Menu
RSS
Top Banner Nasional

Items filtered by date: May 2018

Ramadan Hari Ke-10, KPM Cabang 6 Serang Gelar Santunan Anak Yatim

Bogorplus.com-Serang-Banten.—KPM Cabang 6 Serang kembali menggelar kegiatan sosial di bulan Ramadan 1439 H. Kali ini, lembaga pendidikan yang berkedudukan di Kaujon-Serang mengadakan santunan anak yatim dan buka puasa bersama orang tua, guru, dan staf KPM Cabang 6 Serang, bertempat di SDI Al Azhar 10 Serang, Sabtu (26/05;2018).

Dalam keterangan pers, kegiatan yang digelar mulai pukul 08.30-17.00 WIB diisi juga dengan kegiatan pesantren kilat, tausiyah, tilawah, dan motivasi pembelajaran. Selain itu, para peserta yang terdiri dari kelas 2-5 SD ini disuguhkan ragam permainan yang mengandung unsur asah otak dan kerja sama tim.

Kepala Cabang 6 Serang, Hj. Erma Farah Chamidah, mengatakan kegiatan ini merupakan wujud rasa syukur kepada Allah Swt atas pencapaian dan keberkahan keluarga KPM di Serang. “Alhamdulillah KPM masih diberikan kesempatan untuk berbagi di bulan yang penuh berkah ini. Semoga pada kesempatan berikutnya KPM Cabang 6 Serang tetap istiqomah untuk menebar indahnya berbagi kepada sesama,” ujarnya.

Sementara itu, Muhammad Rizki selah satu peserta menyampaikan apresiasi atas kegiatan ini. “Kami sangat terbantu dan mudah-mudahan kegiatan ini membawa keberkahan untuk kita semua,” ungkapnya.

Di akhir kegiatan, KPM menutupnya dengan buka puasa dan sholat maghrib berjamah.

Sumber: KPM Cabang 6 Serang

Read more...

KPM: “Ribuan Pelajar SD Ikuti Gelaran Olimpiade Matematika dan Sains Indonesia”

Foto: Pelaksanaan tes OMSI di Rawamangun-Jakarta Timur

Bogorplus.com-Kab.Bogor.—Kompetisi MIPA skala nasional, yakni Olimpiade Matematika dan Sains Indonesia (OMSI) ke-3 kembali dihelat oleh Klinik Pendidikan MIPA (KPM), Minggu (27/05/2018). Pada event yang ke-3 ini, Klinik Pendidikan MIPA semakin memantapkan reputasinya sebagai penyelenggara kompetisi nasional dan internasional di Indonesia. Tak ayal, pada tahun ini KPM membukukan 3.137 peserta kelas 4 dan 5 SD untuk menjajal kompetisi yang diprakarsai Tokoh Perubahan Republika 2013, Raden Ridwan Hasan Saputra.

Tercatat, ada 39 titik lokasi penyelenggara OMSI ke-3 tahun ini, di antaranya: Pekanbaru,  Palembang, Prabumulih, Serang, Tangerang, Rawamangun-Jakarta Timur, Cibubur-Jakarta Timur, Bogor, Depok, Kota Bekasi, Cikarang-Kab. Bekasi, Cimahi, Sukabumi, Tasikmalaya, Ciamis, Banjar, Solo, Semarang, Bojonegoro, Surabaya, Sidoarjo. Tuban, Situbondo, Ponorogo, Malang, Lamongan, Gresik, Lumajang, Magetan, Ngawi, Madiun, Banyuwangi, Jombang, Jember, Nganjuk,  Denpasar, Makasar,  Balikpapan, serta Mataram.

Foto: Pelaksanaan tes OMSI di Surabaya-Jawa Timur

Menurut pantauan tim bogorplus.com, setiap peserta OMSI mendapat tantangan mengerjakan 50 soal pilihan ganda dalam waktu 120 menit, yang terdiri dari 20 soal matematika dan 30 soal sains. Adapun hasil OMSI ke-3 ini akan di umumkan pada tanggal 28 Juni 2018 di Republika.co.id.

Ketua pelaksana OMSI 2018, Muchammad Fachri menuturkan, OMSI adalah kompetisi bertaraf nasional yang  mengombinasikan tes ujian terhadap penguasaan bidang studi matematika dan sains.

