Menu
RSS
Banner Top Topik Sepekan

Items filtered by date: October 2017

Kodim 0905/Balikpapan Menggelar Wisata Matematika Bela Negara

Foto bersama pelajar SMAIT Al Aulia Balikpapan dengan Jajaran Kodim 0905/Balikpapan

Bogorplus.com-Balikpapan-Kalimantan Timur. Rabu pagi (18/10/2017) merupakan momen istimewa bagi jajaran Kodim 0905/Balikpapan. Tampak 60 pelajar datang menyambangi markas TNI yang beralamat di Jl. Jenderal Sudirman, No.15, Telaga Sari, Balikpapan Kota. Kehadiran pelajar dari SMAIT Al Aulia Balikpapan ini hendak mengikuti “Wisata Matematika Bela Negara (WMBN)”.

Usai kegiatan, Komandan Kodim 0905/Balikpapan, Kolonel Inf Hendri Wijaya mengatakan, “Sudah saatnya generasi muda menginterpretasikan lebih luas makna wawasan kebangsaan, cinta tanah air dan cinta terhadap satuan TNI guna mempertahankan kedaulatan NKRI,” ujarnya.

Foto: Dandim 0905/Balikpapan, Kolonel Inf Hendri Wijaya

Menurutnya, pada jenjang ini merupakan prospek yang tepat, untuk mengokohkan kembali jiwa nasionalisme para pelajar sehingga pada akhirnya dapat menjadi bekal untuk mengarungi dinamika kehidupan di masa mendatang.

Saat dikonfirmasi terkait manfaat kegiatan ini, perwira menengah itu pun mengaku senang dan bersyukur. Pasalnya, setelah disosialisasikan beberapa waktu lalu oleh STERAD Mabes AD dan Raden Ridwan HS, program ini telah menjadi daya pikat bagi para pelajar untuk memperkaya wawasan kebangsaan mereka. Semoga dengan upaya ini, kita berharap dapat bermanfaat untuk generasi muda, kata Hendri Wijaya dalam keterangannya.

Foto: Apel pagi persiapan kegiatan

Kemudian, menyoroti besarnya manfaat yang terkandung dari wisata ini membuat Eko Fuldan selaku guru pendamping merasa bersyukur dan bangga atas dedikasi yang dilakukan oleh anggota TNI. Pak Eko berujar, “Bukan hanya sambutan saja yang luar biasa, tetapi dari permainan ini dapat menghasilkan generasi yang luar biasa,” pungkasnya.

Foto: Pelajar tengah antusias menyimak dan peragakan permainan matematika bela negara

Acara WMBN dihelat sejak pukul 09.00-12.30 WITA ini. Para peserta dengan penuh semangat menggali wawasan seputar TNI, seperti: fungsi dan tugas dinas jaga, pengenalan senjata, dinamika kelompok, pengenalan senjata sampai disuguhkan cara menanamkan bela negara lewat cara berpikir supra rasional.

Foto: Pengenalan senjata oleh anggota TNI, Kodim 0905/Balikpapan

Selain itu, tanggapan seluruh peserta sangat antusias pasca mengikuti program ini, di antara puluhan siswa yang hadir, Salma Nur Azizah dan Nurhidayat turut menyambut senang dan bersyukur atas apa yang telah diajarkan oleh anggota TNI. Terlebih, pelajar kelas sepuluh ini menaruh harapan besar agar kedepannya acara positif seperti ini dapat berjalan secara rutin dan berkesinambungan.

Read more...

Dandim 1306/Donggala: ‘WMBN Sarana Merajut Asa Generasi Berkualitas’

Foto: Anggota TNI tengah memberikan pelatihan permainan wisata matematika bela negara

Bogorplus.com-Palu-Sulawesi Tengah. Kodim 1306/Donggala menjadi tempat pelaksanaan seminar sosialisasi Wisata Matematika Bela Negara (WMBN),Rabu (11/10/2017). Tidak hanya menjadi tempat sosialisasi, Kodim 1306/Donggala juga menjadi percontohan pelatihan WMBN yang dihadiri 30 pelajar SMP Negeri 14 Palu, Jumat (13/10/2017).

