Menu
RSS
Top Banner Nasional

Tim Indonesia Klinik Pendidikan MIPA Ikuti Lomba Matematika Internasional di Vietnam

Bogorplus.com-Tangerang-Banten. -- Senin dini hari (26/03/2018), beberapa anak dan guru pendamping tampak kompak berjaket merah putih. Kehadirannya cukup menarik perhatian orang yang sedang berlalu lalang di terminal 2 bandara Soekarno Hatta (Soeta). Tim Klinik Pendidikan MIPA (KPM) yang hendak mengikuti event Hanoi Open Mathematics Competition 2018 sedang melakukan doa bersama dan briefing dengan para orang tua yang mengantar putra-putrinya yang akan berangkat ke Vietnam.

Hanoi Open Mathematics Competition (HOMC) 2018 merupakan kompetisi matematika yang diselenggarakan oleh Hanoi Mathematics Society untuk level senior (kelas 10) dan level junior (kelas 8).

Tim KPM menurunkan komposisi tim level junior sebanyak 4 orang dan tim level senior berjumlah 6 orang. Ir. R. Ridwan Hasan Saputra, M. Si. menjadi team leader yang memimpin tim KPM untuk berjuang mempersembahkan hasil terbaik untuk Indonesia di ajang HOMC 2018.

Adapun Putra/Putri terbaik yang mengikuti ajang bergengsi, di antaranya:

Junior Level (Kelas 8 SMP) :
1. M. Arief Wibisono - SMPI AlAzhar 8 Kemang Pratama Bekasi
2. M. Nadhif Haryadipta - SMP Labschool Jakarta
3. Reyfandi Nawal Pratama - SMPN 115 Jakarta
4. Novelya Putri Ramadhani - SMPI Athiraah Makassar

Senior Level (Kelas 10 SMA) :
1. Alvin Putera Budiman - SMA Labschool Jakarta
2. M. Abdurrahman Basyah - SMAN 1 Depok
3. M. Halif - SMAN 1 Depok
4. M. Surya Siddiq - MAN 2 Kota Malang
5. Ubaidillah Ariq Prathama - SMAN 8 Jakarta
6. Zaki Atha Alrahman - SMAN 81 Jakarta

Thyeadi Tungson, salah satu tim pelatih KPM menuturkan bahwa ajang HOMC merupakan kompetisi matematika internasional dengan tingkat kesulitan tinggi. Ajang ini merupakan kompetisi pertama yang diikuti Tim KPM.

Tim KPM akan berkompetisi dengan wakil lain dari Myanmar, Polandia, Hungaria, Malaysia, Filipina, Thailand, dan Vietnam.

"Tim KPM sudah dipersiapkan secara matang. Kami melakukan kegiatan karantina dari tanggal 15 Maret - 25 Maret 2018. Anak - anak tak hanya dibekali pembekalan dalam aspek penguatan kompetensi dalam menjawab soal - soal matematika, tetapi juga dibekali pemahaman tentang cara berpikir suprarasional dan peningkatan kualitas ketakwaan pada Allah Swt., Tuhan Yang Maha Kuasa. "

Muhammad Surya Sidiq, siswa MAN 2 Kota Malang yang memperkuat Tim KPM mengatakan bahwa momen ini sangat istimewa bagi dirinya. Menurutnya, ajang HOMC 2018 ini merupakan ajang lomba matematika yang sangat kompetitif. Meskipun demikian, peraih medali emas di kategori individual contest WIZMIC 2016 ini tetap optimis bisa meraih hasil terbaik. "Ada beban cukup berat untuk bisa membawa nama baik Indonesia di ajang ini. Tapi, kita sudah melakukan ikhtiar yang terbaik. Sisanya, bertawakal pada Allah Swt. Saya memilih tetap bersikap serius tapi santai."

Dukungan pun mengalir dari para orang tua peserta HOMC 2018. Seperti penuturan Liris Suryanto, seorang konsultan keuangan yang turut melepas keberangkatan putranya yang menjadi bagian dari Tim KPM. "Saya melihat anak-anak sangat menikmati semua proses pembinaan yang dilakukan KPM. Menurut saya, KPM merupakan lembaga pendidikan yang memiliki ciri khas yang tak dimiliki lembaga lain. KPM memberikan titik tekan pada peningkatan kualitas ketakwaan pada Allah Swt dan membangun suasana kekeluargaan serta kebersamaan di antara anak-anak dan orang tua. "

Pak Liris berharap para peserta HOMC 2018 bisa mendapatkan pengalaman baru dan teman-teman baru. Hal yang sama penting atau bahkan jauh lebih penting dari sekadar hanya menjadi juara di ajang HOMC 2018.

back to top