Menu
RSS
Banner Top Topik Sepekan

Peraih Perak IMSO 2017 Ternyata Siswi Yang Gagal Seleksi OSN Tingkat Kecamatan

Foto: Amara Khairunnisa Dinata (tengah), pelajar kelas 6 SD Pertiwi Bogor yang meraih medali perak dalam ajang IMSO 2017 di Singapura

Bogorplus.com - Kota Bogor – Dapat bersanding dengan ribuan peserta pada ajang Olimpiade Sains Nasional (OSN) menjadi impian setiap siswa berbakat di bidang MIPA. Begitu pun yang diinginkan oleh Amara Khairunnisa Dinata. Namun, impian untuk maju ke kancah nasional, pada OSN Pekanbaru, Riau 2017 sirna sudah. Saat Ia dinyatakan tidak lulus seleksi tingkat kecamatan Bogor Timur (jalur A) di Kota Bogor, beberapa bulan yang lalu.

Meski tidak mendapatkan informasi yang jelas dan objektif di balik keputusan itu, Amara dan orangtuanya berbesar hati menerima hasil seleksi di tingkat kecamatan.

Harapan pelajar SD Pertiwi Bogor untuk terus berkiprah dalam bidang MIPA tidak terhenti begitu saja. Bahkan, Amara tidak patah arang, justru semakin giat untuk memperbaiki keadaan. Berpegang dari sebuah kegagalan, Amara yang kini duduk di kelas 6, berjuang lebih keras menggapai impiannya dengan giat mengikuti pembinaan yang diadakan di internal sekolah maupun eksternal sekolah (Klinik Pendidikan MIPA). 

Foto: Amara Khairunnisa Dinata

Sekilas tentang aktivitasnya bersama KPM (lembaga yang menerapkan sistem metode seikhlasnya dan matematika nalaria realistik), ternyata Amara sudah mengenyam pembinaan selama 4 tahun. Selain belajar matematika, Ia juga belajar banyak tentang ilmu kehidupan, salah satunya cara berpikir supra rasional. Berkat cara berpikir itulah kesempatan berkiprah pada kompetisi MIPA semakin terlihat. Bahkan, yang Ia dapatkan lebih dari apa yang diharapkan sebelumnya. “Bermula saat saya mengikuti tes seleksi International Mathematics and Science Olympiad (IMSO) melalui Klinik Pendidikan MIPA (salah satu lembaga pendidikan di Indonesia yang berpusat di Bogor, dan memiliki jaringan kompetisi Internasional  nonpemerintah). Setelah mengikuti tes, saya mendapatkan kabar bahwa saya dinyatakan lulus hingga akhirnya saya berangkat ke Singapura untuk pertama kalinya. Dan Alhamdulillah, atas izin Allah SWT, saya bisa mempersembahkan medali perak (matematika) untuk Indonesia,” ungkapnya kepada bogorplus.com pasca penyambutan tim IMSO KPM, di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang Banten, Jumat (24/11/2017).   

Foto: Amara (ke-5 dari kanan) bersama tim Indonesia Klinik Pendidikan MIPA berhasil meraih penghargaan yang membanggakan

Ternyata bukan kali ini saja pengalaman Amara dalam kompetisi matematika internasional. Pada kompetisi serupa, Ia telah meraih medali perunggu pada tahun 2016, yang digelar KPM di Kota Tangerang. Adapun kompetisi nasional & internasional yang pernah diikuti seperti: Challenge for Future Mathematicians, Thailand, Malaysia International Mathematics Olympiad, Australian Mathematics Competition, Kompetisi Matematika Nalaria Realistik (KMNR), dan masih banyak lagi.

Dari perolehan prestasi yang Ia sudah dapatkan, lantas tidak membuat anak ke-2 dari dua bersaudara ini berpuas diri. Demi menjaga kualitas dan meningkatkan ilmunya, Ia pun tekun menambah waktu belajarnya di KPM. Di antaranya dengan mengikuti kelas khusus, kelas istimewa, bahkan amara antusias mengikuti kelas menginap setiap semesternya.

Menurut apa yang Ia pelajari dari Pak Ridwan (Presiden Direktur KPM), pelajar kelahiran 12 tahun silam berkeyakinan “Kesuksesan seseorang bukan diukur dari kepintaran seseorang, melainkan tergantung seberapa besar tabungan jiwa (pahala) kebaikannya. Kunci dari itu semua adalah bagaimana kita selalu mengharap ridha Allah SWT dalam setiap aktivitas,” jelasnya.

Penjelasan tersebut dipertegas kembali oleh Ibundanya (Ibu Fatmi). “KPM adalah lembaga yang dapat mewadahi visi - misi tersebut, penerapan visi - misi itu tidak serta-merta dikerjakan secara individu, melainkan secara bersama-sama (jamaah) ,” terangnya.

“Oleh karenanya, saya sebagai orang tua selalu menguatkan landasan berpikir anak-anak kami. Apapun latar belakang kita, jangan pernah padam untuk bermimpi menjadi orang besar. Karena kunci dari itu semua adalah sudahkah kita lebih dekat kepada Sang Pemilik Ilmu? Yakni Allah SWT. Yang Maha Pemurah, Maha Pengasih, lagi Maha Penyayang,” sambungya.

Harapan ke depan sebagai orang tua pun diutarakan ibu dua anak ini, “Semoga kejadian ini menjadi suatu pembelajaran yang berharga bagi kita. Tentunya sebagai manusia, kita hanya perlu memberikan contoh dan arahan yang baik kepada anak, agar mendapatkan keberkahan pada kehidupan di masa depan,” tutupnya.

Sumber: Tim Diklat/Litbang KPM

back to top
Topik Banner Bottom
ads by bogorplus.com