Menu
RSS
Top Banner Nasional

Items filtered by date: June 2018

Strategi Melejitkan Potensi Cabang Klinik Pendidikan MIPA

Foto bersama peserta pelatihan cabang dan staf di akhir kegiatan/Dok: Tim Diklat

Bogorplus.com-Kab.Bogor-Jawa Barat -- Sebagai wujud komitmen Klinik Pendidikan MIPA (KPM) dalam memperluas cabang dan mitra di berbagai Indonesia, puluhan kepala Rumah Pendidikan MIPA (RPM) dan cabang KPM hadir di pelatihan kepala cabang dan staf yang digelar pada tanggal 22 Juni – 28 Juni 2018, bertempat di Padepokan Amir Syahrudin. Acara yang digagas oleh Presiden Direktur KPM, selain untuk meningkatkan kualitas kepala cabang dan staf, juga bertujuan  membekali ilmu sekaligus simulasi kegiatan operasional kegiatan di KPM pusat.

Kegiatan yang berlangsung selama satu pekan ini diikuti oleh 29 peserta yang berasal dari wilayah Surabaya, Malang, Lumajang, Madiun, Solo, Jombang, Jakarta, Sukabumi, Bekasi, Depok, Bekasi, Cikarang, Serang, Bojonegoro, dan Sidoarjo. Meskipun terasa singkat, namun kegiatan tersebut berhasil meninggalkan kesan mendalam dan mendapatkan apresiasi dari para peserta.

Pelaksanaan pembukaan kegiatan pelatihan ini dibuka dengan sambutan serta apresiasi dan motivasi yang langsung disampaikan oleh Presiden Direktur KPM, Raden Ridwan Hasan Saputra. Dalam sambutannya, motivator suprarasional ini berpesan bahwa pelatihan ini dapat menyamakan visi dan gerak langkah dalam menyelenggarakan kegiatan-kegiatan KPM. Selain itu, pelatihan ini sekaligus dapat memberikan pengalaman dan ilmu baru bagaimana mengoptimalkan tiga antena kehidupan (cara berpikir suprarasional), seperti akal, hati, dan panca indera dalam rangka mendorong pencapaian kinerja maksimal di wilayahnya masing-masing.

Hal senada juga diungkapkan H. Moh Arodhi selaku ketua tim pelatih. “Memiliki cabang atau mitra yang sehat, aktif, dan memiliki integritas tinggi merupakan harapan KPM Pusat (Bogor) dalam menyambut tahun ajaran 2018/2019,” ungkap Arodhi.

Ia menilai cabang/mitra memiliki peran strategis dalam “mengedarkan” virus kebaikan dari lembaga Klinik Pendidikan MIPA. Terlebih, cabang/mitra merupakan garda terdepan dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat. Tak ayal, kualitas dan integritas sesuai standar kelembagaan menjadi sebuah keharusan yang diterapkan di berbagai cabang/mitra KPM secara paripurna.

Foto: Drs. H. Moh Arodhi/Ketua tim pelatih/Dok. M. Abdul Afif

Pantauan tim Bogorplus.com, yang menarik dalam pelaksanaan pelatihan yang digelar KPM, peserta diajak mempelajari SOP dari semua divisi yang ada di KPM, seperti: bidang pendidikan, lomba, pelatihan, jaringan hingga penulisan siaran pers. Tak hanya itu, peserta juga dibekali pelatihan karakter dasar berdasarkan cara berpikir suprarasional dan menyambangi toko jarang untung, cafe basi, serta kampung matematika. Selain penyajian materi yang menarik dari setiap divisi di KPM Pusat, peserta juga bisa langsung mengobservasi kegiatan ke setiap divisi yang ada di KPM.

Foto: Peserta mengunjungi toko jarang untung

“Saya berterima kasih kepada tim pelatihan yang telah mengagendakan pelatihan ini. Dengan adanya pelatihan ini, saya jadi lebih tahu proses operasional yang ada di KPM Pusat. Seperti yang sudah disampaikan pak Ridwan, orang itu harus diisi elektromagnetiknya, diisi lagi, dan diisi lagi. Pelatihan ini sangat berarti penting bagi saya.” terang M. Abu Mukhlison (Cabang Jombang, Jawa Timur).

Sementara itu, Kepala KPM Cabang 3 Depok, Ratisa Meyusni mengaku bersyukur dan mengalami peningkatan pengetahuan pasca mengikuti pelatihan. Hal tersebut tak terlepas dari tujuan pelatihan itu sendiri, yakni mengoptimalkan potensi cabang dan mitra KPM.