Letnan Kolonel Kav Gede Masa, selaku Dandim 1306/Donggala, menjelaskan bahwa wisata matematika bela negara merupakan kegiatan sangat penting. “Disini tidak hanya melibatkan peran anggota TNI, tetapi guru, pelajar, bahkan masyarakat ikut serta menikmati pelatihan tersebut. Dampaknya sangat positif. Pada awalnya matematika dipandang menyeramkan. Keunikan permainan matematika bela negara diharapkan membawa angin segar bagi pelajar dan masyarakat untuk menyenangi matematika.

Tambahnya, “Keterlibatan guru, siswa, dan masyarakat sekitar diyakini akan efektif meningkatkan ilmu pengetahuan dan wawasan kebangsaan. Selain memiliki  daya tarik, pelatihan ini akan menjadi bekal bagi generasi muda agar memiliki intelektual yang tinggi dan berbudi pekerti,” kata Gede Masa saat dikonfirmasi tim bogorplus.com.

Foto: Peserta sedang melakukan tantangan dari permainan wisata matematika bela negara

Siti Khadijah, siswi asal SMPN 14 Palu yang datang sejak pukul 08.00 mengungkapkan bahwa pelatihan ini sangat  berkesan. “Melalui kegiatan ini, saya dapat mengetahui wawasan kebangsaan, permainan matematika, dan tidak kalah menariknya, dilatih anggota TNI yang ramah.

Selain itu, hikmah yang didapat pelajar kelas 8 SMP itu, “Nilai kebersamaan, saling membantu, dan gotong royong, serta sikap jangan mudah menyerah walaupun berbagai rintangan dihadapi,” kata Siti Khadijah sambil tersenyum.

Hal senada juga dikemukakan H. Erni selaku guru pendamping yang mengaku bersyukur telah hadir dalam kegiatan WMBN. Dia berharap kegiatan ini dapat membuka wawasan kebangsaan generasi muda penerus bangsa.

“Saat saya  kembali ke sekolah nanti, saya selaku guru akan mengajak siswa lain untuk mengenal wawasan kebangsaan melalui wisata matematika bela negara bersama anggota TNI,” pungkasnya penuh semangat.

Read more...

Korem 132/Tadulako Gelar Seminar Wisata Matematika Bela Negara

Bogorplus.com-Palu-Sulawesi Tengah. Puluhan guru dan prajurit TNI AD Korem 132/Tadulako mengikuti pelatihan Wisata Matematika Bela Negara (WMBN) di Kodim 1306/Donggala, Rabu-Jumat, 11-13 Oktober 2017. Pelatihan ini bertujuan untuk mewujudkan generasi intelektual yang cinta tanah air. 
 
Narasumber sekaligus Quality Control Klinik Pendidikan MIPA, Moh. Arodhi usai memberikan pelatihan mengatakan, “Pelatihan ini merupakan wujud tanggung jawab kita sebagai masyarakat Indonesia dalam mewujudkan generasi cinta tanah air dan memiliki intelektualitas yang tinggi."
 
Arodhi menambahkan upaya yang dikuatkan adalah dengan menjalin kedekatan dan keakraban antara TNI dan masyarakat, salah satunya melalui wisata matematika bela negara. Melalui program WMBN diharapkan dapat menanamkan nilai-nilai nasionalisme dalam diri masyarakat. 
 
Suasana pelatihan WMBM terselenggara dengan penuh makna, “Karena disuguhkan materi yang menarik. diantaranya, motivasi penguatan WMBN dengan cara berpikir supra rasional, sosialisasi kegiatan sampai simulasi pelaksanaan wisata matematika bela negara.” Jelas Arodhi.
 
Dari pelatihan tersebut, lantas membuat kagum dan bersyukur bagi Sri Usdarifat. Guru SMPN 19 Palu mengungkapkan sangat terkesan. “saya melihat program ini cara efektif mengembangkan wawasan kebangsaan dalam koridor berpikir supra rasional,” ujarnya. 
 
Saat ditanya apa harapan kedepannya, guru yang telah mengabdi selama 8 tahun ini mengatakan, program ini agar terus berkesinambungan, karena dinilai lebih meningkatkan karakter. Sehingga pada akhirnya, dapat menjaga kesatuan NKRI dengan wujud yang ikhlas di masa mendatang. 
 
