Menu
RSS
Banner Top Topik Sepekan

Items filtered by date: November 2017

Peraih Perak IMSO 2017 Ternyata Siswi Yang Gagal Seleksi OSN Tingkat Kecamatan

Foto: Amara Khairunnisa Dinata (tengah), pelajar kelas 6 SD Pertiwi Bogor yang meraih medali perak dalam ajang IMSO 2017 di Singapura

Bogorplus.com - Kota Bogor – Dapat bersanding dengan ribuan peserta pada ajang Olimpiade Sains Nasional (OSN) menjadi impian setiap siswa berbakat di bidang MIPA. Begitu pun yang diinginkan oleh Amara Khairunnisa Dinata. Namun, impian untuk maju ke kancah nasional, pada OSN Pekanbaru, Riau 2017 sirna sudah. Saat Ia dinyatakan tidak lulus seleksi tingkat kecamatan Bogor Timur (jalur A) di Kota Bogor, beberapa bulan yang lalu.

Meski tidak mendapatkan informasi yang jelas dan objektif di balik keputusan itu, Amara dan orangtuanya berbesar hati menerima hasil seleksi di tingkat kecamatan.

Harapan pelajar SD Pertiwi Bogor untuk terus berkiprah dalam bidang MIPA tidak terhenti begitu saja. Bahkan, Amara tidak patah arang, justru semakin giat untuk memperbaiki keadaan. Berpegang dari sebuah kegagalan, Amara yang kini duduk di kelas 6, berjuang lebih keras menggapai impiannya dengan giat mengikuti pembinaan yang diadakan di internal sekolah maupun eksternal sekolah (Klinik Pendidikan MIPA). 

Foto: Amara Khairunnisa Dinata

Sekilas tentang aktivitasnya bersama KPM (lembaga yang menerapkan sistem metode seikhlasnya dan matematika nalaria realistik), ternyata Amara sudah mengenyam pembinaan selama 4 tahun. Selain belajar matematika, Ia juga belajar banyak tentang ilmu kehidupan, salah satunya cara berpikir supra rasional. Berkat cara berpikir itulah kesempatan berkiprah pada kompetisi MIPA semakin terlihat. Bahkan, yang Ia dapatkan lebih dari apa yang diharapkan sebelumnya. “Bermula saat saya mengikuti tes seleksi International Mathematics and Science Olympiad (IMSO) melalui Klinik Pendidikan MIPA (salah satu lembaga pendidikan di Indonesia yang berpusat di Bogor, dan memiliki jaringan kompetisi Internasional  nonpemerintah). Setelah mengikuti tes, saya mendapatkan kabar bahwa saya dinyatakan lulus hingga akhirnya saya berangkat ke Singapura untuk pertama kalinya. Dan Alhamdulillah, atas izin Allah SWT, saya bisa mempersembahkan medali perak (matematika) untuk Indonesia,” ungkapnya kepada bogorplus.com pasca penyambutan tim IMSO KPM, di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang Banten, Jumat (24/11/2017).   

Foto: Amara (ke-5 dari kanan) bersama tim Indonesia Klinik Pendidikan MIPA berhasil meraih penghargaan yang membanggakan

Ternyata bukan kali ini saja pengalaman Amara dalam kompetisi matematika internasional. Pada kompetisi serupa, Ia telah meraih medali perunggu pada tahun 2016, yang digelar KPM di Kota Tangerang. Adapun kompetisi nasional & internasional yang pernah diikuti seperti: Challenge for Future Mathematicians, Thailand, Malaysia International Mathematics Olympiad, Australian Mathematics Competition, Kompetisi Matematika Nalaria Realistik (KMNR), dan masih banyak lagi.

Dari perolehan prestasi yang Ia sudah dapatkan, lantas tidak membuat anak ke-2 dari dua bersaudara ini berpuas diri. Demi menjaga kualitas dan meningkatkan ilmunya, Ia pun tekun menambah waktu belajarnya di KPM. Di antaranya dengan mengikuti kelas khusus, kelas istimewa, bahkan amara antusias mengikuti kelas menginap setiap semesternya.

