Menu
RSS
Top Banner Nasional

Mendalami Ilmu Matematika sebagai Poros Ilmu Pengetahuan

Bogorplus.com-Ciamis-Jawa Barat. –  Ketika kita melewati Jalan Raya Banjar KM 3. Cijantung Ciamis, sekilas tampak bangunan warna hijau beserta masjid yang cukup besar. Bangunan tersebut merupakan bagian dari Pondok Pesantren (Ponpes) Cijantung. Saat disambangi tim bogorplus.com terdapat hal menarik di Ponpes Cijantung, yakni dari segi penguasaan membaca Alquran dan berdakwah.

Berdiri pada tahun 1935 oleh (Alm) KH. Muhammad Siroj membuat lembaga tersebut mempertahankan kiprahnya sebagai Ponpes yang membawa visi-misi melahirkan generasi Qurani, berakhlakul karimah, cerdas, dan unggul.

Untuk mempertahankan eksistensi prestasi dalam bidang Matematika, Ponpes Cijantung menggelar ‘Workshop Metodologi Pembelajaran Matematika Nalaria Realistik (MNR)' pada tanggal 25 Oktober - 27 Oktober 2017. 

“Kita sepakat bahwa matematika merupakan pelajaran yang tidak disukai anak-anak. Klinik Pendidikan MIPA mampu mengubah pandangan itu. KPM membawa visi-misi ‘Meninggikan Derajat Umat Manusia’. Hal ini sejalan dengan konsep lembaga kami,” ujar Dra. Hj. Ipah Hamidah selaku Kepala Sekolah MI Andalan Cijantung, Ciamis, kepada bogorplus.com, (27/10/17).

Foto: Kepala Sekolah MI Andalan Cijantung, Ciamis/Dra. Hj. Ipah Hamidah/http://andalan.pst-cijantung.sch.id/ 

Ibu Ipah juga menuturkan, “Kita harus memahami terlebih dahulu apa itu matematika. Dari sudut pandang para pakar matematika terdahulu, dapat disimpulkan bahwa pada dasarnya matematika terfokus pada pemikiran (penalaran). Ini berarti, matematika bisa melatih cara berpikir manusia. Matematika juga sebagai poros ilmu pengetahuan karena banyak ilmu-ilmu lain yang pengembangannya bergantung dari matematika,” paparnya.

Kepala Sekolah kelahiran 50 tahun silam ini menambahkan, “KPM dinilai memiliki konsep seperti para ilmuwan terdahulu, yakni melibatkan Allah SWT dalam hal menuntut ilmu. Hal ini yang mendasari lembaga kami untuk bekerjasama membangun poros pembinaan matematika di Ciamis. Sehingga pada akhirnya, peradaban umat Islam dapat kembali terwujud karena banyaknya orang yang bernalar,” tutup Ibu Ipah yang memiliki hobi sebagai pembawa acara ini.

Praktisi pendidikan, Nur Eva Zakiyah, M.Pd menaruh hati pada konsep MNR & Sistem Metode Seikhlasnya (SMS) ini. Keikutsertaannya sejak hari pertama, membuat dosen Pendidikan Matematika di Universitas Galuh Ciamis angkat bicara tentang workshop ini. “Tema workshopnya sangat unik dan untuk pertama kalinya saya menemukan igagasan ini. Banyak hal baru dan inovatif yang saya rasakan, terlebih dengan adanya dukungan cara berpikir supra rasional. Dimana akan membuat para guru menyelami makna ikhlas untuk menjalani peran sebagai pendidik,” ujarnya.

Disamping telah berjalannya kegiatan ini, menurut dia, “Diharapkan peserta tidak merasa puas apa yang sudah didapat. Karena ini merupakan hanya sebagian ‘cangkangnya saja’, belum mendalami sepenuhnya. Semoga dengan kehadiran MNR (Matematika Nalaria Realistik) & SMS (Sistem Metode Seikhlasnya), Kab. Ciamis semakin tercerahkan,” tutupnya.

back to top