Menu
RSS
Top Banner Nasional

82.974 Pelajar SD-SMP Ikuti Kompetisi Matematika Nalaria Realistik Se-Indonesia Ke-13

Bogorplus.com-Kab.Bogor – Jawa Barat – Sekitar 82.974 pelajar Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) menyemarakkan perhelatan babak penyisihan lomba matematika yang bertajuk “Kompetisi Matematika Nalaria Realistik Se-Indonesia (KMNR) Se-Indonesia Ke-13” yang digelar Klinik Pendidikan MIPA (KPM), Minggu, (17/12/2017).

Kegiatan dengan bayaran “seikhlasnya” ini telah sukses menggelar event tahunan di berbagai daerah, di antaranya: provinsi Sumatera Utara (Medan), provinsi Sumatera Barat (Padang), provinsi Sumatera Selatan (Palembang, Prabumulih), provinsi Riau (Pekanbaru), provinsi Banten, (Serang, Tangerang, Tangerang Selatan), provinsi DKI Jakarta (Jakarta Timur, Jakarta Barat, Jakarta Pusat, Jakarta Selatan), provinsi Jawa Barat  (Depok, Bogor, Bekasi, Majalengka, Cirebon, Cimahi, Subang, Cikarang, Banjar, Bandung, Sukabumi, Ciamis, Tasikmalaya), provinsi Jawa Tengah (Semarang, Solo, Sukoharjo, Boyolali, Karanganyar, Magelang, Purwokerto, Sragen, Purworejo, Kebumen, Grobogan), provinsi DIY Yogyakarta (Wonosari, Yogyakarta), provinsi Jawa Timur (Surabaya, Sidoarjo, Gresik, Pasuruan, Probolinggo, Situbondo, Banyuwangi, Jember, Lumajang, Malang, Mojokerto, Jombang, Nganjuk, Blitar, Kediri, Tulungagung, Ponorogo, Madiun, Magetan, Bojonegoro, Tuban, dan Lamongan), provinsi Sulawesi Selatan (Makasar), provinsi Sulawesi Tengah (Palu), provinsi Bali (Denpasar),

Rasa syukur dan ucapan terima kasih disampaikan panitia pengarah KPM Pusat, Asep Sapa’at kepada seluruh pihak yang berkontribusi menyukseskan terselenggaranya kegiatan ini. “Alhamdulillah hari ini (17/12/2017) kami patut bersyukur, tim KPM juga menyampaikan apresiasi kepada cabang, mitra, dan sekolah penyelenggara karena telah berjibaku dan penuh dedikasi dalam menyukseskan gelaran babak penyisihan Kompetisi Matematika Nalaria Realistik Se- Indonesia Ke-13 di wilayah masing-masing,” ujarnya.

Selanjutnya, Kang Asep (sapaan akrabnya) memaparkan poin penting dalam KMNR tahun ini. “Kita melihat meningkatnya jumlah peserta tidak terlepas dari antusiasme orangtua dan anak-anak terhadap metode Sistem Metode Seikhlasnya (SMS) dan Matematika Nalaria Realistik (MNR). Pertama, secara filosofis, KPM menggelar kegiatan dengan biaya seikhlasnya untuk memfasilitasi para pelajar dari semua anak yang punya minat dan bakat di bidang matematika untuk terus belajar dan berprestasi tanpa terkendala finansial,” tambahnya.

Kedua,  ajang ini juga sangat bermakna bagi anak untuk saling bertukar pengetahuan, menambah teman, dan melatih kemampuan bernalar. Oleh sebab itu, KPM akan terus berkomitmen untuk menggelar kegiatan serupa, dan berharap dalam jangka panjang, kita bisa menjaring aset-aset berkualitas di bidang matematika.

“Ketiga, uniknya dari kompetisi ini, meskipun bayaran seikhlasnya, pada tahun ini, ada penghargaan khusus kepada peserta terbaik untuk setiap jenjang kelas berupa kesempatan mengikuti kompetisi tingkat internasional di Singapura, yaitu IMCS (Internasional Mathematics Contest Singapore) tahun 2018,” tutup Asep Sapa’at saat sedang meninjau langsung aktivitas babak penyisihan wilayah Bogor.

