Menu
RSS
Top Banner Nasional

Menengok Aktivitas Para Finalis Jelang Final Kompetisi Matematika Nalaria Realistik Ke-13

Bogorplus.Bogor-Jawa Barat. – Terpilih maju ke babak final Kompetisi Matematika Nalaria Realistik (KMNR) ke-13, sungguh capaian yang luar biasa. Namun, menyandang status finalis saja tidak cukup, jika tidak mendapat raihan yang terbaik di ajang tahunan ini.

Tim www.bogorplus.com berkesempatan memantau aktivitas peserta di daerah jelang babak final KMNR ke-13, yang akan digelar di Ecovention, Ancol, Jakarta. Minggu (15/04/2018) nanti.

Mitra dan Cabang Klinik Pendidikan MIPA terus memacu para siswa didiknya agar meraih sukses di final. Adapun lokasi mitra dan cabang KPM yang menyelenggarakan program persiapan, di antaranya: Jakarta, Bogor (Pusat), Depok, Tangerang, Tangerang Selatan, Bekasi, Serang, Solo, Semarang, Yogyakarta, Surabaya, Jombang, Jember, Lumajang, Sidoarjo, Makassar, Denpasar, Palembang, Sukabumi, dan kota-kota lainnya.

“Pembinaan ini merupakan langkah nyata dari KPM Cabang 3 Depok dalam mempersiapkan peserta Final KMNR 13 meraih hasil yang diharapkan. Para finalis berfokus menjalankan aktivitas memperluas tabungan jiwa yang telah diajarkan Pak Ridwan,” ujar Ibu Ratisa, selaku Kepala KPM Cabang 3 Depok, disela-sela memberikan bimbingan kepada peserta didiknya bertempat di Kantor KPM Cabang 3 Depok.

Foto: Pembinaan KMNR di KPM Cabang 3 Depok, di Ruko Pancoranmas No 81A, Jl Raya Pancoranmas – Kota Depok.

Selain KPM Cabang 3 Depok yang melatih 103 peserta yang lolos ke final, KPM Cabang Bojonegoro melakukan hal serupa. Sejak diumumkan lolos final, Bapak Abdul Fatah selaku pimpinan cabang langsung membuat jadwal pembinaan satu minggu sekali untuk setiap level siswa.

“Jelang final ini, pembinaan di wilayah Bojonegoro lebih intensif. Setiap hari ada level SD-SMP/Sederajat yang dibina. Mendekati gelaran final, saya melakukan simulasi soal final pada hari Kamis (12/04/18),” kata Abdul Fatah.

Ikhtiar serupa juga dilakukan oleh KPM Cabang 1 Surabaya, sebagai induk di wilayah Jawa Timur, berusaha memberikan kontribusi positif bagi pelajar yang lolos dari wilayah Jawa Timur.

“Program pembinaan jelang final KMNR 13 dilakukan melalui kegiatan Math In House Training. Diikuti 36 peserta dari Surabaya, Sidoarjo, Pasuruan, Malang, Banyuwangi, Kediri, dan Lamongan. Bahkan dihadiri juga peserta dari Ternate, Maluku Utara,” ujar Hamidah selaku koordinator diklat KPM Cabang 1 Surabaya.

Foto: Kegiatan Math In House Training di KPM Cabang 1 Surabaya

Selain itu, masih banyak lagi wilayah cabang dan mitra KPM lain yang berkreasi memompa semangat belajar para finalis KMNR 13 untuk menyiapkan diri. Acara final KMNR 13 sendiri akan dihadiri lebih dari dua ribu peserta dari berbagai wilayah di Indonesia.

Tim Media

Read more...

Anggota TNI AD Papua Antusias Sambut Menjadi Kader Pembina Wisata Matematika Bela Negara

Bogorplus.com-Jayapura-Papua. – Spirit pelatihan kader pembina wisata matematika bela negara tak hanya dirasakan anggota TNI AD di wilayah barat & tengah Indonesia. Sebanyak 76 anggota TNI AD yang berada dibawah naungan Kodam XVII/Cenderawasih pun turut andil dan menunjukkan antusiasme pada pelatihan kader bela negara yang bernuansa kekinian. Bertempat di Ruang Aula Tonny A. Rompis, Makodam XVII/Cenderawasih, Jayapura, Selasa (02/04/2018).

