Menu
RSS
Top Banner Nasional

Kompetisi OMSI Rintis Mimpi Pelajar Indonesia menuju IMSO 2018 Cina

Bogorplus.com-Dramaga-Kab.Bogor – Tak terasa gelaran Olimpiade Matematika dan Sains Indonesia (OMSI) ke-3 sudah mencapai puncaknya (babak final). Sedikitnya ada 476 siswa dari 238 Sekolah Dasar dari berbagai daerah di Indonesia, memadati Auditorium Toyyib Hadiwijaya, Fakultas Pertanian, Institut Pertanian Bogor (IPB), Minggu (15/07/2018).

sejak kehadiran lomba OMSI pada tahun 2016 lalu, OMSI telah menjadi pilihan lomba favorit bagi para pelajar di Indonesia. Meskipun dengan biaya pendaftaran seikhlasnya, para jawara OMSI nanti berpeluang mengikuti ajang kompetisi internasional bergengsi, yakni International Mathematics and Science Olympiad (IMSO) yang akan digelar di Cina mendatang.

Tercatat, pada tahun 2018 babak penyisihan diikuti 3.137 peserta kelas 4 dan 5 SD. Antusiasme tersebut terlihat dari jumlah perwakilan provinsi yang hadir, di antaranya: Provinsi Riau, Provinsi Sumatera Selatan, Provinsi Banten, Provinsi Jawa Barat, Provinsi Jawa Tengah, Provinsi Jawa Timur, Provinsi Bali, Provinsi Nusa Tenggara Barat, Provinsi Kalimantan Timur, Provinsi Sulawesi Tengah, dan Provinsi Sulawesi Selatan.

OMSI adalah kompetisi bertaraf nasional yang  mengombinasikan tes ujian terhadap penguasaan bidang studi matematika dan sains. Lomba ini sangat cocok bagi siswa kelas 4 -  5 SD/Sederajat yang menginginkan tantangan berbeda.

Menurut pantauan kontributor Bogorplus.com, pada babak final kali ini, peserta mengerjakan 18 soal matematika (8 pilihan ganda, 8 isian singkat, dan 2 uraian), serta 22 soal IPA (12 pilihan ganda, 8 isian singkat, dan 2 uraian) dalam waktu 120 menit. Dan, panitia memberikan hadiah cukup menarik. Selain piala, uang tunai, dan sertifikat, KPM memberikan program pembinaan gratis dalam rangka seleksi menuju IMSO 2018 bagi peraih juara umum dan medali emas.

Acara yang dimulai pukul 08.00 WIB ini, berlangsung sampai pukul 15.00 WIB. Ragam acara hiburan dan ice breaking disajikan panitia untuk menambah suasana menjadi ceria dan terhibur. Disela-sela peserta mengikuti tes, para orang tua dan pendamping mengikuti acara seminar dengan tema “Melejetikan Potensi Anak dengan Cara Berpikir Suprarasional”.

Wakil Pimpinan Klinik Pendidikan MIPA, H. Moh Arodhi menerangkan bahwa KPM Menyelenggarakan event OMSI, sebagai salah satu upaya memberikan kesempatan dan menjaring pelajar Indonesia untuk tampil di kancah internasional, yakni mengikuti IMSO di Cina, pada tanggal 28 September - 3 Oktober 2018.

“Karena KPM mendapatkan kesempatan dan dipercaya bisa mengirimkan delegasi atas nama KPM. Maka, kesempatan ini kami wujudkan dengan menggelar seleksi terbuka (melalui OMSI) agar para pelajar yang lain memiliki kesempatan,” ujar Pak Arodhi.

“Terlebih, biasanya yang dapat menapaki panggung IMSO adalah hanya para pelajar yang didominasi dari perhelatan OSN, imbuhnya.

Disamping menjadi wadah seleksi menuju kompetisi internasional, OMSI juga diharapkan menjadi sarana membangun karakter. “Kita ketahui, setiap perhelatan lomba, para pelajar sibuk dengan aktivitas belajar dan berdoa.  Hal seperti ini, terkadang hanya dilakukan pada momen tertentu saja. Dengan kehadiran OMSI diharapkan menjadi sarana menumbuhkembangkan lagi semangat rutin belajar dan beribadah dalam rangka meraih kesuksesan dengan mengoptimalkan 3 antena kehidupan (akal, hati dan panca indera) lewat cara berpikir suprarasional,” jelas Pak Arodhi.

Tim Media

back to top