Menu
RSS
Banner Top Pendidikan

Tim Indonesia untuk AIMO 2016 Jalani Karantina di Bogor

Kegiatan belajar dalam karantina Asian International Mathematics Olympiad. Kegiatan belajar dalam karantina Asian International Mathematics Olympiad.

Bogorplus.com – Sentul, Bogor – Sebanyak 49 siswa-siswi tengah menjalani karantina untuk mengikuti Asia International Mathematics Olympiad (AIMO) 2016 di Hong Kong. Tim Indonesia akan berangkat pada 2 Agustus mendatang sebagai perwakilan Indonesia di ajang olimpiade matematika tersebut.

Para peserta yang akan berangkat ke Hong Kong nanti merupakan siswa-siswi pilihan yang berhasil dalam AIMO Trial yang telah dilaksanakan beberapa bulan lalu. Mereka berangkat ke Hong Kong untuk mengikuti final AIMO 2016 dan bersaing dengan peserta dari berbagai negara.

Saat ini para peserta tengah menjalani karantina di Sentul, Bogor. Kegiatan karantina berlangsung sejak 26 Juli hingga 1 Agustus nanti.

Para peserta yang terdiri dari siswa-siswi kelas 3 SD hingga 8 SMP berasal dari berbagai kota di Indonesia, seperti Denpasar, Balikpapan, Palembang, Surabaya, Semarang, Kediri, dan kota lainnya. Mereka terbagi menjadi enam kelompok, dengan tiga kelompok putra dan tiga kelompok putri. Masing-masing kelompok memiliki seorang pendamping. Dari 49 anak, terdapat 7 peserta untuk grade 3-4, 15 peserta untuk grade 5-6, dan 27 peserta untuk grade 7-8.

Sama halnya dengan karantina olimpiade matematika lainnya, kegiatan ini bertujuan untuk melatih kemampuan peserta dalam menganalisa soal-soal latihan yang diberikan. Tak hanya itu, peserta juga dilatih untuk menumbuhkan rasa disiplin baik dalam hal belajar maupun ibadah agar dapat melakukan hal terbaik untuk olimpiade di Hong Kong nanti.

Tim Bogorplus.com sempat berbincang dengan salah satu peserta asal Banjarmasin, Noriko Khang. Ia mengatakan karantina untuk menjadi peserta AIMO 2016 merupakan pengalaman pertama baginya.

“Ini pertama kalinya saya akan mengikuti olimpiade tanpa didampingi mama dan papa, makanya kadang-kadang saya kangen dengan mereka,” ujar siswi kelas 3 SD ini.

Kiko, biasa ia dipanggil, sudah menjalani AIMO Trial di Balikpapan dan berhasil mendapatkan medali emas, sehingga ia mendapat kesempatan untuk mengikuti final AIMO 2016 di Hong Kong.

“Sebenarnya dari sekolah saya, ada teman saya yang juga berhasil mendapatkan emas saat AIMO Trial, namun ia tidak mendaftar untuk ikut finalnya, sehingga hanya saya yang menjadi perwakilan dari sekolah dan Balikpapan,” ujar siswi SD Nasional KPS Balikpapan ini.

Ia berharap dapat mengulang keberhasilannya di AIMO Trial dengan mendapatkan medali emas  kembali pada final AIMO 2016 nanti.

Tim Bogorplus.com

back to top