Menu
RSS

Items filtered by date: September 2018

Sekolah Alquran dan Sains Lumajang Gelar Pelatihan Suprarasional dan MNR


Foto: Pelatihan MNR di Lumajang/Dok. KPM Cabang 13 Lumajang 

BOGORPLUS.COM-LUMAJANG-JAWA TIMUR.--Seiring pesatnya perkembangan ilmu pengetahuan, maka tak dapat disangkal membawa berbagai dampak yang cukup beragam. Agar ilmu yang diterima berdampak positif, maka perlu pembekalan ilmu yang memiliki landasan kepada agama. "Dengan menerapkan cara berpikir suprarasional dan MNR diharapkan menjadi solusi,” ungkap Pak In’am selaku Kepala Sekolah Alquran dan Sains Lumajang.

Bapak In’am menilai kesamaan visi-misi sekolah dengan Klinik Pendidikan MIPA Cabang 13 Lumajang menjadi sebuah fondasi kesadaran peningkatan kualitas pendidikan di Lumajang. Hal tersebut yang membuat Sekolah Alquran dan Sains menggelar pelatihan suprarasional dan MNR, pada tanggal 15-16 September 2018.

Niat semangat berbagi yang ditunjukan sekolah menuai reaksi positif dari lembaga sekitarnya, setidaknya terdapat 70 peserta dari 4 wilayah turut meramaikan pelatihan yang di gawangi Drs. H. Moh Arodhi beserta tim KPM, di antaranya: Malang, Probolinggo, Jember, dan Lumajang sebagai tuan rumah.

Dukungan dari berbagai pihak pun kian mengalir, salah satunya, pengawas SD dan SMP di wilayah Lumajang, Bapak Drs. Tri Muji Santoso. Ia menegaskan bahwa siswa-siswi Lumajang sangat perlu mendapatkan pelajaran Matematika Nalaria Realistik berbasis HOTS. Harapannya, para siswa siap menghadapi perubahan zaman, baik dalam meraih prestasi maupun menghadapi ujian di sekolah yang kini telah menerapkan HOTS.

Selama acara berlangsung, Drs. H. Moh Arodhi selaku pelatih menggugah peserta lewat materinya yang mengusung tema “Menjadi Guru Suprarasional” dan “Strategi Sukses Menjadikan Pelajar Berprestasi lewat Cara Berpikir Suprarasional”.

Dalam paparannya, Pak Arodhi mengatakan, “Untuk menjadikan anak memiliki akhlak baik dan berprestasi tak cukup berbekal ilmu dan mengajar Matematika saja. Seorang guru maupun orangtua secara berjamaah harus memiliki tabungan jiwa yang menjadi landasan utama,” ungkap Pak Arodhi.

“Untuk menjadi guru berkah yang berlandaskan suprarasional, maka guru harus selalu merencanakan kesusahan (dalam bingkai ibadah dan berbuat baik kepada sesama makhluk), seperti: meningkatkan kualitas ibadah menurut keyakinan masing-masing dan belajar untuk meningkatkan kemampuan. Kemudian, faktor penentu lainnya adalah menjadikan Allah Swt, Tuhan Yang Maha Kuasa menjadi tujuan serta meyakini bahwa pahala lebih baik daripada harta,” tutup Pak Arodhi.

Pada kesempatan terpisah, Kepala KPM Cabang 13 Lumajang mengucapkan terima kasih atas kepercayaannya dalam rangka membuat kerja sama pelatihan. “Alhamdulillah pelatihan selama 3 hari berjalan dengan lancar. Insya Allah akan dilanjutkan dengan pelatihan lanjutan,” kata Pak Ulum (sapaan akrabnya).

Sumber: Bahrul Ulum & Tim Media

Read more...

SD Muhammadiyah 06 Jakarta Bekali Kemampuan Guru dengan Metode MNR

Foto: Pelatihan MNR di SD Muhammadiyah 06 Tebet Timur-Jakarta/Dok. KPM

Bogorplus.com-DKI Jakarta—Banyak cara yang bisa dilakukan agar guru dapat meningkatkan kemampuan mengajarnya, seperti yang dilakukan SD Muhammadiyah 06 Tebet Timur, Jakarta yang memiliki “jurus jitu”  membekali para guru untuk meningkatkan kemampuan di bidang matematika, yakni dengan menggelar pelatihan yang bertajuk “Pelatihan Matematika Nalaria Realistik”, pada hari Kamis-Jumat, 13-14 September 2018.

Hal tersebut dibenarkan Kepala Sekolah SD Muhammadiyah 06 Tebet Timur, Syamsudin saat menutup acara pelatihan. Syamsudin menjelaskan, semenjak mendengar kiprah lembaga Klinik Pendidikan MIPA (KPM) dirinya semakin termotivasi untuk menghadirkan pembelajaran MNR di sekolah. Motivasi tersebut semakin dikuatkan tatkala mengikuti pelatihan motivasi bersama Bapak Raden Ridwan Hasan Saputra beberapa waktu yang lalu.

