Menu
RSS
Banner Top Pendidikan

Raja Bintang : Mendapat Nilai US/M Tertinggi di Solo

Raja Bintang Mahardika Raja Bintang Mahardika

Bogorplus.com – Keberhasilan dalam mencapai prestasi bukan datang secara tiba-tiba ataupun warisan keluarga. Kesuksesan datang karena kerja keras dan konsistensi usaha yang dilakukan untuk meraihnya, seperti kesuksesan Raja Bintang Mahardika yang berhasil mencapai total nilai hampir sempurna untuk Ujian Sekolah/Madrasah. Raja menjadi salah satu siswa yang meraih nilai tertinggi di Solo dengan total nilai 298,0 dan masuk peringkat 10 besar terbaik di Provinsi Jawa Tengah.

                Alhamdulillah saya mendapatkan nilai 100 untuk Matematika, 100 untuk IPA, dan 98 untuk Bahasa Indonesia,” ujar Raja yang dihubungi timBogorplus.com lewat telepon.

 Alumni SD Islam Internasioal Al Abidin Surakarta ini mengatakan tidak menyangka namun bangga dapat meraih nilai US/M tertinggi di Solo. Ia mengaku selalu istiqomah dalam menjalankan sholat Tahajud dan Dhuha serta menjalakan puasa Senin dan Kamis.

“Saya hampir setiap hari belajar dengan mengerjakan soal-soal selepas sholat Magrib. Kalau sedang ada latihan wushu, saya belajarnya setelah latihan hingga pukul 23.00 WIB, kemudian bangun sekitar pukul 03.00 untuk sholat Tahajud,” jelas remaja yang menyukai olahraga bulu tangkis ini.

Putra pasangan Pemilu Purnomo dan Martiani ini ternyata menyukai pelajaran matematika sejak kelas 2 SD dan bergabung di kelas Berbakat A Klinik Pendidikan MIPA (KPM) Cabang Solo sejak kelas 3 SD.

“Mengikuti les di KPM sangat membantu dalam belajar karena materi yang diajarkan menggunakan logika untuk mengerjakannya sehingga lebih mudah,” ujar anak pertama dari tiga bersaudara ini.

Kecintaannya pada matematika membuatnya berani mengikuti beberapa kompetisi matematika seperti Asia International Mathematical Olympiad, Australian Mathematics Competition, dan Kompetisi Matematika Nalaria Realistik (KMNR) yang diadakan oleh KPM. Ia juga mengikuti kejuaraaan nasional wushu di Malang, Jatim, ketika persiapan US/M dan berhasil memperoleh medali emas dalam kategori Jiti.

Remaja kelahiran Solo, 18 Desember 2003 ini ingin melanjutkan studi di Pondok Pesantren Tahfizul Quran Ibnu Abbas Klaten, Jawa Tengah. Alasan Raja ingin melanjutkan ke pondok pesantren tersebut lantaran ingin menjadi penghafal Alquran. Selain itu ia juga ingin menjadi seorang dokter.

“Saat ini saya sudah hafal juz 30, kemudian proses menghafalkan juz 29, dengan masuk pondok pesantren saya ingin bisa menjadi penghafal Al quran. Ingin menjadi dokter karena ingin membantu orang-orang dalam bidang kesehatan,” kata remaja yang hobinya bersepeda dan membaca Al quran ini.

Keberhasilan yang diraih Raja tentunya tak lepas dari peran orangtua yang senantiasa mendukung dan menemaninya ketika belajar. Martiani, ibunda Raja mengaku sangat bangga anaknya dapat meraih prestasi di usia dini.

“Saya sangat terharu anak saya menjadi salah satu siswa yang mendapatkan nilai tertinggi. Saya teringat perjuangannya selama ini untuk sampai di tahap ini. Proses memang tidak membohongi hasil,” ujar ibunda Raja.

Martiani berharap Raja dapat menjadi anak yang berakhlak mulia dan menjadi orang yang bermanfaat bagi orang lain.

“Akademik itu nomor dua, yang lebih penting itu ilmu Al quran dan Hadist untuk menjadikan orang yang baik. Raja yang meminta untuk masuk pesantren karena ingin menjadi dokter  yang hafal Al quran,” tutup Martiani.

Humas KPM

back to top