Menu
RSS
Banner Top Topik Sepekan

Serunya “Ngabuburit” Kreatif Ala Klinik Pendidikan MIPA di Kodim 0606/Kota Bogor

Foto: Klinik Pendidikan MIPA (KPM) selalu punya cara yang berbeda dalam menyajikan “rekreasi intelektual” bagi siswanya. Untuk kesekian kalinya, KPM menggelar “ngabuburit" (istilah bahasa sunda-menunggu waktu berbuka puasa) bersama siswa/siswi yang belajar di Kodim 0606/Kota Bogor, Jumat (18/05/2018).

Kota Bogor-Jawa Barat. – Klinik Pendidikan MIPA (KPM) selalu punya cara yang berbeda dalam menyajikan “rekreasi intelektual” bagi siswanya. Untuk kesekian kalinya, KPM menggelar “ngabuburit" (istilah bahasa sunda-menunggu waktu berbuka puasa) bersama siswa/siswi yang belajar di Kodim 0606/Kota Bogor, Jumat (18/05/2018). Acara yang bertajuk “Wisata Religi Matematika” ini berhasil menarik animo puluhan siswa dan orang tua yang datang sejak pukul 14.00 WIB.

Ngabuburit kali ini dibuka dengan sesi belajar matematika. Sesi kedua diramaikan dengan permainan outdoor learning. Kak Ihsan selaku fasilitator Fun Math and Science yang menyajikan permainan eksplorasi matematika, seperti: transfer hula hoop, transfer electric, tic tac toe, ular tangga, dan sebagainya. Dari permainan tersebut, semakin menambah semarak suasana di sore hari.

Foto: Keseruan saat bermain tic tac toe

Acara kali ini tak hanya dihadiri para siswa saja. Melainkan dihadiri para orang tua yang turut serta dan tak ingin melewatkan momen berharga ini karena dinilai mampu memperoleh tali silaturahim. Selain itu, para orang tua juga rela datang dengan membawa makanan dari rumah masing-masing untuk disajikan  dan disantap saat datang waktu berbuka puasa.

Hidangan istimewa pun disajikan khusus oleh orang tua sebagai wujud rasa syukur kepada Allah Swt. Beberapa hidangan tersebut di antaranya: es buah, gorengan, hingga beragam menu makanan manis.

Menjelang buka puasa, salah satu guru KPM, Bapak Heru Sumarsono mengisi sesi tausiyah. Dalam pesannya, Pak Heru menyampaikan tentang arti pentingnya keikhlasan dalam menjalankan ibadah puasa dan melatih sikap jujur dalam kehidupan sehari-hari. “Jika sesuatunya dilandasi rasa keikhlasan, Insya Allah akan menjadi motivasi yang luar biasa. Disamping itu, pentingnya menjunjung tinggi sebuah kejujuran karena makna puasa sendiri melatih kita agar menjadi pribadi yang jujur (Siddiq). Insya Allah jika kedua hal ini kita jalani dengan istiqomah, setelah bulan Ramadan kita akan mendapat gelar orang-orang yang saleh,” terang Pak Heru.

Sementara itu, Siti Nurmalasari selaku Pimpinan Divisi Pendidikan KPM mengaku bersyukur atas kelancaran dan terselenggaranya acara ini. “Alhamdulillah kegiatan wisata religi matematika di Kodim 0606/Kota Bogor berjalan dengan lancar. Kami ucapkan terima kasih kepada Makodim 0606/Kota Bogor karena telah mengizinkan tempatnya menjadi ajang silaturahim keluarga KPM yang belajar di Makodim,” tutur Teh Mala (sapaan akrabnya) kepada BogorPlus.com.

Program buka puasa bersama ini meninggalkan kesan mendalam bagi para orang tua. Hal ini membuktikan bahwa sinergi Kodim dan KPM sangat efektif dalam mewujudkan masyarakat yang memiliki jiwa kepedulian dan semangat gotong royong. “Saya sangat mendukung kegiatan semacam ini.  Alhamdulillah selama ini juga kami terbantu dengan adanya program belajar matematika di Makodim. Selain itu, yang membuat kami rajin mengantar anak-anak ke Kodim adalah sikap humanis dari anggota TNI,” tutur Ibu Ria Fitri.

 

Tim Media

Read more...

Pelajar Klinik Pendidikan MIPA Ikuti International English in Camp 2018

Bogorplus.com-Kedah-Malaysia. – Lima pelajar terpilih Klinik Pendidikan MIPA (KPM) ikut serta dalam program “International English in Camp” di Kedah-Malaysia, 10-13 Mei lalu. Kelima pelajar tersebut adalah M. Arya Bimasena, Teuku Arkansyah Ali, Rahmadewi Hardjanti Taloputri, Moch. Yusuf Anggun Mukti Nurcahyono, dan Raden Rahayuningati Ridwan Saputra. International English in Camp merupakan program tahunan yang diprakarsai oleh Kementerian Pendidikan Malaysia, bertujuan meningkatkan kemampuan bahasa Inggris yang dikemas dalam simulasi permainan sambil menjelajahi objek wisata di Langkawi, Kedah-Malaysia.

Hari demi hari telah dilalui. Para peserta yang berjumlah 157 siswa mengikuti rangkaian kegiatan dengan penuh suka cita dan antusias.

Ina Ana Khoeriyah selaku Team Leader menuturkan bahwa urgensi mengikuti kegiatan ini tak hanya bertujuan meningkatkan kemampuan bahasa Inggris semata, tetapi membina kualitas individu yang baik dan menjalin tali persahabatan di antara sesama peserta International English in Camp.

