Menu
RSS
Banner Top Topik Sepekan

Pelatihan Peningkatan Kompetensi Guru Matematika Berbasis HOTS digelar di Kab. Landak

Foto: Pelatihan Peningkatan Guru Matematika Berbasis HOTS digelar di Hotel Hanura, Kab. Landak, pada tanggal 01-04 Oktober 2018/Dok. KPM

Kab. Landak-Kalimantan Barat– Kegiatan pelatihan bertajuk “Peningkatan Kompetensi Guru Dalam Proses Pembelajaran Berbasis HOTS” yang diprakarsai Kemendikbud bekerja sama dengan Klinik Pendidikan MIPA telah dimulai. Wilayah Kab. Landak, Kalimantan Barat menjadi titik pertama yang disinggahi tim dari Jakarta. Bertempat di Hotel Hanura, Jl. Raya Ngabang No. 333 KM 2,5, pada tanggal 01-04 Oktober 2018.

Seperti yang diberitakan sebelumnya, bahwa Klinik Pendidikan MIPA yang berada dibawah naungan Yayasan Guru Bangsa Manusia (GBM) menjadi pelaksana dari program pelatihan yang diprakarsai Kemendikbud ini. Kegiatan yang diperuntukkan bagi guru Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) bertujuan meningkatkan kualitas para guru dalam mengajar matematika berbasis HOTS.

Foto Bersama Kepala Dinas Pendidikan berserta jajarannya dengan Guru SD Peserta Pelatihan Peningkatan Guru Matematika Berbasis HOTS/Dok. KPM

Pada kesempatan tersebut, dihadiri pula Kepala Dinas Pendidikan Kab. Landak, Bapak Aspansius, S.IP, M.Si  yang membuka acara pelatihan secara resmi di hadapan 40 peserta pelatihan yang terdiri dari guru Sekolah Dasar dan Sekolah Menengah Pertama.

Pak Aspansius mengaku bersyukur dan menyambut baik pelatihan yang digagas Kemendikbud RI bekerja sama dengan Klinik Pendidikan MIPA. “Ini adalah proses untuk merevitalisasi cara berpikir para guru matematika agar kembali ke hakikat sebagai seorang guru yang sesungguhnya dalam mendidik putra-putri bangsa,” jelas Pak Aspansius.

 

Foto: Kepala Dinas Pendidikan Kab. Landak menyampaikan kata sambutan sekaligus membuka secara resmi acara pelatihan/Dok. KPM

Kemudian, lebih lanjut lagi, peningkatan kemampuan guru matematika berbasis HOTS memang sangat penting, khususnya di Kab. Landak. Pihaknya pun berharap kegiatan ini dapat berkesinambungan dan tidak terhenti di pelatihan saja. Karena hasil prestasi belajar siswa ini adalah potret hasil kinerja para guru, inilah yang harus direnungkan bersama. “Apabila guru memiliki kinerja yang baik dengan penuh keikhlasan dalam mengabdi. Maka, saya optimis hasil prestasi siswa pun dengan sendirinya akan baik,” tutup Pak Aspansius.

Secara umum, ada tiga fokus utama tim KPM dalam membina guru- guru di Kab. Landak. Pertama, meningkatkan motivasi kinerja dengan cara berpikir suprarasional. Kedua, pengenalan metodologi pembelajaran berbasis HOTS sesuai dengan Kurikulum 2013. Ketiga, proses pendampingan, baik guru dan siswa untuk meningkatkan prestasi dibidang matematika.

Foto: Salah satu pelatih, Ibu Sutriyati tengah menyampaikan materi Miskonsepsi dalam pembelajaran MNR/Dok. KPM

Berdasarkan pantauan tim koresponden, suasana pelatihan semakin cair tatkala para pelatih membuka dengan sesi dinamika kelompok. Kemudian, dilanjutkan dengan sesi motivasi cara berpikir suprarasional oleh Ketua Tim Pelatih, Bapak Drs. Moh Arodhi. Setelah itu, diisi dengan matematika oleh Pak Ryky, Pak Thyeadi, dan Ibu Sutriyati.

Tim Media

back to top
Topik Banner Bottom
ads by bogorplus.com