaga pendidikan yang memiliki ciri khas yang tak dimiliki lembaga lain. KPM memberikan titik tekan pada peningkatan kualitas ketakwaan pada Allah Swt dan membangun suasana kekeluargaan serta kebersamaan di antara anak-anak dan orang tua. "

Pak Liris berharap para peserta HOMC 2018 bisa mendapatkan pengalaman baru dan teman-teman baru. Hal yang sama penting atau bahkan jauh lebih penting dari sekadar hanya menjadi juara di ajang HOMC 2018.

Read more...

Tak Hanya Jadi Tempat Belajar, Kodim 0606/Kota Bogor Kembali Menginspirasi Lewat Warung Berkah

Bogorplus.com-Kota Bogor-Jawa Barat. – Bagi warga Kota Bogor, siapa yang tak kenal dengan Markas Kodim 0606 Kota Bogor? Selain menjadi tempat pembinaan satuan dan teritorial, Kodim ini juga menjadi tempat belajar bagi para pelajar di Bogor dan sekitarnya. Namun baru-baru ini,  markas yang berkedudukan di Jalan Jendral Sudirman, No. 33, Bogor Tengah, Kota Bogor, kembali menginspirasi masyarakat lewat kehadiran “Warung Berkah".

Hadirnya warung tersebut, tentu tidak terlepas dari buah pikiran Dandim 0606 Kota Bogor, Letkol Arm Doddy Suhadiman, yang terinspirasi dari Cafe Bayar Seikhlasnya (CAFE BASI) di Ciomas, Kab.Bogor, buah gagasan Raden Ridwan Hasan Saputra.

Baca juga:

Mau Makan dengan Harga yang Ditentukan Sendiri? Yuk Berkunjung ke Cafe Basi

Markas Kodim Menjadi Tempat Les Para Pelajar di Bogor

“Silaturahmi saya dengan Pak Ridwan HS beberapa waktu yang lalu di Cafe Basi, ternyata membuat saya terinspirasi untuk membuat hal serupa di Makodim 0606 Kota Bogor. Kemudian saya berpikir, tidak ada salahnya jika Cafe Basi dibuat juga di Makodim, tentunya dengan sedikit modifikasi. Karena saat ini, kami belum bisa menerapkan sepenuhnya seperti sistem cafe basi,” ungkap Letkol Arm Doddy Suhadiman.

“Hadirnya warung berkah ini tidak serta-merta mencari keuntungan semata. Poin pentingnya adalah mengajak komunitas dan anggota Kodim yang ada di Bogor untuk memperluas tabungan jiwa (cara berpikir suprarasional) lewat sedekah. Disamping itu, ada unsur untuk memperkuat kemanunggalan TNI bersama rakyat juga” ujar Pria Lulusan Akmil 1999 ini.

Foto: Dandim 0606/Kota Bogor,Letkol Arm Doddy Suhadiman.

Lebih lanjutnya, eks Danyon Armed 7/105 GS ini berharap, warung berkah ini buka setiap hari dan dapat memberikan inspirasi bagi instansi lain yang memiliki kelebihan rezeki, untuk saling membantu dalam kebaikan. Selain itu, Pak Doddy menghimbau bagi masyarakat yang ingin memberikan dukungannya untuk warung berkah, silahkan dapat menghubung staf kami. Bagi yang ingin mencicipi hidangan warung berkah, kami persilakan siapa pun dapat berkunjung setiap hari Jumat, pukul 10.00-selesai, dan memberikan bayaran seikhlasnya (sesuai kemampuan) dimasukan kedalam kotak yang telah kami sediakan.

Sersan Satu Surana, sebagai salah satu Babinsa asal Koramil 0601 Bogor Tengah, mendukung kegiatan tersebut. “Ini kegiatan positif untuk masyarakat, kami mendukung sepenuhnya melalui jalur berbagi (sedekah),” ujarnya.

Dalam pelaksanaan warung berkah, para Babinsa, Ibu-Ibu Persit, dan Staf Kodim mengajak ngobrol para pengunjung warung berkah. “Banyak informasi yang kita dapat dari mereka, mulai dari usulan, kritik membangun hingga informasi tentang berbagai persoalan di wilayah Kota Bogor,” Kata Sertu Surana.