“Lomba ini sangat cocok bagi siswa kelas 4 -  5 SD/Sederajat yang menginginkan tantangan berbeda. Selain itu kami berharap ajang kompetisi ini dapat menumbuhkembangkan motivasi berprestasi pada diri anak-anak sesuai bakat dan minat mereka di bidang matematika dan sains.” kata Muchammad Fachri selaku ketua pelaksana saat diwawancara bogorplus.com, Minggu (27/05/2018).

Foto: Suasana pelaksanaan tes OMSI di Palembang-Sumatera Selatan

Lebih lanjut, Fachri menambahkan bahwa sejak kehadiran lomba OMSI pada tahun 2016 lalu, OMSI telah menjadi pilihan lomba favorit bagi para pelajar di Indonesia. “Meskipun dengan biaya pendaftaran seikhlasnya, para jawara OMSI nanti berpeluang mengikuti ajang kompetisi internasional bergengsi, yakni International Mathematics and Science Olympiad (IMSO) yang akan digelar di Cina mendatang,” imbuhnya.

“KPM sebagai lembaga nirlaba yang bergerak di bidang pendidikan mengucapkan terima kasih atas partisipasi dan kepercayaan para peserta dan sekolah pada perhelatan OMSI tahun 2018. Semoga KPM dapat terus memberikan kontribusi yang terbaik bagi bangsa. Sampai jumpa lagi pada babak final OMSI Ke-3 (15 Juli 2018) dan kompetisi selanjutnya, yakni Australian Mathematics Competition (AMC) yang akan digelar di Indonesia pada tanggal 9 Agustus 2018 mendatang. Info pendaftaran 081310343400,” tutup Muchammad Fachri.

Pak Adhi salah satu guru pendamping SDIT Mutiara Makasar menuturkan bahwa dirinya sangat bersyukur bisa berpartisipasi di event ini. Lomba OMSI layak dijadikan ajang rekreasi intelektual pelajar. “Alhamdulillah kami dari wilayah timur dapat merasakan kehadiran OMSI di Makasar. Tentunya, hal ini akan kami manfaatkan sebagai ajang rekreasi intelektual bagi pelajar kami,” kata Pak Adhi.

Selain itu, meskipun disajikan soal begitu menantang tak membuat salah satu pelajar SD Islam Athirah Makassar gentar. “Saya tetap semangat mengikuti lomba OMSI ini. Banyak pengetahuan menarik yang bisa saya ambil dari soal IPA yang diyakini. ” ujar A. Alifah Putri Ibrahim siswi kelas 5 ini.

 

Tim Media

Read more...

Merengkuh Sukses Hidup dengan Cara Berpikir Suprarasional Bersama KKMI Se-Kab. Magetan


Foto: Raden Ridwan Hasan Saputra tengah memberikan motivasi kepada 200 guru yang tergabung dalam KKMI Se-Kab. Magetan

Bogorplus.com-Magetan-Jawa Timur– Kemasyhuran ilmu cara berpikir suprarasional ternyata sampai hingga Magetan-Jawa Timur. Pada hari kamis (24/052018) kemarin, KKMI Se-Kab. Magetan bekerja sama dengan Klinik Pendidikan MIPA (KPM) Cabang Madiun menggelar Seminar Cara Berpikir Suprarasional dengan menghadirkan motivator suprarasional, Raden Ridwan Hasan Saputra. Acara yang dihadiri para petinggi Kemenag Kab. Magetan dan para guru dilaksanakan di Aula Kementerian Agama Kab. Magetan, Jalan Karya Dharma, No. 178, Magetan.

200 peserta yang hadir begitu antusias mengikuti acara seminar. Kepala Kementerian Agama Kab. Magetan, Drs. Muchdar, M.M. membuka pelatihan Cara Berpikir Suprarasional yang mengusung tema “Meraih Kesuksesan Hidup dengan Cara Berpikir Suprarasional." Gelaran acara pun memberikan kesan mendalam bagi para peserta. Acara ini pun sekaligus dimanfaatkan sebagai ajang silaturahmi para akademisi di Magetan.

Iin Nur Qomariyah selaku guru MIN 3 Magetan mengaku dibuat takjub oleh paparan Pak Ridwan. “Seminar kali ini luar biasa. Ternyata pendidikan kepada anak tak hanya bicara materi semata. Yang sangat prinsip dari itu semua adalah pendidikan akhlaknya. Selain itu, pentingnya mendidik dengan hati adalah sebuah keniscayaan. Untuk ke depannya, Insya Allah ilmu akan menjadi pedoman bagi saya sebagai seorang guru dalam menjalankan tugas dan tanggung jawab di dunia pendidikan,” ungkap Ibu Iin.