Acara yang akan berlangsung selama tiga hari tersebut dibuka oleh  Aster Kasdam Kolonel Kav Edward Sitorus yang membacakan amanat Pangdam Cenderawasih Mayor Jenderal TNI George Elnadus Supit, S.Sos. di hadapan 76 prajurit yang terdiri dari Kasiter Korem, Pasiter KODIM, dan Babinsa jajaran Kodam XVII Cenderawasih.

Aster Kasdam XVII/Cenderawasih, Kolonel Kav Edward Sitorus menjelaskan bahwa untuk membentuk karakter generasi muda tidak serta merta tumbuh begitu saja, melainkan harus dilakukan melalui pembelajaran agar mereka memiliki kepribadian, berakhlak mulia, dan disiplin.

Aster kasdam XVII/Cenderawasih, Kolonel Kav Edward Sitorus

“Matematika adalah suatu ilmu dasar dalam peradaban manusia yang selanjutnya menjadi dasar bagi cabang ilmu yang lainnya seperti fisika, kimia, komputer, bahkan dalam ilmu ekonomi. Oleh sebab itu, penguasaan terhadap dasar-dasar matematika menjadi hal yang amat penting bagi pendidikan. Anggapan anak-anak atau bahkan orang dewasa bahwa matematika adalah pelajaran yang sulit harus dihilangkan dengan kemauan dan ditunjang oleh metode penyajian yang sederhana dan menyenangkan,” ujarnya. 

Lanjutnya, “Tujuan diadakannya acara tersebut adalah untuk membekali dan menyiapkan prajurit TNI AD sebagai pembina dalam pelaksanaan kegiatan wisata matematika bela negara di wilayah satuan komando kewilayahan di jajaran Kodam XVII/Cenderawasih. Sehingga pejabat Kasiter Korem, Pasiter KODIM, dan para Babinsa jajaran Kodam XVII/Cenderawasih dapat memahami dan mampu memberikan materi cara berpikir suprarasional, penguatan karakter bangsa, permainan wisata matematika bela negara, dan out door activity dalam kegiatan wisata matematika bela negara di wilayah satuan masing-masing,” tutupnya.

Dalam kesempatan tersebut, hadir pula  Pabandya Waslater dan Katpuan MABESAD, Letkol Arm Stefie Jantje Nuhun ananda yang  menyampaikan sambutan Aster KASAD pada pelaksanaan Pelatihan Kader Pembina Wisata Matematika Bela Negara  di Papua. Melalui sambutannya, Aster KASAD berpesan bahwa wisata matematika bela negara merupakan hasil kerjasama TNI AD dengan Klinik Pendidikan MIPA yang dimaksudkan untuk membina kesadaran dan kemampuan bela negara bagi setiap warga negara Indonesia, khususnya para pelajar untuk penguatan jati diri bangsa yang berkepribadian berdasarkan Pancasila dan UUD 1945. Kegiatan ini juga merupakan ajang silaturahmi guna menjalin kedekatan dan keakraban antara TNI dan masyarakat dalam rangka menciptakan kemanunggalan TNI-rakyat.

Sementara itu, pasca acara pembukaan digelar, pelatih utama dari pusat, Drs. H. M Arodhi mengawali pelatihan dengan penuh semangat dan ceria. Terlihat sebelum materi utama disampaikan, jebolan Universitas Negeri Surabaya ini membangkitkan semangat peserta lewat dinamika kelompok, motivasi cara berpikir supra rasional, dan perkenalan gambaran umum wisata Matematika Bela Negara.

“Alhamdulillah hari pertama ini sambutan peserta sangat antusias, yang semula bertanya-tanya tentang program ini, akhirnya terpecahkan sudah,” ujar Arodhi .

“Pada prinsipnya, kita berupaya agar pengenalan bela negara ini tetap berjalan, namun dengan konsep kekinian, yang mengusung wisata dan pembelajaran budi pekerti. Pada akhirnya, penanaman nilai-nilai pancasila, UUD 1945, NKRI, Sejarah Perjuangan Bangsa, dan Bhinneka Tunggal Ika dapat tersampaikan kepada masyarakat lewat TNI AD,” pungkasnya.

Read more...

