Menu
RSS
Banner Top Topik Sepekan

KPM mengajarkan MNR (HOTS) sejak 14 tahun lalu

Foto: MNR merupakan suatu terobosan dalam pembelajaran matematika yang lebih menekankan nalar dalam memahami matematika dan menggunakan matematika untuk menyelesaikan masalah dalam kehidupan sehari-hari. Di MNR pelajar diajarkan menganalisis masalah, menarik kesimpulan, dan menyelesaikan masalah dengan berbagai strategi pemecahan masalah.
Isu publik tentang Higher Order Thinking Skills (HOTS) tengah ramai diperbincangkan. Apa arti dari fakta ini? Banyak pelajar mengeluh sulit saat mengerjakan UNBK berbasis HOTS. Mengapa para pelajar mengalami kesulitan? Karena mereka tidak terbiasa dalam menyelesaikan soal-soal yang memerlukan penalaran. Padahal, kemampuan menyelesaikan soal-soal bernalar ini sangat dibutuhkan oleh pelajar karena dapat meningkatkan kemampuan berpikir tingkat tinggi (HOTS) mereka.
 
Jauh sebelum wacana ini ramai dibicarakan publik, Raden Ridwan Hasan Saputra yang merupakan Presiden Direktur Klinik Pendidikan MIPA (KPM) sudah merasakan kerisauannya terhadap kemampuan matematika para pelajar di Indonesia. “Oleh karena itu, saya mulai berpikir untuk mencari cara agar penalaran atau kemampuan berpikir tingkat tinggi pelajar (HOTS) terus berkembang dari waktu ke waktu.  Saya mulai mendesain tahapan demi tahapan bahan ajar berbasis penalaran (HOTS) sehingga saya menemukan pendekatan pembelajaran matematika yang bernama  Matematika Nalaria Realistik (MNR)”.
 
MNR merupakan suatu terobosan dalam pembelajaran matematika yang lebih menekankan nalar dalam memahami matematika dan menggunakan matematika untuk menyelesaikan masalah dalam kehidupan sehari-hari.  Di MNR pelajar diajarkan menganalisis masalah, menarik kesimpulan, dan menyelesaikan masalah dengan berbagai strategi pemecahan masalah. 
 
Lembaga yang berdiri pada tanggal 16 April 2001 telah menerapkan Metode MNR  sejak tahun 2004.  KPM menerapkan sistem metode seikhlasnya (SMS) dalam pembayaran kegiatan belajarnya. Dengan menggunakan bayaran seikhlasnya maka semua orang bisa belajar MNR.
 
Siapa pun yang mempelajari  MNR diharapkan mempunyai penalaran yang baik, memiliki strategi pemecahan masalah andal, serta berpikir kreatif. Hal ini sangat sejalan dengan gagasan pengembangan Higher Order Thinking Skills (HOTS) anak-anak Indonesia. Pendekatan pembelajaran MNR bisa menjadi salah satu langkah nyata untuk meningkatkan HOTS para peserta didik dan bisa dijadikan bagian dari pengembangan kurikulum dan pembelajaran matematika yang relevan dengan kompetensi abad 21. Banyak para pelajar yang belajar Matematika Nalaria Realistik (MNR) di KPM kemampuan matematikanya menjadi meningkat dan berimbas kepada nilai matematika yang lebih bagus. Tidak hanya nilai matematika di sekolah, bahkan pelajar-pelajar tersebut juga sering manjadi juara di ajang kompetisi matematika di tingkat nasional maupun internasional.
 
Tak sebatas hanya membuat modul dan buku pembelajaran, KPM pun melatihkan MNR kepada guru-guru di berbagai daerah dengan biaya seikhlasnya.
 
Untuk lebih mengenalkan MNR ke seluruh pelajar di Indonesia, KPM sejak 13 tahun lalu  menjadi penyelenggara Kompetisi Matematika Nalaria Realistik (KMNR) se-Indonesia.  Pada  KMNR ke-10 di tahun 2015, pembukaan final KMNR dilakukan oleh Mendikbud Bapak Dr Anies Baswedan yang dilanjutkan  dengan peresmian Kampung Matematika. 
Foto: Pada tahun 2015, Menteri Anies Baswedan menghadiri ajang Babak Final KMNR Se-Indonesia Ke-10, bertempat di Pusbang Aparatur Perhubungan, Kab. Bogor.
Pada tahun 2018 ini, peserta KMNR sudah mencapai sekitar 200 ribu orang. Peserta KMNR yang banyak ini, disebabkan biaya pada lomba ini menerapkan bayaran seikhlasnya. Sehingga siapapun  bisa ikut KMNR tanpa diberatkan oleh masalah biaya. 
 
Semoga kiprah yang telah dilakukan KPM mendapat perhatian lebih dari pemerintah baik pusat maupun daerah. Lembaga yang berkantor pusat di daerah Laladon Ciomas Bogor, semoga bisa menjadi mitra pemerintah khususnya kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, karena selain mampu meningkatkan nilai matematika di sekolah para siswanya, KPM juga telah menghasilkan lebih dari 1000 orang juara matematika baik nasional dan internasional sebagai wujud keberhasilan penerapan HOTS dalam pembelajarannya.
 
Sumber: Teguh Imam Agus Hidayat-Litbang Klinik pendidikan MIPA
back to top
Topik Banner Bottom
ads by bogorplus.com