Warung ini menghadirkan keberkahan sesuai namanya, warung berkah. Terbukti telah banyak dukungan dari berbagai komunitas dan instansi di Bogor yang turut berpartisipasi memberikan beberapa makanan dan minuman untuk disajikan di warung berkah.

Adapun beberapa komunitas yang turut mendukung program ini, seperti Komunitas Tukang Masak Bogor (KTMB) dan persatuan hotel yang di dalamnya merupakan kumpulan para juru masak dan masyarakat yang senang memasak. Mereka secara bergiliran memberikan makanan dan minuman berlebih untuk warung berkah.

Menurut pantauan tim bogorplus.com, terlihat sajian menu yang sedap dan menarik, di antaranya: nasi, teriyaki, sayur buncis, bakso, bakwan jagung, nasi uduk, kue, dan menu andalan, yaitu bubur kacang hijau. Selain itu, pengunjung yang datang pun beragam, mulai dari tukang becak, petugas kebersihan, pengemis, pejalan kaki, pengguna kendaraan bermotor, sampai warga setempat.

Read more...

Ratusan Anggota Persit Cabang III Spersad Mengkaji Cara Berpikir Supra Rasional

Bogorplus.com-DKI. Jakarta. – Nuansa berbeda terlihat saat gelaran silaturahmi yang bertema “Pertemuan Anggota Persit Kartika Chandra Kirana Cabang III Spersad”, Kamis (08/03/2018). Pasalnya, selain mengadakan pertemuan rutin bagi para anggota, panitia juga menghadirkan motivatorRaden Ridwan Hasan Saputra untuk menyampaikan pelatihan cara berpikir supra rasional yang bertempat di Gedung AH. Nasution, Mabesad, Jakarta. 
Berawal karena ketertarikannya dengan konsep supra rasional yang didapati beberapa waktu yang lalu, membuat Ibu Wiwid Subiyanto berinisiatif menghadirkan  sosok Ridwan HS dalam forum tersebut. Ia pun menyebutkan, semoga hadirnya materi supra rasional dapat memperkenalkan konsep tabungan jiwa yang selama ini belum diketahui para anggota. 
 
“Pertemuan ini merupakan wadah kita untuk belajar bersama agar terampil dalam berpikir untuk menyelesaikan berbagai permasalahan dalam hidup. Selain itu, saya pikir sangat bagus dan betul sekali, beberapa hal yang disampaikan Pak Ridwan tidak terpikir oleh kita,” ucap Ibu Wiwid. 
 
Dihadapan 221 peserta yang memadati lokasi pertemuan, Raden Ridwan Hasan Saputra menyampaikan sekapur sirih sebelum memaknai tabungan jiwa dan cara berpikir supra rasional. Ia berpesan bahwa ada 3 “antena” manusia yang harus dipelihara. Pertama, pola pikir natural melalui panca indera. Manusia yang hanya menggunakan pola pikir natural saja, akan tertinggal oleh peradaban zaman yang saat ini tengah melesat deras. 
 
Kedua, pola pikir rasional dengan menggunakan akal (berpikir). Pentingnya pola pikir ini, jika kita hidup tidak mengunakan akal, maka hidup kita tidak akan berkembang. Salah satu upaya yang perlu dikuatkan adalah dengan berlatih, membaca, dan menganalisis setiap masalah.
 
Ketiga, melibatkan hati. Pola pikir ada 2 model yaitu hati yang mendapatkan petunjuk dari setan yang disebut supranatural, dan hati yang dapat petunjuk dari malaikat yang disebut suprarasional. Hati yang suprarasional selalu mengingat Tuhan Yang Maha Esa dalam setiap denyut nadi kehidupan. Ciri orang yang menggunakan pola pikir ini, dalam setiap permasalahan akan mengedepankan hati (mengingat sang pencipta), diolah oleh akal, dan diselesaikan oleh panca indera/fisik.
 
