Menu
RSS
Banner Top Topik Sepekan

Berawal dari Rumah Pendidikan MIPA (RPM), Arya Bima Sena Meraih Sukses IMSO 2018 di Cina

Foto: Muhammad Arya Bima Sena pelajar asal SD ABC Kids Kota Wisata yang meraih medali perunggu bidang studi IPA/Dok. KPM 

Bogorplus.com-Zhejiang-Cina. -- Gelaran International Mathematics and Science Olympiad (IMSO) 2018 di Cina telah usai. Namun, ada sepenggal kisah yang patut menjadi kebanggaan insan pendidikan di Indonesia. seperti yang kita ketahui, event tahunan ini hanya dapat diikuti oleh putra/putri terbaik bangsa yang mengikuti Olimpiade Sains Indonesia (OSN). Dan, lembaga yang dapat mengirimkan perwakilan, yakni Kemdikbud.

Selain Kemendikbud, lembaga yang bernama Klinik Pendidikan MIPA (KPM) juga mendapatkan kepercayaan mengikutsertakan pelajarnya ke ajang IMSO. Meskipun berstatus lembaga pendidikan swasta, geliat KPM di Indonesia terbilang cukup gemilang. Tak hanya melahirkan pelajar berprestasi di bidang Matematika dan Sains, KPM juga menggagas Kampung Matematika Laladon di Bogor oleh Ridwan Hasan Saputra (2015).

Siapa sangka, Kampung Matematika yang digagas RHS kini telah melahirkan pelajar berprestasi dengan meraih medali perunggu di ajang International Mathematics and Science Olympiad (IMSO) 2018, bertempat di Hailiang Education, Zhejiang, Cina, pada hari Jumat (28/9) hingga Kamis (04/10).

Pelajar tersebut adalah Muhammad Arya Bima Sena, perjuangan menuju IMSO 2018 terbilang tak mudah. Bahkan, pelajar asal SD ABC Kids tak menyangka dirinya terpilih menjadi tim IMSO KPM.

Foto: M. Arya Bima Sena (ketiga dari kiri) saat menerima penghargaan di ajang IMSO 2018/Dok. KPM

Perjuangannya berawal tatkala Ia masuk bergabung di KPM sejak kelas 4 SD. Saat itu, Arya mengaku lokasi belajar yang Ia pilih di Rumah Pendidikan MIPA (RPM) milik Ibu Anis Kurniasih. keteguhan Arya dalam mengenyam pendidikan di RPM diikutinya tanpa rasa beban.

Setahun berjalan, Arya pun akhirnya naik kelas 5 SD. Pada level ini Arya pun masih bersemangat menempuh pendidikan di KPM. Meskipun berbagai macam ujian menerpa, seperti: semangat belajar menurun dan padatnya tugas di sekolah, tak menyurutkan Arya. Bahkan Arya pun menikmati proses belajar di Kampung Matematika dan merasa senang ketika belajar di Kampung Matematika. “Belajar di Kampung Matematika merupakan keunikan sendiri bagi KPM. Suasana belajar yang terbuka, membuat saya semakin memahami makna interaksi dengan warga, adab, dan sopan santun,” ungkap Arya.

Tak berselang lama, Arya pun mendapat kesempatan mengikuti kelas khusus dengan mengikuti selesi yang digelar KPM. Dari proses inilah Arya akhirnya mulai mendalami materi-materi dengan kategori tingkat tinggi (olimpiade). tak hanya berhadapan dengan soal-soal tingkat tinggi yang Ia pelajari, Arya pun harus melakoni perjalanan Jakarta-Bogor (PP) setiap akhir pekan. Namun, hal tersebut tetap Ia jalankan bersama kedua orangtuanya dengan penuh keikhlasan.

Pada sebuah kesempatan, tibalah Ia berkesempatan mengikuti ajang IMSO. Namun Arya menyadari hal tersebut tak mungkin didapatkannya secara instan. Proses seleksi pun Ia jalani hingga akhirnya Ia ditetapkan KPM menjadi tim Indonesia KPM untuk mengikuti ajang IMSO di Cina.

Tiket menuju IMSO pun telah Ia dapatkan, Arya pun harus melewati proses karantina yang cukup panjang selama 2 minggu yang dibagi menjadi dua tahap. Latihan mental, fisik, dan ilmu yang telah didapatkan selama belajar di KPM, menjadi bekal menghadapi proses karantina dan kegiatan di Cina.

Berbekal tabungan jiwa yang telah Arya miliki, atas izin Allah Swt, Arya meraih medali perunggu. Baginya ini merupakan rezeki yang tak disangka-sangka. “Tak menyangka dan tentu kaget,” pungkas sambil tersenyum bangga. Namun Ia semakin menyadari bahwa cara berpikir suprarasional yang diajarkan Pak Ridwan menjadikan pribadi yang selalu bersyukur dalam kondisi apapun dan tak melupakan agar berharap pada Ridho Allah Swt.

Tim Media

back to top
Topik Banner Bottom
ads by bogorplus.com