Di sisi lain, potensi tersebut akan terbentuk jika seluruh cabang/mitra menjaga soliditas yang telah dibangun sesuai visi-misi KPM. “Dapat dimulai dari hal kecil, misalnya, saling mendukung, tukar-menukar gagasan hingga silaturahim ke kantor-kantor cabang/mitra KPM,” urai Ibu Tisa (sapaan akrab) seraya mendapat tepuk tangan riuh dari peserta lain.

Tim Media 

Read more...

Pengembangan HOTS dan Suprarasional Jadi Ciri Khas Karantina Lomba KPM

Foto bersama saat sesi karantina di Padepokan Amir Syahrudin Klinik Pendidikan MIPA/Dok. Tim Lomba

Bogorplus.com-Kab.Bogor-Jawa Barat – Kombinasi antara pengembangan HOTS dan cara berpikir suprarasional menjadi menu utama pada program karantina tim Klinik Pendidikan MIPA dalam menghelat setiap karantina lomba, khususnya pada karantina 1st International Festival Mathematical Triathlon Apollonia (26 - 29 Juli 2018) dan Bulgaria International Mathematics Competition (01 - 06 Juli 2018). Para pelatih secara intensif menjalankan beberapa program persiapan jelang keikutsertaan dalam ajang kompetisi bergengsi di Bulgaria mendatang.

Padepokan Amir Syahrudin, Kantor Klinik Pendidikan MIPA (KPM) yang beralamat di Jalan Raya Laladon-Ciomas, dipilih sebagai lokasi training center tim KPM yang terbagi dalam dua tahap. Tahap pertama dilaksanakan pada tanggal 03 -  09 Juni 2018, sedangkan tahap 2 pada tanggal 21 - 25 Juni 2018 (SD) dan 24 -  30 Juni 2018 (SMP).

Hal tersebut diungkapkan Kepala Divisi Lomba KPM, Muchammad Fachri (Selasa, 26 Juni 2018). “Pasalnya, mengingat kompetisi yang akan dilakoni cukup berat. Maka, pembinaan dilakukan selama dua tahap agar para peserta dapat menyerap lebih banyak ilmu yang diberikan oleh para pelatih,” ungkap Fachri.

“Setiap hari ada jadwal yang harus diikuti peserta mulai bangun tidur, kegiatan pagi hingga istirahat malam. Di samping itu, tim pelatih juga telah memberikan menu soal-soal  latihan yang cukup beragam sesuai porsi kompetisi mendatang,” ujar Fachri.

Foto: Keakraban peserta karantina bersama Rezky Arizaputra (Kak Eki sapaan akrabnya) saat berbagi ilmu dengan peserta karantina. Ia merupakan alumni KPM yang tercatat sebagai Mahasiswa NUS, Singapura dan pernah mengikuti kompetisi BIMC tahun 2013. 

Pria alumnus Institut Pertanian Bogor ini menambahkan, meskipun cukup menantang, menurutnya karantina yang digelar KPM selalu memiliki makna tersendiri dan memberikan kesan mendalam sehingga membuat peserta menikmati proses karantina. Mengingat panitia juga menyajikan sesi olah raga, dinamika kelompok, eksplorasi, dan latihan bela diri untuk ditampilkan di Bulgaria.

“Meskipun memiliki agenda yang cukup banyak, masa karantina ini merupakan momen yang tepat juga untuk saling mengakrabkan satu sama lain agar menjadi tim yang solid,” tambah pria berkaca mata ini.

Foto: M Ilham Al Farisi tengah menikmati bermain "Tic Tac Toe" bersama teman karantina, Teuku Arkansyah Ali/ Dok. Tim Lomba

Karantina yang digelar selama dua pekan rupanya membuat salah satu peserta karantina, Muhammad Ilham Al Farisi mengaku cukup senang dan terkesan  mengikuti karantina bersama KPM. “Tempatnya nyaman, teman-teman seru (kompak), dan para pelatih juga sabar dan baik dalam memberikan materi. Di samping itu, hal yang berkesan yang tak bisa dilupakan adalah belajar, bermain, dan berjuang bersama dengan teman-teman dari latar belakang yang berbeda,” ujar peraih medali perunggu di Kompetisi Matematika Nalaria Realistik ke-13 Se-Indonesia ini.

Kemudian, anak keempat dari empat bersaudara tersebut mengutarakan harapannya agar sukses pada ajang di Bulgaria nanti. “Mohon doanya dari teman-teman dan keluarga, semoga tim Indonesia mendapatkan hasil terbaik,” pungkasnya.