Dihimpun bogorplus.com dari keterangan tertulis, Pelatihan yang syarat akan motivasi diri dan wawasan kebangsaan ini, dihadiri perwakilan guru dan TNI yang berasal dari 5 Kodim, diantaranya: Kodim 1305/Toli-Toli, Kodim 1306/Donggala, Kodim 1307/Poso, Kodim 1308/Luwuk Banggai, Kodim 1311/Morowali.
Read more...

Bupati Poso: ‘Wujudkan Poso Cerdas, Andal, & Bermartabat.’

Foto: Istimewa/Bupati Poso, Koloner Marinir (Purn) Darmin Agustinus Sigilipu

Bogorplus.com-Poso-Sulawesi Tengah. Poso adalah sebuah kabupaten yang terdapat di Sulawesi Tengah. Kalau ditilik dari keberagaman penduduknya, Poso tergolong daerah yang cukup majemuk. Selain terdapat suku asli yang mendiami Poso, suku-suku pendatang pun banyak berdomisili di Poso, seperti dari Jawa, Batak, Bugis, dan sebagainya.

Keberagaman inilah yang menjadi salah satu pemantik seringnya terjadi konflik di Poso beberapa tahun belakangan ini. Baik yang berlatar belakang sosial-budaya, ataupun agama.

Hal tersebut tentunya menjadi pekerjaan rumah bagi setiap kepala daerah yang memimpin, khususnya bagi kepala daerah saat ini,  Kolonel Marinir (Purn) Darmin Agustinus Sigilipu dan Ir. Toto Samsuri, M.Si. untuk menjadikan Poso lebih cerdas, andal, dan bermartabat. 

Di sela-sela kegiatannya sebagai orang nomor satu di Kabupaten Poso, Darmin Agustinus memaparkan kondisi terkini Poso kepada tim bogorplus.com, “Pasca kerusuhan sejak tahun 1998-2006, tidak ada yang diuntungkan. Yang ada malah meninggalkan luka mendalam bagi masyarakat. Seperti kata peribahasa 'Menang jadi Arang, Kalah jadi Abu,” paparnya.

“Poso bertransformasi menuju daerah yang aman, adil, dan sejahtera. Terbukti, berbagai kegiatan skala nasional bahkan internasional sudah kami gelar, salah satunya seperti ‘Tour de Centeral Celebes’ dan ‘Festival Pesona Danau Poso. Hal  ini tentunya berkat dukungan dan kerja sama yang baik dari setiap elemen masyarakat, Satgas Tinombala, baik dari TNI maupun Polri,” jelas Pak Darmin Agustinus.

Selanjutnya, bidang pendidikan merupakan aspek penting untuk menangkal paham radikalisme dan perselisihan. "Saya bersama Wakil Bupati memrioritaskan sektor pendidikan dan kesehatan. Serta Pemkab juga membuka peluang kerja sama dengan pihak lain untuk meningkatkan hal tersebut,” pungkasnya.

Read more...

Festival Pesona Danau Poso Semarakkan Tour de Central Celebes

sumber: www.gocelebes.com/keindahan Danau Poso

Bogorplus.com-Poso-Sulawesi Tengah. Apakah Anda punya rencana berlibur ke Poso? Jika ya, jangan lewatkan momen seru dari pemerintah Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah. Di Tentena, Kabupaten Poso akan digelar event besar bertajuk Festival Pesona Danau Poso XX 2017, pada 05-07 November 2017.

“Kemeriahan festival danau poso tahun lalu terbukti dapat mendorong sektor ekonomi dan pariwisata di Poso. Karena budaya dan keindahan alamnya diakui sangat strategis memperkokoh persatuan masyarakat dan sekaligus memperkenalkan pesona danau Poso kepada wisatawan domestik maupun mancanegara,” kata Bupati Poso, Kolonel Marinir (Purn) Darmin Agustinus Sigilipu.

Dilansir dari situs www.gocelebes.com, danau Poso berada di ketinggian sekitar 657 mdpl. Danau Poso memiliki pemandangan yang indah dan menakjubkan. Lokasinya dikelilingi perbukitan dan wilayah hutan. Anda bisa menikmati pemandangan alami sambil menghirup udara yang sejuk. Dengan pantai pasir putih dan bersih yang memantulkan cahaya matahari, serta ekosistem danau yang masih terjaga membuat pemandangan Danau Poso terlihat asri.