Tim Media

Read more...

Ratusan Prajurit Yon Armed 1 Roket Mendalami Cara Berpikir Suprarasional

Foto: Presiden Direktur Klinik Pendidikan MIPA sekaligus Motivator Suprarasional, Raden Ridwan Hasan Saputra melaksanakan kunjungan ke Markas Batalyon Artileri Medan 1 Roket/Ajusta Yudha di Singosari, Malang, Rabu (23/05/2018).

Bogorplus.com-Malang-Jawa Timur—Presiden Direktur Klinik Pendidikan MIPA sekaligus Motivator Suprarasional, Raden Ridwan Hasan Saputra melaksanakan kunjungan ke Markas  Batalyon Artileri Medan 1 Roket/Ajusta Yudha di Singosari, Malang, Rabu (23/05/2018). Lawatan ini merupakan bagian dari road show yang digagas oleh tim KPM bekerjasama dengan Read1 Human School dalam rangka silaturahmi dan memberikan pelatihan suprarasional di  beberapa kota di Jawa Timur.

Kehadiran Tokoh Perubahan Republika 2013 ini mendapat sambutan hangat dari 250 peserta yang terdiri prajurit dan Persit. Kegiatan yang berlangsung sejak pukul 09.00-11.00 WIB dihadiri juga Danmen Armed 1 Divif 2 Kostrad, Letkol Arm Rama Hendarto Budhiyanto, S.Sos dan Komandan Batalyon Armed 1 Roket/Ajusta Yudha, Letkol Arm Rico Ricardo Sirait, B.S. M.MDS. Acara pelatihan diawali sesi ice breaking oleh Bapak Arodhi untuk mencairkan suasana pelatihan.

Pada kesempatan tersebut, Letkol Arm Rico Ricardo Sirait, B.S. M.MDS. selaku Komandan Batalyon Armed 1 Roket/Ajusta Yudha memberikan apresiasi kepada Bapak Ridwan yang telah memberikan motivasi dengan cara unik dan luar biasa.

“Saya pribadi merasa bersyukur atas kesempatan yang baik ini. Setelah menyimak secara mendalam  paparan dari Pak Ridwan tentang suprarasional, hal ini sangat penting dan bisa menjadi bekal wawasan yang sangat berharga bagi prajurit TNI,” ujarnya.

Pak Rico menambahkan, karena pekerjaan TNI merupakan pekerjaan yang extraordinary. Maka, harus diberikan motivasi dari  extraordinary person pula. Hal ini yang terungkap dari gagasan Pak Ridwan. Ilmu tentang cara berpikir suprarasional semakin memberikan keyakinan kepada kami agar dapat menunaikan tugas sebaik mungkin. Semoga pelatihan ini menjadi titik awal bagi prajurit untuk mendorong jiwa pengabdian dan komitmen yang tinggi bagi terwujudnya kedaulatan NKRI.

Sementara itu, Letkol Arm Rama Hendarto Budianto Danmen Armed 1 Divif 2 Kostrad berpandangan bahwa negara ini membutuhkan orang seperti Pak Ridwan. Lulusan Akmil 1996 ini berharap prajuritnya dapat mengimplementasikan ilmu suprarasional yang telah diterima dari Pak Ridwan. Prinsipnya, setiap insan ditakdirkan untuk menjadi seorang pemimpin. Pemimpin sejati adalah sosok yang dapat mendayagunakan 3 antena kehidupan (panca indera, akal, dan hati) secara optimal.

Tim Media

Read more...

Kini Belajar MIPA Melalui Pendekatan Nalar & HOTS bisa di RPM

Bogorplus.com-Kab.Bogor-Jawa Barat. – Ingin belajar matematika berbasis MNR & HOTS bersama Klinik Pendidikan MIPA? DI mana saja lokasi belajarnya? Pertanyaan seperti inilah yang acap kali diutarakan oleh warga net di facebook KPM Seikhlasnya.

Lembaga nirlaba yang berdiri sejak tahun 2001 ini telah sukses menyuguhkan metode pembelajaran yang unik dan menantang keterampilan berpikir anak. Tentunya, gagasan tersebut tak terlepas dari figur Raden Ridwan Hasan Saputra dan tim Klinik Pendidikan MIPA. Selain itu, KPM juga dikenal masyarakat dengan sistem bayaran seikhlasnya sehingga semua orang bisa belajar MNR & HOTS tanpa kendala biaya.