Sementara itu, Kepala Pelatih sekaligus Staf Ahli Litbang, Thyeadi Tungson menuturkan bahwa dalam program karantina ini, para pelatih fokus terhadap materi-materi berbasis Higher Order Thinking Skills  (HOTS) dan dibekali simulasi pelaksanaan kompetisi. “Simulasi ini bertujuan untuk memprediksi capaian peserta selama karantina dan hasil lomba mendatang. ” katanya.

Foto: Kepala Pelatih, Thyeadi Tungson menyampaikan materi kepada peserta karantina BIMC 2018

“Program simulasi bukan hanya sebatas simulasi pertandingan saja, melainkan membuat suasananya seperti kompetisi yang sesungguhnya dan para peserta harus menyesuaikan diri dengan kondisi sebenarnya,” ujar Thyeadi Tungson.

Selain latihan materi matematika, tim KPM juga membekali ilmu tentang cara berpikir suprarasional selama karantina. Dengan adanya program khusus tersebut, peserta diharapkan dapat menyelaraskan 3 antena kehidupan yang akan menjadi faktor kunci menjadi siswa yang mampu berprestasi, yakni akal pikiran, panca indera, dan hati.

Menarik jika menyimak kajian R. Ridwan Hasan Saputra dalam bukunya 'Cara Berpikir Suprarasional' (2017). “Kesuksesan sebenarnya bisa diperoleh oleh siapa saja, terutama bagi orang-orang yang mau selalu menambah tabungan kebaikan dengan rajin beribadah menurut kepercayaan masing-masing serta bekerja keras demi menggapai ridha Tuhan Yang Maha Kuasa,”.

Banyak orang pintar, tetapi hidupnya tidak sukses. Di KPM, tak hanya menciptakan generasi pintar dan cerdas. Namun, generasi yang akan dapat memberikan perubahan positif bagi bangsa lewat pengembangan HOTS dan pengamalan cara berpikir suprarasional.

 

Tim Media

Read more...

Suprarasional dalam Menuntut Ilmu

Bogorplus.com. -- Ilmu pengetahuan itu sangat penting dimiliki setiap manusia. Sebagai manusia kita harus terus belajar karena Rasulullah pernah bersabda yang artinya menuntut ilmu wajib untuk setiap muslim dan muslimat. Namun kita harus tahu definisi ilmu dari kaca mata supraraasional, dimana Rasullulah bersabda yang artinya ilmu adalah cahaya, cahaya Allah tidak akan didapatkan oleh orang yang melakukan maksiat. Disini akan dibahas dari 3 poin besar cara berfikir suprarasaional , yaitu 1) Allah adalah tempat bergantug, segala tujuan hanya kepada Allah, 2) Merencanakan Kesusahan, dan 3) Pahala lebih baik daripada uang (Saputra, 2017). Imam Ghazali berpesan Bantinglah otak untuk mencari ilmu sebanyak-banyaknya guna mencari rahasia besar yang terkandung di dalam benda besar yang bernama dunia ini, tetapi pasanglah pelita dalam hati sanubari, yaitu pelita kehidupan jiwa.

Dari poin pertama Allah adalah tempat bergantung, sebagaimana tedapat dalam surat  Al Ikhlas ayat ke 2. Seorang pelajar tidak boleh melupakan poin besar ini, karena dengan paham pada poin ini maka akan ada kemudahan dalam mendapatkan ilmu. Dalam Al Quran Surat Al Baqorah ayat 32, Allah berfirman yang artinya Maha Suci Engkau (Allah), tidak ada yang kami ketahui melainkan apa-apa yang telah diajarkan kepada kami, sessungguhnya (Allah) Maha Mengetahui Lagi Maha Bijaksana. Dari ayat di atas dapat dipahami bahwa sesungguhnya kepahaman yang kita dapatkan semata-mata atas karunia Allah subhana wata’ala. Sebagaimana juga disebutkan dalam surat Al Alaq ayat 5 yang artinya Dia (Allah) mengajarkan kepada manusia apa-apa yang tidak diketahui. Dalam surat Al Baqoroh tadi di akhir ayat disebutkan Maha Mengetahui Lagi Maha Bijaksana, dimaksudkan bahwa sumber ilmu pengetahuan adalah Allah, karena Allah Yang Maha Mengetahui, dan Maha Bijaksana dimaksudkan Allah akan memberikan ilmu kepada siapa saja, tertutama orang-orang yang menghambkan dirinya kepada Allah. Konteks ini menunjukkan bahwa yang terpenting bukan IQ yang tinggi melainkan kemampuan diri untuk mendekatkan diri kepada Allah. Sebagaimana Sabda Rasulullah yang artinya, barangsiapa yang Allah hendaki mendapatkan semua kebaikan, niscaya Allah akan memahamkan dia tentang ilmu agama.