"Pada akhirnya, dapat disimpulkan bahwa jika manusia selalu berserah diri kepada Tuhan Yang Maha Esa, dan hanya kepada-Nya tempat kita menggantungkan segala urusan kita, In sha Allah kita akan menjadi orang besar dan manusia yang bermanfaat bagi negara maupun Agama," ungkap Raden Ridwan Hasan Saputra.
Saat ditanya bagaimana kesan-kesan pasca mengikuti pelatihan cara berpikir supra rasional. Istri dari Aspers, Mayjen TNI Subiyanto secara eksplisit menyatakan bahwa jika anggota Persit dapat mendalami materi ini, maka Insya Allah dapat memberikan tabungan jiwa juga untuk suaminya dalam menghadapi tugas negara. Disamping itu, yang menariknya lagi,  dari cara berpikir tersebut, selain dapat bermanfaat untuk diri sendiri, niscaya dapat memberikan manfaat bagi lingkungan sekitar. 
 
Sementara itu, Ibu Rahayu D Susilawati, selaku peserta menambahkan. “Pertemuan kali ini bukan hanya soal koordinasi internal saja, tetapi kami bersyukur dapat disuguhkan materi yang luar biasa dari Pak Ridwan. Melihat antusiasme peserta, menjadi dasar penyemangat kami untuk sejalan dalam berpikir supra rasional, agar kehidupan yang hakiki dapat diraih.,” ungkap Istri Letkol Caj R Bambang Sulistiono ini.
Read more...

Songsong Generasi Emas 2035, Kodam XIV/Hasanuddin Gelar Pelatihan Kader Pembina Wisata Matematika Bela Negara

Bogorplus.com-Makassar-Sulawesi Selatan. -- Hari selasa, 6 Maret 2018 sebanyak 188 kasiter, pasiter, dan babinsa Se-provinsi Sulawesi Selatan dan Barat (Sulselbar)  berkumpul dalam acara pelatihan kader pembina wisata matematika bela negara di wilayah Kodam XIV/Hasanuddin  di Aula M.Frans Karangan Yonif raider 700/WYC Kota Makassar.

Acara yang terselenggara atas kerjasama Staf Umum Teritorial Angkatan Darat (STERAD) dengan Klinik Pendidikan MIPA (KPM) tersebut mengambil tema “Melalui Pelaksanaan Pelatihan Kader Pembina WMBN, Kita Tingkatkan Kemampuan Prajurit TNI AD Guna Mendukung Upaya Penguatan Karakter Bangsa dan Kesadaran Bela Negara”.

Acara dibuka dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya. Lalu acara secara resmi dibuka oleh Letkol Inf. Agus Salim selaku Pabandya Puanter Kodam XIV. Setelah beliau membacakan amanat Pangdam Kodam XIV, Mayjend TNI Agus Surya Bakti. Dalam amanat yang dibacakan tersebut, Pangdam berpesan kepada seluruh peserta agar mengikuti  seluruh rangkaian acara dengan maksimal dan disiplin tinggi agar  sasaran acara tersebut dapat dicapai. Beliau menambahkan, sasaran penting dari kegiatan ini adalah agar dapat membentuk  watak generasi muda yang  memilik rasa cinta tanah air dan kesadaran bela negara. Selain itu juga dapat memperkuat karakter generasi muda yang berlandaskan pancasila dan UUD 1945.

Selanjutnya, pidato sambutan disampaikan oleh Pabandya Binsiap Apwil dan Punter Spaban Sterad Letkol Inf. M. Herry Subagyo. Beliau mencuplik lirik lagu kebangsaan Indonesia Raya pada kalimat "bangunlah jiwanya" . Beliau berpesan agar kalimat ini benar-benar diresapi. Maka dengan adanya acara ini, diharapkan dapat membentuk jiwa-jiwa generasi muda agar memiliki karakter yang tangguh yang penuh kesadaran akan cinta tanah air dan bela negara untuk menyongsong Indonesia Emas 2035.

Acara inti diawali oleh materi pertama, yakni Berpikir Suprarasional oleh Ketua Tim dari KPM Drs.H.M. Arodhi. Beliau berpesan agar para peserta pelatihan dapat memahami, menguasai dan mampu menyampaikan materi ini kepada para pelajar agar dapat menguatkan jiwa dan membentuk karakter mereka.

Sedangkan di materi kedua, beliau menyampaikan simulasi sosialisasi WMBN. Beliau mencontohkan bagaimana mensosialisasikan program WMBN ke sekolah-sekolah. Menyajikan materi sosialisasi di depan para guru dan kepala sekolah agar mereka tertarik mengikuti program WMBN.