Dalam rilis yang diterima bogorplus.com. Klinik Pendidikan MIPA melombakan mulai kelas 1 SD sampai 9 SMP. Adapun setiap peserta mengerjakan 25 soal pilihan ganda, dengan durasi 90 menit dan hasilnya akan diumumkan pada tanggal 16 Januari 2018 di Republika Online & www.kpmseikhlasnya.com.

Sumber: Lomba KPM

Read more...

Serunya Liburan Akhir Pekan Bersama Fun Math and Science

Bogorplus.com-Pulo Gadung-Jakarta Timur-- Sebanyak 230 pelajar kelas 2 SD - 9 SMP/Sederajat, berbondong - bondong datang ke SD Muhammadiyah 24 Rawamangun, Jakarta Timur. Pada hari sabtu (09/12/2017), sekolah yang beralamat di Jalan Balai Pustaka Barat No.2, RT. 04/RW. 12, Rawamangun, Jakarta Timur menggelar acara Fun Math and Science (FMS).

Seperti yang diketahui, kegiatan FMS yang digagas Read1 Learning & Development Center (RLDC) menerapkan metode active learning, fun learning, dan experiential learning. Desain pengalaman belajar dibuat menjadi lebih interaktif, mengesankan dan menyenangkan. Harapannya, hal ini berdampak positif bagi peningkatan motivasi belajar, penguatan pendidikan karakter, sikap, mental bahkan kemampuan siswa.q Acara FMS memberikan bekal kepada siswa pentingnya keterampilan berpikir kriti -kreatif, komunikatif, kolaborasi dan kerjasama.

“Apakah di sini ada yang tidak suka dengan mata pelajaran MIPA?” tanya Dwi Samto saat membuka acara. Faktanya, banyak sekali yang tidak suka akan mata pelajaran tersebut. Tentunya hal ini merupakan pekerjaan rumah bagi kita semua karena matematika dan sains kerap menjadi momok menakutkan bagi setiap anak.

“Atas hal itu, perlu adanya upaya agar Kita dapat menciptakan metode pembelajaran yang berkualitas, berorientasi pada kebutuhan belajar anak, serta mampu mengasah keterampilan hidup anak. Di sinilah FMS hadir untuk memfasilitasi proses belajar anak secara nyata dan kontekstual" kata Kak Dwi sapaan akrabnya.

Pria yang telah malang melintang dalam permainan kreatif ini menilai, “Permainan matematika dan sains yang digagas bersama tim ini berharap menjadi pilihan strategi pembelajaran yang menyenangkan, Di antaranya: tic tac toe , hopper , logic , wheel math games, water vs oil experiment, and ballon race.

Putri dan Dzaki salah satu peserta mengatakan, “Mereka sangat senang bisa mengikut acara fun math and sceince ini. Banyak ilmu yang di dapat dan banyak temen baru. Hal yang paling berkesan saat melakukan oil vs water experiment. Ternyata saya bisa mengambil kesimpulan bahwa air dan minyak tidak bisa bersatu karena masa air lebih berat dari minyak,” ungkap Putri dan Dzaki saat bermain dengan dalam satu kelompok.

Di akhir acara, Kak Dwi menanyakan kembali kepada semua peserta terkait kesan ikut acara FMS. Ternyata mayoritas peserta yang telah mengikuti Fun Math and Science (FMS) ini mengaku puas dan senang sehingga semakin ingin mendalami lebih jauh tentang MIPA.

 

Sumber: M Ihsan/FMS/RLDC-KPM

Read more...

Tim Klinik Pendidikan MIPA Raih Prestasi Lomba Matematika di Malaysia

Kedah-Malaysia -- Tim Olimpiade Matematika Klinik Pendidikan MIPA (KPM) kembali menorehkan prestasi pada ajang Challenge for Future Mathematicians’ ke-4 pada tanggal 08 s.d. 11 Desember 2017 di Sungai Petani, Kedah, Malaysia. Pada CFM ke-4 tahun 2017 ini, Tim Klinik Pendidikan MIPA (KPM) berhasil meraih 2 medali perak, 9 medali perunggu, 13 Merit, 1 trofi 1st Runner Up Team. Sebuah prestasi yang patut disyukuri karena pada kali ini KPM banyak menurunkan komposisi tim dari peserta pemula yang baru pertama kali ikut ambil bagian di ajang CFM ini. Prestasi anak-anak Indonesia di kompetisi CFM ini dapat memberikan motivasi yang lebih bagi siswa untuk bisa meningkatkan prestasi pada kompetisi dengan tingkat yang lebih tinggi di kancah kompetisi matematika internasional lainnya.