Tim Indonesia Klinik Pendidikan MIPA Ikuti Lomba Matematika Internasional di Vietnam

Bogorplus.com-Tangerang-Banten. -- Senin dini hari (26/03/2018), beberapa anak dan guru pendamping tampak kompak berjaket merah putih. Kehadirannya cukup menarik perhatian orang yang sedang berlalu lalang di terminal 2 bandara Soekarno Hatta (Soeta). Tim Klinik Pendidikan MIPA (KPM) yang hendak mengikuti event Hanoi Open Mathematics Competition 2018 sedang melakukan doa bersama dan briefing dengan para orang tua yang mengantar putra-putrinya yang akan berangkat ke Vietnam.

Hanoi Open Mathematics Competition (HOMC) 2018 merupakan kompetisi matematika yang diselenggarakan oleh Hanoi Mathematics Society untuk level senior (kelas 10) dan level junior (kelas 8).

Tim KPM menurunkan komposisi tim level junior sebanyak 4 orang dan tim level senior berjumlah 6 orang. Ir. R. Ridwan Hasan Saputra, M. Si. menjadi team leader yang memimpin tim KPM untuk berjuang mempersembahkan hasil terbaik untuk Indonesia di ajang HOMC 2018.

Adapun Putra/Putri terbaik yang mengikuti ajang bergengsi, di antaranya:

Junior Level (Kelas 8 SMP) :
1. M. Arief Wibisono - SMPI AlAzhar 8 Kemang Pratama Bekasi
2. M. Nadhif Haryadipta - SMP Labschool Jakarta
3. Reyfandi Nawal Pratama - SMPN 115 Jakarta
4. Novelya Putri Ramadhani - SMPI Athiraah Makassar

Senior Level (Kelas 10 SMA) :
1. Alvin Putera Budiman - SMA Labschool Jakarta
2. M. Abdurrahman Basyah - SMAN 1 Depok
3. M. Halif - SMAN 1 Depok
4. M. Surya Siddiq - MAN 2 Kota Malang
5. Ubaidillah Ariq Prathama - SMAN 8 Jakarta
6. Zaki Atha Alrahman - SMAN 81 Jakarta

Thyeadi Tungson, salah satu tim pelatih KPM menuturkan bahwa ajang HOMC merupakan kompetisi matematika internasional dengan tingkat kesulitan tinggi. Ajang ini merupakan kompetisi pertama yang diikuti Tim KPM.

Tim KPM akan berkompetisi dengan wakil lain dari Myanmar, Polandia, Hungaria, Malaysia, Filipina, Thailand, dan Vietnam.

"Tim KPM sudah dipersiapkan secara matang. Kami melakukan kegiatan karantina dari tanggal 15 Maret - 25 Maret 2018. Anak - anak tak hanya dibekali pembekalan dalam aspek penguatan kompetensi dalam menjawab soal - soal matematika, tetapi juga dibekali pemahaman tentang cara berpikir suprarasional dan peningkatan kualitas ketakwaan pada Allah Swt., Tuhan Yang Maha Kuasa. "

Muhammad Surya Sidiq, siswa MAN 2 Kota Malang yang memperkuat Tim KPM mengatakan bahwa momen ini sangat istimewa bagi dirinya. Menurutnya, ajang HOMC 2018 ini merupakan ajang lomba matematika yang sangat kompetitif. Meskipun demikian, peraih medali emas di kategori individual contest WIZMIC 2016 ini tetap optimis bisa meraih hasil terbaik. "Ada beban cukup berat untuk bisa membawa nama baik Indonesia di ajang ini. Tapi, kita sudah melakukan ikhtiar yang terbaik. Sisanya, bertawakal pada Allah Swt. Saya memilih tetap bersikap serius tapi santai."

Dukungan pun mengalir dari para orang tua peserta HOMC 2018. Seperti penuturan Liris Suryanto, seorang konsultan keuangan yang turut melepas keberangkatan putranya yang menjadi bagian dari Tim KPM. "Saya melihat anak-anak sangat menikmati semua proses pembinaan yang dilakukan KPM. Menurut saya, KPM merupakan lembaga pendidikan yang memiliki ciri khas yang tak dimiliki lembaga lain. KPM memberikan titik tekan pada peningkatan kualitas ketakwaan pada Allah Swt dan membangun suasana kekeluargaan serta kebersamaan di antara anak-anak dan orang tua. "

Pak Liris berharap para peserta HOMC 2018 bisa mendapatkan pengalaman baru dan teman-teman baru. Hal yang sama penting atau bahkan jauh lebih penting dari sekadar hanya menjadi juara di ajang HOMC 2018.

Read more...