Kenapa harus merencanakan kesusahan? Bukankah Rosulullah pernah bersabda yang artinya tuntutlah ilmu walau ke negeri Cina. Ini menunjukkan bahwa seoarang penuntut ilmu harus benar-benar mau belajar kemana pun dan harus bersusah payah. Yang diharus dipahami dalam merencanakan kesusuhan adalah dimana perilaku yang dilakukan dimata orang kebanyakan adalah sulit, tetapi hati dari pelaku (orang yang menuntut ilmu) dalam keadaan senang dan semata-mata karena Allah. Imam Syafi’I berkata ada enam perkara dalam menuntut ilmu, 1) kecerdasan, 2) Antusias (terhadap ilmu), 3) Kesungguhan, 4) Harta (bekal), 5) Belajar dengan guu, 6) Waktu yang lama (panjang). Kecerdasan disini bisa digolongkan menjadi dua bagian yaitu; Pertama Kecerdasan yang diberi oleh Allah dengan berupa kemudahan dalam memahami pelajaran dan sangat mudah dalam menghafal apa yang diberikan oleh orang lain, dan dia mempunyai hafalan yang kuat, Kedua Kecerdasan yang di dapat dengan usaha yang keras dengan rajin belajar dan giat menghafal. Semua orang punya kesempatan untuk melakukan ini, dan Allah melihat atas setiap ikhtiar yang dilakukan, jadi tidak perlu ragu untuk terus melakukan (merencanakan kesusahan), karena dibalik itu akan ada kemudahan.

Yang tidak kalah penting adalah pahala lebih baik daripada harta. Sebagaimana yang dikatakan Imam Ali bin Abi Thalib Ilmu itu lebih baik daripada harta. Ilmu menjaga engkau dan engkau menjaga harta. Ilmu itu penghukum (hakim) dan harta terhukum. Harta itu kurang apabila dibelanjakan tapi ilmu bertambah bila dibelanjakan. Rasulullah bersabda yang artinya siapa saja yang mengadakan perjalanan untuk usaha menuntut ilmu, maka Allah akan menganugrahkan jalan ke surga. Bukankah surga lebih baik dari dunia dan isinya? Sebagaimana dalam hadits lain disebutkan, seseorang yang mempelajari satu bab dari suatu ilmu masih lebih baik nilainya daripada dunia dan isinya. Pahala yang didapatkan bisa dari berbagai aspek dalam belajar, Rasulullah bersabda yang artinya, ilmu laksana sebuah gudang, sedangkan kunci pembukanya adalah bertanya. Sesungguhnya, ada pahala bagi empat golongan manusia, yaitu orang yang bertanya, orang yang menjawab, orang yang mendengar, dan orang yang senang dengan kondisi mereka bertiga. Pahala orang yang berjihad dijalan Allah adalah dijamin masuk surga, para penuntut ilmu salah mujahid di jalan Allah, karena mereka sedang memerangi kebodohan yang berada dalam dirinya dan lingkungannya.

Oleh karena itu, para penuntut ilmu harus berfikir suprarasional karena semua sesuai dengan yang di anjurkan oleh Allah dan Rasul-Nya. Semua fokus kepada Allah dalam menggapai ridho-Nya, rela berkorban (merencakanakan kesusahan) yang nantinya akan mendatangkan kemaslahatan untuk banyak orang, dan bukan mikirkan apa yang didapat (harta) tetapi apa yang bisa dilakukan (akan mendatangkan pahala). 

Ha Long-Vietnam, 22 Juni 2018

Teguh Imam Agus Hidayat

Litbang Klinik Pendidikan MIPA

Read more...

Tim Olimpiade Matematika Klinik Pendidikan MIPA Bertolak ke Bulgaria

Foto bersama kontingen Indonesia-KPM jelang keberangkatan tim SD/Dok. Ryky TSA-KPM

Bogorplus.com-Tangerang-Banten – Tim Klinik Pendidikan MIPA (KPM) kembali mengirimkan 8 pelajar terpilih untuk berlaga di 1st International Festival Mathematical Triathlon Apollonia pada tanggal 26 – 29 Juni 2018 melalui terminal keberangkatan 2E, Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, Senin (25/06/2018). Tim yang terdiri dari pelajar kelas 6 Sekolah Dasar (SD) ini juga akan melakoni event bergengsi, Bulgaria International Mathematics Competition pada tanggal 01 - 06 Juli 2018. Menurut pantauan tim Bogorplus.com, Presiden Direktur KPM, Raden Ridwan Hasan Saputra dan Siti Nurmalasari turut tergabung dalam rombongan sebagai team leader dan deputy leader.

