Menu
RSS
Banner Top Topik Sepekan

SMP Bantarjati Yayasan Indocement Gelar Seminar Cara Berpikir Suprarasional & MNR

 

Foto: Puluhan peserta terdiri dari guru SD-SMP memadati aula SMP Bantarjati Klapanunggal dalam rangka seminar cara berpikir suprarasional dan metode MNR/ Dok. KPM

Bogorplus.com-Klapanunggal-Kab. Bogor— Setelah melewati penantian yang cukup panjang, akhirnya seminar cara berpikir suprarasional dan Matematika Nalaria Realistik (MNR) sukses digelar di SMP Bantarjati Klapanunggal, Sabtu (25/08/2018). Lembaga yang berada dibawah naungan Yayasan Indocement Tunggal Prakarsa ini menggandeng tim Klinik Pendidikan MIPA (KPM) untuk menyajikan materi yang bertajuk “Strategi Melejitkan Prestasi Siswa dengan Cara Berpikir Suprarasional dan Metode MNR”. Kegiatan yang dilaksanakan pada pukul 09.00-11.30 WIB sukses memikat sebanyak 80 peserta (guru) Se-Klapanunggal.

“Hadirnya seminar ini merupakan langkah awal kerja sama yang akan dibangun antara SMP Bantarjati dan Klinik Pendidikan MIPA dalam bentuk Sekolah Center (SC). Oleh sebab itu, seminar ini digelar guna mewujudkan impian tersebut,” ungkap Ibu Yoyoh selaku ketua pelaksana kegiatan seminar.

Foto: H. Moh Arodhi menjadi pembicara pada acara yang digagas oleh SMP Bantarjati Klapanunggal/Dok. KPM

Ibu Yoyoh menambahkan, penyelenggaraan seminar ini mendapat respons positif dari para peserta. Hal ini terlihat dari antusiasme peserta yang hadir, yakni 80 peserta. Bahkan, peserta yang hadir ada yang berasal dari luar Klapanunggal seperti Ciawi, Tajur, dan Kota Bogor.

Pegiat pendidikan alumnus Universitas Indraprasta PGRI ini menegaskan, rangkaian kegiatan ini tak hanya sampai di seminar saja, tetapi akan dilanjutkan dengan pelatihan lanjutan selama dua hari untuk mengkaji lebih dalam ihwal Matematika Nalaria Realistik (MNR).

Foto: Wakil Kepala SMP Bantarjati, Bapak Musleh saat memberikan sambutan, pada kesempatan tersebut hadir pula Ibu Yoyoh selaku ketua pelaksana seminar dan Bapak H. Moh Arodhi sebagai pembicara/Dok. KPM

Sementara itu, dalam sambutannya, Wakil Kepala Sekolah SMP Bantarjati, Bapak Musleh berharap bahwa program ini dapat menjadi pintu gerbang untuk meningkatkan kualitas guru maupun pelajar.

Pak Musleh mengisahkan kondisi saat ini,  perjuangan dalam meningkatkan kualitas pendidikan melebihi perjuangan membuat bangunan setinggi 40 lantai, bahkan lebih dari itu. Mengapa? Karena jika seorang insinyur mendapat amanah membangun suatu bangunan, pekerjaan tersebut akan selesai kala bangunan tersebut sudah jadi (rampung). Sedangkan perjuangan dalam meningkatkan kualitas pendidikan merupakan perjuangan membangun peradaban, tak bisa berhenti atau merasa puas sampai dititik tertentu. Roda kehidupan terus berputar dan tantangan hidup bagi generasi muda semakin berat karena hidup di zaman ketidakpastian.

“Jika kita tidak menanam bibit unggul (generasi muda) dengan ilmu agama, akhlak, dan pengetahuan yang mumpuni, apa yang akan dapat kita petik dikemudian hari? Oleh sebab itu, semoga dengan hadirnya KPM di Klapnunggal dapat menjadi jembatan bagi para pendidik agar terus berikhtiar menjadi guru yang berkah,” imbuh Pak Musleh.

Pada kesempatan yang sama, Ibu Tri Kartiwi, guru matematika SMPI Al Kautsar selaku peserta menanggapi positif seminar motivasi cara berpikir suprarasional dan MNR. “Selain menambah kemampuan berpikir sekaligus mempersiapkan diri menjadi seorang pendidik yang lebih berkah, materi yang disajikan pun menarik dan sesuai dengan konteks perkembangan zaman,” ujarnya.

Tim Media

back to top
Topik Banner Bottom
ads by bogorplus.com