Menu
RSS
Banner Top Topik Sepekan

SEANDAINYA SAYA JADI DKI-1 (TULISAN KETIGA): SOLUSI BANJIR DI JAKARTA YANG JARANG DIPIKIRKAN ORANG

Bogorplus.com – Bumi Allah - Tulisan ini dibuat untuk memberi ide bagi para tokoh yang berminat menjadi DKI-1 agar membuat DKI Jakarta menjadi lebih baik, kalau saya pribadi bukan tokoh dan tidak berminat.

Banjir di Jakarta merupakan masalah tahunan yang sulit dicarikan solusinya. Masalah banjir ini pun menjadi pe er penting bagi para Calon Gubernur DKI. Jika dilihat polanya, banjir di Jakarta terjadi biasanya pada musim hujan. Sehingga air di Jakarta sangat melimpah, baik air yang langsung jatuh dari langit ke bumi Jakarta dan air kiriman dari kota lain melalui sungai-sungai besar yang melalui Jakarta seperti sungai Ciliwung. Selain itu banjir bisa diakibatkan adanya tumpahan air dari laut. Masalah banjir ini bisa menjadi peluang untuk meningkatkan perekonomian daerah jika dilihat dari sudut pandang lain. Berikut ide-ide saya mengenai masalah banjir.

1.  Membuat penduduk di Jakarta menjadi orang-orang yang ikhlas

Program ini sangat penting karena dengan menjadikan penduduk Jakarta menjadi orang-orang yang ikhlas, maka orang-orang di Jakarta mudah untuk diarahkan pada berbagai aktivitas kebaikan. Seperti membuang sampah pada tempatnya, kerja bakti untuk membersihkan lingkungan di sekitar tempat tinggalnya, saling berbagi makanan dan minuman pada saat kerja bakti, saling mengingatkan untuk menjaga kebersihan, dll. Manfaat lain yang jauh lebih penting adalah ketaatan kepada aturan agama akan mendatangkan rahmat dan terhindar dari musibah termasuk diantaranya musibah banjir. Strategi agar program ini terwujud sudah saya tuliskan di tulisan saya dengan judul “JAKARTA SEIKHLASNYA”.  Program  ini melibatkan tokoh agama, ormas-ormas keagamaan, pihak sekolah dan tentunya Pemda DKI melalui regulasi yang membuat masyarakat lebih taat dengan aturan agama.

2.  Membuat pupuk kompos dan bahan baku daur ulang melalui kerja bakti rutin pelajar dan masyarakat dalam membersihkan sampah

Sampah  yang menumpuk di Jakarta seperti di jalan, selokan dan sungai bisa menyebabkan aliran air tersendat sehingga ketika hujan, air bisa meluap dan membanjiri wilayah di sekitarnya. Cara-cara untuk menyelesaikan masalah sampah adalah:

a.    Ada kerja bakti mingguan dan bulanan yang dilakukan oleh seluruh murid dan guru di seluruh sekolah di DKI. Tujuan kerja bakti mingguan untuk membersihkan lingkungan di sekitar sekolah dan kerja bakti bulanan untuk membersihkan lingkungan di kelurahan dekat sekolah. Kerja bakti bulanan ini bergabung dengan warga masyarakat dan petugas lainnya. Para murid akan memisahkan sampah organik dan non organik. Setelah itu sampah-sampah tersebut diangkut oleh petugas kebersihan agar bisa diolah sesuai peruntukannya seperti dibuat kompos dan bahan daur ulang. Kegiatan ini berhubungan dengan bentuk praktek dari pendidikan karakter atau budi pekerti atau akhlakul karimah yang di dalamnya ada menjaga kebersihan, peduli lingkungan, gotong royong, dll.

b.     Ada kerja bakti bulanan yang dilakukan warga dan aparat.  Kerja bakti bertepatan dengan kerja bakti bulanan yang dilakukan oleh murid-murid sekolah sehingga tercipta kebersamaan dalam menjaga lingkungan sekitar. Kerja bakti ini dimotori RT/RW, tokoh masyarakat dan aparat baik dari Pemerintah Daerah maupun seperti Satpol PP maupun TNI-POLRI. Masyarakat akan tergerak untuk ikut membersihkan lingkungan jika melihat para pelajar membersihkan wilayahnya. Kerja bakti ini bisa didukung oleh alat angkut dan alat berat yang disiapkan Pemda DKI untuk mengambil sampah-sampah yang ada di selokan atau sungai. Kerja bakti ini pun didukung oleh masyarakat dengan menyiapkan makanan dan minuman secara gratis. Orang-orang ikhlas akan mudah untuk mewujudkan hal ini.

c.    Membuat aturan ketat tentang membuang sampah sembarangan. Setelah masyarakat dan Pemda DKI sudah bahu-membahu menjaga kebersihan, maka Pemda DKI harus membuat aturan yang ketat mengenai masalah sampah. Pemda DKI harus memberikan sangsi yang keras dan tegas bagi yang melangarnya. Masyarakat sendiri  yang bisa jadi pelapor bagi orang-orang yang melanggar aturan ini sehingga orang-orang tidak berani membuang sampah sembarangan di Jakarta.

