Menu
RSS
Banner Top Topik Sepekan

Sekolah Alquran dan Sains Lumajang Gelar Pelatihan Suprarasional dan MNR


Foto: Pelatihan MNR di Lumajang/Dok. KPM Cabang 13 Lumajang 

BOGORPLUS.COM-LUMAJANG-JAWA TIMUR.--Seiring pesatnya perkembangan ilmu pengetahuan, maka tak dapat disangkal membawa berbagai dampak yang cukup beragam. Agar ilmu yang diterima berdampak positif, maka perlu pembekalan ilmu yang memiliki landasan kepada agama. "Dengan menerapkan cara berpikir suprarasional dan MNR diharapkan menjadi solusi,” ungkap Pak In’am selaku Kepala Sekolah Alquran dan Sains Lumajang.

Bapak In’am menilai kesamaan visi-misi sekolah dengan Klinik Pendidikan MIPA Cabang 13 Lumajang menjadi sebuah fondasi kesadaran peningkatan kualitas pendidikan di Lumajang. Hal tersebut yang membuat Sekolah Alquran dan Sains menggelar pelatihan suprarasional dan MNR, pada tanggal 15-16 September 2018.

Niat semangat berbagi yang ditunjukan sekolah menuai reaksi positif dari lembaga sekitarnya, setidaknya terdapat 70 peserta dari 4 wilayah turut meramaikan pelatihan yang di gawangi Drs. H. Moh Arodhi beserta tim KPM, di antaranya: Malang, Probolinggo, Jember, dan Lumajang sebagai tuan rumah.

Dukungan dari berbagai pihak pun kian mengalir, salah satunya, pengawas SD dan SMP di wilayah Lumajang, Bapak Drs. Tri Muji Santoso. Ia menegaskan bahwa siswa-siswi Lumajang sangat perlu mendapatkan pelajaran Matematika Nalaria Realistik berbasis HOTS. Harapannya, para siswa siap menghadapi perubahan zaman, baik dalam meraih prestasi maupun menghadapi ujian di sekolah yang kini telah menerapkan HOTS.

Selama acara berlangsung, Drs. H. Moh Arodhi selaku pelatih menggugah peserta lewat materinya yang mengusung tema “Menjadi Guru Suprarasional” dan “Strategi Sukses Menjadikan Pelajar Berprestasi lewat Cara Berpikir Suprarasional”.

Dalam paparannya, Pak Arodhi mengatakan, “Untuk menjadikan anak memiliki akhlak baik dan berprestasi tak cukup berbekal ilmu dan mengajar Matematika saja. Seorang guru maupun orangtua secara berjamaah harus memiliki tabungan jiwa yang menjadi landasan utama,” ungkap Pak Arodhi.

“Untuk menjadi guru berkah yang berlandaskan suprarasional, maka guru harus selalu merencanakan kesusahan (dalam bingkai ibadah dan berbuat baik kepada sesama makhluk), seperti: meningkatkan kualitas ibadah menurut keyakinan masing-masing dan belajar untuk meningkatkan kemampuan. Kemudian, faktor penentu lainnya adalah menjadikan Allah Swt, Tuhan Yang Maha Kuasa menjadi tujuan serta meyakini bahwa pahala lebih baik daripada harta,” tutup Pak Arodhi.

Pada kesempatan terpisah, Kepala KPM Cabang 13 Lumajang mengucapkan terima kasih atas kepercayaannya dalam rangka membuat kerja sama pelatihan. “Alhamdulillah pelatihan selama 3 hari berjalan dengan lancar. Insya Allah akan dilanjutkan dengan pelatihan lanjutan,” kata Pak Ulum (sapaan akrabnya).

Sumber: Bahrul Ulum & Tim Media

back to top
Topik Banner Bottom
ads by bogorplus.com