Menu
RSS
Top Banner Nasional

Kisah Inspiratif Motivator Supra Rasional dalam Membawa Tim KPM Sukses di IMSO 2017

Foto: Motivator Cara Berpikir Supra Rasional, Raden Ridwan Hasan Saputra

Bogorplus.com-Singapura. -- Kegigihan dan semangat yang kuat dari sosok Raden Ridwan Hasan Saputra melalui cara berpikir supra rasional, menuai hasil yang membanggakan. Ia berhasil membawa tim Klinik Pendidikan MIPA (lembaga binaannya) meraih 5 perak dan 3 perunggu dalam ajang bergengsi dunia, International Mathematics and Science Olympiad (IMSO) yang diselenggarakan pada tanggal 20 November - 24 November 2017 di Singapura.

Berbagai rintangan dan ujian selama 16 tahun lembaga tersebut berdiri, disikapi dengan pikiran terbuka dan jiwa yang ikhlas. Apalagi pada tahun 2016, Klinik Pendidikan MIPA dipercaya menggelar kompetisi serupa di Kota Tangerang, Indonesia, yang dibuka Presiden RI Joko Widowo.


Foto: Raden Ridwan Hasan Saputra menyambut Presiden Republika Indonesia, Bapak Joko Widodo. pada ajang IMSO 2016, Indonesia

Pak Ridwan (sapaan-akrabnya), pada tahun ini kembali mendapat kepercayaan untuk mengirimkan siswa/siswi terbaik binaannya. Dengan hanya bermodalkan waktu pembinaan selama 13 hari dan fasilitas sederhana, bukan menjadi halangan bagi Pak Ridwan untuk terus berbagi ilmu dan memoles kemampuan pelajar Indonesia dalam menghadapi IMSO 2017.

Dalam kesempatan wawancara, Ridwan HS bercerita tentang latar belakang tim binaannya. “Terus terang beberapa pelajar ini merupakan hasil seleksi yang dibuat KPM dari kelas khusus dan Juara Kompetisi Matematika Nalaria Realistik (KMNR),” ujarnya.

Baca juga: 

Tim Olimpiade Klinik Pendidikan MIPA Raih Hasil Membanggakan di IMSO 2017

Selamat, Inilah Daftar Jawara IMSO 2017 Tim Klinik Pendidikan MIPA

Kesuksesan di IMSO adalah Kesuksesan Guru Sekolah dan Guru Bimbel di Daerah

Bahkan, sambungnya, “Dari pelajar tersebut ada yang tidak lolos OSN dan gagal mengikuti seleksi IMSO melalui jalur pemerintah. Namun nyatanya, setelah kami bina,  banyak di antara mereka memiliki kesempatan untuk meraih cita-cita dan pengalaman berharga dalam ajang tersebut,” terangnya.

"Jika tujuan kita adalah Allah maka hal-hal yang tidak mungkin bisa jadi mungkin. Selama ini tujuan orang lomba adalah mendapatkan medali, padahal medali tersebut belum tentu diraih sesuai keinginan. Buat saya KPM bisa mengikutkan para siswanya ikut IMSO saja merupakan sebuah anugerah besar dari Allah dan ini sebagai bukti hal yang tidak mungkin menjadi mungkin, karena tidak semua lembaga swasta bisa ikut IMSO," ujar ketua pelaksana IMSO tahun 2016.

Peraih anugerah Tokoh Perubahan Republika 2013 ini berharap pada tahun depan akan semakin banyak pelajar binaannya untuk mendapatkan kesempatan tampil pada IMSO tahun 2018, tentunya melalui tahapan seleksi yang dibuat KPM, salah satunya, Olimpiade Matematika dan Sains Indonesia (OMSI).

“Inilah sumbangsih lembaga KPM untuk negeri ini dalam menyiapkan ‘bahtera’ di bidang pendidikan, karena bisa jadi suatu saat nanti, ada kemungkinan pemerintah akan mengurangi dana untuk lomba-lomba keluar negeri dan memfokuskan ke bidang lain. Oleh karena itu, mungkin lembaga seperti KPM yang akan tetap mengharumkan nama bangsa di bidang pendidikan lewat pembinaan terhadap anak-anak berbakat di bidang matematika dan sains." tutupnya.

Sumber: Litbang KPM

back to top