Menu
RSS
Banner Top Topik Sepekan

Konsep Unik & Berbeda, Sukseskan Pelatihan Matematika 'Seikhlasnya'

Bogorplus.com-Kab.Bogor. Kantor Klinik Pendidikan MIPA (KPM) menjadi saksi pertemuan bagi 27 orang peserta dari berbagai daerah, beragam  institusi dan profesi yang hadir untuk  mengkaji ilmu tentang metodologi pembelajaran Matematika Nalaria Realistik (MNR). Pelatihan MNR berlangsung dari tanggal 03 Oktober sampai 06 Oktober 2017.

Ada beberapa mahasiswa yang sedang menempuh studi doktoral  di Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), ada guru, ada kepala sekolah, bahkan pimpinan yayasan suatu sekolah sangat antusias untuk belajar tentang metodologi pembelajaran MNR. Alosius L. Son yang akrab disapa Pak Elson, dosen pendidikan matematika di Universitas Timor (Nusa Tenggara Timur) merasa senang bisa mengikuti Pelatihan MNR ini.

"Saya tertarik mengikuti pelatihan ini karena konsepnya unik dan berbeda. Konsep biaya seikhlasnya dan syarat untuk menjadi peserta pelatihan—mencintai dunia anak, mencintai dunia matematika, mengamalkan ilmu pelatihan—membuat saya menjatuhkan pilihan mantap untuk hadir di Bogor", ujar mahasiswa studi doktoral di Universitas Pendidikan Indonesia ini.

Foto: suasana sedang pelatihan

Pak Elson mendapatkan banyak ilmu dan hal baru selama mengikuti pelatihan MNR. Beliau sangat bersyukur karena bisa terlibat dalam acara ini. “Terima kasih banyak untuk Pak Ridwan HS (Presdir Klinik Pendidikan MIPA) dan Tim Diklat KPM yang telah memberikan pengalaman hebat selama saya mengikuti kegiatan pelatihan. Pelayanan prima dengan biaya seikhlasnya, sungguh luar biasa. Saya jatuh cinta dengan konsep pelatihan MNR ini”, ungkap dosen bergelar magister pendidikan ini.

Rina Agustina, sosok guru jebolan Institut Pertanian Bogor (IPB) merasakan kesan yang sangat mendalam terkait keikutsertaannya dalam acara pelatihan MNR. “Saya melihat dan merasakan sendiri moto KPM-Ikhlas, Tegas, Puas--begitu terinternalisasi pada sikap hidup tim Diklat dan tim pelatih KPM. Bukan hanya materinya yang bagus dan kontekstual, nilai-nilai kehidupan yang dipraktikkan di lingkungan KPM pun sangat menawan hati saya. Memang, satu teladan lebih hebat dari seribu kata-kata.

Saya akan bagikan pengalaman berharga yang saya dapatkan di KPM kepada setiap orang yang saya temui.”

Lain halnya dengan Nurbaiti, pemilik gelar doktor lulusan jurusan Universitas Indonesia ini hanya bisa mengatakan satu kata untuk kiprah KPM: Super! Sudah lama sekali Bu Nurbaiti mengikuti kiprah KPM dan Pak Ridwan HS sebagai pendiri KPM. Baginya, hadir di acara pelatihan MNR mengonfirmasi banyak hal tentang KPM yang selama ini diikutinya tanpa berinteraksi langsung. “Biarkan KPM bertumbuh dan menumbuhkan kebaikan bagi banyak orang. Tak mudah menemukan orang yang sevisi untuk merawat Indonesia dalam berbagai bidang kehidupan. Keresahan saya cukup terobati saat bisa melihat apa yang telah dilakukan KPM selama ini. Kita lahir dan kembali dengan nama baik dan nama besar, dengan apa pun yang kita kerjakan.”  ujar pegiat Komunitas Peduli Otak Indonesia yang digagas bersama suaminya.

Foto bersama Presiden Direktur Klinik Pendidikan MIPA, Raden Ridwan Hasan Saputra

Di acara penutupan pelatihan, Ridwan HS hadir sekaligus menutup acara pelatihan MNR angkatan ke-2 secara resmi. Beliau berharap para peserta bisa mengambil manfaat dan hikmah selama menuntut ilmu di KPM. Ada satu pesan khusus yang disampaikan Ridwan HS untuk para peserta. Beliau berpesan, “Jangan pelit ilmu. Jadilah orang yang ikhlas berbagi ilmu. Bagikan ilmu yang kita miliki pada banyak orang, maka kita akan dimudahkan untuk mendapatkan ilmu-ilmu baru. Itulah rumus kehidupan.”, pungkas Tokoh Perubahan Republika 2013 ini.

back to top
Topik Banner Bottom
ads by bogorplus.com