Challenge for Future Mathematicians’ (CFM) ke-4 merupakan kompetisi tahunan yang diperuntukkan bagi siswa pemula di tingkat internasional karena soal yang disajikan merupakan soal yang sangat mendasar dan tapi membutuhkan penalaran yang diperlukan oleh setiap siswa pemula untuk mendapatkan pengalaman sebagai persiapan mereka untuk melangkah ke kompetisi dengan tingkat kesulitan yang lebih tinggi.

KPM pada CFM ke-4 ini mengirimkan 24 peserta yang terbagi menjadi 6 Tim, yaitu 1 tim Middle Primary (kelas 3-4), 3 tim Upper Primary (kelas 5-6), dan 2 tim Junior (Siswa SMP) yang didampingi 1 team leader dan 5 deputy leader. Semua peserta dibina oleh Klinik Pendidikan MIPA (KPM) Bogor dibawah asuhan pelatih Olimpiade Nasional dan Internasional, Raden Ridwan Hasan Saputra. Pembinaan yang dilakukan KPM bukan hanya bertumpu pada pembinaan akademik semata, tapi juga pembinaan spiritual, team building, serta pendidikan karakter, dan pembinaan jasmani.

Kompetisi ini diikuti oleh 48 peserta siswa Middle Primary(MP), 52 siswa Upper Primary(UP), dan 48 siswa Junior yang dikelompokkan menjadi 12 tim MP, 13 tim UP, dan 12 tim Junior. 5 negara kontestan CFM, yaitu Indonesia, Malaysia, Filipina, Thailand, dan Vietnam. Tiap peserta harus menghadapi 2 tes, yaitu lomba individu dan lomba tim. Pada lomba individu di level MP dan UP, peserta harus mengerjakan 20 soal isian singkat. Sedangkan tiap peserta Junior mengerjakan 16 soal isian singkat dan 2 soal uraian. Untuk lomba individu berlangsung selama 90 menit. Sedangkan pada lomba tim, baik siswa tingkat MP, UP, dan Junior dalam 1 team (4 orang) mengerjakan 10 soal, di mana 8 soal pertama dikerjakan secara individual setelah mendiskusikan soal mana yang dikerjakan tiap siswa selama 35 menit, dan 2 soal terakhir dikerjakan bersama-sama dalam waktu 35 menit.

Salah satu peserta yang bernama Farel Zakwan Andarya, siswa kelas 6 dari SDN Cibatok 03 yang juga merupakan siswa KPM Bogor di kelas 6 Berbakat A mengungkapkan pendapatnya terkait soal soal CFM kali ini yang menurutnya lumayan menantang dan unik. Untuk menghadapi lomba CFM kali ini, Farel membekali diri dengan belajar mengerjakan soal soal matematika dan juga menambah tabungan jiwa sebanyak mungkin. Walaupun berangkat ke kompetisi CFM dalam keadaan sakit, tapi Farel berhasil meraih medali perak, dan timnya meraih penghargaan 1st Runner Up Team (juara ke 2). Terakhir Farel mengungkapkan dia sangat bahagia dan senang bisa mengikuti kompetisi CFM kali ini karena bisa mendapat banyak teman dan dapat berinteraksi bersama orang dari luar negeri.

Salah satu peserta lain, yaitu Novelya Putri Ramadhani, siswi kelas 8 dari sekolah SMP Islam Athirah 1, Makassar yang juga merupakan siswi KPM Makassar, mengungkapkan bahwa lomba CFM kali ini soalnya menantang. Di beberapa soal Novelya mengaku kurang teliti menyelesaikannya. Walaupun demikian Novelya menyatakan sangat senang bisa mengikuti CFM kali ini. Novelya berhasil meraih medali perak. Bagi Novelya, mengikuti kompetisi CFM bukan sekadar untuk mengasah kemampuan di bidang matematika, tapi juga menambah pengalaman dan menambah teman dari negara lain.

Orang tua dari Gregory Edward Suryawan tak bisa menyembunyikan rasa senangnya dan bersyukur karena anaknya bisa mengikuti CFM bersama KPM.  Beliau mengungkapkan bahwa bimbingan dari KPM sangat luar biasa dan sangat memuaskan, sesuai moto KPM yg tidak ada di tempat lain. Selama karantina anak- anak selalu diingatkan untuk takut akan Tuhan dan selalu berbuat baik agar hasil yang diperoleh memuaskan. Sungguh dalam pembinaan yangg singkat selama 1 minggu, anak-anak banyak yang mendapatkan hasil yg terbaik. Beliau pun menyatakan ingin agar Gregory di masa mendatang bisa ikut lagi berkompetisi bersama KPM.

