Menu
RSS
Banner Top Topik Sepekan

Sebelas Jawara Olimpiade Guru Matematika Dapat ‘Hadiah’ Pelatihan Khusus dari KPM

Bogorplus.com-Ciomas-Kab. Bogor. Padepokan Amir Syahrudin Ciomas-Bogor menjadi saksi kedatangan tamu istimewa, yakni 11 jawara olimpiade guru matematika 2017, pada hari Senin, (16/10/2017). Tepat pada pukul 13.00 WIB, peserta yang berasal dari berbagai daerah, seperti Makasar, Surabaya, Kediri, Semarang, Bandung, Jakarta, Bekasi, dan Bogor mulai berdatangan untuk melakukan check in kegiatan pelatihan.

“Program pelatihan ini merupakan bentuk apresiasi KPM kepada guru-guru berprestasi yang pernah berlaga dalam ajang Olimpiade Guru Matematika (OGM) yang diselenggarakan Klinik Pendidikan MPA pada bulan April 2017,” kata ketua pelaksana, Much. Fachri dalam keterangannya.

Selain itu, Much. Fachri menambahkan bahwa para peserta telah memberikan dedikasi yang tinggi sejak babak penyisihan sampai final sehingga dapat mengharumkan nama sekolah dan wilayahnya. Untuk itu, mereka sangat layak mendapatkan apresiasi ini.

Kesebelas guru terbaik ini, yakni Frederikus (Juara 1 -SDK ST. Joseph Rajawali Makassar), Achmad Hidayat (Juara 2 - Ghilmani Surabaya), Era Brilian R (Juara 3 -Surabaya), Ahmad Nursaid (Juara Harapan 1- MI Nururisalah), Samsul Aziz (Juara Harapan 2- SDI Al Azhar 29 Semarang), Rika Merdekawati (Juara 1- SMP Tunas Unggul Bandung), Rian Dahrian (Juara 3 - SMPN 1 Atap Jasinga Bogor), Joko Santoso (Juara Harapan 1- SMPN 41 Semarang), Suryanih (Juara 1- MAN 7 Jakarta), Prastomo Budiargo (Juara 2 -SMAN 5 Semarang), Ocky Lestariza (Juara Harapan 3 - SMA Multi Istiqlal Bekasi).

Pelatihan olimpiade matematika ini digelar KPM selama tiga hari dua malam. Materi yang disuguhkan di antaranya, six ability dalam meningkatkan High Order Thinking Skills (HOTS), latihan soal-soal olimpiade dasar, eksplorasi matematika, strategi sukses olimpiade, dan diakhiri refleksi pelatihan menjadi guru yang berkah  bersama Presiden Direktur KPM, Raden Ridwan Hasan Saputra.

Selain mendapat ilmu olimpiade, banyak hal menarik yang diterima peserta , salah satunya diungkapkan Suryanih,  “Disini saya memaknai konsep baru dan saya sangat setuju. Kalau ingin dibukakan pintu pemahaman ilmu,maka dekatilah Sang Pemilik Ilmu,” ungkapnya dengan penuh kekaguman.

“Ketika sudah berorientasi kepada Sang Pemilik Ilmu, itulah yang dinamakan cara berpikir supra rasional. Dengan cara berpikir tersebut, kita akan menjadi lebih ikhlas dalam meraih kehidupan yang hakiki,” kata Suryanih yang merupakan juara 1 di tingkat SMA.

Tiga hari bersama Klinik Pendidikan MIPA menjadi pengalaman berharga bagi Pak Frederikus, “Di tempat ini saya mendapat wawasan dan suasana baru yang jauh berbeda dengan tempat asal saya di Makasar, Sulawesi Selatan,” ungkap alumnus Sarjana Matematika, Universitas Negeri Makasar ini.

Pria kelahiran Mandai tahun 1989 mengatakan, “KPM menyimpan beragam daya tarik. Dengan adanya cara berpikir supra rasional, HOTS, dan MNR menjadi perekat buat kami. Bahkan di penghujung kegiatan, kami meyakini bahwa pilar tersebut merupakan poros untuk mengubah bangsa menjadi lebih baik,”

back to top
Topik Banner Bottom
ads by bogorplus.com