Menurut Bupati Poso, Darmin Agustinus, festival ini mengusung tema 'Mewujudkan Poso yang CERDAS'. Kata CERDAS kepanjangan dari Ceria, Elok, Ramah, Damai, Adil, dan Sejahtera dengan makna khusus bagi.setiap kata tersebut,” terangnya.

Foto: Sumber www.gocelebes.com/Pesona Danau Poso

Pria kelahiran 53 tahun yang lalu ini juga mengatakan, “Dengan mengusung tema  Poso yang CERDAS, maka akan terwujud peningkatan kesejahteraan dan kerukuan antar umat beragama,” jelas lulusan Akmil tahun 1988 itu.

Nantinya, sebelum festival Poso digelar, Pemkab akan mengadakan “Reuni Akbar” pada 04-05 November 2017, dihadiri 5.000 alumni tingkat SD-SMA yang pernah bersekolah di Poso mulai angkatan pertama sampai angkatan terakhir.

“Bukan hanya sektor pariwisata saja yang meningkat, festival pesona danau Poso ini juga akan memberikan kontribusi untuk meningkatkan perekonomian Poso. Sehingga pada akhirnya, implementasi dari visi & misi Kabupaten Poso untuk mewujudukan kehidupan yang damai, adil, dan sejahtera dapat tercapai dengan baik." tutup mantan staff Ahli A. Wilayah nasional PANGARMATIM TNI AL ini.

Read more...

Bangkitkan Kesadaran SDM PT. POS tentang Makna Bekerja dengan Cara Berpikir Suprarasional

Foto: Motivator supra rasional tengah memberikan pelatihan supra rasional dihadapan ratusan pegawai kantor Pos Kota Bogor

Bogorplus.com-Jl. Ir. H. Juanda-Bogor. Ruangan Vestibule Kantor Pos Bogor dipenuhi karyawan PT. Pos Indonesia yang menikmati sajian materi dari Pak Raden Ridwan Hasan Saputra--Presiden Direktur Klinik Pendidikan MIPA-- tentang cara berpikir suprarasional. Acara bertema 'Seminar Suprarasional untuk Meningkatkan Motivasi Budaya Kerja SDM' ini diselenggarakan hari minggu (15 Oktober 2017) di Jl. Ir. H. Juanda No. 5, Bogor.

Menurut Bu Pujiati selaku Kepala Kantor PT. Pos Indonesia area Bogor, acara seminar ini bertujuan untuk membangkitkan kembali motivasi kerja SDM agar bisa berdampak pada peningkatan kinerja di lembaga yang dipimpinnya. Setelah menyimak paparan dari Pak Ridwan HS, Bu Pujiati menyadari bahwa kekuatan cara berpikir suprarasional sangat tepat untuk diterapkan kepada seluruh karyawan agar kinerja lembaga bisa terus membaik. "Saya berharap para karyawan PT. Pos Indonesia dapat mengambil manfaat dari acara seminar ini bagi dirinya sendiri, keluarga, maupun lembaga." ungkap perempuan berkaca mata ini.

Dalam keterangan yang terpisah, Pak Dedih mengakui mulai terbuka cara pandangnya tentang makna bekerja. Pak Dedih yang sudah 27 tahun menjadi karyawan PT. Pos Indonesia merasa ada yang harus diperbaiki dalam hidupnya. "Saya bekerja dari pagi bahkan sampai malam, tapi ya hasilnya begitu-begitu saja. Pak Ridwan mengingatkan saya bahwa majikan kita itu Allah SWT, bukan atasan kita. Jika kita ingin hidup kaya dan bahagia, perbaiki ibadah kita. Lalu, memohonlah kepada Yang Maha Memiliki alam semesta ini." ujar pria yang punya sifat periang ini.