Thyeadi Tungson, team leader tim KPM pada CFM kali ini mengungkapkan keberhasilan yang diraih oleh Tim KPM kali ini tidak terlepas dari pembinaan suprarasional, team building, dan juga pembekalan karakter yang diberikan kepada peserta diluar materi latihan soal-soal olimpiade matematika selama masa karantina. Thyeadi mengungkapkan, kompetisi matematika itu perlu bagi siswa untuk mengasah kemampuannya dibidang matematika, tapi yang lebih penting adalah siswa mampu menjaga ibadahnya, selalu menjaga sikap dan tingkah laku, menunjukkan sopan santun, dan juga saling menghormati selama berkompetisi. Sebuah perasaan bangga diungkapkan Thyeadi pada CFM kali ini karena tim KPM mampu menunjukkan sikap yang baik, ramah, dan rapi. Ini terbukti dari banyaknya ucapan salut yang datang dari panitia dan delegasi dari negara-negara lain terhadap sikap tim KPM selama kompetisi berlangsung.

Berikut adalah data capaian Tim KPM pada CFM ke-4 di Sungai Petani, Kedah, Malaysia:

 

Peraih Medali Perak

  • Farel Zakwan Andarya (Upper Primary) SDN Cibatok 03 Bogor
  • Novelya Putri Ramadhani (Junior) SMP Athirah 1 Makassar

 

Peraih Medali Perunggu

  • Andi Fayyaz Rizq (Middle Primary) SD Islam Athirah Makassar 
  • Audwi Putri Revania (Upper Primary) SD Islam Athirah 1 Makassar
  • Abdul Ghani Afandy (Upper Primary) SD Islam Athirah Makassar
  • Gregory Edward Suryawan (Upper Primary) SDK Tunas Daud Mataram
  • Najwa Kahani Fatima (Upper Primary) SD Islamic International School PSM Kediri
  • Muhammad Saddam Prakasa Ramadhan (Upper Primary) SD Al Jannah Islamic School Jakarta
  • Kanaya Shafi Azzahra (Junior) SMP Islam Athirah 2 Makassar
  • Dzubyan Ilman Ramadhan (Junior) SMPIT Al Ibrah Gresik
  • Farhan Nafis Rayhan (Junior) SMPI Al Azhar 19 Cibubur Jakarta

 

Peraih Merit

  • Hafidz Ghaisan Almahiri (Middle Primary) SDN Polisi 1 Bogor
  • Muhammad Haidar Sutan (Middle Primary) SDIT Al Muhajirin
  • Brendanty Ghumaisa Artalia (Middle Primary) SDI Al Azhar 9 Kemang Pratama Bekasi
  • Halaawah Bilqis Athifah (Upper Primary) SDIT At Taufiq Depok
  • Kenzie Caesar Mahardika (Upper Primary) SD Islam Al Azhar 20 Cibubur, Jakarta
  • Nurul Ilmi Hasanah (Upper Primary) SD Polisi 4 Bogor
  • Fahrana Zarifa Walljismi (Upper Primary) SDI ABATA
  • Muhammad Rayhan Khayrul Amri (Upper Primary) SDI ABATA
  • Raihana Bunga Syareefa Setiawan (Upper Primary) SDI ABATA
  • Abid Humam Rusydan (Junior) SMP Al Hikmah Surabaya
  • Hana Azizah (Junior) SMP Negeri 1 Surabaya
  • Maulana M Akbar Aldizar MTSN 1 Kota Tangerang
  • Raja Fahd Saefudin MTsN Tambakberas Jombang

 

Peraih Penghargaan 1st Runner Up Team

  • Audwi Putri Revania (Upper Primary) SD Islam Athirah 1 Makassar
  • Farel Zakwan Andarya (Upper Primary) SDN Cibatok 03
  • Gregory Edward Suryawan (Upper Primary) SDK Tunas Daud Mataram
  • Fahrana Zarifa Walljismi (Upper Primary) SDI ABATA

 

Sumber: Tim lomba/Diklat KPM

Read more...