Menu
RSS
Top Banner Nasional

Ratusan Anggota Persit Cabang III Spersad Mengkaji Cara Berpikir Supra Rasional

Bogorplus.com-DKI. Jakarta. – Nuansa berbeda terlihat saat gelaran silaturahmi yang bertema “Pertemuan Anggota Persit Kartika Chandra Kirana Cabang III Spersad”, Kamis (08/03/2018). Pasalnya, selain mengadakan pertemuan rutin bagi para anggota, panitia juga menghadirkan motivatorRaden Ridwan Hasan Saputra untuk menyampaikan pelatihan cara berpikir supra rasional yang bertempat di Gedung AH. Nasution, Mabesad, Jakarta. 
Berawal karena ketertarikannya dengan konsep supra rasional yang didapati beberapa waktu yang lalu, membuat Ibu Wiwid Subiyanto berinisiatif menghadirkan  sosok Ridwan HS dalam forum tersebut. Ia pun menyebutkan, semoga hadirnya materi supra rasional dapat memperkenalkan konsep tabungan jiwa yang selama ini belum diketahui para anggota. 
 
“Pertemuan ini merupakan wadah kita untuk belajar bersama agar terampil dalam berpikir untuk menyelesaikan berbagai permasalahan dalam hidup. Selain itu, saya pikir sangat bagus dan betul sekali, beberapa hal yang disampaikan Pak Ridwan tidak terpikir oleh kita,” ucap Ibu Wiwid. 
 
Dihadapan 221 peserta yang memadati lokasi pertemuan, Raden Ridwan Hasan Saputra menyampaikan sekapur sirih sebelum memaknai tabungan jiwa dan cara berpikir supra rasional. Ia berpesan bahwa ada 3 “antena” manusia yang harus dipelihara. Pertama, pola pikir natural melalui panca indera. Manusia yang hanya menggunakan pola pikir natural saja, akan tertinggal oleh peradaban zaman yang saat ini tengah melesat deras. 
 
Kedua, pola pikir rasional dengan menggunakan akal (berpikir). Pentingnya pola pikir ini, jika kita hidup tidak mengunakan akal, maka hidup kita tidak akan berkembang. Salah satu upaya yang perlu dikuatkan adalah dengan berlatih, membaca, dan menganalisis setiap masalah.
 
Ketiga, melibatkan hati. Pola pikir ada 2 model yaitu hati yang mendapatkan petunjuk dari setan yang disebut supranatural, dan hati yang dapat petunjuk dari malaikat yang disebut suprarasional. Hati yang suprarasional selalu mengingat Tuhan Yang Maha Esa dalam setiap denyut nadi kehidupan. Ciri orang yang menggunakan pola pikir ini, dalam setiap permasalahan akan mengedepankan hati (mengingat sang pencipta), diolah oleh akal, dan diselesaikan oleh panca indera/fisik.
 
"Pada akhirnya, dapat disimpulkan bahwa jika manusia selalu berserah diri kepada Tuhan Yang Maha Esa, dan hanya kepada-Nya tempat kita menggantungkan segala urusan kita, In sha Allah kita akan menjadi orang besar dan manusia yang bermanfaat bagi negara maupun Agama," ungkap Raden Ridwan Hasan Saputra.
Saat ditanya bagaimana kesan-kesan pasca mengikuti pelatihan cara berpikir supra rasional. Istri dari Aspers, Mayjen TNI Subiyanto secara eksplisit menyatakan bahwa jika anggota Persit dapat mendalami materi ini, maka Insya Allah dapat memberikan tabungan jiwa juga untuk suaminya dalam menghadapi tugas negara. Disamping itu, yang menariknya lagi,  dari cara berpikir tersebut, selain dapat bermanfaat untuk diri sendiri, niscaya dapat memberikan manfaat bagi lingkungan sekitar. 
 
Sementara itu, Ibu Rahayu D Susilawati, selaku peserta menambahkan. “Pertemuan kali ini bukan hanya soal koordinasi internal saja, tetapi kami bersyukur dapat disuguhkan materi yang luar biasa dari Pak Ridwan. Melihat antusiasme peserta, menjadi dasar penyemangat kami untuk sejalan dalam berpikir supra rasional, agar kehidupan yang hakiki dapat diraih.,” ungkap Istri Letkol Caj R Bambang Sulistiono ini.
back to top