Menu
RSS
Banner Top Topik Sepekan

Talkshow Ridwan HS Bersama Mahasiswa Universitas Pendidikan Indonesia

Seminar Ridwan HS bersama Mahasiswa niversitas Pendidikan Indonesia, Bandung. Seminar Ridwan HS bersama Mahasiswa niversitas Pendidikan Indonesia, Bandung.

Bogorplus.com – Bandung – Pendiri Klinik Pendidikan MIPA (KPM), Raden Ridwan Hasan Saputra menghadiri undangan Seminar Gemilang Insan Mahasiswa (SEGILIMA) yang diadakan oleh mahasiswa Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Bandung (4/9).

Ridwan HS diundang untuk menjadi pembicara dalam talkshow yang bertajuk “From Zero to Hero”. Acara yang bertempat di gedung Achmad Sanusi UPI bertujuan untuk menambah wawasan mengenai kerja ikhlas secara nyata, memberikan kiat-kiat agar dapat bekerja dengan ikhlas, serta menanamkan pemahaman bahwa menjadi manusia bermanfaat merupakan suatu penghargaan dalam hidup.

Diadakannya kegiatan ini dilatar belakangi pemikiran mahasiswa untuk memiliki pekerjaan menjadi prioritas setelah menyelesaikan pendidikan. Bagi mereka, mencari pekerjaan bukanlah hal yang mudah, banyak yang menjadi pertimbangan baik dalam segi materi maupun prospek masa depan. Namun para mahasiswa kadang lupa dengan tugas sesungguhnya, untuk tidak memikirkan diri sendiri tetapi seluruh bangsa Indonesia.

 “Oleh karena itu, sebagai manusia yang berilmu sudah semestinya mereka mengamalkan ilmunya agar mendapatkan manfaat yang luar biasa untuk dirinya sendiri serta masyarakat tanpa hanya melihat keuntungan materi yang akan didapatkannya saja,” ujar koordinator acara.

Dalam acara tersebut, mahasiswa meminta Ridwan HS untuk membawakan materi berjudul “Real Achivement In Your Life” yang dimaksudkan dengan membahas pengalaman berharga dari Ridwan HS untuk dibagikan kepada para mahasiswa. Mereka berharap dapat menggali lebih luas pengetahuan mengenai kiat-kiat bekerja dengan ikhlas untuk masyarakat dengan profesinya masing-masing.

Berbagai pertanyaan bergulir membahas pengalaman kuliah, pekerjaan, menemukan jodoh, hingga the real achivement dalam hidup Ridwan HS. Dengan semangat, Ridwan menjawab satu persatu pertanyaan yang disampaikan.

“Sejak SMA bakat alami bidang matematika saya sudah terlihat. Setelah lulus SMA, tadinya ingin mengambil jurusan matematika, namun karena kakak saya lebih dulu masuk fakultas matematika, saya mengalah untuk masuk fakultas pertanian. Karena tidak baik dalam satu keluarga mengambil bidang yang sama,” jawab Ridwan diakhiri dengan tawa saat ditanya alasan mengambil jurusan pertanian.

Ridwan pun diminta untuk menceritakan pengalamannya yang paling berkesan selama menjadi pengajar matematika. “Suatu masa saya mengikuti tes olimpiade khusus guru. Alhamdulillah saya menjadi pemenangnya dan berkesempatan keluar negeri. Yang menarik, dari sekian banyak guru, hanya saya yang bukan dari fakultas matematika,” kenang Ridwan.

Ridwan melanjutkan, proses yang ia jalani hingga saat ini, tidak dilalui dengan mudah. Ridwan pun pernah mengalami masa yang sulit saat tidak mendapatkan pekerjaan. Namun kemudian ia bangkit dan mendirikan Klinik Pendidikan MIPA (KPM).

“Saya pernah mencoba tes menjadi Pegawai Negeri Sipil, karena saya memang ingin menjadi pegawai negara. Namun saat itu saya gagal karena masih ada sistem yang kurang baik dalam perekrutan. Saya sempat frustasi dan jatuh sakit. Kemudian saya bangkit dan membuat les dengan bayaran seikhlasnya. Awal KPM berdiri pun, saya dianggap sebagai orang gila, aliran sesat, dan banyak umpatan lainnya,” jelas Ridwan.

Saat ditanya mengenai jodoh, Ridwan HS mengaku mendapat ilham tentang sosok wanita yang akan menjadi istrinya. “Saya diberi ilham, seorang wanita yang SMS saya pertama kali di pagi hari, itu yang akan menjadi istri saya. Dan yang SMS pertama kali adalah Bu Anis, walapun saat itu beliau bertanya soal yang lain, langsung saja saya tanya, apakah mau menjadi istri saya? Beliau mau, dan kami pun menikah hingga saat ini,” kenang Ridwan diiringi tepuk tangan para mahasiswa.

Ridwan HS pun ditanya mengenai sosok yang berpengaruh dan menjadi inspirasi dalam hidupnya. “Tak dipungkiri pasti kedua orang tua saya yang paling berpengaruh dalam hidup saya. Kalau ditanya siapa yang menginspirasi saya, yang pertama jelas Nabi Muhammad SAW. Kemudian Ummar bin Abdul Aziz dan para Wali Songo,” ujar Ridwan.

Pertanyaan yang sesuai dengan tema talkshow pun dijawab Ridwan HS. “Beberapa penghargaan yang saya dapatkan tentunya sangat berkesan, seperti penghargaan Satya Lencana dari Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, penghargaan Tokoh Perubahan Republika, dan yang baru saja menjadi Duta Republika,” ungkap Ridwan.

Ridwan pun memberikan motivasi tentang mengubah cara pandang kepada sekitar 260 peserta yang hadir dalam talkshow tersebut. “Selalu mencari penderitaan untuk mendapat kebahagiaan. Belajar untuk mengubah cara pandang dari penderitaan yang kita dapatkan. Misalnya kita dikasih sakit, ubahlah cara berpikir untuk sesuatu yang baik. Dengan merasakan sakit, berarti dosa kita diampuni. Untuk menjadi bahagia, rencanakan kesusahan terlebih dahulu. Nantinya kita bisa merasakan kesusahaan tersebut ada keberkahan,” tutup Ridwan dalam seminar itu.

Humas KPM

back to top
Topik Banner Bottom
ads by bogorplus.com