Menu
RSS
Banner Top Topik Sepekan

Makna dibalik Pelatihan Cara Berpikir Suprarasional di MTS Tahdzibun Nufus Jakarta

Foto: Sedikitnya 30 guru MI dan MTs Tahdzibun Nufus begitu antusias mengikuti pelatihan cara berpikir suprarasional bersama Bapak Arodhi, Selasa (15/05/2018) Lalu

Bogorplus.com-DKI. Jakarta. Madrasah sebagai salah satu lembaga pendidikan sepatutnya dapat menjadi sentral pendidikan agama dan pendidikan bidang ilmu lainnya. Namun pada kenyataannya, harapan tersebut sangat bergantung pada kualitas dan peran para tenaga pendidik. Perlu ada upaya konkret agar semboyan “Mewujudkan Madrasah Bermartabat” bukan utopia semata, kata H. Ahmad Hafidz kepada tim Bogorplus . com disela-sela pelatihan suprarasional dihadapan 30 peserta guru MI dan MTs yang diselenggarakan di Aula MTs Tahdzibun Nufus, Jakarta, Selasa (15/05/2018) lalu.

Pelatihan “Cara Berpikir Suprarasional” ini mencoba memberikan warna baru dalam dunia pendidikan madrasah. Pak Hafidz selaku Kepala Sekolah memiliki tujuan agar lembaga yang dipimpinnya dapat bersaing di era milenial saat ini. Sebelum pelatihan ini diselenggarakan, MTs Tahdzibun Nufus telah bekerja sama dengan Klinik Pendidikan MIPA dalam membuka Klub Matematika Seikhlasnya hampir dua tahun berjalan. Hasilnya cukup dirasakan bermanfaat oleh pihak sekolah berkat menerapkan prinsip “Watawa Saubil Haq, Watawa Saubis Sobr” selama pelaksanaan KBM. “Artinya, masih ada secercah harapan agar madrasah dapat melahirkan sumber daya manusia yang berkualitas,” pungkas Pak Hafidz.

Becermin dari keberkahan dan kemajuan pesat madrasah, para peserta yang didominasi para guru dan staf madrasah mengaku sangat termotivasi. “Alhamdulillah kami sangat bersyukur. Rupanya, inilah kunci sukses agar berkah di dunia dan akhirat. Insya Allah pasca selesainya program ini, saya bersama guru akan berjamaah mewujudkan madrasah yang hakiki,” kata Abdul Aziz.

Pada kesempatan yang sama, H. Budi Haerawan selaku Ketua Pokjawas, Kementerian Agama Jakarta Barat menilai sudah seharusnya Madrasah meneguhkan kembali nilail-nilai “Ikhlas Beramal”. “Suprarasional merupakan pijakan yang relevan dalam mendidik anak dan menggugah para guru agar semakin ikhlas dan optimis dalam tugasnya,” ujarnya.

Untuk meningkatkan mutu pembelajaran, H. Budi Haerawan menegaskan pentingnya peran madrasah dalam menciptakan SDM yang berkualitas. “Dengan adanya pelatihan suprarasional ini, saya berharap para guru madrasah dapat mengamalkan kembali apa yang diperoleh sehingga dapat menjadi contoh bagi muridnya dalam memperkaya tabungan jiwa,” jelasnya.

Tim Media

back to top
Topik Banner Bottom
ads by bogorplus.com