Foto: Peserta pelatihan dilatih kreativitas berpikir dalam menjawab soal/Dok/ KPM

Alasan Pak Syamsudin memilih KPM karena KPM memadukan berbagai aspek dalam membekali guru-guru. “Hal menarik yang ada di KPM kala membekali guru-guru dengan melibatkan berbagai aspek, yakni akal, hati, dan panca indera. Ketiga aspek itulah yang mampu mendorong kemampuan para guru karena tak hanya didukung tentang ilmunya saja, namun hati dan panca indera pun menjadi faktor kunci keberhasilan mengajar guru,” ungkapnya.

Kepala sekolah saat ini tercatat sebagai mahasiswa Pascasarjana UHAMKA Jakarta kembali dibuat tersenyum. Karena setiap kali KPM membekali pelatihan, selalu meninggalkan kesan bermanfaat. Kali ini bukan hanya jejak berbagi ilmu saja, melainkan akan dikuatkan dengan kerja sama membuka Klub Matematika Seikhlasnya (KMS) di SD Muhammadiyah 06 Tebet Timur. “Semoga ikhtiar ini dapat bermanfaat bagi sekolah dalam menciptakan generasi muda yang beriman dan berilmu,” tutup Pak Syamsudin

Sementara itu, salah satu peserta yang bernama Ibu Sri Insani mengungkapkan bahwa dirinya selalu penasaran jika ada teman yang bercerita tentang KPM dan MNR. “Akhirnya rasa penasaran saya terbayarkan. Meskipun baru sebatas “kulitnya” saja, saya sudah mendapatkan ilmu yang luar biasa dari metode MNR ini. Tak hanya sebatas mengerjakan soal-soal, pelatihan ini pun membekali para guru agar menuangkan gagasan berpikir lewat sebuah permainan. Sangat bagus untuk bekal mendidik siswa-siswi kita,” ungkap Alumnus UIN Syarief Hidayatullah ini.

Tim Media

Read more...

Memaknai Gelaran Uji Soal MNR Bagi Yayasan Perguruan Birrul Waalidain

Foto: Ketua Yayasan Perguruan Birrul Waalidain, Drs. H, Memed Jalaludin/Dok. KPM

Bogorplus.com-Bogor, Jawa Barat – Uji Soal Matematika Nalaria Realistik telah resmi dimulai sejak tanggal 13 September 2018 lalu. Kompetisi matematika terbesar di Indonesia ini mampu menyita perhatian publik karena soal yang disajikan pun menarik dan memiliki unsur Higher Order Thinking Skills (HOTS). Tak hanya dari segi soal, biaya untuk mengikuti tes ini pun menerapkan “Sistem Metode Seikhlasnya (sesuai kemampuan peserta)" sehingga siapapun dapat mengikuti kompetisi tersebut.

Tak ingin ketinggalan momen, salah satu sekolah di Bogor, SDIT-SMPIT Birrul Waalidain turut meramaikan gelaran Uji Soal MNR. Sebanyak 554 pelajar kelas 1 SD-9 SMP begitu antusias mengerjakan setiap soal yang disajikan tim Klinik Pendidikan MIPA. Berbekal pengalaman sebagai mitra KPM dengan membuka Klub Matematika Seikhlasnya, kiprah Sekolah Birrul Waalidain Bogor patut diperhitungkan di ajang kompetisi nasional dan internasional.

Drs. H. Memed Jalaludin selaku Ketua Yayasan Perguruan Birrul Waalidain memaknai Uji Soal MNR dengan spirit “Belajar Tidak Boleh Berhenti”. “Mengapa demikian? Berkaca dari generasi muda saat ini yang semakin menurun semangat belajarnya. "Jika kita tidak aktif bertanya, belajar, dan bahu-membahu dalam menuntut ilmu, maka itulah awal dari proses ketertinggalan zaman,” ungkap Pak Memed, sapaan akrabnya dalam kesempatan wawancara, Jumat (14/09/2018).

Lebih lanjut lagi, Pak Memed menilai bahwa KPM adalah salah satu mitra utama dalam pengembangan matematika dan sains di lembaga kami. Atas dasar itu, Sekolah Birrul Waalidain berkomitmen menjaga hubungan baik dan menjalin komunikasi serta mendukung program-program yang dapat memacu potensi para pelajar.

“KPM ini muridnya sudah belasan ribu, bahkan sudah menciptakan jawara olimpiade yang berakhlak dan berilmu. Hal itulah yang menjadi motivasi kami untuk ikut serta dalam kegiatan KPM, salah satunya uji soal MNR,” tambahnya.

