Menu
RSS
Top Banner Nasional

7 Kodim Sosialisasikan Wisata Matematika Bela Negara

Foto: Pelatihan Wisata Matematika Bela Negara

Bogorplus.com. Era globalisasi dalam pembangunan nasional kian menemui berbagai tantangan. Berbagai antisipasi semakin gencar disosialisasikan oleh pemerintah. Salah satu upayanya menanamkan wawasan kebangsaan dan budi pekerti. Dengan menanamkan sikap tersebut, diharapkan menjadi benteng dalam memperbaiki generasi muda bangsa.

Seperti kita ketahui,  anggota TNI tidak terlepas dari peran tersebut. Namun bukan berarti pembinaan wawasan kebangsaan terkesan menyeramkan.

Untuk itulah Staff Umum Angkatan Darat (STERAD) bekerjasama dengan Klinik Pendidikan MIPA melakukan terobosan dengan menggelar pelatihan bela negara. Kegiatannya dirancang menyenangkan serta disosialisasikan kepada 7 Kodim, di antaranya: Kodim 0606/Kota Bogor (06-07 September 2017), Kodim 0821/Lumajang (11-12 September 2017), Kodim 0718/Pati (12-13 September 2017), Kodim 0727/Karanganyar (13-14 September 2017), Kodim 0620/Kab. Cirebon (14-15 September 2017), Kodim 0813/Bojonegoro (18-19 September 2017) dan Kodim 0501/Jakarta Pusat (19-20 September 2017).

Quality Control Klinik Pendidikan MIPA (QC KPM), Drs. H. Moh Arodhi menjelaskan, “Program sosialisasi ini adalah bagian dari pilot project yang ditetapkan oleh STERAD untuk memastikan program WMBN berjalan efektif. Selain itu, kita dapat melihat sikap antusias dan sambutan positif dari sekolah-sekolah terhadap inovasi penyampaian wawasan kebangsaan dan bela negara melalui wisata matematika bela negara ini” jelas Arodhi.

“Dukungan positif dari komandan Kodim & kepala sekolah turut memberikan semangat dalam pelaksanaan WMBN,” tambah Arodhi.

“Tentunya dari semua itu, diharapkan ada hasil yang dicapai.Harapan ke depannya adalah dapat menemukan bentuk dan model pelaksanaan wisata matematika bela negara yang ideal untuk dapat diterapkan di Kodim-kodim di seluruh Indonesia,” tutup Arodhi.

Read more...

Taekwondoin KPM-Focus Sabet Emas Dalam Ajang Popnas XIV 2017

Foto: Mukhlis Ba Alwi (Pelatih/Kiri) & Ebril (Kanan) tengah berpose pasca raih medali

Semarang-Jawa Tengah. Brillian Pangestu Linggarwangi yang merupakan siswa dari taekwondo Klinik Pendidikan MIPA (KPM-Focus), menjadi satu-satunya taekwondoin asal kota Bogor yang berhasil masuk menjadi tim provinsi Jawa Barat di ajang POPNAS XIV 2017, yang dilaksanakan Universitas Negeri Semarang, Jawa Tengah, pada tanggal 10-21 September 2017.

Ebril (panggilan akrabnya), berhasil mempersembahkan medali emas pertama di kontingen taekwondo untuk Jawa Barat pada hari Sabtu kemarin (16/09/2017) di nomor poomsae perorangan putra.

“Hasil ini jelas sangat diluar dugaan, karena lawan yg dihadapi adalah atlet nasional yang baru saja membela tim nasional di kejuaraan Asia di uzbekistan, belum lagi atlet tersebut memperkuat tuan rumah, Jawa Tengah,” ujar Mukhlis Ba Alwi selaku pelatih.

Pelatih berusia 38 tahun ini mengatakan, “Ebril benar-benar tampil “nothing to lose” saat final, dan Alhamdulillah sangat diluar dugaan dia berhasil meraih peringkat pertama dengan memperoleh rata-rata nilai 8.01.”

“Terima kasih atas semua doa dan dukungan yang telah diberikan oleh masyarakat Jawa Barat dan Kota Bogor khususnya, semoga hasil yang telah kami raih memberikan manfaat dan motivasi bagi atlet-atlet muda,” tutup Sabeum Nim Boris (sapaan akrab) yang telah menjadi atlet taekwondo sejak tahun 1995.

Saat diwawancara terpisah, Brillian Pangestu Linggarwangi  mengungkapkan rasa syukur kepada Allah SWT. saya tidak menyangka bakal dapat meraih medali emas, karena lawan terberat saya adalah tim nasional dan juga tuan rumah,” kata Ebril.

