Menu
RSS
Banner Top Topik Sepekan

Pelatihan MNR Seikhlasnya: Sarana Strategis Membangun Peradaban yang Unggul dan Berkualitas

Foto: Instruktur sedang memberikan pelatihan dinamika kelompok

Bogorplus.com-Ciomas - Kab. Bogor. -- Manusia adalah makhluk sosial, yang dalam perkembangannya memerlukan bantuan orang lain, sejak lahir sampai meninggal. Orang tua mendaftarkan anaknya ke sekolah dengan harapan guru dapat mendidiknya menjadi manusia yang dapat berkembang optimal. Minat, bakat, kemampuan, dan potensi-potensi yang dimiliki peserta didik tidak akan berkembang secara optimal tanpa peran guru.

Selain menumbuhkembangkan potensi siswa, diharapkan sosok guru dapat menjadi garda terdepan dalam perbaikan kualitas sumber daya manusia untuk masa yang akan datang. Dengan gagasan dasar tersebut, sebanyak 28 guru yang berasal dari berbagai daerah seperti, Jabodetabek, Kebumen, Ciamis, Boyolali, Sukabumi, Bandung, Probolinggo, dan Banjarmasin hadir ke Padepokan Amir Syahrudin, Klinik Pendidikan MIPA (KPM), Bogor, untuk mengikuti kegiatan Pelatihan Metodologi Matematika Nalaria Realistik (MNR) yang dihelat pada tanggal 07 November - 10 November 2017. 

Foto bersama panitia dan peserta di Padepokan Amir Syahrudin, KPM, Bogor

Acara yang digelar selama 4 hari 3 malam ini menyajikan materi-materi yang menarik dan luar biasa, di antaranya: Cara Berpikir Suprarasional, Cara Menjadi Guru Hebat dan Berkah, Metodologi Pembelajaran Matematika Nalaria Realistik (MNR), Berhitung Matematika Metode Kotak-Kotak , dan Strategi Pengembangan Komunitas Indonesia Ikhlas di Bidang Pendidikan. 

Foto: Suasana pelatihan di ruang kelas

Bapak Yohanes S.H. Prabowo, salah satu peserta asal Probolinggo, mengakui mendapatkan pengalaman luar biasa saat bisa hadir di acara KPM. “Saat saya mendapat kabar telah lolos seleksi menjadi peserta, Pak Yo (sapaan-akrabnya) terus mengucap puji syukur kepada Tuhan dan berkali-kali mengucapkan terima kasih pada Bapak Misbah (tim KPM) yang telah menyampaikan kabar bahagia tersebut,” ungkapnya. 

Pria kelahiran Banyuwangi 38 tahun silam ini menambahkan, “Di zaman seperti ini, saya hampir kesulitan menemukan komunitas yang mendasari sikap hidupnya di atas landasan keikhlasan. Dalam agenda pelatihan ini, saya tak hanya belajar ilmu tentang matematika, namun banyak mendapatkan ilmu tentang makna kehidupan. Salut untuk panitia yang bisa membangun suasana keakraban di antara sesama peserta. Pesan untuk KPM, teruslah istiqomah untuk berkiprah dan berkarya.”

Hal berbeda dikemukakan peserta asal Boyolali, Ibu Yekti Arianik. “Saya hadir ke Bogor karena mendapat cerita menarik dan mengesankan dari teman saya yang juga ikut pelatihan MNR angkatan sebelumnya. Saya merasa bersyukur bisa mengikuti kegiatan ini. Banyak hal bermanfaat yang saya dapatkan dari kegiatan pelatihan MNR. Hal ini semakin memotivasi saya untuk mengamalkan dan menyebarkan ilmu tentang Sistem Metode Seikhlasnya (SMS) dan Matematika Nalaria Realistik (MNR) di tempat tinggal saya nanti.”

Disela-sela menjadi pelatih tim nasional pada Olimpiade Matematika Internasional di Davao, Filipina. Presiden Direktur KPM, Raden Ridwan Hasan Saputra, dalam rekaman suaranya menyampaikan apresiasi yang luar biasa atas kehadiran dan dedikasi yang diberikan para peserta. 

Peraih Tokoh Perubahan Republika 2013 ini berpesan agar para guru sebagai pendidik dapat menerapkan cara berpikir supra rasional. Karena dengan menggunakan cara berpikir ini akan menjadikan manusia memperoleh kebahagiaan jiwa dan raga dalam mengarungi hidup yang penuh dengan ketidakpastian. Selain dengan cara tersebut, Ridwan HS berharap agar ilmu yang sudah diterima dapat diaplikasikan dan disebarkan ke masyarakat umum. Semoga hal ini menjadi bekal hidup yang In Sha Allah akan membawa hidup kita menjadi lebih berkah”  tutup Ridwan HS.

Sumber: Rep. Asep Sapa'at/Misbah Epriyandi/Diklat-KPM 

back to top
Topik Banner Bottom
ads by bogorplus.com