Menurut apa yang Ia pelajari dari Pak Ridwan (Presiden Direktur KPM), pelajar kelahiran 12 tahun silam berkeyakinan “Kesuksesan seseorang bukan diukur dari kepintaran seseorang, melainkan tergantung seberapa besar tabungan jiwa (pahala) kebaikannya. Kunci dari itu semua adalah bagaimana kita selalu mengharap ridha Allah SWT dalam setiap aktivitas,” jelasnya.

Penjelasan tersebut dipertegas kembali oleh Ibundanya (Ibu Fatmi). “KPM adalah lembaga yang dapat mewadahi visi - misi tersebut, penerapan visi - misi itu tidak serta-merta dikerjakan secara individu, melainkan secara bersama-sama (jamaah) ,” terangnya.

“Oleh karenanya, saya sebagai orang tua selalu menguatkan landasan berpikir anak-anak kami. Apapun latar belakang kita, jangan pernah padam untuk bermimpi menjadi orang besar. Karena kunci dari itu semua adalah sudahkah kita lebih dekat kepada Sang Pemilik Ilmu? Yakni Allah SWT. Yang Maha Pemurah, Maha Pengasih, lagi Maha Penyayang,” sambungya.

Harapan ke depan sebagai orang tua pun diutarakan ibu dua anak ini, “Semoga kejadian ini menjadi suatu pembelajaran yang berharga bagi kita. Tentunya sebagai manusia, kita hanya perlu memberikan contoh dan arahan yang baik kepada anak, agar mendapatkan keberkahan pada kehidupan di masa depan,” tutupnya.

Sumber: Tim Diklat/Litbang KPM

Read more...

Kesuksesan di IMSO adalah Kesuksesan Guru Sekolah dan Guru Bimbel di Daerah

Bogorplus.com-Tangerang, Banten. -- Tim Olimpiade Klinik Pendidikan MIPA (KPM), yang berjumlah 15 orang, pada hari Jumat (24/11/2017) telah tiba di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten. Dengan membawa perolehan hasil yang membanggakan pada ajang International Mathematics and Science Olympiad (IMSO) 2017, di Singapura.

Ucapan selamat dan rasa bangga turut mewarnai pada saat acara penyambutan. Namun dari perolehan tersebut, lantas tidak serta-merta membuat tim KPM menjadi jumawa.

Presiden Direktur KPM, Raden Ridwan Hasan Saputra menilai, "Kami menyadari di balik kesuksesan itu tidak semata-mata karena keberhasilan KPM saja, tetapi juga karena guru-guru di sekolah yang telah membina anak-anak, dan juga guru les bimbingan belajar di daerah masing-masing, dimana pelajar tersebut dilatih dan menerima ilmu,” demikian penuturan (Pak Ridwan) dalam sambutannya.

Baca juga: 

Tim Olimpiade Klinik Pendidikan MIPA Raih Hasil Membanggakan di IMSO 2017

Kisah Inspiratif Motivator Supra Rasional dalam Membawa Tim KPM Sukses di IMSO 2017

Selamat, Inilah Daftar Jawara IMSO 2017 Tim Klinik Pendidikan MIPA

Pasca mengikuti prosesi penyambutan tim IMSO dari Singapura, Ridwan HS menyampaikan pesannya, “Saya berharap tali silaturahmi ini tetap terjaga karena kita semua bekerja untuk kepentingan bangsa Indonesia. Hakikatnya, momen-momen ini tidak boleh ada yang merasa dirinya paling berjasa dan hebat. Karena faktanya, pada saat kompetisi ditingkat nasional pun pelajar yang memeroleh medali emas, perak dan perunggu, merupakan hasil jasa-jasa guru di sekolah, guru les dan orangtuanya,” terangnya.

Diakhir keterangannya, pria yang kerap menjadi motivator cara berpikir supra rasional mengucapkan terima kasih kepada semua guru yang telah berjasa, sehingga murid-murid yang saat ini sedang menempuh pendidikan di KPM dapat berhasil dalam berbagai kegiatan. Semoga Allah SWT memberikan balasan pahala kebaikan yang terbaik kepada Bapak/Ibu,” pungkasnya.