Ketika dikonfirmasi terkait manfaat yang telah dirasakan selama bekerja sama dengan KPM, Pak Memed menyebutkan banyak sekali pelajaran hidup yang selaras dengan visi-misi Birrul Walidain. “Terlebih, KPM juga memiliki landasan hidup yang mendayagunakan akal, hati, dan pikiran lewat cara berpikir suprarasional serta penerapan 7 sunah Nabi Muhammad SAW. Hal inilah yang dapat memperkuat generasi muda. Tak hanya kuat dalam ilmu, namun jiwa dan rohani pun turut diperkuat,” ungkapnya.

Koresponden: M. Ihsan, M. Khoiron, dan Tim Media

Read more...

Ratusan Pelajar Sekolah Birrul Waalidain Bogor Ikuti Uji Soal MNR

Foto: Uji Soal MNR digelar di Sekolah Birrul Waalidain Bogor

Bogor, Jawa Barat — Event Uji Soal Matematika Nalaria Realistik 2018/2019 mulai digelar. Di Bogor, sebanyak 554 pelajar sekolah Birrul Waalidain yang terdiri dari kelas 1 SD hingga 9 SMP mengikuti perhelatan tahunan ini, Jumat (14/09/2018). Acara yang berlangsung pada pukul 09.00-10.30 WIB dihadiri juga tim dari Klinik Pendidikan MIPA selaku penyelenggara.

Koordinator kegiatan yang bernama Ibu Rafiqah mengatakan bahwa tujuan para siswa mengikuti uji soal MNR agar para siswa mendapatkan pengalaman bermakna ketika belajar matematika. “Penyajian soal Higher Order Thinking Skills (HOTS) yang dibuat KPM sangat tepat untuk  melatih kemampuan nalar anak. Selain itu, efek dari penerapan latihan soal berbasis HOTS, para siswa dapat terlatih berpikir kreatif dan solutif bagi kehidupannya,” ujar Ibu Rafiqah.

Ibu Rafiqah juga mengaku bersyukur atas  dukungan dari orang tua yang turut andil dalam kegiatan uji soal MNR. Harapannya, semoga dapat memacu sekolah dan siswa untuk berkiprah lebih baik pada ajang kompetisi matematika di level nasional maupun internasional. 

Gelaran uji soal MNR merupakan tahapan menjaring siswa berbakat di bidang matematika. Setiap sekolah dapat mengikutsertakan seluruh siswanya untuk mengikuti event ini. Dan, sekolah Birrul Waalidain merupakan sekolah pertama yang menggelar event nasional di wilayah Bogor.

Kegiatan ini juga merupakan ajang pemetaan dan penguasaan siswa dalam memahami mata pelajaran matematika yang berbasis Higher Order Thinking Skills (HOTS). Setiap siswa ditantang mengerjakan 25 soal pilihan ganda dengan waktu 90 menit. Hasil pengerjaan siswa nantinya akan dianalisis oleh tim Klinik Pendidikan MIPA.

Tak hanya hasil analisis yang diterima, pihak sekolah mendapatkan kuota lebih untuk mengikutsertakan siswanya di babak penyisihan KMNR Se-Indonesia ke-14 (25 November 2018).

Foto: Peserta memanfaatkan momen untuk foto bersama pasca mengerjakan tes uji soal MNR

Dengan segudang manfaat yang didapatkan sekolah, uji soal MNR ini juga event yang dinanti para siswa setiap tahunnya. Salah satunya pelajar dari SMPIT Birrul Waalidain, Galuh Ratu Asha. Siswi kelas 9 ini mengaku senang dengan hadirnya Uji Soal MNR di sekolah. “Senang dan dapat mengasah kemampuan berpikir, di samping itu uniknya, soal-soal KPM menjadi daya tarik saya untuk bersemangat belajar matematika,” ungkap siswi yang memiliki hobi menulis dan membaca ini.

Hal senada juga diungkapkan M. Wildan Fathurrahman, siswa kelas 6. Cita-citanya ingin menjadi seorang pelukis tak menyurutkan semangatnya untuk menjajal soal matematika berbasis HOTS. “Bagi saya, menuntaskan soal-soal matematika berbasis HOTS menjadi bagian dari seni tersendiri untuk mengasah kemampuan, hehehe,”ujarnya sambil berkelakar.

Koresponden: M. Ihsan, M. Khoiron, dan Tim Media

Read more...