Seiring berjalannya waktu, jumlah pelajar yang bergabung di KPM pun semakin meningkat. Sehingga membuat lokasi belajar tidak cukup untuk menampung jumlah siswa yang hadir. Selain itu, jarak yang jauh antara rumah siswa dan lokasi menjadi faktor lain.

Berdasarkan fakta tersebut, KPM terus berinovasi dengan membuat program Rumah Pendidikan MIPA (RPM). KPM pun ingin memudahkan siapa saja yang ingin belajar matematika tanpa halangan serta terkendala biaya. Bekerja sama dengan masyarakat yang peduli terhadap pendidikan, KPM mengembangkan RPM ke berbagai daerah di Indonesia agar dapat memfasilitasi para pelajar yang ingin mengembangkan kemampuan matematika dan ipa (MIPA) bersama KPM.

Taufik Hidayah selaku Kepala Divisi Jaringan KPM Pusat mengaku bersyukur atas kepercayaan publik terhadap KPM. “Alhamdulillah KPM dapat memberikan kemudahan bagi masyarakat. Kehadiran RPM juga bertujuan menyebarkan Sistem Metode Seikhlasnya (SMS) dan Matematika Nalaria Realistik (MNR) ke berbagai kalangan yang tak bisa dijangkau oleh KPM maupun Cabang,” kata Taufik.

Disamping itu, Taufik menambahkan, siapa pun dapat mendirikan RPM. Namun, tetap mengikuti syarat yang telah ditentukan oleh KPM. “Tempat  belajar saat ini yang digunakan pun beragam, seperti rumah, balai desa, sarana ibadah, dan tempat lainnya. Harapannya, dari RPM inilah semoga dapat melahirkan generasi yang berkualitas yang mampu membawa membawa perubahan bagi bangsa,” harapnya.

Foto: Suasana belajar di RPM Sako-Palembang

Pemilik RPM di wilayah Cibinong dan Malang, Arif Zulkarnaen saat dihubungi lewat telepon seluler (23/05/2018) mengungkapkan bahwa dirinya senang karena dapat menemukan sistem yang khas dan sesuai bidang yang diminatinya di dunia pendidikan.

“Dengan SMS serta mengajarkan matematika secara nalar (HOTS) membuat KPM menjadi unik daripada lembaga lain,” ujar alumnus Universitas Brawijaya.

Arif menuturkan, "Saya bersyukur karena para pengelola dan guru RPM selalu dibekali dengan pelatihan-pelatihan yang membuat kita tetap sebagai manusia pembelajar. Semoga RPM menjadi solusi sekaligus inovasi ditengah tantangan yang dihadapi bangsa dalam bidang pendidikan,” harapnya

Berikut daftar Rumah Pendidikan MIPA yang berhasil dihimpun tim bogorplus.com. Semoga dapat berguna bagi Anda yang berminat mengikutsertakan putra-putrinya belajar di lembaga ini pada tahun ajaran 2018/2019. Informasi lebih lanjut dan membuka kerja sama dapat menghubungi 081280341100 (Ibu Karlina)

  1. RPM Cibinong-Kab. Bogor
  2. RPM Cikarang-Bekasi
  3. RPM Limo-Depok
  4. RPM Pamulang-Tangerang Selatan
  5. RPM Sako-Palembang
  6. RPM Kreatifitasku-Cibinong
  7. RPM P2KPI-Jakarta Selatan
  8. RPM Duta Sarana Rizki-Bandung Barat
  9. RPM Sukabumi-Kab. Sukabumi
  10. RPM Kramatdjati-Jakarta Timur
  11. RPM Magelang-Magelang
  12. RPM Pondok Sinau Cinere-Depok
  13. RPM Bintang-Depok
  14. RPM Griya Anak Cerdas-Depok
  15. RPM Bersama-Depok
  16. RPM Roudhoh-Depok
  17. RPM Baitussalam-Kota Bogor
  18. RPM Jati Padang-Jakarta Selatan
  19. RPM Asy-Syafi’-Tangerang
  20. RPM B’MAM-Solo
  21. RPM Al Khair-Tangerang
  22. RPM An Nafii-Depok
  23. RPM Bitama Smart Education-Depok
  24. RPM Baitul Izzah-Depok
  25. RPM Hidayah-Depok
  26. RPM Ikhlas Berbagi-Depok
  27. RPM Ceria-Depok
  28. RPM Ciganjur-Jakarta Selatan
  29. RPM Rumah Hebat-Sukoharjo

 

Sumber: KPM Jaringan

Read more...