Foto bersama dengan jajaran pegawai kantor Pos Kota Bogor

Pak Ridwan HS merasa bersyukur sekaligus bangga bisa berbagi ilmu cara berpikir suprarasional kepada para karyawan PT. Pos Indonesia area Bogor. Menurut analisis Pak Ridwan, kendala serius yang dihadapi PT. Pos adalah motivasi dan kualitas kerja SDM. Jika PT. Pos tak mengubah kondisi ini, bisa dipastikan PT. Pos akan makin sulit menandingi kiprah lembaga sejenis di bidang yang sama. "Jika PT. Pos ingin mendongkrak kinerjanya, benahi kualitas SDM-nya. Perbaiki kualitas ibadah dan kinerja profesionalnya secara bersamaan. Seluruh karyawan harus mulai menerapkan cara berpikir suprarasional secara berjamaah agar terjalin sinergi yang baik. Hanya dengan cara berpikir suprarasional, PT. Pos bisa kembali diperhitungkan menjadi sosok lembaga yang bisa menjadi ikon kebanggaan bangsa", tutur Tokoh Perubahan Republika 2013 yang sangat menyukai matematika sejak kecil.

Read more...

Menguak Makna Kehidupan lewat Pelatihan MNR 4 Hari 3 Malam

Foto: peserta menerima materi pelatihan

Bogorplus.com-Laladon-Bogor. Setiap orang yang kita jumpai adalah guru kehidupan, setiap tempat yang kita kunjungi adalah sekolah kehidupan. Tanpa kemauan untuk memaknai hidup, kita tak akan pernah bisa belajar dari guru kehidupan dan sekolah kehidupan di sekitar kita.

Bagi Pak Piay Kundel, sosok pendidik yang sudah berkiprah 30 tahun di dunia pendidikan, motivasi terbesar mengikuti Pelatihan Matematika Nalaria Realistik (MNR) untuk mengenal lebih dekat sosok lembaga Klinik Pendidikan MIPA (KPM) dengan MNR-nya. Pelatihan MNR sendiri digelar di kantor Klinik Pendidikan MIPA dari tanggal 10 Oktober 2017 - 13 Oktober 2017.

Dengan lugas dan jujur beliau mengatakan bahwa tak ada yang luar biasa dengan teori dan teknik mengajar yang diajarkan di sesi pelatihan. Justru beliau sangat terkesan dan belajar satu pelajaran hidup selama 4 hari di KPM: belajar menjadi manusia yang ikhlas. "Saat menyimak sajian materi dari para pembicara yang merupakan karyawan KPM, saya paham bahwa mereka orang berpendidikan yang rendah hati. Sesama pembicara saling mengakui mereka saling berguru satu sama lain. Saya senang mendengarnya. Betapa mereka saling memuliakan sebagai seorang pendidik." ujar Pak Piay.

Foto: Peserta tengah berdiskusi dalam permainan eksplorasi

Senada dengan Pak Piay, Bu Iva pun memiliki kesan tersendiri saat mengikuti pelatihan MNR. Kesukaannya pada matematika dan tingginya rasa ingin tahu untuk belajar metodologi pembelajaran MNR menjadi motivasi terbesar mengikuti.pelatihan MNR di Bogor. Bu Iva merasa senang karena semua sajian materi pelatihan, terutama materi 'Cara Berpikir Suprarasional' dan 'Menjadi Guru Hebat dan Berkah' semakin mengokohkan visi hidupnya sebagai seorang guru.

Ketika ditanya soal manfaat pelatihan, Bu Iva menyatakan banyak menemukan.pelajaran hidup dari sesama peserta pelatihan lain. "Secara tidak langsung, saya merasa ditegur karena belum bisa jadi manusia yang pandai bersyukur. Saya hidup di lingkungan kota dengan fasilitas lengkap. Berbeda dengan teman-teman peserta lain yang tinggal diluar Pulau Jawa. Mereka berjuang dengan fasilitas yang terbatas. Sekarang saya merasa harus mulai banyak bersyukur dan semakin semangat untuk mengajar. Setelah pelatihan MNR ini berakhir, cara saya memahami kehidupan pun jadi berubah. Pokoknya kesannya luar biasa bagi saya", pungkas Bu Iva.

