Menu
RSS
Banner Top Topik Sepekan

Dandim 0606/Kota Bogor Sambangi Kampung Matematika

Bogorplus.com-Ciomas-Kab.Bogor. -- Dandim 0606/Kota Bogor, Letkol Arm Doddy Suhadiman disela-sela aktivitasnya, berkesempatan menyambangi Kampung Matematika di Laladon, Ciomas, Kab. Bogor. Kehadiran Perwira Menengah ini disambut langsung oleh Presiden Direktur Klinik Pendidikan MIPA (KPM), Raden Ridwan Hasan Saputra, Dwi Samto (Pemerhati Pendidikan Karakter KPM), dan Karlina Siswani (Humas KPM), Kamis (08/01/2018). Dalam kunjungannya ke Laladon Ciomas, Pak Dody didampingi Kapten Inf Jasmungin selaku Danramil Tanah Sareal, dan Serda Casminto selaku Babinsa Kecamatan Ciomas.

Sesaat setelah disambut para pengurus Kampung Matematika, Pak Doddy menyampaikan apresiasi kepada tim Klinik Pendidikan MIPA karena telah mengembangkan Kampung Matematika. Pria yang baru menjabat selama satu tahun ini terlihat antusias dan kagum saat berkunjung di Kampung yang beralamat di Jalan Raya Laladon ini.

“Bagus sekali dan sangat menarik. Di dalamnya tidak hanya sekedar menampilkan segala corak berkaitan dengan matematika saja, melainkan ada unsur meningkatkan potensi dari warga Laladon. Selain itu, kegiatan semacam ini akan mampu memperkuat hubungan yang harmonis dan mengeratkan kerukunan antar warga. Sehingga hal ini merupakan keuntungan yang tak ternilai bagi Desa Laladon,” ungkapnya.

Mengakhiri kunjungannya, Pak Doddy berharap sinergitas ini tetap di pertahankan. Selanjutnya, program Kampung Matematika akan dikembangkan juga di Kota Bogor karena dinilai sangat berdampak positif pada perkembangan teritorial.

Dandim 0606/Kota Bogor, Letkol Arm Doddy Suhadiman 

“Termotivasi dari semangat Maju dan kemauan berkembang dari para warga Laladon Gede, Insya Allah saya akan mengembangkan program serupa di Kota Bogor,” tandasnya.

Menurut pantauan tim bogorplus.com, dalam kunjungannya ke Ciomas, Dandim 0606/Kota Bogor tidak hanya berkunjung ke Kampung Matematika. Jebolan Akmil tahun 1999 ini sempat menyambangi “Cafe Basi” & “Toko Jarang Untung” yang berada di wilayah Laladon, Ciomas - Kab. Bogor.

Sumber: Tim Media

Read more...

Menelisik Makna Hidup Menjadi Guru lewat Pelatihan MNR

Bogorplus.com-Ciomas-Kab.Bogor – Manusia membutuhkan uang. Menjadikan uang sebagai ukuran kesuksesan adalah jebakan kehidupan. Karena uang bukan segalanya dalam hidup. Kenikmatan dan kebahagiaan hidup justru dirasakan saat bisa memberikan sesuatu, seperti uang, ilmu, tenaga, pikiran, dan hal-hal apa pun yang terbaik yang dimiliki kepada sesama. Itulah curahan hati Pak Eden Deni Juwaini, salah satu alumni pelatihan Matematika Nalaria Realistik (MNR) angkatan VII. Lelaki kelahiran Cianjur ini menuturkan, “Selama ini saya mencari ilmu tentang makna hidup. Ternyata, saya menemukannya di momen pelatihan MNR. Saya menemukan satu rumusan kehidupan bahwa kunci kebahagiaan terletak pada keikhlasan memberi.”   

Pak Eden dan  27 peserta lainnya hadir di Padepokan Amir Syahrudin, Klinik Pendidikan MIPA (KPM) untuk mengikuti kegiatan Pelatihan Metodologi Pembelajaran MNR yang dihelat pada tanggal 16 Januari – 19 Januari 2018. Acara ini dihadiri oleh peserta dari beragam latar belakang profesi seperti guru, Aparatur Sipil Negara, trainer, mahasiswa, dosen, bahkan karyawan swasta. Para peserta pun datang dari berbagai daerah di Indonesia, yaitu Bandar Lampung, Banten, Ciamis, Depok, Indramayu, Jakarta, Kediri, Kendari, NTB, Palembang, Purwakarta, dan Tangerang.

Acara yang digelar selama 4 hari 3 malam ini menyajikan beragam konten pelatihan, di antaranya: Cara Berpikir Suprarasional, Cara Menjadi Guru Hebat dan Berkah, Metodologi Pembelajaran Matematika Nalaria Realistik (MNR), Fun Math and Science Learning, Berhitung Matematika Metode Kotak-Kotak, dan Strategi Pengembangan Komunitas Indonesia Ikhlas di Bidang Pendidikan.

Hesty Sari Pujiati, salah satu peserta yang berprofesi sebagai trainer dan punya kecintaan besar terhadap profesi guru ini mengatakan, “Saya sudah lama membaca buku biografi Pak Ridwan Hasan Saputra (Presiden Direktur KPM) dan mengikuti kiprahnya di dunia pendidikan. Saya sangat bersyukur bisa hadir di acara pelatihan yang diselenggarakan oleh KPM. Dari pelatihan ini, saya mendapatkan motivasi terbesar untuk menjadi guru sejati. Keikhlasan dan semangat berkorban untuk murid adalah jalan terbaik untuk mengembalikan kehormatan guru yang sempat memudar di mata masyarakat.” Perempuan kelahiran Jakarta ini pun mendoakan KPM agar senantiasa mendapatkan keberkahan dari Allah Swt dalam mewujudkan cita-cita mulianya untuk memperbaiki kondisi pendidikan di Indonesia.