Menelisik Aktivitas Ramadhan Math Camp di KPM Cabang 1 Surabaya

Foto: Peserta Ramadhan Math Camp (RMC) 2018, Tilawah Alquran bersama.

Bogorplus.com-Surabaya-Jawa Timur. -- Dengan membawa spirit Ramadan 1439 H, Klinik Pendidikan MIPA (KPM) Cabang 1 Surabaya kembali menggelar kegiatan rutin di bulan Ramadan, yakni Ramadhan Math Camp (RMC), Sabtu-Minggu, 19-20 Mei 2018 lalu, bertempat di Kantor KPM Cabang 1 Surabaya, Jalan Ketintang Baru III No. 56A, Surabaya-Jawa Timur. Acara yang mengusung tema “Seriously Having Fun!”, diikuti sebanyak 17 pelajar kelas 2-4 sekolah dasar (SD) yang menggabungkan aktivitas ibadah, belajar matematika, dan penguatan motivasi spiritual.

Foto: Suasana buka puasa bersama di roof top gedung KPM Cabang 1 Surabaya

Dalam rilis yang diterima tim Bogorplus.com, disebutkan juga rangkaian kegiatan pada gelombang pertama ini di antaranya: belajar eksplorasi matematika, buka puasa bersama, salat tarawih, sahur bersama, tadarus, hafalan Alquran hingga memberikan motivasi agar para peserta mendapatkan pengalaman belajar yang menyenangkan.

Program ini juga ternyata mendapat dukungan positif dari orang tua, salah satunya Ibu Sri Lestari. Ia mengaku bersyukur bahwa program yang digagas oleh KPM dinilai baik dan sangat bermanfaat. “Alhamdulillah anak-anak merasa senang dan mendapatkan banyak ilmu pasca kegiatan,” tuturnya.

Hal senada juga diungkapkan Josse Sayumansyah. “Melalui pendekatan yang tepat (RMC) akan dapat menginspirasi muridnya untuk memiliki motivasi ibadah yang baik, perilaku positif, dan belajar yang rajin serta semoga menjadi ilmu yang berkah” pungkasnya.

Adapun gelombang selanjutnya dari kegiatan ini akan dilaksanakan kembali pada:

Gelombang kedua: Minggu-Senin, 28-29 Mei 2018, kelas 2 SD sampai kelas 8 SMP (khusus peserta putra).

Gelombang ketiga:  Sabtu-Minggu, 2-3 Juni 2018, kelas 5 SD sampai kelas 8 SMP (khusus peserta putri).

Informasi dan pendaftaran dapat menghubungi narahubung Ustadz Aziz 0857 3149 6727 (Whatsapp) atau 0812 1715 8120

 

Sumber: KPM Cabang 1 Surabaya

Read more...

Menyingkap Fenomena Pelatihan MNR Berbasis HOTS oleh KPM

Bogorplus.com-Kab.Bogor-Jawa Barat. – Perkembangan Ilmu pengetahuan dan teknologi semakin tidak terelakkan. Terlebih, baru-baru ini terjadi diskusi hangat terkait fenomena soal HOTS pada ujian nasional mata pelajaran matematika. Selain pelajar, mau tak mau para guru pun dituntut memahami dan menguasai ikhwal HOTS.

Sejak bulan September 2017, Klinik Pendidikan MIPA telah menjadi (wadah) tuan rumah penyelenggaraan pelatihan yang digelar selama 4 hari 3 malam yang bertempat di padepokan Amir Syahrudin, Ruko KPM Laladon. Pelatihan ini telah disambangi ratusan peserta dari berbagai latar belakang, di antaranya: akademisi, guru, dosen, peneliti, anggota dewan pendidikan, dan profesi lainnya. Pada tanggal 17-20 Mei 2018 lalu, pelatihan ini telah memasuki gelombang ke-12. Tentu program ini  mendapat apresiasi positif dari berbagai kalangan.

Dari pantauan tim bogorplus.com, para peserta pelatihan saling berbagi pengalaman, berdiskusi, serta saling mendengar dan belajar bersama para pelatih KPM. Adapun materi yang disajikan di antaranya: motivasi menjadi guru hebat dan berkah melalui cara berpikir suprarasional, masalah nyata, pemahaman konsep, berhitung matematika metode kotak-kotak, dan penalaran komunikasi. Bahkan permainan eksplorasi pun tidak ketinggalan menjadi bahan pembelajaran.