Foto bersama dengan seluruh peserta

Presiden Direktur KPM, Ir. R. Ridwan Hasan Saputra, M.Si. mengapresiasi semua pihak yang turut menyukseskan pelatihan MNR 4 hari 3 malam. Menurut Pak Ridwan, misi utama pelatihan ini adalah untuk mencari para kader guru yang mau mengajar dengan bayaran seikhlasnya. Para kader ini diharapkan memiliki kesungguhan untuk mengamalkan ilmu yang telah diperoleh melalui Rumah Pendidikan Matematika, Klub Matematika Seikhlasnya, Sekolah Center yang dibangun dan dikembangkan di daerah masing-masing. "Banyak pihak yang berkorban agar pelatihan ini bisa terselenggara dengan baik. Semoga pengorbanan ini menjadi ikhtiar nyata untuk memperbaiki kondisi bangsa yang kita cintai ini." pungkas Tokoh Perubahan Republika 2013 ini.

Read more...

Menguak Makna Kehidupan lewat Pelatihan MNR 4 Hari 3 Malam

Foto: peserta menerima materi pelatihan

Bogorplus.com-Laladon-Bogor. Setiap orang yang kita jumpai adalah guru kehidupan, setiap tempat yang kita kunjungi adalah sekolah kehidupan. Tanpa kemauan untuk memaknai hidup, kita tak akan pernah bisa belajar dari guru kehidupan dan sekolah kehidupan di sekitar kita.

Bagi Pak Piay Kundel, sosok pendidik yang sudah berkiprah 30 tahun di dunia pendidikan, motivasi terbesar mengikuti Pelatihan Matematika Nalaria Realistik (MNR) untuk mengenal lebih dekat sosok lembaga Klinik Pendidikan MIPA (KPM) dengan MNR-nya. Pelatihan MNR sendiri digelar di kantor Klinik Pendidikan MIPA dari tanggal 10 Oktober 2017 - 13 Oktober 2017.

Dengan lugas dan jujur beliau mengatakan bahwa tak ada yang luar biasa dengan teori dan teknik mengajar yang diajarkan di sesi pelatihan. Justru beliau sangat terkesan dan belajar satu pelajaran hidup selama 4 hari di KPM: belajar menjadi manusia yang ikhlas. "Saat menyimak sajian materi dari para pembicara yang merupakan karyawan KPM, saya paham bahwa mereka orang berpendidikan yang rendah hati. Sesama pembicara saling mengakui mereka saling berguru satu sama lain. Saya senang mendengarnya. Betapa mereka saling memuliakan sebagai seorang pendidik." ujar Pak Piay.

Foto: Peserta tengah berdiskusi dalam permainan eksplorasi

Senada dengan Pak Piay, Bu Iva pun memiliki kesan tersendiri saat mengikuti pelatihan MNR. Kesukaannya pada matematika dan tingginya rasa ingin tahu untuk belajar metodologi pembelajaran MNR menjadi motivasi terbesar mengikuti.pelatihan MNR di Bogor. Bu Iva merasa senang karena semua sajian materi pelatihan, terutama materi 'Cara Berpikir Suprarasional' dan 'Menjadi Guru Hebat dan Berkah' semakin mengokohkan visi hidupnya sebagai seorang guru.

Ketika ditanya soal manfaat pelatihan, Bu Iva menyatakan banyak menemukan.pelajaran hidup dari sesama peserta pelatihan lain. "Secara tidak langsung, saya merasa ditegur karena belum bisa jadi manusia yang pandai bersyukur. Saya hidup di lingkungan kota dengan fasilitas lengkap. Berbeda dengan teman-teman peserta lain yang tinggal diluar Pulau Jawa. Mereka berjuang dengan fasilitas yang terbatas. Sekarang saya merasa harus mulai banyak bersyukur dan semakin semangat untuk mengajar. Setelah pelatihan MNR ini berakhir, cara saya memahami kehidupan pun jadi berubah. Pokoknya kesannya luar biasa bagi saya", pungkas Bu Iva.

Foto bersama dengan seluruh peserta

Presiden Direktur KPM, Ir. R. Ridwan Hasan Saputra, M.Si. mengapresiasi semua pihak yang turut menyukseskan pelatihan MNR 4 hari 3 malam. Menurut Pak Ridwan, misi utama pelatihan ini adalah untuk mencari para kader guru yang mau mengajar dengan bayaran seikhlasnya. Para kader ini diharapkan memiliki kesungguhan untuk mengamalkan ilmu yang telah diperoleh melalui Rumah Pendidikan Matematika, Klub Matematika Seikhlasnya, Sekolah Center yang dibangun dan dikembangkan di daerah masing-masing. "Banyak pihak yang berkorban agar pelatihan ini bisa terselenggara dengan baik. Semoga pengorbanan ini menjadi ikhtiar nyata untuk memperbaiki kondisi bangsa yang kita cintai ini." pungkas Tokoh Perubahan Republika 2013 ini.

