Menu
RSS
Banner Top Topik Sepekan

Belajar Kepemimpinan dari Pangdiv 1 Kostrad

Oleh: Asep Sapa'at
(Pelatih Suprarasional & Litbang KPM)
Foto: Penulis (kedua dari kanan) berfoto bersama Pangdivif 1 Kostrad (paling kanan)/Dokumentasi KPM 

Bogorplus.com.-- Pemimpin adalah sosok kunci kemajuan suatu organisasi. Tanpa pemimpin, organisasi tak bervisi dan mudah kehilangan orientasi. Saya selalu teringat salah satu narasi tentang esensi kepemimpinan berikut ini, “Sekumpulan domba yang dipimpin singa akan mengalahkan sekumpulan singa yang dipimpin domba”. Leader with strong leadership, dambaan bagi semua anggota tim di suatu organisasi. Satu dari sekian pemimpin inspiratif yang pernah saya temui ada pada sosok Mayjend Agus Rohman, S. IP., Panglima Divif-1 Kostrad.                                               

Baru pertama saya jumpa Mayjend Agus, aura kepemimpinannya sangat kuat. Ketika memberikan penguatan di sesi penutup pelatihan suprarasional bagi tim tembak Div-1 Kostrad, saya sangat terkesan dengan retorika dan isi ceramahnya. Beliau mengajak seluruh anggota tim untuk semakin dekat dengan Tuhan Yang Maha Kuasa, menjaga kesucian pikiran dan perbuatan atas nama diri, keluarga, kesatuan, bangsa dan negara. Diselingi cerita bernada candaan membuat suasana hangat dan akrab.

Wibawa Mayjend Agus sangat kuat. Analisis saya, pemimpin-pemimpin besar yang punya reputasi hebat dan dihormati anggota tim selalu punya ‘kebiasaan istimewa’. Dalam perspektif suprarasional, pemimpin hebat memiliki tabungan jiwa yang besar. Tabungan jiwa besar didapatkan dari kedekatan dirinya pada Tuhan serta kebaikan-kebaikan yang selalu dilakukan kepada sesama manusia. Tepat sekali analisis saya, kehebatan dan kewibawaan Mayjend Agus memang berasal dari perjuangan dan rencana susah yang sering dilakukannya dalam kehidupan keseharian. Hal ini terungkap saat saya menemani guru kehidupan saya, Pak Ridwan Hasan Saputra (RHS) berbincang santai setelah acara pelatihan suprarasional selesai di Markas Divisi Infanteri Kostrad di Cilodong.

Beberapa bulan setelah perjumpaan dengan Mayjend Agus, saya tidak kaget menerima kabar bahwa Tim tembak Div-1 Kostrad menjadi juara umum piala KASAD 2018 setelah meraih 5 trofi dan menyabet 8 medali emas, 2 medali perak, dan 5 medali perunggu. Melengkapi hasil gemilang tersebut, beberapa rekor berhasil dipecahkan tim petembak Div-1 Kostrad. Tim tembak Div-1 Kostrad pernah dilatih cara berpikir suprarasional oleh Pak RHS. Hebatnya, tim tembak Div-1 Kostrad bersungguh-sungguh mengamalkan ilmu suprarasional yang diajarkan Pak RHS.

Saat menerima kabar prestasi gemilang yang ditorehkan anggota tim Mayjend Agus pada kejuaraan piala KASAD 2018, saya teringat kembali dengan kata-kata Mayjend Agus untuk membakar semangat dan menggugah kesadaran anggota tim untuk menghadapi kejuaraan piala KASAD 2018. Bahkan, beliau memberikan perhatian, dukungan, serta doa tulus untuk keberhasilan prajurit di kesatuannya. Meski raga berpisah jauh dari para prajuritnya, sosok pemimpin sejati ini memberikan ucapan selamat untuk para prajuritnya dari kota Mekah. Berikut pesan menggetarkan yang disampaikan Mayjen Agus untuk Tim tembak Div-1 Kostrad.

“Assalamu’alaikum Wr. Wb.

Prajurit Divif 1/PVG Kostrad yang saya banggakan. Dari Multazam (antara hajar aswad dan pintu Ka’bah Masjidil Haram), tempat yang paling mustajab untuk memanjatkan doa, bermohon kepada Allah SWT saat selesai shalat tahajud. Alhamdulillah saya dan kita semua prajurit berdoa kepada-Nya, dan Allah mengabulkan permohonan kita untuk menjadi yang terbaik dan berhasil menjadi JUARA UMUM.

Salam hormat dan bangga saya kepada atlet petembak PVG dan seluruh prajurit Divif-1 Kostrad dimana pun bertugas dan berada. Tetap semangat, rendah hati, dan dekat dengan Tuhan Yang Maha Esa, Allah SWT.”

