Menu
RSS
Banner Top Topik Sepekan

Klinik Pendidikan MIPA Adalah Sekolah Kehidupan

Foto: Presiden Direktur KPM mengisi materi motivasi dihadapan orang tua siswa KPM di Auditorium Toyyib Hadiwijaya, IPB/Dok. KPM

Dramaga-Kab. Bogor—Minggu Pagi (02/09/2018), terlihat ratusan iring-iringan kendaraan mulai memasuki kawasan Kampus Institut Pertanian Bogor (IPB). IPB Dramaga orang kebanyakan menyebutnya, karena berada tepat di Jalan Raya Dramaga-Bogor.

Semakin siang, rupanya iring-iringan tersebut semakin banyak, bahkan tak hanya mobil, kendaraan roda dua pun turut andil meramaikan area IPB. Arah kendaraan menuju ke salah satu gedung pertemuan, yakni Auditorium Toyyib Hadiwijaya.

Melihat pergerakan tersebut, tim kontributor mencoba mendatangi gedung tersebut. Sesampainya di lokasi, tim dibuat terpana karena di akhir pekan seperti ini banyak orang tua yang rela berbondong-bondong datang untuk mengantarkan putra-putrinya mengikuti ujian (matematika) bulanan dan pertemuan orang tua yang digelar salah satu lembaga pendidikan, yaitu Klinik Pendidikan MIPA (KPM).

Sepintas, tak ada yang berbeda dari pertemuan tersebut. Bak sebuah sekolah yang sedang menggelar sebuah ujian, namun yang terlihat luar biasa adalah jumlah peserta yang hadir mencapai 721 orang yang terdiri dari orang tua dan siswa. Di samping itu, tim juga diburu rasa penasaran, mengapa orang tua dan siswa sebanyak ini rela datang di akhir pekan hanya untuk menghadiri sebuah ujian (matematika) dan pertemuan orang tua?

Foto: Pelajar kelas khusus binaan KPM tampak sedang mengerjakan soal tes eliminasi/Dok. KPM

Rasa penasaran pun sirna saat tim kontributor berhasil mencari tahu apa keunikan dan filosofi dari lembaga KPM, sehingga dapat mendatangkan ratusan orang tua dan siswa di akhir pekan.

Di sudut ruangan lain, tim kontributor bertemu dengan salah satu staf yang bertugas. Pak Ziban Lesmana namanya. Pria yang sehari-hari mengurusi tim pendidikan ini membeberkan semua hal detail ihwal kegiatan ini. Dari paparan pria kelahiran Bogor ini terungkap bahwa kegiatan ini merupakan ujian eliminasi yang digelar setiap bulan untuk mengetahui kemampuan siswa didik KPM dalam mengikuti proses KBM di kelas khusus. Sedangkan kelas khusus adalah kelas yang diikuti para pelajar yang menyukai dan memiliki kemampuan matematika dan IPA di atas rata-rata. Di samping itu, kegiatan ini juga dijadikan ajang silaturahmi antar orang tua dan tim KPM untuk mengevaluasi KBM dan menginformasikan kegiatan KPM lainnya,” ungkap Pak Ziban.

Foto: Ratusan orang tua memadati Auditorium Toyyib Hadiwijaya, IPB Bogor dalam rangka menghadiri pertemuan orang tua siswa/Dok. KPM

Penelusuran ini pun akhirnya membuahkan hasil, tim mencoba mendalami motivasi orang tua yang begitu antusias mengikuti kegiatan tersebut. Rupanya, visi-misi dan falsafah KPM menjadi daya pikat bagi orang tua siswa KPM. Lembaga yang berdiri pada tahun 2001 ini menerapkan falsafah yang berbeda dari lembaga lain dalam kegiatan KBM.

Beberapa gagasan yang telah dirasakan manfaatnya di antaranya: Sistem Metode Seikhlasnya (SMS), Matematika Nalaria Realistik (MNR), dan Cara Berpikir Suprarasional. Gagasan tersebut rupanya tak terlepas dari buah pemikiran Raden Ridwan Hasan Saputra, seorang motivator Suprarasional sekaligus pelatih olimpiade Matematika internasional.

Dalam paparannya, Sang Motivator menuturkan sebuah pesan yang ternyata inilah resep jitu sehingga lembaga tersebut makin digandrungi para orang tua dan pecinta matematika dari penjuru wilayah di Indonesia.

