Menu
RSS
Banner Top Topik Sepekan

Prestasi Gemilang Divisi Infanteri 1 Kostrad dan Suprarasional

Sumber Foto: Divisi Infanteri 1 Kostrad

Bogorplus.com-Cilodong-Depok.-- Tim tembak Divisi Infanteri 1 Kostrad (Div-1/K) berhasil meruntuhkan dominasi Tim Komando Pasukan Khusus (Kopassus) dalam kejuaraan tembak piala KASAD 2018. Tim tembak Div-1/K menjadi juara umum setelah meraih 5 trofi dan menyabet 8 medali emas, 2 medali perak, dan 5 medali perunggu. Melengkapi hasil gemilang tersebut, beberapa rekor berhasil dipecahkan tim petembak Div-1/K. Apa rahasia dibalik pencapaian luar biasa ini?

Komandan Kontingen Menembak Div-1/K, Letkol Inf Setyo Wibowo angkat suara, “Hasil ini merupakan jerih payah dari seluruh tim kontingen. Ada tetesan keringat dan air mata. Dengan pengorbanan yang luar biasa, kita mendapatkan hasil yang luar biasa. Sesungguhnya, proses tak akan pernah mengkhianati hasil”. Senada dengan hal itu, Letkol Cpl Ramin, S. IP, M. Tr(Han) sebagai Wadan Kontingen Menembak Div-1/K 2018 menuturkan bahwa keberhasilan ini sudah dirancang enam bulan sebelum pelaksanaan kejuaraan tembak piala KASAD 2018 dihelat. “Saat kontingen lain masih bersantai, kita sudah memulai perjuangan. Berlatih lebih tekun dan lebih intensif. Hormat dan loyal pada pelatih karena ridho pelatih adalah ridho orang tua juga. Kualitas ibadah dilakukan oleh atlet, tim pelatih, dan pendukung untuk meningkatkan keimanan dan ketakwaan pada Tuhan Yang Maha Kuasa. Kami belajar bertahap tiap hari bangun malam jam 02.00 dini hari shalat, tahajud bagi yang muslim dan membaca kitab 1 ayat bagi yang beragama kristen. Bagi yang muslim menjalankan puasa senin dan kamis, mohon maaf pada orang tua, rajin bersedekah. Akhirnya, titel juara umum berhasil kami raih.”, ungkap pria yang menjabat sebagai Dandepal Div-1/K.

Tim tembak Div-1/K sungguh-sungguh mengamalkan ilmu suprarasional, inilah salah satu rahasia terbesar dibalik keberhasilan mewujudkan cita-cita yang seolah tidak mungkin, yaitu menjuarai kejuaraan tembak piala KASAD 2018 sekaligus mengalahkan Tim Kopassus. “Saya secara pribadi yakin, Insyaallah Tim-1 Div/K akan berhasil meraih juara umum dengan menerapkan cara berpikir suprarasional. Kekuatan tabungan jiwa, keprihatinan yang dijalani akan menghasilkan kebahagiaan hakiki.”, urai Letkol Cpl Ramin.

Sumber Foto: Divisi Infanteri 1 Kostrad

Letda Inf Dwi Purwoko, Ketua Tim Pelatih Kontingen Div-1/K mengungkapkan bahwa inspirasi cara berpikir suprarasional menjadi kunci sukses atas raihan prestasi tim petembak Div-1/K, “Untuk menggapai kemenangan ini, perjuangannya sangat panjang. Di saat orang lain berlibur di hari sabtu dan minggu, kami terus berlatih. Kami berlatih secara fisik, strategi, dan mental. Kami berjuang tak kenal lelah dengan segala keterbatasan yang ada.” Beliau menuturkan bahwa ilmu suprarasional merupakan ilmu baru bagi Tim Div-1/K. Awalnya berat mengamalkan ilmu suprarasional. Namun lambat laun, kita bisa mempraktikkan ilmu suprarasional dengan penuh keikhlasan. “Dampak dari pengamalan suprarasional membuat para atlet patuh pada Tuhan Yang Maha Kuasa, patuh pada orang tua dan pelatih. Karena hal tersebut, para atlet berlatih sungguh-sungguh. Tak ada waktu untuk bersantai. Para petembak saya tak hanya menganggap pelatih sebagai instruktur teknik, tetapi menjadi inspirasi bagi kemajuan hidup mereka. Meski ditempa latihan berat, para petembak berlatih sepenuh hati mengikuti arahan pelatih. Dengan cara berpikir suprarasional, terbangun keteguhan hati dan kekuatan iman sehingga para petembak menghasilkan performa yang bagus saat lomba dan berhasil melampaui target.”, pungkas Letda Inf Dwi Purwoko.  

Para atlet tak memungkiri bahwa ilmu suprarasional menjadi faktor penentu kesuksesan mereka di kejuaraan tembak piala KASAD 2018. Prada Moses menuturkan bahwa ilmu suprarasional yang disampaikan Pak Ridwan Hasan Saputra (RHS) sangat bermanfaat dalam menuntun pada jalan kesuksesan. “Dari ilmu suprarasional, saya belajar untuk memahami diri, bersabar, dan mau merencanakan kesusahan dan banyak pengorbanan untuk meraih keberhasilan hidup. Saya relatif baru belajar menembak. Tetapi, setelah berlatih sungguh-sungguh mengikuti bimbingan pelatih dan mengamalkan ilmu suprarasional, Tuhan telah berkehendak membuat saya saya bisa menjadi juara bahkan memecahkan rekor.” ujar pemecah rekor dikecabangan otomatis match 2. Teringat pesan Pak RHS, orang biasa bisa menghasilkan prestasi dan karya luar biasa jika tabungan jiwanya besar. Dan untuk memiliki tabungan jiwa besar, harus ada rencana susah dan pengorbanan yang besar pula. Selamat untuk Tim Div-1/K.   

Tim Media

back to top
Topik Banner Bottom
ads by bogorplus.com