Menu
RSS
Banner Top Topik Sepekan

Pelatihan MNR Bangkitkan Jiwa dan Daya Juang Guru

Peserta Pelatihan 4 Hari 3 Malam, Angkatan Ke-5, bertempat di Padepokan Amir Syahrudin Klinik Pendidikan MIPA, 14-17 November 2017

Bogorplus.com – Ciomas, Kab. Bogor – Ada kenangan yang tertinggal dan tak mudah dilupakan oleh para peserta pelatihan Matematika Nalaria Realistik (MNR) angkatan ke-5. Bu Guru Nia Irniani, guru SDN Bojonglongok (Sukabumi) ini sangat terkesan dengan konsep pelatihan yang diusung Klinik Pendidikan MIPA (KPM). Beliau menyampaikan sudah terbiasa mengikuti beragam agenda pelatihan guru. Namun, pelatihan MNR memiliki kekhasan tersendiri yang tak dijumpainya di event pelatihan lain yang telah diikutinya.

“Saya belum pernah merasakan nuansa pelatihan seperti ini. Fasilitas pelatihannya sederhana, namun cara KPM merancang aktivitas pelatihannya super hebat. Sangat menggugah hati saya.” tutur alumni STKIP PGRI Sukabumi ini. Bu Nia yang juga berstatus sebagai Instruktur Nasional Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan memberikan pandangannya tentang esensi dan tujuan pelatihan MNR. Beliau berujar, “Jiwa guru saya seakan dibangkitkan. Pelatihan MNR sangat menyentuh sisi spiritual saya, saya tak hanya sekadar mendapatkan metode pembelajaran yang bagus dan menyenangkan. Disini juga dipupuk kecintaan terhadap profesi dan dipupuk pula jiwa pengabdian serta keikhlasan. Alangkah baiknya pemerintah bisa mengadaptasi konsep pelatihan MNR ini bagi guru-guru Indonesia.”

Acara pelatihan MNR dihelat selama 4 hari 3 malam dengan menyajikan materi-materi pelatihan, di antaranya: Cara Berpikir Suprarasional, Cara Menjadi Guru Hebat dan Berkah, Metodologi Pembelajaran Matematika Nalaria Realistik (MNR), Berhitung Matematika Metode Kotak-Kotak , dan Strategi Pengembangan Komunitas Indonesia Ikhlas di Bidang Pendidikan. 

Pak Idham Cholid, guru SMP Terbuka Dewantara turut menyampaikan pandangannya ikhwal pelatihan MNR. Pak Idham merenungi dan memetik satu pelajaran penting dari keikutsertaannya di acara pelatihan MNR. “MNR adalah metode, sedangkan jiwa menjadi guru adalah hal yang utama. Saking pentingnya guru yang berjiwa pendidik, kita bisa mengatakan bahwa keberhasilan pendidikan  sama artinya dengan keberhasilan risalah perjalanan hidup guru.”

Presiden Direktur KPM, Raden Ridwan Hasan Saputra, sangat mengapresiasi kesungguhan peserta pelatihan MNR yang didominasi oleh para guru. Di zaman sekarang, tak mudah menjalani peran sebagai guru. Potret guru di Indonesia ibarat daun salam, begitu istilah mantan Ketua Umum Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI), Prof. Dr. Muhammad Surya. Daun salam banyak digunakan ibu-ibu untuk memasak, supaya masakannya sedap. Pepes ikan, sayur lodeh, nasi uduk, sayur asem, semua pakai daun salam. “Tetapi tatkala mau dihidangkan, yang dibuang lebih dulu adalah daun salam. Rasanya tidak sopan kalau menghidangkan masakan masih ada daun salamnya. Begitu yang dialami guru,” katanya (Gatra, 26 November 2005).   

Pak Ridwan HS berpesan agar para guru jangan salah pilih majikan. Majikan guru adalah Allah SWT, Tuhan Yang Maha Kuasa. Jadi, jangan gentar dengan segala persoalan yang mendera hidup guru. Agar hidup guru bahagia dan berkah, gunakan cara berpikir suprarasional. “Guru memiliki kebutuhan raga (pangan, sandang, papan) dan kebutuhan jiwa (beribadah kepada Allah SWT). Kebutuhan raga dapat dipenuhi dengan tabungan raga (uang). Sedangkan kebutuhan jiwa hanya bisa dipenuhi lewat tabungan jiwa (pahala). Jangan hanya berfokus pada tabungan raga karena banyak hal yang tak bisa dipenuhi dengan tabungan raga, seperti hidup bahagia, rumah tangga rukun, anak-anak tumbuh jadi pribadi saleh dan berprestasi, dsb. Mulailah fokus mengumpulkan tabungan jiwa (pahala) dengan cara lebih dekat pada Sang Maha Pencipta, memperbanyak berbuat kebajikan, mengurangi perbuatan dosa.” ungkap penulis buku Cara Berpikir Suprarasional ini. Orang dengan tabungan jiwa yang banyak bisa jadi orang besar. Jika guru mulai mengamalkan ilmu cara berpikir suprarasional, maka guru bisa jadi orang-orang besar dengan keberlimpahan manfaat untuk orang lain.

Sumber: Asep Sapa'at/Diklat KPM

back to top
Topik Banner Bottom
ads by bogorplus.com