Di materi ketiga, beliau menyampaikan tahapan-tahapan melaksanakan wisata matematika bela negara. Diawali dengan penyambutan, dinamika kelompok, materi berpikir Suprarasional, PBB, game kekompakan demonstrasi bongkar pasang senjata, foto dengan senjata, dan diakhiri penutupan. Semua materi di sampaikan dengan disertai oleh contoh video tayangan. Rangkaian acara berakhir pukul 16.30 WITA .

Read more...

Antusiasme Anggota Kopassus Mengikuti Pelatihan Kader Pembina Wisata Matematika Bela Negara

Bogorplus.com-Cijantung-DKI. Jakarta – Komando Pasukan Khusus (KOPASSUS) secara teroterial tidak memiliki wilayah. Berbeda halnya dengan Kodam yang memiliki daerah teroterial. Akan tetapi hal tidak menjadi kendala bagi para Prajurit KOPASUS untuk tetap melaksanakan pelatihan kader Pembina Wisata Matematika Bela Negara (WMBN). Selain digelar di Kodam seluruh Indonesia, pelatihan ini pun melibatkan satuan Komando Cadangan Strategis TNI-AD (Kostrad) & Kopassus. Tepat pada tanggal 06-07 Maret 2018, sebanyak 34 prajurit KOPASSUS yang datang dari Group 1 Kopassus Solo, Group 2 Kopasus Serang, Group 3 Kopasus Cijantung dan Pusdik Kopassus Bandung mengikuti pelatihan kader pembina wisata matematika bela negara yang bertempat di Aula Lapangan Tembak Ksatria, Makopasus Cijantung Jakarta.

Dengan diselenggarakannya kegiatan ini, Asisten Teritorial, Letnan Kolonel Inf. Ferry Irawan, S.IP, melalui sambutan tertulis yang dibacakan Waaster Kopassus, Letkol Inf Fierman menyatakan bahwa bela negara merupakan sebuah semangat berani berkorban demi tanah air, baik harta bahkannyawa sekalipun berani dikorbankan demi keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Bela Negara adalah tekad, sikap dan tindakan warga negara yang teratur, menyeluruh, terpadu dan berkelanjutan yang dilandasi oleh kecintaan terhadap tanah air serta kesadaran hidup berbangsa dan bernegara. Menunjukkan semangat dan sikap bela negara tidak hanya dilakukan melalui peperangan yang menghasilkan kemerdekaan saja, akan tetapi dapat ditunjukkan dengan menampilkan perilaku-perilaku yang sesuai dengan kepribadian bangsa Indonesia dalam mengisi kemerdekaan Indonesia. Mengisi kemerdekaan dapat dikatakan sebagai usaha bela negara, sebab melalui usaha-usaha positif dalam mengisi kemerdekaan dapat membuat keberlangsungan Indonesia sebagai sebuah negara dapat tetap dipertahankan dan senantiasa mampu menjaga persatuan dan kesatuan bangsa di tengah kerasnya tantangan globalisasi yang justru mengikis rasa kebangsaan dan kecintaan warga negara terhadap tanah airnya.

Disamping itu, Letnan Kolonel Inf. Ferry Irawan, S.IP juga berpesan, Permainan Matematika Bela Negara Ini memang baru baru pertama kali diperkenalkan kepada publik secara resmi dengan menggandeng Klinik Pendidikan Matematika dan llmu Pengetahuan Alam (MIPA) Bogor. Permainan ini yang membuat pelajaran bela negara menjadi menyenangkan, tidak membosankan. Seperti diketahui bela negara yang mencakup empat pilar negara, yakni Pancasila, UUD 1945, NKRI dan Bhineka Tunggal Ika adalah pelajaran hafalan yang terkadang membuat siswa bosan. Namun dengan adanya metode ini, pelajaran bela negara akan sangat menyenangkan dan aplikatif.

Adapun materi yang disajikan oleh tim instruktur, di antaranya: Penguatan karakter bela negara melalui cara berpikir supra rasional, perkenalan permainan matematika bela negara, dinamika kelompok, penyiapan kader Pembina, dan pembekalan menghadapi kedatangan pelajar untuk kegiatan perdana wisata matematika bela negara (WMBN) mendatang, Kamis (08/03/2018).

Dari pelatihan tersebut peserta tidak sebatas mendapat teori saja, melainkan diimbangi dengan pembekalan praktik lapangan sehingga antusiasme peserta pun semakin meningkat dan bersemangat mengikuti rangkaian pelatihan sampai dengan akhir.