Read more...

Menguak Makna Kehidupan lewat Pelatihan MNR 4 Hari 3 Malam

Foto: peserta menerima materi pelatihan

Bogorplus.com-Laladon-Bogor. Setiap orang yang kita jumpai adalah guru kehidupan, setiap tempat yang kita kunjungi adalah sekolah kehidupan. Tanpa kemauan untuk memaknai hidup, kita tak akan pernah bisa belajar dari guru kehidupan dan sekolah kehidupan di sekitar kita.

Bagi Pak Piay Kundel, sosok pendidik yang sudah berkiprah 30 tahun di dunia pendidikan, motivasi terbesar mengikuti Pelatihan Matematika Nalaria Realistik (MNR) untuk mengenal lebih dekat sosok lembaga Klinik Pendidikan MIPA (KPM) dengan MNR-nya. Pelatihan MNR sendiri digelar di kantor Klinik Pendidikan MIPA dari tanggal 10 Oktober 2017 - 13 Oktober 2017.

Dengan lugas dan jujur beliau mengatakan bahwa tak ada yang luar biasa dengan teori dan teknik mengajar yang diajarkan di sesi pelatihan. Justru beliau sangat terkesan dan belajar satu pelajaran hidup selama 4 hari di KPM: belajar menjadi manusia yang ikhlas. "Saat menyimak sajian materi dari para pembicara yang merupakan karyawan KPM, saya paham bahwa mereka orang berpendidikan yang rendah hati. Sesama pembicara saling mengakui mereka saling berguru satu sama lain. Saya senang mendengarnya. Betapa mereka saling memuliakan sebagai seorang pendidik." ujar Pak Piay.

Foto: Peserta tengah berdiskusi dalam permainan eksplorasi

Senada dengan Pak Piay, Bu Iva pun memiliki kesan tersendiri saat mengikuti pelatihan MNR. Kesukaannya pada matematika dan tingginya rasa ingin tahu untuk belajar metodologi pembelajaran MNR menjadi motivasi terbesar mengikuti.pelatihan MNR di Bogor. Bu Iva merasa senang karena semua sajian materi pelatihan, terutama materi 'Cara Berpikir Suprarasional' dan 'Menjadi Guru Hebat dan Berkah' semakin mengokohkan visi hidupnya sebagai seorang guru.

Ketika ditanya soal manfaat pelatihan, Bu Iva menyatakan banyak menemukan.pelajaran hidup dari sesama peserta pelatihan lain. "Secara tidak langsung, saya merasa ditegur karena belum bisa jadi manusia yang pandai bersyukur. Saya hidup di lingkungan kota dengan fasilitas lengkap. Berbeda dengan teman-teman peserta lain yang tinggal diluar Pulau Jawa. Mereka berjuang dengan fasilitas yang terbatas. Sekarang saya merasa harus mulai banyak bersyukur dan semakin semangat untuk mengajar. Setelah pelatihan MNR ini berakhir, cara saya memahami kehidupan pun jadi berubah. Pokoknya kesannya luar biasa bagi saya", pungkas Bu Iva.

Foto bersama dengan seluruh peserta

Presiden Direktur KPM, Ir. R. Ridwan Hasan Saputra, M.Si. mengapresiasi semua pihak yang turut menyukseskan pelatihan MNR 4 hari 3 malam. Menurut Pak Ridwan, misi utama pelatihan ini adalah untuk mencari para kader guru yang mau mengajar dengan bayaran seikhlasnya. Para kader ini diharapkan memiliki kesungguhan untuk mengamalkan ilmu yang telah diperoleh melalui Rumah Pendidikan Matematika, Klub Matematika Seikhlasnya, Sekolah Center yang dibangun dan dikembangkan di daerah masing-masing. "Banyak pihak yang berkorban agar pelatihan ini bisa terselenggara dengan baik. Semoga pengorbanan ini menjadi ikhtiar nyata untuk memperbaiki kondisi bangsa yang kita cintai ini." pungkas Tokoh Perubahan Republika 2013 ini.

