Menu
RSS
Banner Top Topik Sepekan

SMP Santo Bernardus Madiun Sosialisasikan Metode Matematika Nalaria Realistik


Foto: Pelatihan MNR di SMP Santor Bernardus

Bogorplus-Madiun-Jawa Timur — Pelajaran matematika dengan masih kerap menjadi momok menakutkan bagi sebagian pelajar kita. Hal tersebut menggugah kesadaran SMP Santo Bernardus Madiun untuk mensosialisasikan Matematika Nalaria Realistik (MNR) agar menjadi solusi atas permasalahan tersebut.

Bertempat di Aula SMP Santo Bernardus, Madiun, PELATIHAN MNR digelar pada tanggal 05-07 September 2018 dengan menghadirkan trainer dari KPM Pusat, yakni Bapak H. Moh Arodhi dan Bapak Taufik Hidayah.

Sedikitnya 55 guru matematika dari 29 sekolah (SD dan SMP Sederajat) dari berbagai kota seperti: Madiun, Ngawi, Magetan, Ponorogo, Klaten, Sidoarjo, Malang, dan Mojokerto, tumpah ruah menyimak paparan materi dari para trainer KPM.

Acara yang berlangsung pada pukul 08.00-16. 00 WIB setiap harinya, mendapat apresiasi dan sambutan hangat dari para peserta. Beragam materi pelatihan disajikan, di antaranya: menjadi guru berkah dengan cara berpikir suprarasional, konsep pembelajaran (MNR) hingga materi eksplorasi matematika yang disajikan dalam bentuk permainan.

Salah satu peserta, Ibu Yuni Indrawati menuturkan, meskipun harus menempuh perjalanan 35 KM tak menyurutkan semangat untuk belajar. Kedatangan guru asal SD Muhammadiyah 1 Magetan ini terus berikhtiar untuk belajar. “Suasana pelatihan sangat hangat tatkala ada sistem diskusi dengan kelompok sehingga proses belajar pun semakin menyenangkan dan bisa dijadikan ajang saling  mengenal dengan peserta lain,” ungkapnya.

Senada dengan hal tersebut, Kepala SMP Santo Bernardus, Sr. Maria Theofila Muit, OSU angkat suara karena terkesan dengan pelatihan yang disajikan oleh tim KPM. “Kami bersyukur acara ini mampu memotivasi para guru untuk mengingatkan kembali jati diri sebagai seorang guru agar mendidik dengan penuh keikhlasan."

“Dari sisi materi pun amat menarik, belajar matematika dengan formula MNR akan semakin menambah wawasan para guru  dalam memberikan materi kepada murid. Hal inilah yang akan menjadikan guru berpikir kreatif,” lanjutnya.

Pasca digelarnya pelatihan, Ibu Maria pun berharap kerja sama dengan KPM dapat terus dilanjutkan. “Karena persoalan saat ini adalah bagaimana agar menjadikan guru dan siswa berpikir kritis, kreatif, dan solutif. Pertanyaan tersebut sudah terpecahkan jika kita mengkaji lebih dalam tentang Matematika Nalaria Realistik,” tutup Ibu Maria.

Koresponden: Fitra Kurniawan & Tim Media

back to top
Topik Banner Bottom
ads by bogorplus.com