Belajar Bernalar Semakin Asyik lewat Permainan Berlian Matematika


Foto: Permainan Berlian Matematika dimainkan beberapa guru saat kegiatan pelatihan

Bogorplus.com.-- Pelajar Klinik Pendidikan MIPA (KPM) memang selalu punya ide unik agar anak-anak menyenangi matematika. Adalah Permainan Berlian Matematika atau PBM karya Muhammad Naufal Fakhrizal dan Rifqi Akmal Tsaqif--Di tahun 2010 masih duduk di bangku Sekolah Dasar-- yang menciptakan ide permainan matematika dibawah arahan dan bimbingan dari Raden Ridwan Hasan Saputra, Presiden Direktur KPM yang juga merupakan Tokoh Perubahan Republika 2013.

Permainan Berlian Matematika (PBM) sendiri merupakan permainan yang awalnya diciptakan khusus untuk Indonesia Science Festival (ISF) 2010, dan berhasil meraih juara pertama dalam kategori Bidang Matematika. Kemudian, permainan ini pun diterapkandalam pembelajaran matematika, dan berhasil mendapat respons yang tinggi dari siswa dan juga kalangan guru. Permainan ini disebut dengan Permainan Berlian Matematika karena bentuk paparnya mirip seperti berlian. PBM sendiri ditujukan bagi murid kelas 1 – 6 Sekolah Dasar. Namun, tidak menutup kemungkinan diperuntukkan juga bagi siswa di level yang lebih tinggi, atau bahkan guru dan orang tua.

Tidak hanya mengasah otak; PBM juga dapat digunakan untuk meningkatkan keterampilan bernalar, mengembangkan strategi, meningkatkan ketrampilan berhitung; dan menumbuhkan minat terhadap matematika yang selama ini masih dianggap menakutkan, PBM juga meningkatkan kemampuan kerjasama di antara siswa, karena permainan ini dimainkan secara berkelompok. Dalam satu kelompok terdiri dari 2 – 4 orang. Dalam paket PBM, terdiri dari papan permainan dan juga kartu-kartu angka yang merupakan bilangan bulat negatif (berwarna merah) dan bilangan bulat positif (berwarna hitam). Pemain yang menjadi pemenang adalah yang berhasil mengumpulkan poin paling besar.

Tertarik untuk mendapatkan dan mencoba Permainan Berlian Matematika? Permainan ini bisa didapatkan di Toko Matematika, Laladon, Ciomas, Kabupaten Bogor. Bagi yang berminat untuk memiliki permainan tersebut dapat memesan atau menghubungi tim produk di nomor 081284585755. Adapun harga PBM cukup terjangkau, yakni Rp 20.000,00 untuk satu paket permainan.

Tim Media dan Tim Litbang

Read more...

Resensi Buku Sains Nalaria Realistik (SNR)

Foto: Kumpulan buku Sains Nalaria Realistik (SNR)/Dok. KPM

Judul               : Sains Nalaria Realistik (SNR)

Penulis            : Tim Sains KPM

Editor              : Tim Sains KPM

Penerbit           : Klinik Pendidikan MIPA

Cetakan           : Cetakan I, Mei 2018

Ukuran            : 17 cm x 24,5 cm

Buku Sains Nalaria Realistik karya Tim IPA KPM ini telah berhasil menyampaikan materi IPA dengan mengutamakan perkembangan pada pengembangan daya nalar siswa. Sehingga siswa dipersiapkan untuk dapat memecahkan persoalan yang sering ditemukan dalam kehidupan sehari-hari. Kumpulan soalnya bertahap berdasarkan metode Sains Nalaria Realistik (SNR). Meskipun menggunakan metode SNR, penggunaan bahasa yang digunakan dalam buku ini sangat  mudah dipahami oleh siswa. Selain itu, buku ini juga telah disesuaikan dengan kemampuan pemahaman siswa sekolah dalam memahami materi dan menjawab soal-soal, sehingga harapannya dapat memudahkan siswa dalam menyelesaikan soal-soal yang diberikan di sekolah bahkan untuk menaklukkan soal HOTS. Keunggulan lainnya dari buku SNR ini adalah tata letak yang baik dan dikemas dengan tampilan yang menarik sehingga membuat siswa tidak bosan untuk membacanya.

Manfaat metode SNR adalah siswa akan lebih mudah memahami materi sains, menghasilkan siswa yang terlatih penalarannya. Bahkan tidak hanya berdampak pada pelajaran sains, siswa juga akan lebih mudah memahami pelajaran lainnya karena kemampuan nalarnya telah terasah. Sehingga, siswa siap menghadapi soal apapun dalam berbagai kompetisi di bidang sains dan bidang umum lainnya. Tak hanya itu, siswa akan terampil dalam  melakukan eksperimen sains dan terbiasa berpikir secara ilmiah.

