Menu
RSS
Banner Top Topik Sepekan

Pesan Presiden Direktur KPM Pada Pertemuan Orang Tua Siswa Kelas Khusus Se Jabodetabek

 

Bogorplus.com, Dramaga-Bogor. Mengawali Tahun Ajaran Baru 2017/2018, Klinik Pendidikan MIPA (KPM) Bogor mengadakan pertemuan orangtua siswa kelas berbakat pada Minggu, (13/08/17). bertempat di Auditorium Toyyib Hadiwijaya, Fakultas Pertanian, Institut Pertanian Bogor yang dihadiri 1.000 orang tua siswa se-Jabodetabek. 

Pada pertemuan tersebut, dihadiri juga oleh Presiden Direktur KPM (Raden Ridwan Hasan Saputra) yang memberikan sambutan dan pesan motivasi kepada orangtua siswa yang hadir. berikut kutipannya: 

Pesan Presiden Direktur KPM 

Assalamu’alaikum Wr.Wb
Salam sejahtera bagi kita semua

Kepada orang tua siswa Klinik Pendidikan MIPA (KPM) dimana pun berada. Ada beberapa hal yang ingin saya sampaikan.

  1. KPM bukanlah lembaga pencetak juara Olimpiade Matematika walaupun banyak murid KPM yang menjadi juara Olimpiade Matematika. Bagi KPM, juara Olimpiade hanyalah pelengkap saja dan bukan hal yang utama di KPM. Jika di KPM, siswa kelas khusus KPM belajar materi olimpiade, hal itu karena soal-soal Olimpiade Matematika sangat bagus untuk meningkatkan kemampuan berpikir murid-murid KPM.

  2. KPM adalah tempat yang cocok untuk membentuk cara berpikir suprarasional dan menambah tabungan jiwa atau tabungan pahala atau segitiga biru (Konsep ini ada dalam buku “Cara Berpikir Suprarasional”). Menurut keyakinan saya cara berpikir suprarasional adalah cara berpikir yang membuat kita mampu menyelesaikan banyak masalah dan penentu kesuksesan hidup manusia. KPM adalah lembaga pendidikan luar sekolah yang cocok untuk

    mewujudkan kedua hal tersebut.

  3. KPM adalah tempat dimana berkumpul orang-orang hebat dan calon orang hebat. Maka mulai sekarang jagalah hubungan baik antar siswa KPM, antar orang tua siswa KPM dan tentunya dengan KPM sendiri. Sudah banyak kisah orang tua siswa KPM yang merasakan manfaat dari KPM bukan karena anak-anaknya berprestasi di KPM, tetapi urusan pekerjaan jadi lancar karena adanya kerjasama dengan orang tua KPM yang sudah akrab karena sama-sama mengantar putra/putrinya di KPM.

  4. KPM adalah lembaga dengan bayaran seikhlasnya. kata seikhlasnya ini bukan gratis tetapi sesuai dengan kemampuan dan memantaskan diri dengan apa yang didapat atau dengan apa yang ingin di dapat. Jika kita ingin mendapatkan kemanfaatan yang besar di KPM, maka pengorbanan yang diberikan pun harus besar. Pengorbanan tersebut tidak harus berupa memberikan uang yang besar ke dalam keropak, tapi dengan selalu mendukung kegiatan KPM, In Sha Allah orang tua siswa akan mendapatkan kemanfaatan besar di KPM. Sudah sangat banyak bukti yang ada, ketika orang tua siswa KPM banyak membantu KPM maka anaknya atau orang tua tersebut mendapatkan prestasi atau rezeki tak disangka.

  5. KPM saat ini akan lebih fokus untuk mengubah cara berpikir manusia menuju ke arah suprarasional dengan menggunakan Matematika Nalaria Realistik dan Sistem Metode Seikhlasnya. Hal ini karena KPM menyadari, berpikir rasional itu penting tetapi berpikir suprarasional jauh lebih penting. Saya meyakini suatu saat nanti, olimpiade matematika bukanlah hal yang akan diminati orang untuk belajar matematika tetapi matematika akhiratlah yang akan dikejar untuk dipelajari. Matematika akhirat adalah matematika yang dipelajari untuk membuat manusia menjadi ingat Allah dan ingat Akhirat. In Sha Allah cara berpikir suprarasional menjadi penghantar untuk belajar matematika akhirat. Jika ditanyakan kepada bapak ibu, lebih suka anaknya sukses dunia akhirat atau hanya sukses dunia saja? Jika pilihannya adalah sukses dunia-akhirat maka yang harus dilakukan adalah pelajari cara berpikir suprarasional. Tindak lanjutnya adalah belajarlah di Klinik Pendidikan MIPA (KPM) dengan mengikuti semua aturan yang ada di KPM.

Wassalamu'alaikum Wr.Wb 

Bogor 13 Agustus 2017
Raden Ridwan Hasan Saputra
(Presiden Direktur KPM)

back to top
Topik Banner Bottom
ads by bogorplus.com