Berawal dari rasa tak percaya, Pak Mulyadi, guru SMK dari Indramayu ini datang ke kantor Klinik Pendidikan MIPA. Pak Mulyadi merupakan salah satu peserta pelatihan Matematika Nalaria Realistik (MNR) yang dihelat selama 4 hari di Ruko Laladon No. 1- 3 Kec. Ciomas Kab. Bogor.

"Saya awalnya tidak percaya bahwa ada pelatihan matematika dengan biaya seikhlasnya. Setelah saya daftar dan ikut pelatihan ini, saya menyadari bahwa ini memang nyata. Dari pelatihan MNR ini, saya belajar banyak tentang metodologi pembelajaran MNR secara utuh. ” tutur Pak Mulyadi.

Pelatihan yang diikuti oleh 29 peserta dari berbagai daerah di Indonesia. Meskipun sebagian besar peserta pelatihan sedang menjalankan ibadah puasa, tapi semangat belajar mereka tetap luar biasa. Seperti penuturan  peserta pelatihan yang berprofesi sebagai dosen di salah satu kampus di Bengkulu.

Foto: Selain mengkaji MNR, para peserta juga mendapat kesempat menjajal eksplorasi matematika

”Dengan konsep seikhlasnya, kiprah Klinik Pendidikan MIPA yang bereputasi nasional dan bahkan sudah meng-internasional layak dijadikan contoh nyata bagi lembaga lain di Indonesia. "Saya sangat bersyukur bisa bertemu dengan para pelatih dan teman-teman peserta yang memberikan sharing ilmu dan pengalaman terbaik di bidang pendidikan, ” ungkap Novia Paramita.

Pada sesi penutup, Ryky Tunggal Saputra Aji selaku Wakil Kepala Divisi Pelatihan menyampaikan bahwa pelatihan ini merupakan cara yang baik untuk saling tukar-menukar pengetahuan. “Namun, KPM berharap bukan berakhir sampai di sini saja. Partisipasi aktif yang terus-menerus dan output nyata sangat diharapkan. Terlebih, KPM sudah membuka kesempatan kerja sama dengan membuka Rumah Pendidikan MIPA (RPM), Klub Matematika Seikhlasnya (KMS), dan Sekolah Center (SC),” tutur Pak Ryky.

Tim Media

Read more...

Serunya “Ngabuburit” Kreatif Ala Klinik Pendidikan MIPA di Kodim 0606/Kota Bogor

Foto: Klinik Pendidikan MIPA (KPM) selalu punya cara yang berbeda dalam menyajikan “rekreasi intelektual” bagi siswanya. Untuk kesekian kalinya, KPM menggelar “ngabuburit" (istilah bahasa sunda-menunggu waktu berbuka puasa) bersama siswa/siswi yang belajar di Kodim 0606/Kota Bogor, Jumat (18/05/2018).

Kota Bogor-Jawa Barat. – Klinik Pendidikan MIPA (KPM) selalu punya cara yang berbeda dalam menyajikan “rekreasi intelektual” bagi siswanya. Untuk kesekian kalinya, KPM menggelar “ngabuburit" (istilah bahasa sunda-menunggu waktu berbuka puasa) bersama siswa/siswi yang belajar di Kodim 0606/Kota Bogor, Jumat (18/05/2018). Acara yang bertajuk “Wisata Religi Matematika” ini berhasil menarik animo puluhan siswa dan orang tua yang datang sejak pukul 14.00 WIB.

Ngabuburit kali ini dibuka dengan sesi belajar matematika. Sesi kedua diramaikan dengan permainan outdoor learning. Kak Ihsan selaku fasilitator Fun Math and Science yang menyajikan permainan eksplorasi matematika, seperti: transfer hula hoop, transfer electric, tic tac toe, ular tangga, dan sebagainya. Dari permainan tersebut, semakin menambah semarak suasana di sore hari.

Foto: Keseruan saat bermain tic tac toe

Acara kali ini tak hanya dihadiri para siswa saja. Melainkan dihadiri para orang tua yang turut serta dan tak ingin melewatkan momen berharga ini karena dinilai mampu memperoleh tali silaturahim. Selain itu, para orang tua juga rela datang dengan membawa makanan dari rumah masing-masing untuk disajikan  dan disantap saat datang waktu berbuka puasa.

Hidangan istimewa pun disajikan khusus oleh orang tua sebagai wujud rasa syukur kepada Allah Swt. Beberapa hidangan tersebut di antaranya: es buah, gorengan, hingga beragam menu makanan manis.