Karena itu dalam amanatnya beliau berpesan agar tujuan Pelatihan Kader Pembina Wisata Matematika Bela Negara TA 2018 di satuan Kopassus dapat tercapai secara optimal. Kepada para peserta saya tekankan hal-hal sebagai berikut:

Pertama,  perhatikan dan pahami secara detail semua materi yang diberikan agar tidak terjadi keraguan dalam menyerap materi maupun penerapan dalam tugas sebagai Satnonkowil.

Kedua, ikuti semua petunjuk dan arahan dari pemberi materi serta serius dalam mengikuti kegiatan dengan motivasi yang tinggi untuk meningkatkan kemampuan para peserta dalam melaksanakan tugas di satuan Kopassus sebagai Satnonkowil.

Ketiga, laksanakan kegiatan ini dengan landasan semangat rela berkorban dan mampu meraih hasil yang optimal sehingga dapat bermanfaat dalam pelaksanaan tugas ke depan.

Selain itu, kegiatan Pelatihan Pembina Wisata Matematika Bela Negara di Makopassus Cijantung Jakarta dihadiri oleh Letkol Inf Krido Pramono (Pabandya Puanter Sterad) yang memberikan materi “PENGUATAN KARAKTER  BANGSA INDONESIA”. Karakter Bangsa INDONESIA adalah jati diri/simbol yang bersumber pada nilai-nilai luhur bangsa INDONESIA, di antaranya yaitu sikap menghargai perbedaan, semangat untuk bersatu, pantang menyerah, rela berkorban, patriotisme, percaya diri dan kebersamaan serta gotong royong yang kemudian dikenal sebagai PANCASILA. PENGUATAN adalah bagaimana cara agar menjadi lebih kuat dari keadaan yg sudah kuat tetapi belum terlalu kuat. Penguatan karakter Bangsa INDONESIA adalah bagaimana cara agar nilai-nilai luhur yang sudah dimiliki bangsa Indonesia menjadi lebih kuat.

Read more...

Kodam XII/Tanjung Pura Latih Anggota TNI Menjadi Pembina Wisata Matematika Bela Negara

Foto bersama : Dari kanan Pabandia Puanter Sterdam XII/TPR Mayor Sularto, M.Fachri, S.Si.(Ketua Tim WMBN), Aster Kasdam XII/TPR Kolonel Inf. Jama’ah(duduk di tengah), dan Pabanda Puanter Sterdam XII/TPR Mayor Arh. Styarief SB, S.H

Bogorplus.com-Pontianak-Kalimantan Barat. -- Pada hari ini, Selasa 6 Maret 2018 bertempat di Aula Saidi BEKANGDAM XII/TPR Kalimantan Barat telah dimulai kegiatan Pelatihan Kader Pembina Wisata Matematika Bela Negara. Menurut rencana, kegiatan ini berakhir pada hari Kamis, 8 Maret 2018. Kegiatan ini dikiuti oleh 42 Babinsa, 7 Pasiter dan 2 Kasiter Korem Se-Kalimantan Barat.

Seluruh peserta begitu bersemangat datang tepat waktu karena penasaran dengan pelatihan yang masih asing bagi mereka. Tidak sedikit dari mereka yang bertanya-tanya apa sih hubungannya Matematika dengan bela negara?

Asisten Teritorial Kasdam XII/Tanjung Pura Bapak Kolonel Inf. Jama’ah berkenan membuka kegiatan ini dan sekaligus beliau juga menyampaikan sambutannya bahwa perlunya diketahui bersama tujuan dilaksanakan pelatihan ini yaitu sebagai pembekalan dalam menyiapkan prajurit Satkowil kodam XII / TPR sebagai pembina dalam pelaksanaan kegiatan wisata matematika bela negara, sehingga memiliki kemampuan dan keterampilan menyampaikan materi bela negara.

Selain itu, dengan dilaksanakan pelatihan ini, diharapkan Satkowil dapat menciptakan kader yang cerdas dengan menyenangi matematika serta dapat membangkitkan rasa cinta tanah air

Selanjutnya, peserta akan dilatih untuk menjadi pembina wisata matematika bela negara yang nantinya akan diimplementasikan kepada para pelajar di wilayah masing – masing. Materi yang akan dilatih kan kepada leswrta di antaranya cara mengajarkan berpikir suprarasional, permainan matematika bela negara, dan ceramah penguatan karakter bangsa.

