Menu
RSS
Top Banner Nasional

Tim Indonesia Raih Champion Pada Ajang International Teenagers Mathematics Olympiad di Davao, Filipina

Tim Olimpiade Matematika Indonesia meraih Champion baik untuk tingkatan siswa Sekolah Dasar (SD) maupun untuk tingkatan Sekolah Menengah Pertama (SMP) pada ajang International Teenagers Mathematics Olympiad (ITMO) ke-8 pada tanggal 08 s.d. 12 November 2017, di Davao, Filipina.

Bogorplus.com-Davao-Filipina. -- Tim Olimpiade Matematika Indonesia meraih Champion baik untuk tingkatan siswa Sekolah Dasar (SD) maupun untuk tingkatan Sekolah Menengah Pertama (SMP) pada ajang International Teenagers Mathematics Olympiad (ITMO) ke-8 pada tanggal 08 s.d. 12 November 2017, di Davao, Filipina. Pada ITMO 2017 ini Tim Indonesia yang terdiri dari Tim Kemendikbud dan Tim Klinik Pendidikan MIPA (KPM) berhasil meraih 12 medali Emas, 22 medali Perak, 13 medali Perunggu, 3 Trophy Champion, 5 Trophy 1st Runner Up, 2 Trophy 2nd Runner Up. Sebuah prestasi yang luar biasa diraih oleh Tim A SD dan Tim A SMP, dimana Tim A SD menjadi Juara umum ke-2 dan Tim A SMP menjadi Juara umum ke-3. Sebuah prestasi yang luar biasa juga ditorehkan oleh salah satu siswa yaitu Justin Adrian Halim dimana pada Lomba Individu, ananda berhasil mendapatkan full score. Kompetisi ini menjadi cetak prestasi yang luar biasa bagi siswa SD dan SMP di kancah Internasional.

International Teenagers Mathematics Olympiad (ITMO) merupakan kompetisi dua tahunan yang bergengsi di tingkat Internasional karena tingkat kesulitan soalnya yang tinggi yang membutuhkan penalaran yang kuat dalam pemecahan soalnya. Indonesia pada ITMO 2017 ini mengirimkan 4 Tim untuk tingkat Sekolah Menengah Pertama dan 2 Tim untuk tingkat Sekolah Dasar yang terdiri dari 4 Team Leader, 4 Deputy Leader, dan 24 peserta. Semua peserta dibina oleh Klinik Pendidikan MIPA (KPM) Bogor dibawah asuhan pelatih Olimpiade Nasional dan Internasional, Raden Ridwan Hasan Saputra. Pembinaan yang dilakukan KPM bukan hanya bertumpu pada pembinaan akademik semata, tapi juga pembinaan spiritual, team building, Pendidikan akhlak dan karakter, pembinaan jasmani, dan rekreasi.

Kompetisi ini diikuti oleh 172 peserta siswa Sekolah Menengah Pertama yang dikelompokkan menjadi 43 tim dan 84 siswa Sekolah Dasar yang dikelompokkan menjadi 21 tim. Lomba ini diikuti oleh siswa-siswi terbaik dari 16 Negara yaitu Afrika Selatan, Bulgaria, China, Filipina, India, Indonesia, Iran, Kamboja, Malaysia, Mongolia, Nepal, Rusia, Sri Lanka, Taiwan, Thailand, dan Vietnam. Tiap Peserta mendapatkan 2 tes yaitu Lomba Individu dan Lomba Tim. Pada Lomba Individu untuk siswa tingkat Sekolah Menengah Pertama mengerjakan 12 soal isian singkat dan 3 soal uraian dalam waktu 120 menit dan untuk siswa tingkat Sekolah Dasar mengerjakan 15 soal isian singkat selama 90 menit, sedangkan pada Lomba Tim baik siswa tingkat Sekolah Dasar dan Sekolah Menengah Pertama dalam 1 team (4 orang) mengerjakan 10 soal, dimana 8 soal pertama dikerjakan secara individual setelah mendiskusikan soal mana yang dikerjakan tiap siswa selama 35 menit, dan 2 soal terakhir dikerjakan bersama-sama dalam waktu 25 menit. Lomba Grup adalah penghargaan yang diberikan pada tim dengan nilainya diperoleh dengan menggabungkan 3 nilai tertinggi dari nilai individu pada tim tersebut.

Salah satu peserta yang bernama Farrel Dwi Reswara Salim dari SMP Kharisma Bangsa Banten yang juga merupakan salah satu siswa KPM mengungkapkan bahwa dirinya sangat senang bisa mendapatkan medali emas pada ajang ITMO 2017 di Davao, Filipina ini. Farrel mengatakan sebelumnya tidak menyangka akan mendapatkan medali emas, karena soal kompetisinya yang susah dan cut off yang tinggi. Kata Farrel lagi untuk mencapai ini dia melakukan latihan latihan rutin olimpiade di Sekolahnya yang dibantu oleh kakak kelasnya dalam belajar. Farrel juga memberikan tips agar bisa menghadapi soal Olimpiade maka harus banyak latihan

Ungkapan kegembiraan mendapatkan medali emas juga diungkapkan oleh Nisrina Fathiyya Nugraha siswa SDIT Nurrul Fikri. Nisrina mengatakan ia senang bisa meraih medali emas pada ajang ITMO 2017 ini. Nisrina mengatakan soal soalnya yang lumayan susah, membuat dia kurang percaya diri ketika awal mengerjakan soalnya, tapi berbekal persiapan diri mengerjakan soal soal kompetisi sebelumnya dengan bimbingan ibunya, dan mengikuti karantina di Klinik Pendidikan MIPA, maka dia bisa melewati kompetisi ini dan akhirnya mendapatkan medali emas. Tips dari Nisrina jika ingin bisa menjawab soal soal olimpiade maka harus lebih rajin dalam mengerjakan soal-soal olimpiade

Thyeadi Tungson yang merupakan pelatih tim KPM dan juga pelatih tim Kemendikbud mengungkapkan keberhasilan yang diraih oleh Tim Indonesia kali ini tidak terlepas dari pembinaan Suprarasional, Team Building, dan juga pembekalan karakter yang diberikan kepada peserta diluar materi latihan soal soal olimpiade matematika selama masa training center. Pelaksanaan lomba yang bertepatan pada Hari Pahlawan 10 November, juga dijadikan momentum oleh Tim Pelatih dengan memberikan semangat dan motivasi yang kuat kepada Tim Indonesia sebelum berlomba untuk bisa memberikan hasil yang terbaik bagi Bangsa dan Negara pada ajang ITMO 2017 ini.

JUARA PUZZLE CONTEST

Selain prestasi yang ditorehkan melalui Lomba Individu dan Lomba Tim, 4 orang peserta berhasil mendapatkan peringkat 8 besar dari 256 siswa yang mengikuti ITMO pada kompetisi puzzle “Tic tac Toe 3D” yang diadakan sehari sebelum kontes Individual dan Team. Adapun prestasi yang diraih adalah peringkat ke-3 atas nama Gabriela Erin Mariangel, peringkat ke-4 atas nama Justin Adrian Halim dan Pikatan Arya Bramanjati, dan Peringkat ke-7 atas nama Fransiskus Yuan Tanujaya.

Puji syukur ke hadirat Allah S.W.T, berkat rahmat dan kuasaNya tim Indonesia telah berhasil menorehkan prestasi gemilang ini pada International Teenagers Mathematics Olympiad 2017 yang diadakan di Davao, Filipina.

Sumber: Thyeadi Tungson/Litbang-KPM

back to top