Buku yang tersedia dari kelas 3 SD hingga kelas 8 SMP ini, selain unggul dalam penerapan metode Sains Nalaria Realistik-nya (SNR), tetapi juga unggul dalam soal HOTS nya. Ciri khas metode Sains Nalaria realistik (SNR) yang mendukung dalam pemecahan soal HOTS yaitu menekankan pada penggunaan penalaran dalam memahami konsep sains. Dengan meningkatnya nalar siswa, hal ini akan berdampak pada peningkatan keterampilan pemahaman, daya konsep serta penalaran & komunikasi siswa, khususnya dalam materi sains. Dan yang menjadi ciri khas metode SNR ini dalam menunjang pemecahan soal HOTS siswa adalah adanya pemahaman lanjut tentang pemecahan masalah serta pemberian soal eksplorasi dan praktikum sains dikemas dengan metode pengajaran yang menarik dan memudahkan siswa dalam memahami materi IPA.

Buku yang terbit pada Mei 2018 ini, terdiri dari  beberapa tahapan, yaitu pemberian peta konsep, pemberian masalah nyata, pemahaman konsep, penalaran komunikasi dan eksplorasi. Peta konsep yang diberikan tidak seperti kebanyakan buku paket lainnya. Pada peta konsep, siswa diberikan ruang untuk menuliskan dan melengkapi diagram yang kosong. Hal ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan awal siswa atas penguasaan materi. Pemberian soal masalah nyata bertujuan agar siswa tertarik untuk mengikuti materi tersebut karena terlibat dan merasa berkepentingan untuk mempelajarinya. Pemberian soal pemahaman konsep bertujuan untuk memperkuat teori dasar tentang materi IPA. Sedangkan soal penalaran dan komunikasi bertujuan untuk meningkatkan daya nalar dan menuangkan ide serta gagasannya, baik secara tertulis maupun lisan. Di bagian akhir dari setiap bab yang dibahas dalam buku ini diselingi dengan soal eksplorasi yang bertujuan sebagai penyegaran dan sekaligus mengembangkan daya observasi siswa setelah mendapatkan materi. Selain itu, soal eksplorasi juga bertujuan untuk membuat pemahaman materi tersebut menjadi mudah dan menyenangkan bagi siswa.

Buku ini juga dilengkapi dengan soal review UTS dan UAS dan kumpulan soal UN (khusus untuk Buku SNR kelas 6). Tentunya buku ini menjadi buku pegangan wajib untuk seluruh siswa yang belajar di KPM. Meskipun begitu,  masyarakat bisa memiliki buku ini. Buku ini sangat cocok digunakan sebagai buku pegangan oleh seluruh siswa yang ingin memahami materi IPA dengan lebih mudah. So, grab it fast!

Sumber: Febie Leona Tiffany 

Read more...

SMP Santo Bernardus Madiun Sosialisasikan Metode Matematika Nalaria Realistik


Foto: Pelatihan MNR di SMP Santor Bernardus

Bogorplus-Madiun-Jawa Timur — Pelajaran matematika dengan masih kerap menjadi momok menakutkan bagi sebagian pelajar kita. Hal tersebut menggugah kesadaran SMP Santo Bernardus Madiun untuk mensosialisasikan Matematika Nalaria Realistik (MNR) agar menjadi solusi atas permasalahan tersebut.

Bertempat di Aula SMP Santo Bernardus, Madiun, PELATIHAN MNR digelar pada tanggal 05-07 September 2018 dengan menghadirkan trainer dari KPM Pusat, yakni Bapak H. Moh Arodhi dan Bapak Taufik Hidayah.

Sedikitnya 55 guru matematika dari 29 sekolah (SD dan SMP Sederajat) dari berbagai kota seperti: Madiun, Ngawi, Magetan, Ponorogo, Klaten, Sidoarjo, Malang, dan Mojokerto, tumpah ruah menyimak paparan materi dari para trainer KPM.

Acara yang berlangsung pada pukul 08.00-16. 00 WIB setiap harinya, mendapat apresiasi dan sambutan hangat dari para peserta. Beragam materi pelatihan disajikan, di antaranya: menjadi guru berkah dengan cara berpikir suprarasional, konsep pembelajaran (MNR) hingga materi eksplorasi matematika yang disajikan dalam bentuk permainan.

Salah satu peserta, Ibu Yuni Indrawati menuturkan, meskipun harus menempuh perjalanan 35 KM tak menyurutkan semangat untuk belajar. Kedatangan guru asal SD Muhammadiyah 1 Magetan ini terus berikhtiar untuk belajar. “Suasana pelatihan sangat hangat tatkala ada sistem diskusi dengan kelompok sehingga proses belajar pun semakin menyenangkan dan bisa dijadikan ajang saling  mengenal dengan peserta lain,” ungkapnya.

Senada dengan hal tersebut, Kepala SMP Santo Bernardus, Sr. Maria Theofila Muit, OSU angkat suara karena terkesan dengan pelatihan yang disajikan oleh tim KPM. “Kami bersyukur acara ini mampu memotivasi para guru untuk mengingatkan kembali jati diri sebagai seorang guru agar mendidik dengan penuh keikhlasan."

