Menu
RSS
Banner Top Topik Sepekan

SEANDAINYA SAYA JADI DKI-1 (TULISAN KEDUA): SOLUSI MACET DI JAKARTA YANG JARANG DIPIKIRKAN ORANG

Tulisan ini dibuat untuk memberi ide bagi para tokoh yang berminat menjadi DKI-1 agar membuat DKI Jakarta menjadi lebih baik, kalau saya pribadi bukan tokoh dan tidak berminat.

Saat ini kemacetan di Jakarta semakin parah, malah jam macet semakin tidak bisa diprediksi. Salah satu penyebabnya adalah volume kendaraan pribadi yang masuk ke Jakarta semakin banyak. Kendaraan pribadi yang masuk rata-rata berisi hanya satu orang, yaitu pengemudinya saja. Sementara jumlah ruas jalan di DKI relatif tetap sehingga hampir dipastikan kemacetan akan semakin parah dari hari ke hari. Solusi yang paling logis yakni membuat orang lebih suka menggunakan angkutan publik atau mengurangi penggunaan kendaraan pribadi semaksimal mungkin. Berikut ide-ide yang yang saya sampaikan.

 

1.        Membuat taksi online milik Pemda DKI yang bisa mengangkut lebih dari satu pemesan di jalur yang sama. Dimana pemilik mobil dan pengemudinya adalah para pengemudi mobil pribadi yang  biasa bekerja  ke Jakarta.

Tujuan dari program ini untuk mengurangi mobil yang menuju ke Jakarta dan mengurangi biaya orang-orang yang akan pergi ke Jakarta. Taksi online sengaja diatur agar penumpangnya bisa lebih dari satu pemesan sehingga berdampak pada jumlah kendaraan yang ke Jakarta. Orang-orang yang setiap hari pergi ke Jakarta dengan kendaraan pribadi bisa mengajak tetangga atau orang-orang di sekitarnya yang biasa  pergi ke Jakarta dengan kendaraan pribadi untuk pergi  bersama-sama. Kegiatan ini bisa berlangsung bergiliran. Manfaat lain yang dirasakan selain mengurangi kemacetan yakni penghematan biaya transportasi dan timbul keakraban dengan warga satu kota. Bagi kendaraan pribadi yang menjadi taksi online Pemda DKI akan mendapatkan stiker khusus.

2.        Membuat ojek online milik Pemda DKI dimana pemilik motor dan pengemudinya adalah pemotor yang  biasa bekerja  ke Jakarta.

Tujuan dari program ini untuk mengurangi motor yang menuju ke Jakarta. Manfaat lain yang dirasakan seperti pada program no 1.

3.        Membuat peremajaan dan mengendalikan jumlah kendaraan umum serta membina pengemudi kendaraan umum seperti  angkot, metromini, kopaja dan bus yang beroperasi di DKI.

Tujuan peremajaan kendaraan umum agar para penumpang merasa aman dan nyaman sehingga kendaraan umum menjadi pilihan utama daripada kendaraan pribadi. Mengendalikan jumlah kendaraan umum agar terjadi keseimbangan antara jumlah penumpang dengan jumlah kendaraan umum, sebab jika jumlah kendaraan umum berlebihan menyebabkan banyak kendaraan umum mengetem mencari penumpang. Hal ini juga bisa menjadi penyebab terjadinya kemacetan. Pembinaan kepada para pengemudi bertujuan agar pengemudi bisa tertib berlalu lintas sehingga membuat aman dan nyaman. Pengemudi ini akan diberi seragam khusus dan kendaraan umumnya berstiker khusus sehingga bisa menjadi pilihan utama bagi penumpang. Efeknya supir yang sudah mendapat pembinaan akan berpenghasilan lebih besar daripada yang belum dibina. Semoga hal ini membuat para supir ingin mendapat pembinaan.

4.        Membuat bus yang aman dan nyaman milik Pemda DKI yang mengangkut para pekerja di berbagai kota yang akan menuju Jakarta (sejenis APTB) dan membuat terminal di Jakarta yang aman dan nyaman.

Tujuannya agar para pengendara mobil yang biasa ke Jakarta lebih memilih untuk naik bus daripada naik mobil pribadi, karena fasilitas yang ada di bus aman dan nyaman. Kemudian setelah sampai terminal di Jakarta, para penumpang pun merasakan suasana terminal yang aman dan nyaman. Ketika Pemda DKI sudah menyiapkan angkutan publik yang nyaman seperti Transjakarta, kendaraan umum berstiker khusus dimana pengemudinya sudah dibina, taksi online DKI dan ojek online DKI serta kendaraan umum lainnya, maka pengendara pribadi pasti akan memilih menggunakan angkutan umum ketika akan pergi ke Jakarta.

5.        Menghancurkan mobil yang memasuki jalur busway dan mobil berpenumpang kurang dari 4 orang di jalan yang sudah ditentukan 4 ini 1.

Pemerintah DKI membuat jalur busway dan menindak tegas kendaraan pribadi yang melewati jalur tersebut. Pemda DKI pun membuat aturan  jalur 4 ini 1 di beberapa ruas jalan yang menjadi sumber kemacetan. Kendaraan pribadi yang tidak memenuhi syarat ini tidak boleh masuk kecuali taksi online Pemda DKI.  Jika diketahui ada mobil pribadi yang melanggar aturan ini maka dengan tegas petugas khusus dari Pemda DKI menghancurkan mobil tersebut. Tujuannya agar para pengemudi dari luar Jakarta lebih memilih naik bus, kendaraan umum atau naik taksi online Pemda DKI ketika menuju Jakarta. Sehingga banyak pengemudi kendaraan pribadi menjadi taksi online Pemda DKI. Penghancuran kendaraan ini merupakan shock terapi sehingga perlu strategi khusus agar program ini bisa berjalan lancar.

6.        Menjadikan semua kendaraan umum konvensional yang beroperasi di DKI menjadi bagian dari Badan Usaha Milik Daerah DKI Jakarta.

Tujuannya agar kendaraan umum konvensional di DKI mudah untuk dikendalikan jumlahnya, dilengkapi fasilitasnya sehingga aman dan nyaman serta bisa mendisiplinkan para pengemudinya, sehingga kendaraan umum bisa menjadi pilihan utama transportasi darat bagi orang-orang yang akan ke Jakarta dan yang berada di Jakarta. Efeknya diharapkan kendaraan pribadi menjadi semakin jarang digunakan sehingga kemacetan di DKI akan berkurang. Proses ini harus dilakukan secara bertahap, seiring dengan proses peremajaan kendaraan umum konvensional dan berkurangnya penggunaan kendaraan umum konvensional akibat berkembanganya ojek online dan taksi online.

Demikianlah ide-ide saya untuk mengurangi kemacetan yang ada di Jakarta. Sepertinya ada beberapa ide yang sulit dilakukan, namun bisa jadi hal yang mudah bagi Calon Gubernur yang sangat pemberani dan sangat cerdas. Semoga ide-ide ini bisa menjadi masukan yang bermanfaat bagi para Calon Gubernur DKI.

Bumi Allah, 7 Juli 2016

Raden Ridwan Hasan Saputra

Presiden Direktur Klinik Pendidikan MIPA (KPM)

www.kpmseikhlasnya.com    www.ridwanhs.com

back to top
Topik Banner Bottom
ads by bogorplus.com