Read more...

Menguak Makna Kehidupan lewat Pelatihan MNR 4 Hari 3 Malam

Foto: peserta menerima materi pelatihan

Bogorplus.com-Laladon-Bogor. Setiap orang yang kita jumpai adalah guru kehidupan, setiap tempat yang kita kunjungi adalah sekolah kehidupan. Tanpa kemauan untuk memaknai hidup, kita tak akan pernah bisa belajar dari guru kehidupan dan sekolah kehidupan di sekitar kita.

Bagi Pak Piay Kundel, sosok pendidik yang sudah berkiprah 30 tahun di dunia pendidikan, motivasi terbesar mengikuti Pelatihan Matematika Nalaria Realistik (MNR) untuk mengenal lebih dekat sosok lembaga Klinik Pendidikan MIPA (KPM) dengan MNR-nya. Pelatihan MNR sendiri digelar di kantor Klinik Pendidikan MIPA dari tanggal 10 Oktober 2017 - 13 Oktober 2017.

Dengan lugas dan jujur beliau mengatakan bahwa tak ada yang luar biasa dengan teori dan teknik mengajar yang diajarkan di sesi pelatihan. Justru beliau sangat terkesan dan belajar satu pelajaran hidup selama 4 hari di KPM: belajar menjadi manusia yang ikhlas. "Saat menyimak sajian materi dari para pembicara yang merupakan karyawan KPM, saya paham bahwa mereka orang berpendidikan yang rendah hati. Sesama pembicara saling mengakui mereka saling berguru satu sama lain. Saya senang mendengarnya. Betapa mereka saling memuliakan sebagai seorang pendidik." ujar Pak Piay.

Foto: Peserta tengah berdiskusi dalam permainan eksplorasi

Senada dengan Pak Piay, Bu Iva pun memiliki kesan tersendiri saat mengikuti pelatihan MNR. Kesukaannya pada matematika dan tingginya rasa ingin tahu untuk belajar metodologi pembelajaran MNR menjadi motivasi terbesar mengikuti.pelatihan MNR di Bogor. Bu Iva merasa senang karena semua sajian materi pelatihan, terutama materi 'Cara Berpikir Suprarasional' dan 'Menjadi Guru Hebat dan Berkah' semakin mengokohkan visi hidupnya sebagai seorang guru.

Ketika ditanya soal manfaat pelatihan, Bu Iva menyatakan banyak menemukan.pelajaran hidup dari sesama peserta pelatihan lain. "Secara tidak langsung, saya merasa ditegur karena belum bisa jadi manusia yang pandai bersyukur. Saya hidup di lingkungan kota dengan fasilitas lengkap. Berbeda dengan teman-teman peserta lain yang tinggal diluar Pulau Jawa. Mereka berjuang dengan fasilitas yang terbatas. Sekarang saya merasa harus mulai banyak bersyukur dan semakin semangat untuk mengajar. Setelah pelatihan MNR ini berakhir, cara saya memahami kehidupan pun jadi berubah. Pokoknya kesannya luar biasa bagi saya", pungkas Bu Iva.

Foto bersama dengan seluruh peserta

Presiden Direktur KPM, Ir. R. Ridwan Hasan Saputra, M.Si. mengapresiasi semua pihak yang turut menyukseskan pelatihan MNR 4 hari 3 malam. Menurut Pak Ridwan, misi utama pelatihan ini adalah untuk mencari para kader guru yang mau mengajar dengan bayaran seikhlasnya. Para kader ini diharapkan memiliki kesungguhan untuk mengamalkan ilmu yang telah diperoleh melalui Rumah Pendidikan Matematika, Klub Matematika Seikhlasnya, Sekolah Center yang dibangun dan dikembangkan di daerah masing-masing. "Banyak pihak yang berkorban agar pelatihan ini bisa terselenggara dengan baik. Semoga pengorbanan ini menjadi ikhtiar nyata untuk memperbaiki kondisi bangsa yang kita cintai ini." pungkas Tokoh Perubahan Republika 2013 ini.

Read more...
Topik Banner Bottom
ads by bogorplus.com