Loyalitas dan militansi prajurit tidak bisa dibeli. Hal ini hanya bisa dibangun dengan sikap mental yang tepat dari sosok pemimpin mereka. Pribadi pemimpin yang dekat dengan Tuhan dan gemar berbuat kebaikan nyatanya selalu menginspirasi para prajurit untuk mengerahkan segenap kemampuan terbaiknya bagi keberhasilan tim. Karena pemimpin yang bisa menyatu dengan tim, sejatinya adalah pemimpin yang paham untuk apa dan untuk siapa mereka memimpin. Terima kasih atas ilmu dan inspirasi kepemimpinannya, Mayjend Agus.

Read more...

Prestasi Gemilang Divisi Infanteri 1 Kostrad dan Suprarasional

Sumber Foto: Divisi Infanteri 1 Kostrad

Bogorplus.com-Cilodong-Depok.-- Tim tembak Divisi Infanteri 1 Kostrad (Div-1/K) berhasil meruntuhkan dominasi Tim Komando Pasukan Khusus (Kopassus) dalam kejuaraan tembak piala KASAD 2018. Tim tembak Div-1/K menjadi juara umum setelah meraih 5 trofi dan menyabet 8 medali emas, 2 medali perak, dan 5 medali perunggu. Melengkapi hasil gemilang tersebut, beberapa rekor berhasil dipecahkan tim petembak Div-1/K. Apa rahasia dibalik pencapaian luar biasa ini?

Komandan Kontingen Menembak Div-1/K, Letkol Inf Setyo Wibowo angkat suara, “Hasil ini merupakan jerih payah dari seluruh tim kontingen. Ada tetesan keringat dan air mata. Dengan pengorbanan yang luar biasa, kita mendapatkan hasil yang luar biasa. Sesungguhnya, proses tak akan pernah mengkhianati hasil”. Senada dengan hal itu, Letkol Cpl Ramin, S. IP, M. Tr(Han) sebagai Wadan Kontingen Menembak Div-1/K 2018 menuturkan bahwa keberhasilan ini sudah dirancang enam bulan sebelum pelaksanaan kejuaraan tembak piala KASAD 2018 dihelat. “Saat kontingen lain masih bersantai, kita sudah memulai perjuangan. Berlatih lebih tekun dan lebih intensif. Hormat dan loyal pada pelatih karena ridho pelatih adalah ridho orang tua juga. Kualitas ibadah dilakukan oleh atlet, tim pelatih, dan pendukung untuk meningkatkan keimanan dan ketakwaan pada Tuhan Yang Maha Kuasa. Kami belajar bertahap tiap hari bangun malam jam 02.00 dini hari shalat, tahajud bagi yang muslim dan membaca kitab 1 ayat bagi yang beragama kristen. Bagi yang muslim menjalankan puasa senin dan kamis, mohon maaf pada orang tua, rajin bersedekah. Akhirnya, titel juara umum berhasil kami raih.”, ungkap pria yang menjabat sebagai Dandepal Div-1/K.

Tim tembak Div-1/K sungguh-sungguh mengamalkan ilmu suprarasional, inilah salah satu rahasia terbesar dibalik keberhasilan mewujudkan cita-cita yang seolah tidak mungkin, yaitu menjuarai kejuaraan tembak piala KASAD 2018 sekaligus mengalahkan Tim Kopassus. “Saya secara pribadi yakin, Insyaallah Tim-1 Div/K akan berhasil meraih juara umum dengan menerapkan cara berpikir suprarasional. Kekuatan tabungan jiwa, keprihatinan yang dijalani akan menghasilkan kebahagiaan hakiki.”, urai Letkol Cpl Ramin.

Sumber Foto: Divisi Infanteri 1 Kostrad

Letda Inf Dwi Purwoko, Ketua Tim Pelatih Kontingen Div-1/K mengungkapkan bahwa inspirasi cara berpikir suprarasional menjadi kunci sukses atas raihan prestasi tim petembak Div-1/K, “Untuk menggapai kemenangan ini, perjuangannya sangat panjang. Di saat orang lain berlibur di hari sabtu dan minggu, kami terus berlatih. Kami berlatih secara fisik, strategi, dan mental. Kami berjuang tak kenal lelah dengan segala keterbatasan yang ada.” Beliau menuturkan bahwa ilmu suprarasional merupakan ilmu baru bagi Tim Div-1/K. Awalnya berat mengamalkan ilmu suprarasional. Namun lambat laun, kita bisa mempraktikkan ilmu suprarasional dengan penuh keikhlasan. “Dampak dari pengamalan suprarasional membuat para atlet patuh pada Tuhan Yang Maha Kuasa, patuh pada orang tua dan pelatih. Karena hal tersebut, para atlet berlatih sungguh-sungguh. Tak ada waktu untuk bersantai. Para petembak saya tak hanya menganggap pelatih sebagai instruktur teknik, tetapi menjadi inspirasi bagi kemajuan hidup mereka. Meski ditempa latihan berat, para petembak berlatih sepenuh hati mengikuti arahan pelatih. Dengan cara berpikir suprarasional, terbangun keteguhan hati dan kekuatan iman sehingga para petembak menghasilkan performa yang bagus saat lomba dan berhasil melampaui target.”, pungkas Letda Inf Dwi Purwoko.  