Berkaitan dengan itu, sasaran yang harus tercapai dalam pelatihan ini adalah, mengerti dan dapat memberikan materi cara berpikir suprarasional, mengerti dan dapat memberikan materi penguatan karakter bangsa dan dapat memberikan materi permainan matematika bela negara serta dapat memberikan materi out door activity .  

Para peserta juga mendapatkan materi Penguatan Karakter Bangsa. Wakil Asisten Teritorial Kasdam XII/TPR Letkol Inf. I Made Maha Parta menyampaikan bahwa karakter bangsa adalah kualitas perilaku kolektif kebangsaan yang khas yang tecermin dalam kesadaran, pemahaman, rasa karsa, dan perilaku berbangsa dan bernegara sebagai hasil olah pikir, olah hati, dan olah rasa karsa dan perilaku berbangsa dan bernegara Indonesia yang berdasarkan Pancasila, Norma UUD 1945, keberagaman dengan prinsip kebhinnekaan tunggal ika dan komitmen terhadap negara kesatuan republik Indonesia.

Saat ini Indonesia sedang dihadapkan dengan ancaman degradasi karakter bangsa yang dapat mengancam kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Perang saat ini menggunakan “ PROXY WAR”. Apa “Proxy War” itu? Perang dimana salah satu pihak menggunakan pihak ketiga atau kelompok lain dilakukan oleh state maupun non state. Beberapa aspek yang sedang diserang adalah ideologi, politik, ekonomi, sosial budaya (Sosbud), dan pertahanan keamanan (Hankam). Untuk itulah perlunya “pembentukan karakter” agar Indonesia jaya. Solusi dari ancaman tersebut adalah “Pancasila, UUD 1945, Bhinneka Tunggal Ika, NKRI, dan Bela Negara” .

Esensi nilai-nilai yang terkandung didalam Pancasila adalah nilai religius, nilai kekeluargaan, nilai keselarasan, nilai kerakyatan, dan nilai keadilan. Esensi nilai-nilai yang terkandung didalam UUD 1945 adalah nilai demokrasi, nilai kesamaan derajat, dan nilai ketaatan hukum. Esensi nilai-nilai Bhinneka Tunggal Ika adalah nilai toleransi, nilai keadilan, dan nilai gotong royong. Esensi nilai-nilai yang terkandung dalam NKRI adalah nilai kesatuan wilayah, nilai persatuan bangsa, dan nilai kemandirian. Esensi dari Bela Negara adalah merasa ikut memiliki , bangga, dan cinta negara Indonesia. Siapakah yang harus membela negara Indonesia? Jawabannya adalah bukan hanya TNI saja, tetapi komponen warga negara Indonesia wajib membela negaranya dengan kompetensi dan kemampuannya masing-masing.

Beliau juga menyampaikan pesan penting dari Presiden RI pertama Ir. Soekarno bahwa “Perjuanganku lebih mudah karena mengusir penjajah, perjuanganmu akan lebih sulit karena melawan bangsamu sendiri”. Bersatu kita teguh, bercerai kita runtuh.

Untuk mengubah pola pikir para babinsa dan pasiter kearah yang lebih, maka mereka juga dibekali dengan materi cara berpikir supra rasional. Materi ini mengajarkan kepada kita untuk berpikir, berbicara dan bertindak melakukan sesuatu yang bermanfaat dengan dasar ikhlas karena mengharap ridlo dari Tuhan Yang maha Esa. Seluruh kebaikan yang kita kerjakan kepada Tuhan ataupun kepada makhluk Tuhan YME harus didasari dengan keikhlasan.

Para peserta juga dibekali dengan materi “ bagaimana mengenal dan mengelola Wisata Matematika Bela Negara” di Kodim masing-masing. Mereka juga diberi kesempatan mencoba Permainan Matematika Bela Negara (PMBN). Seluruh alat permainan yang diperagakan kali ini berukuran besar karena nantinya akan digunakan oleh Kodam untuk perlombaan PMBN siswa Se-Indonesia.