“Dari sisi materi pun amat menarik, belajar matematika dengan formula MNR akan semakin menambah wawasan para guru  dalam memberikan materi kepada murid. Hal inilah yang akan menjadikan guru berpikir kreatif,” lanjutnya.

Pasca digelarnya pelatihan, Ibu Maria pun berharap kerja sama dengan KPM dapat terus dilanjutkan. “Karena persoalan saat ini adalah bagaimana agar menjadikan guru dan siswa berpikir kritis, kreatif, dan solutif. Pertanyaan tersebut sudah terpecahkan jika kita mengkaji lebih dalam tentang Matematika Nalaria Realistik,” tutup Ibu Maria.

Koresponden: Fitra Kurniawan & Tim Media

Read more...

Antusias Para Guru Sekolah Permata Insani Mengkaji Ilmu Cara Berpikir Suprarasional

Foto: Pelatihan Cara Berpikir Suprarasional dan MNR di Sekolah Permata Insani Tangerang-Banten

Tangerang-Banten. – 120 guru TK/SD/SMP/SMA Permata Insani Tangerang dibuat terpana dengan hadirnya motivator Suprarasional, Raden Ridwan Hasan Saputra, Sabtu (08/09/2018) lalu. Riuh semangat dan tawa pun tak terbendung tatkala sosok Tokoh Perubahan Republika memaparkan motivasi “Cara Berpikir Suprarasional”.

Bertempat di Laboratorium multimedia, pelatihan pun berlangsung dengan suasana gembira. Kemampuan komunikasi Pak Ridwan dalam menyampaikan materi secara santai namun bermakna ini sukses pula membekas di sanubari peserta.

Foto: Peserta Pelatihan Cara Berpikir Suprarasional dan MNR di Sekolah Permata Insani Tangerang-Banten

Terbukti, meskipun acara selesai pada pukul 17.00 WIB, ratusan peserta masih terlihat antusias mengikuti jalannya kegiatan. “Biasanya kalau pelatihan lain peserta sudah terlihat jenuh, namun kali ini sungguh berbeda. Peserta dibuat begitu antusias dan semangat,” ungkap pembawa acara dalam keterangan pers.

Tak hanya pembawa acara, peserta lain pun mengaku bersyukur dan senang mengikuti aktivitas selama pelatihan. “Alhamdulillah senang, motivasi suprarasional sangat berbeda. Meskipun baru pertama kali, sosok Pak Ridwan berhasil menyita perhatian saya,” ungkap salah satu guru SMP Permata Insani.

Di akhir kegiatan, secara spontan para peserta menyanyikan lagu “terima kasih” kepada Pak Ridwan yang telah membekali peserta ilmu cara berpikir suprarasional.

Dalam sambutannya, Bapak Eko Hardi Saputra selaku Ketua Yayasan Pandu Pertiwi berharap pelatihan suprarasional dapat meninggikan derajat seorang guru dalam mendidik para pelajar di Sekolah Permata Insani.

Tim Media

Read more...

Antusias Para Guru Sekolah Permata Insani Mengkaji Ilmu Cara Berpikir Suprarasional

Foto: Pelatihan Cara Berpikir Suprarasional dan MNR di Sekolah Permata Insani Tangerang-Banten

Bogorplus.com-Tangerang-Banten. – 120 guru TK/SD/SMP/SMA Permata Insani Tangerang dibuat terpana dengan hadirnya motivator Suprarasional, Raden Ridwan Hasan Saputra, Sabtu (08/09/2018) lalu. Riuh semangat dan tawa pun tak terbendung tatkala sosok Tokoh Perubahan Republika memaparkan motivasi “Cara Berpikir Suprarasional”.

Bertempat di Laboratorium multimedia, pelatihan pun berlangsung dengan suasana gembira. Kemampuan komunikasi Pak Ridwan dalam menyampaikan materi secara santai namun bermakna ini sukses pula membekas di sanubari peserta.

Foto: Peserta Pelatihan Cara Berpikir Suprarasional dan MNR di Sekolah Permata Insani Tangerang-Banten

Terbukti, meskipun acara selesai pada pukul 17.00 WIB, ratusan peserta masih terlihat antusias mengikuti jalannya kegiatan. “Biasanya kalau pelatihan lain peserta sudah terlihat jenuh, namun kali ini sungguh berbeda. Peserta dibuat begitu antusias dan semangat,” ungkap pembawa acara dalam keterangan pers.

Tak hanya pembawa acara, peserta lain pun mengaku bersyukur dan senang mengikuti aktivitas selama pelatihan. “Alhamdulillah senang, motivasi suprarasional sangat berbeda. Meskipun baru pertama kali, sosok Pak Ridwan berhasil menyita perhatian saya,” ungkap salah satu guru SMP Permata Insani.