 

Read more...

Kisah Inspiratif Motivator Supra Rasional dalam Membawa Tim KPM Sukses di IMSO 2017

Foto: Motivator Cara Berpikir Supra Rasional, Raden Ridwan Hasan Saputra

Bogorplus.com-Singapura. -- Kegigihan dan semangat yang kuat dari sosok Raden Ridwan Hasan Saputra melalui cara berpikir supra rasional, menuai hasil yang membanggakan. Ia berhasil membawa tim Klinik Pendidikan MIPA (lembaga binaannya) meraih 5 perak dan 3 perunggu dalam ajang bergengsi dunia, International Mathematics and Science Olympiad (IMSO) yang diselenggarakan pada tanggal 20 November - 24 November 2017 di Singapura.

Berbagai rintangan dan ujian selama 16 tahun lembaga tersebut berdiri, disikapi dengan pikiran terbuka dan jiwa yang ikhlas. Apalagi pada tahun 2016, Klinik Pendidikan MIPA dipercaya menggelar kompetisi serupa di Kota Tangerang, Indonesia, yang dibuka Presiden RI Joko Widowo.


Foto: Raden Ridwan Hasan Saputra menyambut Presiden Republika Indonesia, Bapak Joko Widodo. pada ajang IMSO 2016, Indonesia

Pak Ridwan (sapaan-akrabnya), pada tahun ini kembali mendapat kepercayaan untuk mengirimkan siswa/siswi terbaik binaannya. Dengan hanya bermodalkan waktu pembinaan selama 13 hari dan fasilitas sederhana, bukan menjadi halangan bagi Pak Ridwan untuk terus berbagi ilmu dan memoles kemampuan pelajar Indonesia dalam menghadapi IMSO 2017.

Dalam kesempatan wawancara, Ridwan HS bercerita tentang latar belakang tim binaannya. “Terus terang beberapa pelajar ini merupakan hasil seleksi yang dibuat KPM dari kelas khusus dan Juara Kompetisi Matematika Nalaria Realistik (KMNR),” ujarnya.

Baca juga: 

Tim Olimpiade Klinik Pendidikan MIPA Raih Hasil Membanggakan di IMSO 2017

Selamat, Inilah Daftar Jawara IMSO 2017 Tim Klinik Pendidikan MIPA

Kesuksesan di IMSO adalah Kesuksesan Guru Sekolah dan Guru Bimbel di Daerah

Bahkan, sambungnya, “Dari pelajar tersebut ada yang tidak lolos OSN dan gagal mengikuti seleksi IMSO melalui jalur pemerintah. Namun nyatanya, setelah kami bina,  banyak di antara mereka memiliki kesempatan untuk meraih cita-cita dan pengalaman berharga dalam ajang tersebut,” terangnya.

"Jika tujuan kita adalah Allah maka hal-hal yang tidak mungkin bisa jadi mungkin. Selama ini tujuan orang lomba adalah mendapatkan medali, padahal medali tersebut belum tentu diraih sesuai keinginan. Buat saya KPM bisa mengikutkan para siswanya ikut IMSO saja merupakan sebuah anugerah besar dari Allah dan ini sebagai bukti hal yang tidak mungkin menjadi mungkin, karena tidak semua lembaga swasta bisa ikut IMSO," ujar ketua pelaksana IMSO tahun 2016.

Peraih anugerah Tokoh Perubahan Republika 2013 ini berharap pada tahun depan akan semakin banyak pelajar binaannya untuk mendapatkan kesempatan tampil pada IMSO tahun 2018, tentunya melalui tahapan seleksi yang dibuat KPM, salah satunya, Olimpiade Matematika dan Sains Indonesia (OMSI).

“Inilah sumbangsih lembaga KPM untuk negeri ini dalam menyiapkan ‘bahtera’ di bidang pendidikan, karena bisa jadi suatu saat nanti, ada kemungkinan pemerintah akan mengurangi dana untuk lomba-lomba keluar negeri dan memfokuskan ke bidang lain. Oleh karena itu, mungkin lembaga seperti KPM yang akan tetap mengharumkan nama bangsa di bidang pendidikan lewat pembinaan terhadap anak-anak berbakat di bidang matematika dan sains." tutupnya.