Para atlet tak memungkiri bahwa ilmu suprarasional menjadi faktor penentu kesuksesan mereka di kejuaraan tembak piala KASAD 2018. Prada Moses menuturkan bahwa ilmu suprarasional yang disampaikan Pak Ridwan Hasan Saputra (RHS) sangat bermanfaat dalam menuntun pada jalan kesuksesan. “Dari ilmu suprarasional, saya belajar untuk memahami diri, bersabar, dan mau merencanakan kesusahan dan banyak pengorbanan untuk meraih keberhasilan hidup. Saya relatif baru belajar menembak. Tetapi, setelah berlatih sungguh-sungguh mengikuti bimbingan pelatih dan mengamalkan ilmu suprarasional, Tuhan telah berkehendak membuat saya saya bisa menjadi juara bahkan memecahkan rekor.” ujar pemecah rekor dikecabangan otomatis match 2. Teringat pesan Pak RHS, orang biasa bisa menghasilkan prestasi dan karya luar biasa jika tabungan jiwanya besar. Dan untuk memiliki tabungan jiwa besar, harus ada rencana susah dan pengorbanan yang besar pula. Selamat untuk Tim Div-1/K.   

Tim Media

Read more...

Kemenangan PSSI U 16 dan ilmu Suprarasional Featured

(Oleh: Rama Hendarto B, Pengagum Ilmu Suprarasional)
Sumber foto: Republika.co.id

Ketika komentator mengatakan sebagian dari keuntungan tiket semifinal kejuaraan sepakbola AFF U-16 didonasikan kepada korban bencana alam di Lombok NTB, penulis yakin Indonesia pasti melangkah ke final. Benar saja, selang beberapa menit kemudian, kedudukan berubah menjadi 1-0 untuk kemenangan Indonesia.

Dalam kaca mata ilmu suprarasional, ketika tabungan jiwa (pahala) secara kolektif bertambah, maka keberhasilanlah hasilnya. Selaras dengan gagasan Bapak Ridwan Hasan Saputra, motivator Suprarasional, kemenangan menjadi bonus ketika tujuan utama mengabdi kepada Tuhan telah dilakukan, baik pengabdian yang bersifat ibadah maupun berbuat baik kepada sesama makhluk Tuhan.

Hal ini dibuktikan kembali ketika timnas Indonesia U-16 berhadapan dengan timnas Thailand U-16 di babak final. Efek suprarasional masih berlanjut, saat running text menayangkan donasi PSSI sebesar 1 milyar rupiah untuk korban bencana alam di Lombok, terjadilah kemenangan yang ditunggu-tunggu seluruh rakyat Indonesia. Timnas Indonesia U-16 mengandaskan timnas Thailand U-16 lewat drama adu penalti. Ketika kita tidak pernah menang  melawan tim kuat seperti Thailand, hal ini bisa diruntuhkan dengan cara berpikir suprarasional. Donasi atau sedekah pada korban gempa di Lombok menjadi faktor pelengkap yang mengantarkan timnas Indonesia U-16 menjadi juara Piala AFF 2018.

Kekuatan cara berpikir suprarasional masih dibutuhkan untuk mengarungi ajang Piala Asia berikutnya pada 20 September-7 Oktober 2018 mendatang di Malaysia. Lawan lebih kuat dan lebih tangguh akan dihadapi timnas PSSI U-16 di grup C seperti Iran, India, dan Vietnam. Namun, penulis meyakini dengan kemampuan olah fisik, olah strategi, dan dengan ikhtiar perbuatan kebajikan secara kolektif dari seluruh elemen bangsa (misal, memberikan donasi kepada saudara sebangsa yang sedang ditimpa musibah), bukan hal mustahil jika timnas U-16 dapat menjuarai piala asia bahkan piala dunia, serta semakin mengokohkan nilai persatuan dan kesatuan bangsa yang kita cintai ini.

Read more...
Topik Banner Bottom
ads by bogorplus.com