Menu
RSS
Top Banner Nasional

Uji Soal MNR 2018 Hampir Capai 300 Ribu Peserta di Pekan Ketiga

Foto: Uji Soal MNR di SDK Marsudirini Negara, Bali, Sabtu (06/10/2018)/Dok. Facebook Ngurah Bagus Arthayasa 

Bogorplus.com-Bogor-Jawa Barat –  Memasuki pekan ketiga gelaran Uji Soal MNR 2018, total peserta per tanggal 11 Oktober 2018 pukul 15.00 WIB mencapai angka  295.774 peserta. Angka tersebut hampir menyentuh angka 300.000 peserta. Dimana pada pekan kedua per tanggal 29 September 2018 tercatat ada 101.257 peserta. 

Kepala Divisi Lomba KPM, Muchammad Fachri mengaku bersyukur atas capaian tersebut. “Alhamdulillah ada peningkatan yang cukup signifikan dalam waktu sepekan,” kata Fachri dalam keterangannya. 

“Jumlah tersebut meliputi sekolah yang sudah dan akan menyelenggarakan uji soal MNR. Selain antusiasme yang tinggi karena dirasa sangat bermanfaat dan menggunakan sistem bayaran seikhlasnya, angka ini juga didukung dari banyaknya kota/kab yang mengikuti gelaran terbesar di Indonesia ini,” ungkap Fachri. 

Lebih lanjutnya, Fachri menyebutkan wilayah yang sudah terdaftar di KPM Pusat di antaranya: Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi, Sukabumi, Serang, Cikarang, Tasikmalaya, Palembang, Pekanbaru, Padang, Samarinda,  Solo, Semarang, Surabaya, Jember, Bojonegoro, Lumajang, Lamongan, Tuban, Jombang, Sidoarjo, Madiun, Situbondo, Mojokerto, Nganjuk, Magetan, Banyuwangi, Kediri, Ponorogo, Malang, Probolinggo, Gresik, Blitar, Tulungagung, Denpasar dan Timika. Bahkan, perwakilan sekolah di Sorong, Papua Barat akan turut andil. 

Foto: Uji Soal MNR di SD Insan Kamil Bogor, Kamis (11/10/2018)/Dok. Facebook SD Insan Kamil Bogor

 “Atas pencapaian yang telah diraih hingga saat ini, Klinik Pendidikan MIPA mengapresiasi kinerja dan dedikasi tim cabang dan mitra di berbagai daerah. KPM juga menyampaikan terima kasih kepada pihak sekolah yang telah mempercayakan kepada KPM untuk mengukur kemampuan HOTS siswa/siswi di sekolahnya. Semoga kegiatan ini dapat memberikan manfaat dan mempererat kolaborasi KPM  dan sekolah di bidang pendidikan”, tutupnya. 

Sementara itu, informasi yang berhasil dihimpun, KPM masih akan terus membuka dan menerima kerja sama kegiatan uji soal MNR. Bagi para guru dan pelajar yang ingin mengadakan event uji soal MNR di sekolahnya, silakan manfaatkan kesempatan terbatas ini. Event ini digelar hanya sampai tanggal 20 Oktober 2018. Informasi lebih lanjut dapat menghubungi tim KPM Pusat (08128546962) atau dapat menghubungi kantor Cabang & Mitra KPM (lihat disini) serta Rumah Pendidikan MIPA (lihat disini).

Informasi selengkapnya silahkan saksikan tayangan dibawah ini 

Tim Media 

Read more...

Kadisdik Kab. Majene Buka Acara Pelatihan Peningkatan Kompetensi Guru Matematika Berbasis HOTS

Bogorplus.com-Kab. Majene, Sulawesi Barat – Pelatihan peningkatan kompetensi guru matematika berbasis Higher Order Thinking Skill (HOTS) yang diprakarsai Kemendikbud memasuki gelombang kedua. Pasca digelar di Kab. Landak, Kalimantan Barat beberapa waktu lalu, tim dari Klinik Pendidikan MIPA (KPM) bertandang ke Kab. Majene, Sulawesi Barat untuk memberikan pelatihan serupa, bertempat di Hotel Villa Bogor, Kecamatan Banggae Timur, Kab. Majene, pada tanggal 08-11 Oktober 2018.

Pada pelatihan kali ini, tim KPM masih diamanahi sebagai pelaksana untuk membekali kompetensi guru matematika di Kab. Majene. Kegiatan yang diperuntukkan bagi guru Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) bertujuan meningkatkan kualitas para guru dalam mengajar matematika berbasis HOTS.

Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda & Olah Raga Kab. Majene, Drs. H. Muhammad Ashar, M. Si, secara resmi membuka pelatihan yang dihadiri 40 peserta guru, Senin (08/10/2018) siang.

Pak Ashar selaku Kadisdik menyambut baik dan berbangga karena Kab. Majene mendapat kesempatan digelarnya pelatihan matematika berbasis HOTS. “Dari pelatihan ini semoga dapat berlanjut,” ungkapnya.

Di samping itu, Pak Ashar juga berpesan agar para peserta dapat memanfaatkan momentum ini sebagai ajang berkreasi dan berinovasi dengan mengikuti ilmu pengetahuan sesuai perkembangan zaman. Selain itu, Ia pun berharap para guru dapat mempengaruhi peserta didik bahwa matematika itu bukan untuk ditakuti, melainkan untuk disenangi.

