Menu
RSS
Banner Top Topik Sepekan

Tim KPM Berbagi Ilmu Metodologi Pembelajaran MNR bagi Guru-Guru SMP Se-Kab. Bogor

Foto: Kadisdik Kab.Bogor, TB. A. Luthfi Syam

Bogorplus.com-Kab. Bogor-Guru adalah aktor utama dan penting di dunia pendidikan. Posisi guru sangat strategis. Selain menjadi seorang fasilitator pembelajaran, seorang guru diharapkan mampu menjadi inovator dan sosok teladan dalam konteks penguatan pendidikan karakter. Untuk mewujudkan hal tersebut, forum Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Matematika SMP menggelar pelatihan metodologi pembelajaran bagi guru-guru SMP Se-Kab. Bogor.

Kegiatan yang digagas oleh Dinas Pendidikan Kab. Bogor dan Klinik Pendidikan MIPA (KPM) ini mengangkat tema: ‘Menjadi Guru Ideal, Berprestasi, Profesional, Kreatif, dan Inovatif sehingga Mampu Menjadi Inspirasi dan Motivasi bagi Siswa’.

Informasi yang dihimpun tim Bogorplus.com, rangkaian pelatihan dibagi menjadi beberapa wilayah, di antaranya: wilayah barat (10 Oktober 2017), wilayah utara (12 Oktober 2017), wilayah tengah (17 Oktober 2017), wilayah timur (19 Oktober 2017), dan wilayah selatan (24 Oktober 2017).

Foto: Suasana pelatihan MGMP wilayah Barat, 10 Oktober 2017

Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Kabupaten Bogor, TB. A. Luthfi Syam menyatakan dalam sambutannya bahwa perkembangan zaman terus berubah. Kita harus belajar dari negeri tirai bambu yang berhasil menjadi kekuatan ekonomi dunia. Salah satu rahasia dibalik kemajuan ekonomi Cina adalah karena keandalan tata kelola sumber daya manusianya.

Foto bersama peserta pelatihan MGMP wilayah Tengah

Lebih lanjutnya, Beliau berpesan kepada para guru yang hadir, “Kini saatnya kita harus melompat, tak hanya cukup berlari untuk mengejar ketertinggalan dari negara lain, khususnya Cina. KPM adalah mitra produktif Dinas Pendidikan Kab. Bogor untuk meningkatkan kualitas guru dan pembelajaran matematika. Mari lakukan apa pun yang terbaik demi masa depan anak-anak kita.”

Tim KPM menghadirkan H. Moh Arodhi, Asep Sapa’at, Taufik Hidayah, Muchammad Fachri, Ryky Tunggal Saputra Aji, dan Teguh Imam Agus Hidayat sebagai narasumber dalam pelatihan MNR bagi guru matematika SMP Se-Kab. Bogor ini. Kelima narasumber berkolaborasi dalam menyajikan dua materi inti, yaitu materi 'Cara Berpikir Suprarasional' dan 'Metodologi Pembelajaran MNR' ke berbagai wilayah yang sudah ditentukan.

Quality Control (QC) Klinik Pendidikan MIPA, H. Moh. Arodhi menjelaskan, “Kab.Bogor merupakan daerah strategis dan potensial untuk lebih dikembangkan kualitas pendidikannya. Banyak bibit unggul bermunculan dari Kab.Bogor. Disamping itu, hal ini jadi perhatian bagi KPM, mengingat KPM berdomisili di Kab. Bogor. Harapannya, kehadiran KPM ditengah masyarakat semakin terasa manfaatnya dalam konteks peningkatan kualitas pendidikan matematika di Kab. Bogor,” jelas Moh. Arodhi.

Foto: Quality Control, Klinik Pendidikan MIPA, H. Moh Arodhi

“Pasca mengikuti pelatihan, kegiatan berikutnya adalah pelaksanaan tes kemampuan Higher Order Thinking Skills (HOTS) siswa melalui tes uji soal MNR. Hasil tes HOTS siswa tersebut dapat digunakan sebagai alat pemetaan kemampuan matematika siswa di wilayah Kab. Bogor.” tutupnya.

Anisa Widhy Sundari, guru matematika yang mengajar di SMPN 3 Gunung Putri merasa tergugah dan tersadarkan akan hakikat menjadi guru sejati saat menyimak materi cara berpikir suprarasional. “Saya banyak menuntut murid untuk melakukan banyak hal. Saya merasa stres jika nilai akademik mereka jeblok. Apalagi kalau ditambah perilaku mereka yang kerap memancing emosi saya. Dari materi tadi saya disadarkan tentang pentingnya memenuhi kebutuhan jiwa seorang murid. Caranya: berserah diri kepada Allah SWT dan mendekatkan diri sang anak kepada Sang Pemilik Ilmu. Hal ini kerap terlupakan. Jadi, saya harus benahi cara berpikir saya agar mulai memperbanyak tabungan jiwa dengan jalan merencanakan kesusahan agar saya bisa menjadi guru sejati.”

Di tempat yang terpisah, Humas MGMP Wilayah Timur, Dewi Pratiwi mengatakan bahwa pelatihan ini sangat bermanfaat bagi dirinya. “Saya merasa mendapat energi baru. Saya bisa menyinkronkan antara teori dan praktik mengajar yang selama ini saya lakukan di kelas. Materi pembelajaran MNR membuat saya bisa mengubah cara pandang tentang pembelajaran matematika yang asyik bagi anak. Harapan saya, ilmu ini bisa diterapkan di kelas bersama murid-murid saya sehingga cara pandang murid tentang susahnya pelajaran matematika jadi berubah.” pungkas guru matematika di SMPN 1 Gunung Putri ini.

back to top
Topik Banner Bottom
ads by bogorplus.com