Tampak sekali semangat dan antusias dari raut muka para peserta dalam memainkan PMBN. Satu demi satu pertanyaan mereka jawab dengan kea masing-masing. Ada juga yang salah strategi sehingga mendarat di kotak berwarna putih yang berarti “zonk” atau tidak mendapatkan kesempatan menjawab pertanyaan.

 

Wakil Asisten Teritorial Kasdam XII/TPR Letkol Inf. I Made Maha Parta sedang memberi materi “ Penguatan Karakter Bangsa” kepada peserta Pelatihan Kader Pembina WMBN

 

Foto: Aster Kasdam XII/TPR Kolonel Inf. Jama’ah sedang membuka acara dan membacakan sambutan Pangdam XII/TPR

 

Read more...

Divisi Infanteri 2 Kostrad Gelar Pelatihan Pembina Wisata Matematika Bela Negara

 

Bogorplus.com-Malang-Jawa Timur, -- Ada yang berbeda dari gelaran pelatihan kader Pembina Wisata Matematika Bela Negara (WMBN) kali ini. Selain digelar di Kodam seluruh Indonesia, pelatihan ini pun melibatkan satuan Komando Cadangan Strategis TNI-AD (Kostrad) & Kopassus. Tepat pada tanggal 06-07 Maret 2018, sebanyak 34 prajurit Divisi Infanteri 2 Kostrad mengikuti pelatihan kader pembina wisata matematika bela negara yang bertempat di Aula Ajusta, Yon Armed 1/Roket, Divisi Infanteri 2 Kostrad, Singosari-Malang.

Dengan diselenggarakannya kegiatan ini, Panglima Divisi Infanteri 2 Kostrad , Mayjen TNI Agus Suhardi, melalui sambutan tertulis yang dibacakan Waaster Kasdivif Kostrad, Letkol Inf Wilson Napitupulu memberikan apresiasi, karena sebagai TNI kita juga harus lebih berperan aktif dalam membangun generasi muda, terutama pelajar yang nantinya akan menjadi pemimpin bangsa. Salah satunya dengan menjadi kader Pembina Wisata Matematika Bela Negara ini, yang nantinya akan diselenggarakan di wilayah binaan territorial satuan masing-masing.

Disamping itu, Panglima Divisi Infanteri 2 Kostrad juga berpesan, meskipun pelatihan ini digelar dengan waktu yang singkat, semoga tidak menjadikan kendala bagi para peserta kader untuk menerima semua materi dengan sebaik-baiknya. Dari setiap materi yang diberikan, diharapkan dapat memenuhi sasaran, yaitu memahami dan menularkan kembali kepada masyarakat disekitar melalui wisata matematika bela negara (WMBN).

Adapun materi yang disajikan oleh tim instruktur, di antaranya: Penguatan karakter bela negara melalui cara berpikir supra rasional, perkenalan permainan matematika bela negara, dinamika kelompok, penyiapan kader Pembina, dan pembekalan menghadapi kedatangan pelajar untuk kegiatan perdana wisata matematika bela negara (WMBN) mendatang, Kamis (08/03/2018).

Foto: Anggota Divisi 2 Kostrad tengah simulasi permainan matematika bela negara
Foto: Antusiasme peserta saat dibuka dengan dinamika kelompok

Dari pelatihan tersebut tidak sebatas teori saja, melainkan diimbangi dengan pembekalan praktik lapangan. Sehingga antusiasme peserta pun semakin meningkat dan bersemangat mengikuti rangkaian pelatihan dari awal sampai dengan akhir.

Disisi lain, berawal dari kekagumannya pada program WMBN sebelumnya saat masih menjabat sebagai Dandim 1007/Banjarmasin, membuat Letkol Inf Wilson Napitupulu mendukung kegiatan serupa di lembaga yang saat ini Ia mengabdi. “Saya sangat menyambut dan mendukung kegiatan ini, karena kegiatan ini memiliki muatan edukasi bela negara yang dikemas dalam konsep kekinian. Oleh karena itu, ke depannya program ini memiliki prospek yang bermanfaat. Akhirnya, Kostrad dapat turut serta memberikan pengenalan bela negara kepada masyarakat sekitar, khususnya para pelajar selaku generasi muda,” ungkap Letkol Inf Wilson Napitupulu yang saat ini menjabat Waaster Kasdivif 2 Kostrad.

Read more...