Pertama, KPM adalah lembaga yang berfokus menyebarkan Sistem Metode Seikhlasnya (SMS) dan Matematika Nalaria Realistik (MNR). Karya dan pencapaian luar biasa di dunia olimpiade matematika telah ditorehkan KPM,  Menariknya, bagi KPM, semua capaian tersebut merupakan bonus dari Tuhan Yang Maha Kuasa dari efek penyebaran SMS dan MNR. Penerapan SMS yang dilakukan dengan menerapkan tarif SEIKHLASNYA (sesuai kemampuan) pada saat belajar di KPM sehingga terjadilah subsidi silang antar kalangan yang mampu dan tidak mampu. Tak hanya itu, lembaga yang telah memiliki cabang di beberapa titik memiliki penerapan lain dari SMS. Di antaranya dengan memacu siswa KPM untuk rajin beribadah wajib sesuai keyakinan masing-masing, dan melakukan ibadah sunah lainnya. Hal inilah yang menjadi ciri khas KPM.

Kedua, KPM adalah tempat untuk membuat putra-putri menjadi manusia dekat kepada Sang Pemilik Ilmu, Allah SWT. Ada yang menarik dari sisi pembelajaran yang kerap berjalan rutin di KPM, yakni salah satunya menggunakan PR Akhlak. Melalui suplemen yang ada di buku PR Akhlak, KPM terbilang sukses mengajarkan kepada siswa dalam rangka menanamkan kebaikan. Hal yang paling kentara adalah penerapan 7 sunah Nabi Muhammad SAW bagi siswa muslim. Bagi non-muslim pun KPM mengajarkan toleransi agama yang baik dengan mengajak dan mendukung para siswa yang beragama lain tetap menjalankan keyakinan masing-masing. Ketika siswa-siswi KPM sudah dekat kepada Sang Pemilik ilmu (Allah SWT), tak cukup hanya itu saja, KPM juga membekali para siswanya meningkatkan kemampuan Matematika melalui pendekatan Higher Order Thinking Skills. Ikhtiar  tersebut membuat derajat mereka meningkat dan dapat mengukir prestasi dibidang matematika dan mata pelajaran lainnya.

Ketiga, KPM adalah tempat untuk membuat putri-putri Indonesia menabung kebaikan untuk dipetik di masa depan. Kita semua tentu sepakat jika pelajar yang rajin ibadah, maka pahalanya akan bertambah pula. Pahala itulah yang suatu saat dikonversi menjadi kebutuhan hidup (cara berpikir suprarasional) untuk mewujudkan sesuatu yang diinginkan.

Keempat, KPM adalah tempat untuk membuat siswa-siswi membangun jaringan di masa depan. Jika ditelaah, mayoritas alumni (kelas khusus) KPM sukses masuk perguruan tinggi ternama di dalam maupun luar negeri. Hal tersebut  dapat dibilang sebuah peluang karena dapat membuka jaringan untuk mengikuti seleksi perguruan tinggi negeri. Rezeki merupakan salah satu di antaranya, tentu masih banyak lagi manfaat yang akan di dapat siswa/alumni KPM jika berhasil membangun jaringan selama belajar di KPM.

Kelima, KPM adalah tempat mengubah kesusahan menjadi kemudahan. Ada kalanya hidup ini ada susah dan ada senang. KPM memiliki konsep merencanakan kesusahan. Karena dalam konsep berpikir suprarasional, jika kita mengambil peluang susah, maka akan bertemu senang kemudian. Begitu pun sebaliknya. Belajar di KPM dengan datang tiap akhir pekan (kelas khusus), kelas reguler, dan kelas komunitas merupakan bentuk “susah ketika belajar di KPM”. Terlebih, para siswa harus memahami soal berbasis HOTS. Namun, InsyaAllah semakin banyak yang dikorbankan (perilaku positif), akan ada kesenangan yang jauh lebih besar dari yang pengorbanan yang usaha dilalui.

Di akhir kunjungannya, tim kontributor dibuat terpana kembali tatkala Presiden Direktur KPM, Raden Ridwan Hasan Saputra, memberikan kesimpulan dari pesan di atas. Bahwa ada hal yang jauh lebih penting dari proses belajar di KPM, yakni KPM adalah sekolah kehidupan. Belajar di KPM bukan untuk menjadi jawara olimpiade semata, walaupun KPM sering mendominasi berbagai kegiatan olimpiade. Di samping itu semua hanya bonus yang diberikan Tuhan Yang Maha Kuasa karena efek penerapan cara berpikir suprarasional.

Tim Media

back to top
Topik Banner Bottom
ads by bogorplus.com