“Rata-rata peserta yang mengikuti program ini berusia antara 8 hingga 12 tahun. Acara ini mengusung tema belajar sambil bermain lewat permainan eksplorasi dan menggunakan bahasa Inggris sebagai bahasa percakapannya,” kata Ina.

Ibu satu anak ini memiliki harapan pasca berakhirnya kegiatan ini. “Karena program ini merupakan undangan langsung dari Kementerian Pendidikan Malaysia, sejatinya akan menambah hubungan yang baik bagi kedua negara dalam bidang pendidikan. Selain itu, program ini pun akan menjadi agenda tahunan KPM yang diperuntukkan bagi para pelajar kelas bahasa Inggris (English for Chlidren and English for Math) yang telah menjadi siswa binaan di Klinik Pendidikan MIPA,” terangnya kepada tim BogorPlus.com.

Selain itu, bagi M. Arya Bima Sena (11) International English in Camp merupakan pengalaman pertama dan sangat berbeda dibanding camp pada umumnya. “Menarik, bagus, dan banyak atraksi dalam setiap permainan. Terlebih, kita bisa jalan-jalan ke oriental village nan asri dan sejuk hingga berjam-jam,” terangnya.

Arya berharap setelah mengikuti kegiatan International English in Camp semakin mahir dalam percakapan menggunakan bahasa Inggris.

Rupanya, tak hanya segudang pengalaman yang peserta dapatkan. Melainkan beberapa penghargaan pun berhasil dibawa pulang karena dinilai sukses menjadi peserta yang produktif dan aktif dalam forum. Berikut ini capaian penghargaan yang telah diraih di ajang International English in Camp:

Gold Medal: M. Arya Bimasena (SDS ABC KIDS, Bogor)

Bronze Medal:  Teuku Arkansyah Ali (SDN Rawamangun 12 Pagi, Jakarta)

Bronze Medal: Rahmadewi Hardjanti Taloputri (SDS PB Soedirman, Jakarta)

Best Station Camper: Moch. Yusuf Anggun Mukti Nurcahyono (SDN Menteng 01 Jakarta Pusat)

Participant: Raden Rahayuningati Ridwan Saputra (MTS Harapan Baru, Ciamis)

Tim Media

Read more...

Makna dibalik Pelatihan Cara Berpikir Suprarasional di MTS Tahdzibun Nufus Jakarta

Foto: Sedikitnya 30 guru MI dan MTs Tahdzibun Nufus begitu antusias mengikuti pelatihan cara berpikir suprarasional bersama Bapak Arodhi, Selasa (15/05/2018) Lalu

Bogorplus.com-DKI. Jakarta. Madrasah sebagai salah satu lembaga pendidikan sepatutnya dapat menjadi sentral pendidikan agama dan pendidikan bidang ilmu lainnya. Namun pada kenyataannya, harapan tersebut sangat bergantung pada kualitas dan peran para tenaga pendidik. Perlu ada upaya konkret agar semboyan “Mewujudkan Madrasah Bermartabat” bukan utopia semata, kata H. Ahmad Hafidz kepada tim Bogorplus . com disela-sela pelatihan suprarasional dihadapan 30 peserta guru MI dan MTs yang diselenggarakan di Aula MTs Tahdzibun Nufus, Jakarta, Selasa (15/05/2018) lalu.

Pelatihan “Cara Berpikir Suprarasional” ini mencoba memberikan warna baru dalam dunia pendidikan madrasah. Pak Hafidz selaku Kepala Sekolah memiliki tujuan agar lembaga yang dipimpinnya dapat bersaing di era milenial saat ini. Sebelum pelatihan ini diselenggarakan, MTs Tahdzibun Nufus telah bekerja sama dengan Klinik Pendidikan MIPA dalam membuka Klub Matematika Seikhlasnya hampir dua tahun berjalan. Hasilnya cukup dirasakan bermanfaat oleh pihak sekolah berkat menerapkan prinsip “Watawa Saubil Haq, Watawa Saubis Sobr” selama pelaksanaan KBM. “Artinya, masih ada secercah harapan agar madrasah dapat melahirkan sumber daya manusia yang berkualitas,” pungkas Pak Hafidz.

Becermin dari keberkahan dan kemajuan pesat madrasah, para peserta yang didominasi para guru dan staf madrasah mengaku sangat termotivasi. “Alhamdulillah kami sangat bersyukur. Rupanya, inilah kunci sukses agar berkah di dunia dan akhirat. Insya Allah pasca selesainya program ini, saya bersama guru akan berjamaah mewujudkan madrasah yang hakiki,” kata Abdul Aziz.

Pada kesempatan yang sama, H. Budi Haerawan selaku Ketua Pokjawas, Kementerian Agama Jakarta Barat menilai sudah seharusnya Madrasah meneguhkan kembali nilail-nilai “Ikhlas Beramal”. “Suprarasional merupakan pijakan yang relevan dalam mendidik anak dan menggugah para guru agar semakin ikhlas dan optimis dalam tugasnya,” ujarnya.

Untuk meningkatkan mutu pembelajaran, H. Budi Haerawan menegaskan pentingnya peran madrasah dalam menciptakan SDM yang berkualitas. “Dengan adanya pelatihan suprarasional ini, saya berharap para guru madrasah dapat mengamalkan kembali apa yang diperoleh sehingga dapat menjadi contoh bagi muridnya dalam memperkaya tabungan jiwa,” jelasnya.

Tim Media

Read more...
Topik Banner Bottom
ads by bogorplus.com