Di akhir kegiatan, secara spontan para peserta menyanyikan lagu “terima kasih” kepada Pak Ridwan yang telah membekali peserta ilmu cara berpikir suprarasional.

Dalam sambutannya, Bapak Eko Hardi Saputra selaku Ketua Yayasan Pandu Pertiwi berharap pelatihan suprarasional dapat meninggikan derajat seorang guru dalam mendidik para pelajar di Sekolah Permata Insani.

Tim Media

Read more...

Klinik Pendidikan MIPA Adalah Sekolah Kehidupan

Foto: Presiden Direktur KPM mengisi materi motivasi dihadapan orang tua siswa KPM di Auditorium Toyyib Hadiwijaya, IPB/Dok. KPM

Dramaga-Kab. Bogor—Minggu Pagi (02/09/2018), terlihat ratusan iring-iringan kendaraan mulai memasuki kawasan Kampus Institut Pertanian Bogor (IPB). IPB Dramaga orang kebanyakan menyebutnya, karena berada tepat di Jalan Raya Dramaga-Bogor.

Semakin siang, rupanya iring-iringan tersebut semakin banyak, bahkan tak hanya mobil, kendaraan roda dua pun turut andil meramaikan area IPB. Arah kendaraan menuju ke salah satu gedung pertemuan, yakni Auditorium Toyyib Hadiwijaya.

Melihat pergerakan tersebut, tim kontributor mencoba mendatangi gedung tersebut. Sesampainya di lokasi, tim dibuat terpana karena di akhir pekan seperti ini banyak orang tua yang rela berbondong-bondong datang untuk mengantarkan putra-putrinya mengikuti ujian (matematika) bulanan dan pertemuan orang tua yang digelar salah satu lembaga pendidikan, yaitu Klinik Pendidikan MIPA (KPM).

Sepintas, tak ada yang berbeda dari pertemuan tersebut. Bak sebuah sekolah yang sedang menggelar sebuah ujian, namun yang terlihat luar biasa adalah jumlah peserta yang hadir mencapai 721 orang yang terdiri dari orang tua dan siswa. Di samping itu, tim juga diburu rasa penasaran, mengapa orang tua dan siswa sebanyak ini rela datang di akhir pekan hanya untuk menghadiri sebuah ujian (matematika) dan pertemuan orang tua?

Foto: Pelajar kelas khusus binaan KPM tampak sedang mengerjakan soal tes eliminasi/Dok. KPM

Rasa penasaran pun sirna saat tim kontributor berhasil mencari tahu apa keunikan dan filosofi dari lembaga KPM, sehingga dapat mendatangkan ratusan orang tua dan siswa di akhir pekan.

Di sudut ruangan lain, tim kontributor bertemu dengan salah satu staf yang bertugas. Pak Ziban Lesmana namanya. Pria yang sehari-hari mengurusi tim pendidikan ini membeberkan semua hal detail ihwal kegiatan ini. Dari paparan pria kelahiran Bogor ini terungkap bahwa kegiatan ini merupakan ujian eliminasi yang digelar setiap bulan untuk mengetahui kemampuan siswa didik KPM dalam mengikuti proses KBM di kelas khusus. Sedangkan kelas khusus adalah kelas yang diikuti para pelajar yang menyukai dan memiliki kemampuan matematika dan IPA di atas rata-rata. Di samping itu, kegiatan ini juga dijadikan ajang silaturahmi antar orang tua dan tim KPM untuk mengevaluasi KBM dan menginformasikan kegiatan KPM lainnya,” ungkap Pak Ziban.

Foto: Ratusan orang tua memadati Auditorium Toyyib Hadiwijaya, IPB Bogor dalam rangka menghadiri pertemuan orang tua siswa/Dok. KPM

Penelusuran ini pun akhirnya membuahkan hasil, tim mencoba mendalami motivasi orang tua yang begitu antusias mengikuti kegiatan tersebut. Rupanya, visi-misi dan falsafah KPM menjadi daya pikat bagi orang tua siswa KPM. Lembaga yang berdiri pada tahun 2001 ini menerapkan falsafah yang berbeda dari lembaga lain dalam kegiatan KBM.

Beberapa gagasan yang telah dirasakan manfaatnya di antaranya: Sistem Metode Seikhlasnya (SMS), Matematika Nalaria Realistik (MNR), dan Cara Berpikir Suprarasional. Gagasan tersebut rupanya tak terlepas dari buah pemikiran Raden Ridwan Hasan Saputra, seorang motivator Suprarasional sekaligus pelatih olimpiade Matematika internasional.