Sebelum berangkat ke Bulgaria, tim KPM menjalani karantina selama 2 tahap, yakni pada tanggal 03-09 Juni 2018, sedangkan tahap 2 pada tanggal 21-25 Juni 2018 (SD) dan 24-30 Juni 2018 (SMP), bertempat di Padepokan Amir Syahrudin, Klinik Pendidikan MIPA, Kab. Bogor - Jawa Barat. Selama proses pembinaan, seluruh peserta telah mendalami materi dalam rangka persiapan kompetisi di Bulgaria.

Muchammad Fachri selaku Kepala Divisi Lomba KPM mengaku bersyukur atas kesempatan yang telah diberikan. Kesempatan ini juga merupakan amanah yang tak mudah untuk dilalui, “Alhamdulillah KPM mendapatkan undangan untuk mengikuti 2 event internasional sekaligus di Bulgaria. Tim SD bertolak lebih dahulu karena akan berjuang di 1st International Festival Mathematical Triathlon Apollonia (SD), School - Bulgaria. Selanjutnya, tim SD dan SMP akan mengikuti laga lanjutan di BIMC,” ungkap Fachri.

Meskipun kompetisi di Sozopol pertama kali di helat, Fachri dan tim KPM tak ingin jumawa. Ia berharap tim binaannya dapat berjuang dengan baik serta mendapatkan hasil kompetisi sesuai usaha yang telah dilakukan.

Tim Key Stage II (sebutan tim SD) akan menghadapi tiga bidang perlombaan, yakni: Number Theory, Geometry, Combinatoric, dimana setiap bidangnya peserta diharuskan mengerjakan 8 soal.

Berikut daftar formasi tim key stage II (SD) Klinik Pendidikan MIPA:

  1. Nisrina Fathiyya Nugraha – SDIT Nurul Fikri Depok
  2. Muhammad Ilham Al Farisi – SDIT Ummul Quro Bogor
  3. Amara Khairunnisa Dinata – SD Pertiwi Bogor
  4. Jefferson Evans Manadi – SDK 6 Penabur Kelapa Gading Jakarta
  5. Pasha Razaka Fitrah Madjid – SDI Al Azhar 13 Rawamangun Jakarta
  6. Teuku Arkansyah Ali -SDN Rawamangun 12 Pagi Jakarta
  7. Maulana Satya Adigama – SD Muhammadiyah Sapen Yogyakarta
  8. Farel Zakwan – SDN Cibatok 3 Bogor

Sementara itu, KPM tak hanya memboyong tim SD saja, melainkan tim SMP juga yang akan menyusul berangkat pada tanggal 30 Juni 2018 mendatang.

Tim Media

Read more...

Menelisik Lebih Jauh Perhelatan Kompetisi AMC 2018

Bogorplus.com – Bagi para pelajar di Indonesia mungkin sudah tak asing lagi dengan perhelatan kompetisi matematika internasional yang bertajuk Australian Mathematics Competition (AMC). Event berskala internasional yang berasal dari negeri kangguru ini siap menyapa para pelajar Indonesia secara serentak pada tanggal 09 Agustus 2018 mendatang.

Bicara soal kompetisi, maka tak terlepas dari jenis soal dan penghargaan. Oleh karena itu, penting sekali bagi peserta agar memahami seluk-beluk kompetisi AMC agar bisa meraih hasil maksimal. Setidaknya tiga informasi di bawah ini dapat membantu peserta memahami kompetisi AMC 2018.

Pertama, peserta harus mengerjakan soal yang berjumlah 30 butir yang terdiri dari 25 soal pilihan ganda dan 5 soal isian singkat. Adapun waktu pengerjaan selama 60 menit (SD) dan 75 menit (SMP-SMA) serta dibagi dalam 5 kategori, yakni Middle Primary Division (kelas 3 & 4 SD), Junior Secondary Division (kelas 7 & 8 SMP), Intermediate Division (Kelas 9 SMP & 10 SMA), dan Senior Division (Kelas 11 & 12 SMA).

Yang perlu dicermati lagi adalah terkait sistem penilaian. Soal nomor 1-10 (bernilai 3 poin), soal nomor 11-20 (bernilai 4 poin), dan soal nomor 21-25 (bernilai 5 poin). Sedangkan soal nomor 26-30 untuk isian singkat (bernilai 6,7,8,9, dan 10) secara berurutan. Di samping itu, tak ada pengurangan nilai untuk jawaban yang salah.

Kedua, lembar kerja yang telah diisi peserta akan dinilai oleh tim analisis dari pakar matematika di Australia. Adapun untuk pengumuman hasil akan disampaikan setelah 60 hari kerja pasca tes AMC. Sedangkan untuk pemberian sertifikat dilaksanakan 90 hari kerja sejak AMC dilaksanakan.

