Menu
RSS
Banner Top Topik Sepekan

Menyingkap Fenomena Pelatihan MNR Berbasis HOTS oleh KPM

Bogorplus.com-Kab.Bogor-Jawa Barat. – Perkembangan Ilmu pengetahuan dan teknologi semakin tidak terelakkan. Terlebih, baru-baru ini terjadi diskusi hangat terkait fenomena soal HOTS pada ujian nasional mata pelajaran matematika. Selain pelajar, mau tak mau para guru pun dituntut memahami dan menguasai ikhwal HOTS.

Sejak bulan September 2017, Klinik Pendidikan MIPA telah menjadi (wadah) tuan rumah penyelenggaraan pelatihan yang digelar selama 4 hari 3 malam yang bertempat di padepokan Amir Syahrudin, Ruko KPM Laladon. Pelatihan ini telah disambangi ratusan peserta dari berbagai latar belakang, di antaranya: akademisi, guru, dosen, peneliti, anggota dewan pendidikan, dan profesi lainnya. Pada tanggal 17-20 Mei 2018 lalu, pelatihan ini telah memasuki gelombang ke-12. Tentu program ini  mendapat apresiasi positif dari berbagai kalangan.

Dari pantauan tim bogorplus.com, para peserta pelatihan saling berbagi pengalaman, berdiskusi, serta saling mendengar dan belajar bersama para pelatih KPM. Adapun materi yang disajikan di antaranya: motivasi menjadi guru hebat dan berkah melalui cara berpikir suprarasional, masalah nyata, pemahaman konsep, berhitung matematika metode kotak-kotak, dan penalaran komunikasi. Bahkan permainan eksplorasi pun tidak ketinggalan menjadi bahan pembelajaran.

Berawal dari rasa tak percaya, Pak Mulyadi, guru SMK dari Indramayu ini datang ke kantor Klinik Pendidikan MIPA. Pak Mulyadi merupakan salah satu peserta pelatihan Matematika Nalaria Realistik (MNR) yang dihelat selama 4 hari di Ruko Laladon No. 1- 3 Kec. Ciomas Kab. Bogor.

"Saya awalnya tidak percaya bahwa ada pelatihan matematika dengan biaya seikhlasnya. Setelah saya daftar dan ikut pelatihan ini, saya menyadari bahwa ini memang nyata. Dari pelatihan MNR ini, saya belajar banyak tentang metodologi pembelajaran MNR secara utuh. ” tutur Pak Mulyadi.

Pelatihan yang diikuti oleh 29 peserta dari berbagai daerah di Indonesia. Meskipun sebagian besar peserta pelatihan sedang menjalankan ibadah puasa, tapi semangat belajar mereka tetap luar biasa. Seperti penuturan  peserta pelatihan yang berprofesi sebagai dosen di salah satu kampus di Bengkulu.

Foto: Selain mengkaji MNR, para peserta juga mendapat kesempat menjajal eksplorasi matematika

”Dengan konsep seikhlasnya, kiprah Klinik Pendidikan MIPA yang bereputasi nasional dan bahkan sudah meng-internasional layak dijadikan contoh nyata bagi lembaga lain di Indonesia. "Saya sangat bersyukur bisa bertemu dengan para pelatih dan teman-teman peserta yang memberikan sharing ilmu dan pengalaman terbaik di bidang pendidikan, ” ungkap Novia Paramita.

Pada sesi penutup, Ryky Tunggal Saputra Aji selaku Wakil Kepala Divisi Pelatihan menyampaikan bahwa pelatihan ini merupakan cara yang baik untuk saling tukar-menukar pengetahuan. “Namun, KPM berharap bukan berakhir sampai di sini saja. Partisipasi aktif yang terus-menerus dan output nyata sangat diharapkan. Terlebih, KPM sudah membuka kesempatan kerja sama dengan membuka Rumah Pendidikan MIPA (RPM), Klub Matematika Seikhlasnya (KMS), dan Sekolah Center (SC),” tutur Pak Ryky.

Tim Media

back to top
Topik Banner Bottom
ads by bogorplus.com