Dalam paparannya, Sang Motivator menuturkan sebuah pesan yang ternyata inilah resep jitu sehingga lembaga tersebut makin digandrungi para orang tua dan pecinta matematika dari penjuru wilayah di Indonesia.

Pertama, KPM adalah lembaga yang berfokus menyebarkan Sistem Metode Seikhlasnya (SMS) dan Matematika Nalaria Realistik (MNR). Karya dan pencapaian luar biasa di dunia olimpiade matematika telah ditorehkan KPM,  Menariknya, bagi KPM, semua capaian tersebut merupakan bonus dari Tuhan Yang Maha Kuasa dari efek penyebaran SMS dan MNR. Penerapan SMS yang dilakukan dengan menerapkan tarif SEIKHLASNYA (sesuai kemampuan) pada saat belajar di KPM sehingga terjadilah subsidi silang antar kalangan yang mampu dan tidak mampu. Tak hanya itu, lembaga yang telah memiliki cabang di beberapa titik memiliki penerapan lain dari SMS. Di antaranya dengan memacu siswa KPM untuk rajin beribadah wajib sesuai keyakinan masing-masing, dan melakukan ibadah sunah lainnya. Hal inilah yang menjadi ciri khas KPM.

Kedua, KPM adalah tempat untuk membuat putra-putri menjadi manusia dekat kepada Sang Pemilik Ilmu, Allah SWT. Ada yang menarik dari sisi pembelajaran yang kerap berjalan rutin di KPM, yakni salah satunya menggunakan PR Akhlak. Melalui suplemen yang ada di buku PR Akhlak, KPM terbilang sukses mengajarkan kepada siswa dalam rangka menanamkan kebaikan. Hal yang paling kentara adalah penerapan 7 sunah Nabi Muhammad SAW bagi siswa muslim. Bagi non-muslim pun KPM mengajarkan toleransi agama yang baik dengan mengajak dan mendukung para siswa yang beragama lain tetap menjalankan keyakinan masing-masing. Ketika siswa-siswi KPM sudah dekat kepada Sang Pemilik ilmu (Allah SWT), tak cukup hanya itu saja, KPM juga membekali para siswanya meningkatkan kemampuan Matematika melalui pendekatan Higher Order Thinking Skills. Ikhtiar  tersebut membuat derajat mereka meningkat dan dapat mengukir prestasi dibidang matematika dan mata pelajaran lainnya.

Ketiga, KPM adalah tempat untuk membuat putri-putri Indonesia menabung kebaikan untuk dipetik di masa depan. Kita semua tentu sepakat jika pelajar yang rajin ibadah, maka pahalanya akan bertambah pula. Pahala itulah yang suatu saat dikonversi menjadi kebutuhan hidup (cara berpikir suprarasional) untuk mewujudkan sesuatu yang diinginkan.

Keempat, KPM adalah tempat untuk membuat siswa-siswi membangun jaringan di masa depan. Jika ditelaah, mayoritas alumni (kelas khusus) KPM sukses masuk perguruan tinggi ternama di dalam maupun luar negeri. Hal tersebut  dapat dibilang sebuah peluang karena dapat membuka jaringan untuk mengikuti seleksi perguruan tinggi negeri. Rezeki merupakan salah satu di antaranya, tentu masih banyak lagi manfaat yang akan di dapat siswa/alumni KPM jika berhasil membangun jaringan selama belajar di KPM.

Kelima, KPM adalah tempat mengubah kesusahan menjadi kemudahan. Ada kalanya hidup ini ada susah dan ada senang. KPM memiliki konsep merencanakan kesusahan. Karena dalam konsep berpikir suprarasional, jika kita mengambil peluang susah, maka akan bertemu senang kemudian. Begitu pun sebaliknya. Belajar di KPM dengan datang tiap akhir pekan (kelas khusus), kelas reguler, dan kelas komunitas merupakan bentuk “susah ketika belajar di KPM”. Terlebih, para siswa harus memahami soal berbasis HOTS. Namun, InsyaAllah semakin banyak yang dikorbankan (perilaku positif), akan ada kesenangan yang jauh lebih besar dari yang pengorbanan yang usaha dilalui.

Di akhir kunjungannya, tim kontributor dibuat terpana kembali tatkala Presiden Direktur KPM, Raden Ridwan Hasan Saputra, memberikan kesimpulan dari pesan di atas. Bahwa ada hal yang jauh lebih penting dari proses belajar di KPM, yakni KPM adalah sekolah kehidupan. Belajar di KPM bukan untuk menjadi jawara olimpiade semata, walaupun KPM sering mendominasi berbagai kegiatan olimpiade. Di samping itu semua hanya bonus yang diberikan Tuhan Yang Maha Kuasa karena efek penerapan cara berpikir suprarasional.

Tim Media

Read more...