Ketiga, setelah melalui proses penilaian oleh tim analisis dari pakar matematika Australia, peserta yang berhasil menorehkan prestasi terbaik akan dianugerahi penghargaan. Saat ini, tercatat enam penghargaan umum dan tiga penghargaan khusus, di antaranya: Prize, High Distinction, Distinction, Credit, Proficiency, dan Participation. Selain itu, terdapat penghargaan khusus, seperti: Prudence, Medals, dan Peter O’Halloran Award.

Bagi yang belum mendaftar, kami tunggu pendaftarannya dengan cara membuka link berikut https://bit.ly/2tTrlsA atau dapat menghubungi tim cabang/mitra KPM terdekat. Informasi selengkapnya dapat menghubungi Ibu Ninna 081310343400.

Tim Media

Read more...

Gemar Menulis Soal Unik Matematika? Yuk Ikuti Kompetisi AMC 2018

Bogorplus.com— Bagi para pelajar yang memiliki hobi matematika, apalagi terbiasa mengulik soal-soal unik dan menantang, tak ada salahnya coba ikuti kompetisi yang satu ini. Event berskala internasional yang bertajuk Australian Mathematics Competition (AMC) ke-41 siap menyapa para pelajar Indonesia secara serentak pada tanggal 09 Agustus 2018 mendatang.

Dilansir dari situs www.kpmseikhlasnya.com, Australian Mathematics Competition (AMC) merupakan kompetisi matematika berskala internasional yang diselenggarakan Australian Mathematics Trust sejak tahun 1978. Kompetisi ini dapat diikuti oleh pelajar kelas 3 SD - 12 SMA.

Di Indonesia, pelaksanaan AMC menggandeng Klinik Pendidikan MIPA (KPM) sebagai penyelenggara tunggal. Hal ini menjadi keuntungan tersendiri karena para pelajar Indonesia tak perlu jauh-jauh ke Australia (luar negeri) untuk mencicipi soal unik tersebut.

Soal-soal yg disajikan di AMC dikatakan unik karena membutuhkan keterampilan dalam bernalar untuk dapat menemukan solusinya. Setiap peserta AMC juga mendapatkan hasil analisis kemampuan matematikanya setelah mengikuti kompetisi. Analisis ini berdasarkan tipe soal yg disajikan dalam AMC.

Muchammad Fachri selaku Kepala Divisi Lomba KPM mengungkapkan pentingnya kompetisi ini bagi pelajar. “Berdasarkan pengalaman sebelumnya, kompetisi ini selalu ramai digandrungi ribuan pelajar dari berbagai wilayah di Indonesia dan telah melahirkan pelajar berprestasi. Selain itu, soal yang unik dan lokasi yang mudah dijangkau menjadi daya tarik tersendiri bagi orang tua dan peserta,” ujar Fachri.

Kemudian Fachri menambahkan, masih ada manfaat lain yang akan didapatkan peserta. “Mengingat levelnya internasional, setiap peserta terbaik akan mendapatkan sertifikat bertaraf internasional dan akan disediakan soal tes yang diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia. “Semoga dari kompetisi ini diharapkan muncul bibit-bibit unggul di bidang matematika,” tutup Fachri.

Lalu, bagaimana caranya jika para pelajar Indonesia ingin mengikuti AMC? Tim bogorplus.com berkesempatan bertemu tim lomba KPM yang bernama Ibu Ninna saat menyambangi kantor Klinik Pendidikan MIPA (KPM) yang berjarak 7 KM dari pusat Kota Bogor, tepatnya di Pagelaran, Ciomas -Kab.Bogor.

Ibu Ninna mengatakan bahwa pendaftaran AMC tahun ini sudah dibuka sejak bulan Januari 2018. “Awal bulan Januari  2018 sudah dibuka. Jumlah pesertanya pun semakin hari terus bertambah seiring jelang penutupan pada tanggal 26 Juli 2018. KPM juga memberikan kemudahan bagi yang ingin mendaftar lewat online dengan membuka link berikut https://bit.ly/2tTrlsA,” terangnya.

Tim Media

Read more...

Uniknya Pesantren Ramadan 2018 Ala Klinik Pendidikan MIPA

 

Bogorplus.com-Kemang-Kab.Bogor– Pesantren kilat pada umumnya menjadi salah satu kegiatan yang kerap ramai digelar untuk mengisi aktivitas di bulan Ramadan. Namun, salah satu lembaga di Bogor, Klinik Pendidikan MIPA (KPM) sukses menyulap Pesantren Kilat Ramadan dengan tema begitu inovatif dan mendidik, yakni “Ramadan with Mathematics and Science” yang bertempat di BPSDM Kemendagri, Kemang-Bogor, Selasa-Kamis, 05 -  07 Juni 2018.