Hal senada disampaikan Dami Astuti. “Saya senang dan bersyukur karena bisa mendapatkan ilmu selama 4 hari mengikuti pelatihan MNR. Setelah mencoba memahami kajian tentang cara berpikir suprarasional, saya menjadi paham arti pentingnya berpikir positif dan konsisten memperbanyak tabungan jiwa (pahala) agar hidup kita semakin bahagia dan penuh keberkahan. Terima kasih untuk seluruh tim pelatihan KPM.” ujar Bu Dami.

Di sela-sela pelatihan MNR, Presiden Direktur KPM, Raden Ridwan Hasan Saputra turut menyapa dan hadir menyemangati para peserta pelatihan. Beliau berpesan agar setiap insan alangkah baiknya dapat menerapkan cara berpikir suprarasional dalam kehidupan. Karena dengan cara berpikir suprarasional, manusia akan memperoleh kebahagiaan jiwa dan raga di tengah dinamika kehidupan yang penuh dengan ketidakpastian. Selain itu, Ridwan Hasan Saputra sangat berharap agar ilmu yang sudah diterima dapat diaplikasikan dan disebarkan ke masyarakat umum. Semoga hal ini menjadi bekal hidup yang Insya Allah akan membawa hidup kita menjadi lebih berkah," ungkap Tokoh Perubahan Republika tahun 2013 ini.

 

Sumber: Tim Diklat KPM 

Read more...

Belajar Menjadi Guru yang Ikhlas Berbagi Lewat Pelatihan MNR

Bogorplus.com-Ciomas-Kab.Bogor. -- Menjadi guru adalah tugas yang sangat mulia. Tetapi, hanya sebagian guru yang bisa menerima keberkahan dari peran hidupnya seorang guru. Banyak yang menjadikan profesi guru hanya sebagai sumber mata pencaharian saja. Meski demikian, tidak sedikit pula orang yang menjadikan profesi guru sebagai panggilan jiwa. Yang membedakan keduanya adalah kesadaran tentang tujuan hakiki menjadi seorang guru.

Pelatihan Matematika Nalaria Realistik (MNR) 4 hari 3 malam yang diselenggarakan oleh Klinik Pendidikan MIPA (KPM) merupakan pelatihan yang bukan  hanya bertujuan untuk melatih keterampilan menyajikan pembelajaran matematika, tapi juga membangkitkan semangat dan jiwa pengabdian menjadi seorang guru. Terutama bicara soal keikhlasan dalam mengajar dan mendidik anak.

Pelatihan MNR 4 hari 3 malam kini sudah memasuki angkatan ke-6 yang dilaksanakan pada tanggal 9-12 Januari 2018 di kantor KPM Jalan Laladon, Ruko 6 No. 1-3 Ciomas, Bogor. Pelatihan ini diikuti oleh 21 orang peserta dari berbagai kota di antaranya: Bandung, Bekasi, Bogor, Kebumen, Lampung, dan Palembang. Pelatihan ini terbuka bagi peserta dari semua daerah di Indonesia. Para peserta mendapatkan materi pelatihan seperti, Cara Berpikir Suprarasional, Cara Menjadi Guru Hebat dan Berkah, Metode Pembelajaran Matematika Nalaria Realistik, Fun Math and Science Learning dan Berhitung Matematika Metode Kotak-Kotak.

Para peserta memberikan apresiasi yang sangat tinggi terhadap adanya pelatihan MNR. Mereka mengatakan sangat bangga dan senang bisa mengikuti pelatihan MNR ini. Hari Eko Budi, seorang pensiunan Telkom berusia 60 tahun ini mengatakan bahwa beliau sangat bersemangat mengikuti pelatihan. “Tujuan saya ikut pelatihan ini memang untuk cari semangat” tutur Hari Eko dengan lugas.

Selain mendapatkan ilmu tentang metodologi pembelajaran MNR, para peserta semakin memahami arti pentingnya bersyukur dan saling berbagi. Hal ini dirasakan oleh Siti Nurlaila. Guru dari SMPN 1 Tenjolaya ini mengatakan bahwa ia sangat bersyukur telah diberikan kesempatan untuk belajar tentang cara meningkatkan kualitas pengajaran matematika, meluruskan niat menjadi guru, belajar ikhlas, dan berbagi kepada sesama dengan pendekatan cara berpikir suprarasional.

Senada dengan pendapat Siti Nurlalila, Thomas Hidayat Kurniawan, seorang trainer dari CV Multi Kompetensi mengatakan, “Sangat berkesan, Insya Allah sangat sukses, Insya Allah sangat membekas.” Beliau juga menyamapaikan pesan kepada seluruh peserta yang hadir di acara pelatihan MNR, untuk terus menjaga dan mendidik para calon pemimpin bangsa. Terakhir, beliau juga menyampaikan pesan yang menyemangati kiprah KPM untuk terus berkarya demi pendidikan Indonesia yang lebih baik. “Jadilah KPM Mendunia.”  ujarnya di akhir acara pelatihan.

Sumber: Tim Diklat KPM

Read more...
Topik Banner Bottom
ads by bogorplus.com