Menu
RSS
Banner Top Pendidikan

Berbagai Permainan Matematika dalam Republika Fun Science

Kegiatan Republika Fun Science di kantor berita Repubilka bersama Ridwan Hasan Saputra (3/9). Kegiatan Republika Fun Science di kantor berita Repubilka bersama Ridwan Hasan Saputra (3/9).

Bogorplus.com - Dewa Bagas Pratama, siswa kelas 2 SMP Nizamia Andalusia tersenyum puas melihat kertas HPL di atas selembar kertas putih. Ia berhasil menyelesaikan tangram sebuah puzzle kertas, dimana pemainnya harus mengisi  gambar bentuk yang disediakan dengan kertas warna-warni. Selain tangram, Dewa juga mencoba permainan Sudoku yang menjadi kegemarannya.

Sudoku merupakan permainan yang berasal dari Jepang, yang pemainnya harus mengisi angka di kolom dan baris yang belum terisi.

 Dewa dapat menyelesaikan permainan Sudoku level 3, 4, dan 8 kolom dengan cepat. Namun tidak semua peserta dapat menyelesaikan permainan tersebut dengan mudah seperti Dewa, seperti Muhammad Syariel, Syafa Fattah Mohammad, Dimas Wicaksono Warsono, dan Andika Notonegoro  dari SD Menteng 03 baru mengenal permainan Sodoku.

Mereka masih menerka isi dari kolom-kolom tersebut dan terus bertanya kepada Rathri, pemadu permainan sudoku. Setelah dijelaskan dengan seksama, barulah memahami apa yang harus mereka isi.

Syariel dan teman-temannya lebih menyukai Nara, permainan yang diciptakan Ridwan untuk mempermudah anak-anak mempelajari dan menghafal pejumlahan, perkalian, pengurangan, dan pembagian.

Nara merupakan permainan kartu matematika. Para pemainnya masing-masing mendapatkan tiga kartu. Setiap kartu tertulis angka. Permainan ini menggunakan kartu dengan angka 0 hingga 9. Permainan ini dapat dimainkan oleh 2 hingga 4 orang. "Namanya Nara, diambil dari nama anak Bapak namanya Nata Alam Raya," kata Ridwan.

Selain kartu, permainan ini menggunakan selembar kertas pemandu. Di dalam kertas pemandu tersebut tertulis tujuh pilihan. Pengurangan, penjumlahan, perkalian, pembagian, pecahan, campuran, dan pembagian dua. Di kertas pemandu tersebut pemain juga diberikan pilihan terbesar atau terkecil.

Cara bermainannya anak-anak diminta memilih dengan cara apa pemenang ditentukan. Jika para pemain memilih pejumlahan lalu pemain memilih yang terbesar atau terkecil. Bila para pemain memilih terbesar maka pemenang ditentukan oleh pemiliki kartu dengan hasil penjumlah yang terbesar.

Pemain awalnya melakukan suit atau hompimpah untuk menentukan siapa yang duluan bermain. Kartu dikocok, kemudian dibagikan. Pemain yang mendapatkan giliran pertama berhak menentukan operasi hitung.

Ketika pemain pertama memilih operasi hitung Penjumlahan Terbesar, maka semua pemain memilih masing-masing dua dari tiga kartu miliknya untuk di jumlahkan, kemudian pemain dengan jumlah terbesar yang berhak mengambil semua kartu. Operasi yang sudah dipakai diberi tanda pada tabel dan tidak boleh digunakan lagi. Pemain yang mengumpulkan kartu berhak untuk menentukan operasi hitung selanjutnya.

Syariel dan kawan-kawannya menikmati permainan tersebut. Awalnya Andika selalu memangkan permainan. Ia selalu mempunyai kartu sesuai pilihan yang telah ditentukan. Anak-anak sangat antusias dengan permainan. Mereka terlihat kompetitif dengan selalu bertanya kepada pemandu permainan untuk menguatkan argumentasi mereka siapa yang seharusnya menjadi pemenang.

"Kalau nol dibagi satu hasilnya nol kan?" tanya Syariel kepada pemandu.

Selain itu, anak-anak juga diperkenakan Ozone. Permainan rancang bangun mengunakan rangka warna-warni dengan penyambung rangka berbentuk bundar berwarna putih. Dalam menyelesaikan permainan ini anak-anak juga terlihat antusias.

Baca : Ridwan HS Kembali Mengisi Acara Republika Fun Science

Sumber : Republika

Humas KPM

back to top