Menjelang buka puasa, salah satu guru KPM, Bapak Heru Sumarsono mengisi sesi tausiyah. Dalam pesannya, Pak Heru menyampaikan tentang arti pentingnya keikhlasan dalam menjalankan ibadah puasa dan melatih sikap jujur dalam kehidupan sehari-hari. “Jika sesuatunya dilandasi rasa keikhlasan, Insya Allah akan menjadi motivasi yang luar biasa. Disamping itu, pentingnya menjunjung tinggi sebuah kejujuran karena makna puasa sendiri melatih kita agar menjadi pribadi yang jujur (Siddiq). Insya Allah jika kedua hal ini kita jalani dengan istiqomah, setelah bulan Ramadan kita akan mendapat gelar orang-orang yang saleh,” terang Pak Heru.

Sementara itu, Siti Nurmalasari selaku Pimpinan Divisi Pendidikan KPM mengaku bersyukur atas kelancaran dan terselenggaranya acara ini. “Alhamdulillah kegiatan wisata religi matematika di Kodim 0606/Kota Bogor berjalan dengan lancar. Kami ucapkan terima kasih kepada Makodim 0606/Kota Bogor karena telah mengizinkan tempatnya menjadi ajang silaturahim keluarga KPM yang belajar di Makodim,” tutur Teh Mala (sapaan akrabnya) kepada BogorPlus.com.

Program buka puasa bersama ini meninggalkan kesan mendalam bagi para orang tua. Hal ini membuktikan bahwa sinergi Kodim dan KPM sangat efektif dalam mewujudkan masyarakat yang memiliki jiwa kepedulian dan semangat gotong royong. “Saya sangat mendukung kegiatan semacam ini.  Alhamdulillah selama ini juga kami terbantu dengan adanya program belajar matematika di Makodim. Selain itu, yang membuat kami rajin mengantar anak-anak ke Kodim adalah sikap humanis dari anggota TNI,” tutur Ibu Ria Fitri.

 

Tim Media

Read more...

Pelajar Klinik Pendidikan MIPA Ikuti International English in Camp 2018

Bogorplus.com-Kedah-Malaysia. – Lima pelajar terpilih Klinik Pendidikan MIPA (KPM) ikut serta dalam program “International English in Camp” di Kedah-Malaysia, 10-13 Mei lalu. Kelima pelajar tersebut adalah M. Arya Bimasena, Teuku Arkansyah Ali, Rahmadewi Hardjanti Taloputri, Moch. Yusuf Anggun Mukti Nurcahyono, dan Raden Rahayuningati Ridwan Saputra. International English in Camp merupakan program tahunan yang diprakarsai oleh Kementerian Pendidikan Malaysia, bertujuan meningkatkan kemampuan bahasa Inggris yang dikemas dalam simulasi permainan sambil menjelajahi objek wisata di Langkawi, Kedah-Malaysia.

Hari demi hari telah dilalui. Para peserta yang berjumlah 157 siswa mengikuti rangkaian kegiatan dengan penuh suka cita dan antusias.

Ina Ana Khoeriyah selaku Team Leader menuturkan bahwa urgensi mengikuti kegiatan ini tak hanya bertujuan meningkatkan kemampuan bahasa Inggris semata, tetapi membina kualitas individu yang baik dan menjalin tali persahabatan di antara sesama peserta International English in Camp.

“Rata-rata peserta yang mengikuti program ini berusia antara 8 hingga 12 tahun. Acara ini mengusung tema belajar sambil bermain lewat permainan eksplorasi dan menggunakan bahasa Inggris sebagai bahasa percakapannya,” kata Ina.

Ibu satu anak ini memiliki harapan pasca berakhirnya kegiatan ini. “Karena program ini merupakan undangan langsung dari Kementerian Pendidikan Malaysia, sejatinya akan menambah hubungan yang baik bagi kedua negara dalam bidang pendidikan. Selain itu, program ini pun akan menjadi agenda tahunan KPM yang diperuntukkan bagi para pelajar kelas bahasa Inggris (English for Chlidren and English for Math) yang telah menjadi siswa binaan di Klinik Pendidikan MIPA,” terangnya kepada tim BogorPlus.com.