Pak Ashar juga meyakini, jika para guru dapat melaksanakan dengan sepenuh hati sesuai prinsip cara berpikir suprarasional, sangat mungkin para peserta didik akan menyenangi pelajaran matematika. “Hal itu juga akan berdampak pada peningkatan hasil belajar dan UN/UASBN yang akan diperoleh oleh siswa,” tutup Pak Ashar.

Selama 4 hari ke depan, peserta akan mempelajari berbagai hal, di antaranya: motivasi menjadi guru hebat dengan cara berpikir suprarasional, pembelajaran matematika berbasis HOTS, permainan eksplorasi matematika hingga menyusun program sebagai wujud tindak lanjut untuk diterapkan di sekolah masing-masing.

Tim Media

Read more...

Kompetisi OMSI Rintis Mimpi Pelajar Indonesia menuju IMSO 2018 Cina

Bogorplus.com-Dramaga-Kab.Bogor – Tak terasa gelaran Olimpiade Matematika dan Sains Indonesia (OMSI) ke-3 sudah mencapai puncaknya (babak final). Sedikitnya ada 476 siswa dari 238 Sekolah Dasar dari berbagai daerah di Indonesia, memadati Auditorium Toyyib Hadiwijaya, Fakultas Pertanian, Institut Pertanian Bogor (IPB), Minggu (15/07/2018).

sejak kehadiran lomba OMSI pada tahun 2016 lalu, OMSI telah menjadi pilihan lomba favorit bagi para pelajar di Indonesia. Meskipun dengan biaya pendaftaran seikhlasnya, para jawara OMSI nanti berpeluang mengikuti ajang kompetisi internasional bergengsi, yakni International Mathematics and Science Olympiad (IMSO) yang akan digelar di Cina mendatang.

Tercatat, pada tahun 2018 babak penyisihan diikuti 3.137 peserta kelas 4 dan 5 SD. Antusiasme tersebut terlihat dari jumlah perwakilan provinsi yang hadir, di antaranya: Provinsi Riau, Provinsi Sumatera Selatan, Provinsi Banten, Provinsi Jawa Barat, Provinsi Jawa Tengah, Provinsi Jawa Timur, Provinsi Bali, Provinsi Nusa Tenggara Barat, Provinsi Kalimantan Timur, Provinsi Sulawesi Tengah, dan Provinsi Sulawesi Selatan.

OMSI adalah kompetisi bertaraf nasional yang  mengombinasikan tes ujian terhadap penguasaan bidang studi matematika dan sains. Lomba ini sangat cocok bagi siswa kelas 4 -  5 SD/Sederajat yang menginginkan tantangan berbeda.

Menurut pantauan kontributor Bogorplus.com, pada babak final kali ini, peserta mengerjakan 18 soal matematika (8 pilihan ganda, 8 isian singkat, dan 2 uraian), serta 22 soal IPA (12 pilihan ganda, 8 isian singkat, dan 2 uraian) dalam waktu 120 menit. Dan, panitia memberikan hadiah cukup menarik. Selain piala, uang tunai, dan sertifikat, KPM memberikan program pembinaan gratis dalam rangka seleksi menuju IMSO 2018 bagi peraih juara umum dan medali emas.

Acara yang dimulai pukul 08.00 WIB ini, berlangsung sampai pukul 15.00 WIB. Ragam acara hiburan dan ice breaking disajikan panitia untuk menambah suasana menjadi ceria dan terhibur. Disela-sela peserta mengikuti tes, para orang tua dan pendamping mengikuti acara seminar dengan tema “Melejetikan Potensi Anak dengan Cara Berpikir Suprarasional”.

Wakil Pimpinan Klinik Pendidikan MIPA, H. Moh Arodhi menerangkan bahwa KPM Menyelenggarakan event OMSI, sebagai salah satu upaya memberikan kesempatan dan menjaring pelajar Indonesia untuk tampil di kancah internasional, yakni mengikuti IMSO di Cina, pada tanggal 28 September - 3 Oktober 2018.

“Karena KPM mendapatkan kesempatan dan dipercaya bisa mengirimkan delegasi atas nama KPM. Maka, kesempatan ini kami wujudkan dengan menggelar seleksi terbuka (melalui OMSI) agar para pelajar yang lain memiliki kesempatan,” ujar Pak Arodhi.

“Terlebih, biasanya yang dapat menapaki panggung IMSO adalah hanya para pelajar yang didominasi dari perhelatan OSN, imbuhnya.

Disamping menjadi wadah seleksi menuju kompetisi internasional, OMSI juga diharapkan menjadi sarana membangun karakter. “Kita ketahui, setiap perhelatan lomba, para pelajar sibuk dengan aktivitas belajar dan berdoa.  Hal seperti ini, terkadang hanya dilakukan pada momen tertentu saja. Dengan kehadiran OMSI diharapkan menjadi sarana menumbuhkembangkan lagi semangat rutin belajar dan beribadah dalam rangka meraih kesuksesan dengan mengoptimalkan 3 antena kehidupan (akal, hati dan panca indera) lewat cara berpikir suprarasional,” jelas Pak Arodhi.

Tim Media

Read more...