3.  Membuat hutan kota dengan menyuburkan tanah di Jakarta melalui lubang-lubang biopori

Biopori sudah terbukti membuat air lebih mudah terserap ke dalam tanah sehingga mengurangi genangan air. Lubang biopori juga bisa membantu menyuburkan tanah sehingga bisa membantu program penghijauan di DKI Jakarta. Biopori bisa dibuat secara gotong royong oleh para pelajar pada saat kerja bakti mingguan, oleh anggota masyarakat pada saat kerja bakti bulanan, oleh pegawai negeri atau pegawai swasta untuk lingkungan di sekitar kantornya, oleh mahasiswa, anggota TNI-POLRI, dll. Setelah pembuatan lubang biopori bisa dilanjutkan dengan penanaman pohon di sekitar lubang biopori. Pemerintah DKI Jakarta harus menyiapkan tim khusus untuk membuat lubang-lubang biopori di tempat-tempat yang biasa banjir yang sulit dilakukan pada saat kerja bakti oleh masyarakat.

4.  Membuat transportasi air dan wisata air dengan menggunakan perahu melalui pembersihan sungai

Sungai-sungai yang kotor dan penuh sampah serta dangkal bisa menyebabkan air mudah meluap. Oleh karena itu sungai-sungai tersebut harus dibersihkan dari sampah agar air yang datang bisa lancar. Sungai-sungai ini harus dikeruk agar lebih dalam dan di perlebar agar bisa mengalirkan air lebih banyak serta dindingnya dibeton supaya menghindari penyempitan.  Sungai-sungai di Jakarta bisa dijadikan alat transportasi atau wisata air dengan menggunakan perahu. Sodetan pun dibuat tidak semata-semata untuk mengurangi banjir tapi juga sebagai jalur transportasi dan wisata air.

Program ini bisa mempunyai nilai ekonomi, sehingga bisa dikerjasamakan dengan pihak swasta supaya  mengurangi beban Pemda DKI. Program ini pun bisa dikerjasamakan dengan elemen bangsa yang lain seperti TNI, karena program ini juga untuk menghindari bencana alam. Sepertinya ada beberapa hal yang sudah dilakukan Gubernur Basuki Tjahaya Purnama (Ahok), terkait seperti pembersihan sungai Ciliwung yang bekerjasama dengan TNI. Program tersebut bisa dilanjutkan agar seluruh jalur sungai ciliwung bisa dijadikan transportasi dan wisata air.

5.  Membuat Perusahaan Daerah Air Minum bersama Pemda yang berbatasan dengan Jakarta melalui pembuatan bendungan bersama

Potensi air yang masuk ke Jakarta melalui sungai-sungai sangat melimpah, karena tidak dikelola dengan baik limpahan air itu menjadi musibah. Pemda DKI Jakarta dan Pemda di sekitar DKI bisa bekerjasama membuat bendungan di daerah perbatasan kedua wilayah. Manfaat bendungan tersebut diantaranya (1) untuk menahan laju air pada saat hujan deras sehingga debit air yang masuk ke Jakarta bisa diatur (2) untuk membuat perusahaan air minum, (3) untuk menahan sampah yang datang ke Jakarta sehingga aliran sungai di Jakarta bersih dari sampah, maka wisata air yang ada di Jakarta tidak terganggu. Bendungan ini punya nilai ekonomi besar sehingga Pemda DKI tidak perlu ragu untuk investasi dalam pembuatan bendungan ini.

6.  Membuat kolam ikan dan wisata air terbesar di Indonesia melalui reklamasi terprogram di pantai

Banjir bisa disebabkan oleh air laut yang tumpah ke darat. Hal yang paling mungkin dilakukan yakni membuat bendungan yang tinggi (reklamasi) di sekitar pantai Jakarta. Bendungan ini untuk menahan pergerakan air yang sangat besar yang akan masuk ke  Jakarta yang  bisa menimbulkan banjir di wilayah Jakarta. Daerah antara pantai yang asli dengan bendungan (wilayah reklamasi) akan menjadi kolam besar yang bisa digunakan sebagai budidaya ikan dan wisata air. Bagi para nelayan tempat tinggalnya dipindahkan ke bagian bendungan (reklamasi) yang berhadapan langsung dengan lepas pantai. Reklamasi ini bisa bekerjasama dengan pihak swasta dan Pemerintah Pusat, sehingga Pemda DKI tidak begitu berat menanggung beban reklamasi ini. Kerjasama ini bisa dalam bentuk wilayah reklamasi dijadikan perumahan, tempat rekreasi, pangkalan militer, dll. (Program reklamasi yang ada saat ini bisa jadi mengarah ke sana).

 

Demikianlah ide-ide saya mengenai masalah banjir di Jakarta. Bisa jadi banyak hal yang secara teknis sulit untuk diwujudkan karena terkait dengan penggusuran pemukiman warga, protes aktivis lingkungan, dll. Disinilah diuji kecerdasan dan keberanian seorang Gubernur DKI Jakarta. Menurut saya menjadi seorang Gubernur DKI bukanlah anugerah tetapi musibah dan musibah itu akan berubah menjadi anugerah ketika yang memimpin adalah orang yang tepat.  Hal yang sangat penting yang harus dimiliki oleh seorang Gubernur DKI adalah kedekatan dengan Allah SWT, karena dengan kedekatan itulah akan timbul ide-ide yang di luar kebiasaan dalam menyelesaikan masalah di DKI Jakarta dan kemampuan untuk mewujudkan ide-ide tersebut.

 

Bogor, 11 juli 2016

Raden Ridwan Hasan Saputra

Presiden Direktur Klinik Pendidikan MIPA

www.ridwanhs.com  www.kpmseikhlasnya.com

 

 

back to top
Topik Banner Bottom
ads by bogorplus.com