Foto: Ebril (Tengah) berada di podium

“Pada awalnya cukup pesimis. Tetapi saya ingat pesan pelatih dan Presiden Direktur KPM Bapak Ridwan Hasan Saputra, agar memperbanyak tabungan kebaikan dengan melakukan aktifitas ibadah yang baik,” tambahnya.

Pelajar kelas 12 dari SMA Negeri 1 Bogor ini  mengucapkan, Terima kasih untuk semua doa dan dukungannya, khususnya Klinik Pendidikan MIPA yang telah menempa saya dengan sistem pendidikan akhlak yang baik. Sehingga saya dapat menjalani kompetisi kemarin dengan tenang,” tutupnya.

Read more...

KPM Cabang 1 Surabaya Gelar Pelatihan Matematika Nalaria Realistik Se-Jawa Timur

Foto: Antusias, puluhan peserta mengikuti pelatihan Matematika Nalaria Realistik

Bogorplus.com-Surabaya-JawaTimur. Tumbuhnya kesadaran masyarakat untuk membangun pendidikan yang lebih baik dan menghasilkan siswa-siswi berprestasi, mendorong Klinik Pendidikan MIPA (KPM) Cabang 1 Surabaya, Jawa Timur. Kembali mengadakan pelatihan Matematika Nalaria Realistik (MNR) pada tanggal 16-17 September 2017. Pelatihan ini di peruntukkan bagi Guru yang menjadi bagian dari KPM yang menyebarkan “virus” Sistem Metode Seikhlasnya dan Matematika Nalaria Realistik (MNR).

Acara yang dihadiri oleh 50 peserta, bertempat di kantor KPM Cabang 1 Surabaya, Jl. Ketintang Baru III No. 56 A, Surabaya. Pelatihan semakin meriah karena dihadiri dari berbagai wilayah, seperti: Lumajang, Banyuwangi, Tuban, Bojonegoro, Ponorogo, Kediri, Jombang, Lamongan, dan dari Surabaya. Ada tujuh orang peserta yang berasal dari Kampung Matematika di Makarya Binangun Waru untuk melakukan upgrade terhadap para pengajar di Kampung Matematika. Selain itu, beberapa lembaga pendidikan yang sudah menjalin kerjasama dengan KPM sebelumnya.

Quality Control Klinik Pendidikan MIPA pusat, Drs. H. Moh Arodhi, selaku pelatih mengatakan, “Pelatihan yang berlangsung pada pukul. 08.00 s.d. 15.00 WIB, disambut dengan antusiasme peserta selama mengikuti Pelatihan. Ini terlihat dari respon peserta yang luar biasa setiap kali pelatih memberikan tantangan berupa mengerjakan soal-soal di depan. Materi Pelatihan membahas secara lebih rinci apa itu MNR dan SMS, bagaimana menjadi guru MNR yang hebat dan berkah, dan di sela-sela acara disisipkan dengan icebreaking dan permainan matematika,” kata Arodhi yang juga sebagai Kepala Cabang 1 Surabaya.

Foto: Drs. H Moh Arodhi penuh semangat memberikan materi kepada peserta

Arodhi menambahkan, harapan kedepannya peserta yang telah mengikuti pelatihan ini, dapat terus berkomitmen untuk menyebarkan ilmu yang sudah diperoleh dengan mengajarkan MNR di Sekolah Center (SC), Klub Matematika Seikhlasnya (KMS), Kampung Matematika, ataupun di Sekolah yang mengadopsi MNR dalam kurikulum sekolah.

Sedangkan pada kesempatan yang sama, Bahrul Ulum salah satu peserta dan kepala cabang KPM Lumajang mengatakan, “Peserta pelatihan dapat memperoleh ilmu yang sangat bermanfaat sehingga dapat mendidik anak anak untuk bisa memiliki daya nalar yang tinggi dan dapat mengkomunikasikannya dengan baik,” ujar bahrul ulum.

Foto: Kemeriahan peserta pelatihan saat ice breaking

Sementara Krisbiantoro, peserta asal Ponorogo mengatakan, “Pelatihan ini sangat bermanfaat sekali seperti yang langsung saya rasakan adalah teknik mengerjakan soal mnr menjadi lebih mudah dan sederhana selain itu saya semakin percaya diri dalam menyampaikan MNR kepada siswa,” tutupnya.

Sumber: Humas KPM Cabang 1 Surabaya

Read more...