Sumber: Litbang KPM

Read more...

Selamat, Inilah Daftar Jawara IMSO 2017 Tim Klinik Pendidikan MIPA

Bogorplus.com-Singapura. -- Ajang bergengsi International Mathematics and Science Olympiad (IMSO) 2017 jenjang Sekolah Dasar (SD) telah usai. Banyak cerita dan prestasi yang diukir dalam event tahunan tersebut.

Menurut team leader tim Klinik Pendidikan MIPA, Raden Ridwan Hasan Saputra,  “Alhamdulillah puji syukur kepada Tuhan Yang Maha Kuasa karena tim KPM pada tahun ini berhasil meraih 3 perak dan 2 perunggu untuk bidang matematika. Sedangkan untuk bidang IPA mendapatkan 2 perak dan 1 perunggu.  Disamping hasil yang membanggakan, tentu juga ada sejumlah kekurangan yang harus diperbaiki untuk meraih hasil yang lebih baik lagi pada event selanjutnya. Yang terpenting adalah kemampuan tim semakin terasah bakatnya dan menambah kepercayaan diri untuk berkompetisi di kancah Internasional.” ujar Ridwan HS.

Baca juga: 

Tim Olimpiade Klinik Pendidikan MIPA Raih Hasil Membanggakan di IMSO 2017

Kisah Inspiratif Motivator Supra Rasional dalam Membawa Tim KPM Sukses di IMSO 2017

Kesuksesan di IMSO adalah Kesuksesan Guru Sekolah dan Guru Bimbel di Daerah

Salah satu peserta, Amara Khairunnisa Dinata, turut bangga dan bersyukur atas hasil yang dicapainya, “Ini pertama kalinya saya ke Singapura. Alhamdulillah setelah melalui perjuangan yang berat, akhirnya saya dapat medali perak (matematika). Selain itu, walaupun soalnya sulit-sulit, banyak yang seru apalagi soal geometri,” ujar pelajar SD Pertiwi Bogor ini.

Hal senanda diungkapkan Andias Alfitra Santoso, pelajar asal SDI Al Azhar 15 Pamulang, Tangerang Selatan, mengaku senang dan bersyukur. “Karena IMSO tahun 2016 saya tidak mendapatkan medali, tetapi setelah banyak melakukan ibadah dan belajar yang sungguh-sungguh, Alhamdulillah saya pun mendapatkan medali perak (sains),” ungkap Andias yang telah mendalami sains sejak kelas 4 SD.

Saat ditanya, bagaimana tips dan trik yang sudah dilakukan untuk meraih prestasi tersebut. Maka keduanya pun angkat suara kepada tim bogorplus.com. “Kami melaksanakan apa yang telah diajarkan KPM (Pak Ridwan) tentang cara berpikir supra rasional. Yang terpenting adalah banyak berdoa dan berusaha. Banyak berusaha merupakan bagian dari merencanakan kesusahan. Jika sudah menjalani aktivitas keduanya, maka rezeki tak terduga akan kita dapatkan,” ujarnya penuh semangat.

Berikut daftar pemenang IMSO 2017 di Singapura.

Medali Perak (Matematika)

Nisrina Fathiyya Nugraha, SDIT Nurul Fikri Depok (Kiri)

Muhammad Ilham Alfarisi, SDIT Ummul Quro Bogor (Kanan)

Amara Khairunnisa Dinata, SD Pertiwi Bogor (Tengah)

 

Medali Perunggu (Matematika)

Aldyto Rafif Abhinaya, SDIT Luqman Al Hakim Surabaya (Kiri)

Jafferson Evans Manadi, SDK 6 Penabur Kelapa Gading Jakarta (Kanan)

 

Medali Perak (Sains)

Andias Alfitra Santoso, SDI Al Azhar 15 Pamulang, Tangerang Selatan (Kiri)

Danish Muhammad Putra Amiftama, SDN Rawamangun 12 Jakarta (Kanan)

 

Medali Perunggu (Sains)

Aneva Shalen Kaloko (SDN Menteng 01 Jakarta)

Sumber: Litbang KPM

Read more...