Selama kegiatan, para peserta diajak mendalami pelajaran Matematika dan IPA (MIPA). Selain itu, acara yang diikuti 78 peserta dimeriahkan dengan berbagai aktivitas permainan interaktif yang mengasah kerja sama kelompok sebagai wujud membangun individu dan tim yang berkualitas. Tak hanya itu saja, penguatan sisi rohani (agama) tak luput mengiringi kegiatan selama 3 hari 2 malam, seperti: salat fardu berjamaah, salat sunah, buka puasa bersama, tadarus Alquran hingga ceramah agama oleh Ustadz Muhammad Hassan Basri Syihabuddin, Mubalig dari Majlis Al Ihya Bogor.

Siti Nurmalasari selaku Pimpinan Divisi Pendidikan menuturkan bahwa pihaknya terus berupaya memberikan pelayanan yang optimal selama bulan Ramadan agar para siswa dapat memanfaatkan liburannya dengan hal positif.

Bukan tanpa alasan mengapa kegiatan yang bernuansa pendidikan ini menggunakan BPSDM Kemendagri. “Sebetulnya, program ini sudah sering digulirkan setiap tahun. Namun, tahun ini kita gelar di BPSDM karena jumlah peserta yang meningkat dan tingginya minat dari para orang tua dan peserta. Hal tersebut menjadi salah satu pertimbangan tim KPM,” ungkap Teh Mala (sapaan akrabnya) saat diwawancarai bogorplus.com.

Tak pelak, animo yang tinggi datang dari peserta Ramadan with Mathematics and Science. Peserta datang dari berbagai daerah, seperti: Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi, Garut, Sukabumi, bahkan dari Kab. Malang. Semua peserta berbaur dalam nuansa kebersamaan.

Melihat antusiasme yang luar biasa dari para peserta, Siti Nurmalasari menegaskan siap menjadikan gelaran serupa kembali digelar menjadi agenda tahunan. “Mohon doa dan dukungannya supaya KPM dapat menggelar kegiatan seperti ini di tahun mendatang,” ujarnya saat ditemui di akhir kegiatan.

Dari pantauan tim bogorplus.com, agar suasana semakin akrab dan menambah semangat, panitia juga menyajikan sesi team building yang mengusung tema “Fun Math and Science”. Sesi ini dilakukan agar para peserta merasakan sensasi dan bergembira selama mengikuti kegiatan.

Meski datang jauh-jauh dari Kab. Malang, Ahmad Habibi yang merupakan pelajar kelas 4 SD Ummu Aiman Malang sangat senang mengikuti pesantren tahun ini.

“Tahun ini Alhamdulillah bisa hadir di Bogor. Banyak kegiatan bermanfaat dikenalkan ke kami. Saya juga bisa bersama-bersama belajar mengaji, shalat, belajar, dan melakukan aktivitas Ramadan yang berbeda dari biasanya,” kata Ahmad Habibi.

Sementara itu, hal senada juga diungkapkan Aisha Dinar Farahita, pelajar kelas 6 SD An-Nahl Jakarta. “Pesantren Ramadan bersama KPM sungguh menyenangkan. Selain belajar MIPA, kita juga mendapat bekal ilmu agama dan motivasi kehidupan. Selain itu, bersama guru dan pendamping yang baik membuat saya semakin bersyukur bergabung di Pesantren Ramadan bersama KPM,” ungkap pelajar yang memiliki hobi berenang tersebut.

Pesantren Ramadan yang digagas Raden Ridwan Hasan Saputra menuai apresiasi dari salah satu orang tua, Ibu Sophianty. “Selain kesan positif dan pengetahuan baru, program ini sangat tepat untuk memantapkan nilai-nilai akidah di tengah terpaan modernisasi yang kian menjamur,” kata Ibu Sophianty.

Lebih lanjutnya, “Pelaksanaan selama 3 hari 2 malam dinilai kurang bagi kami selaku orang tua. Saya melihat di Pesantren Ramadan bersama KPM, tak hanya belajar umum saja. Tetapi, ilmu-ilmu agama, etika, dan sopan santun serta penguatan pendidikan karakter semakin memiliki manfaat besar bagi tumbuh kembang anak-anak kami” pungkasnya.

 

Tim Media

Read more...

