Menu
RSS
Banner Top Topik Sepekan

Menelisik Makna Hidup Menjadi Guru lewat Pelatihan MNR

Bogorplus.com-Ciomas-Kab.Bogor – Manusia membutuhkan uang. Menjadikan uang sebagai ukuran kesuksesan adalah jebakan kehidupan. Karena uang bukan segalanya dalam hidup. Kenikmatan dan kebahagiaan hidup justru dirasakan saat bisa memberikan sesuatu, seperti uang, ilmu, tenaga, pikiran, dan hal-hal apa pun yang terbaik yang dimiliki kepada sesama. Itulah curahan hati Pak Eden Deni Juwaini, salah satu alumni pelatihan Matematika Nalaria Realistik (MNR) angkatan VII. Lelaki kelahiran Cianjur ini menuturkan, “Selama ini saya mencari ilmu tentang makna hidup. Ternyata, saya menemukannya di momen pelatihan MNR. Saya menemukan satu rumusan kehidupan bahwa kunci kebahagiaan terletak pada keikhlasan memberi.”   

Pak Eden dan  27 peserta lainnya hadir di Padepokan Amir Syahrudin, Klinik Pendidikan MIPA (KPM) untuk mengikuti kegiatan Pelatihan Metodologi Pembelajaran MNR yang dihelat pada tanggal 16 Januari – 19 Januari 2018. Acara ini dihadiri oleh peserta dari beragam latar belakang profesi seperti guru, Aparatur Sipil Negara, trainer, mahasiswa, dosen, bahkan karyawan swasta. Para peserta pun datang dari berbagai daerah di Indonesia, yaitu Bandar Lampung, Banten, Ciamis, Depok, Indramayu, Jakarta, Kediri, Kendari, NTB, Palembang, Purwakarta, dan Tangerang.

Acara yang digelar selama 4 hari 3 malam ini menyajikan beragam konten pelatihan, di antaranya: Cara Berpikir Suprarasional, Cara Menjadi Guru Hebat dan Berkah, Metodologi Pembelajaran Matematika Nalaria Realistik (MNR), Fun Math and Science Learning, Berhitung Matematika Metode Kotak-Kotak, dan Strategi Pengembangan Komunitas Indonesia Ikhlas di Bidang Pendidikan.

Hesty Sari Pujiati, salah satu peserta yang berprofesi sebagai trainer dan punya kecintaan besar terhadap profesi guru ini mengatakan, “Saya sudah lama membaca buku biografi Pak Ridwan Hasan Saputra (Presiden Direktur KPM) dan mengikuti kiprahnya di dunia pendidikan. Saya sangat bersyukur bisa hadir di acara pelatihan yang diselenggarakan oleh KPM. Dari pelatihan ini, saya mendapatkan motivasi terbesar untuk menjadi guru sejati. Keikhlasan dan semangat berkorban untuk murid adalah jalan terbaik untuk mengembalikan kehormatan guru yang sempat memudar di mata masyarakat.” Perempuan kelahiran Jakarta ini pun mendoakan KPM agar senantiasa mendapatkan keberkahan dari Allah Swt dalam mewujudkan cita-cita mulianya untuk memperbaiki kondisi pendidikan di Indonesia.

Hal senada disampaikan Dami Astuti. “Saya senang dan bersyukur karena bisa mendapatkan ilmu selama 4 hari mengikuti pelatihan MNR. Setelah mencoba memahami kajian tentang cara berpikir suprarasional, saya menjadi paham arti pentingnya berpikir positif dan konsisten memperbanyak tabungan jiwa (pahala) agar hidup kita semakin bahagia dan penuh keberkahan. Terima kasih untuk seluruh tim pelatihan KPM.” ujar Bu Dami.

Di sela-sela pelatihan MNR, Presiden Direktur KPM, Raden Ridwan Hasan Saputra turut menyapa dan hadir menyemangati para peserta pelatihan. Beliau berpesan agar setiap insan alangkah baiknya dapat menerapkan cara berpikir suprarasional dalam kehidupan. Karena dengan cara berpikir suprarasional, manusia akan memperoleh kebahagiaan jiwa dan raga di tengah dinamika kehidupan yang penuh dengan ketidakpastian. Selain itu, Ridwan Hasan Saputra sangat berharap agar ilmu yang sudah diterima dapat diaplikasikan dan disebarkan ke masyarakat umum. Semoga hal ini menjadi bekal hidup yang Insya Allah akan membawa hidup kita menjadi lebih berkah," ungkap Tokoh Perubahan Republika tahun 2013 ini.

 

Sumber: Tim Diklat KPM 

back to top
Topik Banner Bottom
ads by bogorplus.com