Selain itu, bagi M. Arya Bima Sena (11) International English in Camp merupakan pengalaman pertama dan sangat berbeda dibanding camp pada umumnya. “Menarik, bagus, dan banyak atraksi dalam setiap permainan. Terlebih, kita bisa jalan-jalan ke oriental village nan asri dan sejuk hingga berjam-jam,” terangnya.

Arya berharap setelah mengikuti kegiatan International English in Camp semakin mahir dalam percakapan menggunakan bahasa Inggris.

Rupanya, tak hanya segudang pengalaman yang peserta dapatkan. Melainkan beberapa penghargaan pun berhasil dibawa pulang karena dinilai sukses menjadi peserta yang produktif dan aktif dalam forum. Berikut ini capaian penghargaan yang telah diraih di ajang International English in Camp:

Gold Medal: M. Arya Bimasena (SDS ABC KIDS, Bogor)

Bronze Medal:  Teuku Arkansyah Ali (SDN Rawamangun 12 Pagi, Jakarta)

Bronze Medal: Rahmadewi Hardjanti Taloputri (SDS PB Soedirman, Jakarta)

Best Station Camper: Moch. Yusuf Anggun Mukti Nurcahyono (SDN Menteng 01 Jakarta Pusat)

Participant: Raden Rahayuningati Ridwan Saputra (MTS Harapan Baru, Ciamis)

Tim Media

Read more...

Makna dibalik Pelatihan Cara Berpikir Suprarasional di MTS Tahdzibun Nufus Jakarta

Foto: Sedikitnya 30 guru MI dan MTs Tahdzibun Nufus begitu antusias mengikuti pelatihan cara berpikir suprarasional bersama Bapak Arodhi, Selasa (15/05/2018) Lalu

Bogorplus.com-DKI. Jakarta. Madrasah sebagai salah satu lembaga pendidikan sepatutnya dapat menjadi sentral pendidikan agama dan pendidikan bidang ilmu lainnya. Namun pada kenyataannya, harapan tersebut sangat bergantung pada kualitas dan peran para tenaga pendidik. Perlu ada upaya konkret agar semboyan “Mewujudkan Madrasah Bermartabat” bukan utopia semata, kata H. Ahmad Hafidz kepada tim Bogorplus . com disela-sela pelatihan suprarasional dihadapan 30 peserta guru MI dan MTs yang diselenggarakan di Aula MTs Tahdzibun Nufus, Jakarta, Selasa (15/05/2018) lalu.

Pelatihan “Cara Berpikir Suprarasional” ini mencoba memberikan warna baru dalam dunia pendidikan madrasah. Pak Hafidz selaku Kepala Sekolah memiliki tujuan agar lembaga yang dipimpinnya dapat bersaing di era milenial saat ini. Sebelum pelatihan ini diselenggarakan, MTs Tahdzibun Nufus telah bekerja sama dengan Klinik Pendidikan MIPA dalam membuka Klub Matematika Seikhlasnya hampir dua tahun berjalan. Hasilnya cukup dirasakan bermanfaat oleh pihak sekolah berkat menerapkan prinsip “Watawa Saubil Haq, Watawa Saubis Sobr” selama pelaksanaan KBM. “Artinya, masih ada secercah harapan agar madrasah dapat melahirkan sumber daya manusia yang berkualitas,” pungkas Pak Hafidz.

Becermin dari keberkahan dan kemajuan pesat madrasah, para peserta yang didominasi para guru dan staf madrasah mengaku sangat termotivasi. “Alhamdulillah kami sangat bersyukur. Rupanya, inilah kunci sukses agar berkah di dunia dan akhirat. Insya Allah pasca selesainya program ini, saya bersama guru akan berjamaah mewujudkan madrasah yang hakiki,” kata Abdul Aziz.

Pada kesempatan yang sama, H. Budi Haerawan selaku Ketua Pokjawas, Kementerian Agama Jakarta Barat menilai sudah seharusnya Madrasah meneguhkan kembali nilail-nilai “Ikhlas Beramal”. “Suprarasional merupakan pijakan yang relevan dalam mendidik anak dan menggugah para guru agar semakin ikhlas dan optimis dalam tugasnya,” ujarnya.

Untuk meningkatkan mutu pembelajaran, H. Budi Haerawan menegaskan pentingnya peran madrasah dalam menciptakan SDM yang berkualitas. “Dengan adanya pelatihan suprarasional ini, saya berharap para guru madrasah dapat mengamalkan kembali apa yang diperoleh sehingga dapat menjadi contoh bagi muridnya dalam memperkaya tabungan jiwa,” jelasnya.

Tim Media

Read more...