Meniti Jalan menuju International Mathematics Contest Singapore 2018

Foto bersama peserta MIHT, Foto. Dok Misbah Epriyandi

Bogorplus.com-Kab.Bogor-Jawa Barat. -- Siapa bilang soal olimpiade matematika itu mudah? Tak ada soal olimpiade matematika yang mudah. Meskipun demikian, kesulitan yang disajikan pada soal olimpiade matematika bisa dipecahkan.

35 siswa dari Jabodetabek, Jambi, dan Makasar sangat antusias mengikuti pelatihan bagi para siswa untuk memahami dan menelaah sajian soal - soal olimpiade matematika. Pelatihan tersebut bertajuk Math In House Training (MIHT), 31 Mei-02 Juni 2018, bertempat di Griya Dharma Wulan, Kab.Bogor . MIHT merupakan program pelatihan untuk mengembangkan minat dan bakat anak-anak Indonesia di bidang matematika.

Umair Ahmad Ukasyah, siswa kelas 4 SDIT Nurul Ilmi Jambi menuturkan, ”Saya sangat senang mengikuti kegiatan ini karena materi yang diberikan sangat menarik dan belum pernah saya dapatkan di sekolah. Strategi pengerjaan soal dilakukan dengan cara-cara sederhana. Selain itu, kegiatan ini pun mendidik adab sopan santun kepada guru dan sesama teman. Yang membuat saya lebih bersemangat, hasil belajar saya dinyatakan bagus oleh para guru pelatih dan saya direkomendasikan untuk mengikuti International Mathematics Contest Singapura."

Senada dengan hal itu, Fadhil Rudian, orang tua peserta MIHT berujar, “Kegiatan ini sangat baik sekali karena putra saya dilatih strategi menjawab soal-soal matematika dengan cara yang berjalan. Hal yang tidak biasa dilatihkan di sekolah. Anak-anak pun dibina sikap kemandirian dan kemampuan berinteraksi positif dengan sesama peserta MIHT. Harapan saya, semoga agenda MIHT ini sering dilakukan supaya dapat memotivasi siswa-siswa agar lebih giat dalam belajar matematika.”

Tim Media 

Read more...

Tim KPM Habiskan Ramadan di Junior Summer Math Camp, Texas.

Bogorplus.com-Tangerang-Banten. -- Hari keberangkatan telah tiba. Dua pelajar Klinik Pendidikan MIPA, M Arif Wibisono (kelas 8 SMPI Al Azhar 8 Kemang Pratama-Bekasi) dan Reyfandi Nawal Pratama (Kelas 8 SMPN 115 Jakarta) bertolak ke Negeri Paman Sam (Amerika Serikat) bersama Presiden Direktur Klinik Pendidikan MIPA (KPM) , Raden Ridwan Hasan Saputra melalui terminal 2 keberangkatan, Bandara Soekarno Hatta, Tangerang-Banten, Sabtu pagi (02/06/2018). Kedua pelajar tersebut akan menjalani rangkaian program "Junior Summer Math Camp (JSMC) 2018" di Texas State University, San Marcos, Amerika Serikat pada tanggal 03-15 Juni 2018.

Tim KPM akan menghabiskan waktu di bulan Ramadan sambil mendalami ilmu matematika selama dua minggu. Para peserta akan menjalani kegiatan di Texas hingga hari Raya Idul Fitri 1439 H.

Presiden Direktur KPM, Raden Ridwan Hasan Saputra yang turut mendampingi lawatan ke Amerika menjelaskan bahwa Junior Summer Math Camp merupakan ajang tahunan pelatihan matematika bergengsi yang diikuti pelajar sekolah menengah pertama (kelas 7-8 SMP) yang diprakarsai oleh Texas State University.

“Dua pelajar tersebut merupakan pelajar berbakat yang telah melalui proses seleksi oleh KPM. Kegiatan tahunan tersebut berhasil menjaring pelajar berbakat untuk mendalami ilmu (problem solving) berbasis Higher Order Thinking Skills (HOTS) yang sudah diterapkan KPM sebelumnya,” ujar Ridwan HS dalam keterangannya.

Di ajang tersebut, tim (KPM) Indonesia memang selalu mendapatkan undangan khusus dari Texas State University sejak tahun 2010. Hal tersebut bisa terjadi karena Raden Ridwan Hasan Saputra memiliki relasi dan kerja sama yang baik dengan pihak panitia (Junior Summer Math Camp).

Sementara itu, Muchammad Fachri selaku Kepala Divisi Lomba menyampaikan ihwal aktivitas selama kegiatan Junior Summer Math Camp ini, seperti: belajar bersama, interaksi dalam memecahkan soal, olah raga, dan kreasi pelajar yang menambah spirit dalam kunjungannya di Amerika.

Tim Media

Read more...