Menu
RSS
Banner Top Pendidikan

Adzin : Pengalaman Pertama Mengikuti Kompetisi Sains di Filipina

Adzin Ramadhan Suharyadi Adzin Ramadhan Suharyadi

Bogorplus.com – Dikirim keluar negeri menjadi perwakilan Indonesia dalam kompetisi merupakan pengalaman pertama bagi Adzin Ramadhan Suharyadi, siswa kelas khusus bidang fisika di Klinik Pendidikan MIPA (KPM). Adzin dipilih sekolahnya, yakni SMP  Negeri 1 Bogor mengikuti Asean Plus Three Junior Science Odyssey (APT JSO) di Filipina bulan Juni lalu.

                APT JSO merupakan acara pendidikan di bidang ilmu pengetahuan dan teknologi untuk siswa berusia 13 hingga 15 tahun yang diadakan setiap tahun. Acara ini dirancang khusus untuk mengembangkan potensi bidang ilmu pengetahuan dan teknologi yang dimiliki siswa untuk mencetak insyiur maupun ilmuwan di masa depan.

                Adzin terpilih bersama kedua rekannya untuk mengikuti ajang tersebut dan berhasil meraih medali perunggu. Kompetisi tersebut berlangsung pada 13 – 18 Juni lalu di The University of the Philippines (UPLB), Los Banos, Laguna, Filipina.

               "Alhamdulillah saya dan teman-teman lain mendapatkan medali perunggu. Selain tim kami, ada satu tim lagi perwakilan Indonesia dari Yogyakarta,” ujar siswa kelas VIII ini.

                Anak pertama dari dua bersaudara ini menceritakan kepada tim Bogorplus.com mengenai proses dan kegiatan saat mengikuti APT JSO di Filipina.

                “Disana kami tak hanya mengikuti kompetisi namun juga mendapatkan ilmu baru yang belum kami pelajari. Kami juga mengunjungi beberapa tempat wisata dan melakukan kegiatan penanaman pohon,” ujar siswa yang bercita-cita menjadi seorang dokter ini.

                Pengalaman dan prestasi yang didapat Adzin tak lepas dari ketekunannya untuk menimba ilmu. Ia memiliki jadwal belajar yang cukup padat, yakni setelah pulang sekolah dan selepas sholat Magrib yang dilakukan secara rutin.

“Setelah dipilih oleh sekolah, kami mengikuti pelatihan yang diadakan dua kali dalam seminggu. Selain itu saya juga belajar mandiri di rumah dengan waktu belajar yang biasa saya lakukan sehari-hari,” ujar siswa yang mempunyai hobi membaca ini.

Selain itu, keberhasilanya tak lepas dari bimbingan KPM yang telah ia ikuti lebih dari dua tahun dari kelas reguler hingga kelas khusus. “Pelajaran fisika yang saya dapatkan dari KPM sangat membantu karena ada beberapa soal yang pernah diberikan KPM keluar dalam lomba,” ujar penggemar IPA dari kelas IV SD ini.

Tim Bogorplus.com juga sempat berbincang dengan orang tua Adzin, yakni Odik Suharyadi. Ia menyampaikan rasa bangga terhadap putranya karena berhasil mendapatkan prestasi hasil dari kerja keras anaknya.

“Saya sangat bersyukur anak saya mendapatkan hasil yang luar biasa. Ketekunan, rajin, kesabaran, dan konsistentensinya membuahkan hasil di ajang lomba sains tersebut,” ujar Odik.

Odik berharap pengetahuan putranya terus meningkat tidak hanya dalam bidang fisika, namun juga cabang ilmu lainnya.

“Saya ingin Adzin terus belajar di KPM hingga ia berada di bangku SMA. Bukan semata untuk mengikuti lomba, namun sebagai proses pembelajaran dan penambahan ilmu untuknya,” tutup ayahanda Adzin.

Humas KPM

back to top