Tim Olimpiade Klinik Pendidikan MIPA Raih Hasil Membanggakan di IMSO 2017

Sebanyak dua belas pelajar Sekolah Dasar (SD) terpilih yang tergabung dalam tim Indonesia dari Klinik Pendidikan MIPA (KPM) berhasil memeroleh hasil membanggakan pada ajang kompetisi MIPA internasional yang bertajuk International Mathematics and Science Olympiad (IMSO) pada tanggal 20 November - 24 November 2017 di Singapura.

Bogorplus.com-Singapura.-- Sebanyak dua belas pelajar Sekolah Dasar (SD) terpilih yang tergabung dalam tim Indonesia dari Klinik Pendidikan MIPA (KPM) berhasil memeroleh hasil membanggakan pada ajang kompetisi MIPA internasional yang bertajuk International Mathematics and Science Olympiad (IMSO) pada tanggal 20 November - 24 November 2017 di Singapura.

Pada kompetisi yang dilangsungkan di Suntec Singapore Convention & Exhibition Centre, Singapura, kontingen tim Klinik Pendidikan MIPA yang terbagi dalam 2 tim, yaitu tim matematika & tim IPA mengikuti rangkaian kompetisi yang terbagi dalam 3 kategori yaitu isian singkat, uraian, eksplorasi (Matematika), dan eksperimen (IPA).

Adapun dua belas pelajar terpilih yang mewakili tim Indonesia KPM adalah 1. Aldyto Rafif Abhinaya (SDIT Luqman Al Hakim Surabaya),  2. Amara Khairunnisa Dinata (SD Pertiwi Bogor), 3. Andi Ghiyas Aqeel (SDI Athirah Makassar),  4. Andias Alfitra  (SDI Al Azhar 15 Pamulang), 5. Aneva Shalen K (SDN Menteng 01 Jakarta), 6. Danish M Putra A (SDN Rawamangun 12 Pagi Jakarta),  7. Jefferson Evans Mandasi (SDK 6 Penabur Kelapa Gading Jakarta), 8. M Hamiz Ghani A (SDI Al Azhar 15 Pamulang), 9. M Ilham Alfarisi (SDIT Ummul Quro Bogor), 10. Nisrina F. Nugraha (SDIT Nurul Fikri Depok), 11. Pasha Razaka F. Madjid (SDI Al Azhar 13 Rawamangun Jakarta), dan 12. Teuku Arkansyah Ali (SDN Rawamangun 12 Pagi Jakarta).

Saat dikonfirmasi tim Bogorplus.com, Presiden Direktur Klinik Pendidikan MIPA, Raden Ridwan Hasan Saputra, selaku team leader menyampaikan rasa syukurnya. “Alhamdulillah puji syukur kepada Tuhan Yang Maha Kuasa karena tim KPM pada tahun ini dapat berkesempatan mengikuti lomba yang sangat bergengsi. Karena ajang IMSO pada tahun ini diikuti oleh 21 negara dan 23 tim,” tuturnya.

Foto: Ratusan peserta IMSO dari berbagai negara memadati Suntec Exhibition Centre

Ridwan HS juga menambahkan, “Hasil ini menurut kami sangat membanggakan karena dalam proses pembinaannya, tim KPM hanya berlatih selama 13 hari (dibagi 2 tahap) dengan fasilitas yang sangat sederhana,” tambahnya.

Baca juga: 

Kisah Inspiratif Motivator Supra Rasional dalam Membawa Tim KPM Sukses di IMSO 2017

Selamat, Inilah Daftar Jawara IMSO 2017 Tim Klinik Pendidikan MIPA

Kesuksesan di IMSO adalah Kesuksesan Guru Sekolah dan Guru Bimbel di Daerah

 

Foto: Suasana peserta saat karantina IMSO 2017
Foto: Kegiatan penguatan spiritual melalui membaca Al Quran setiap pagi hari bagi peserta beragama Islam

Selain itu, team leader yang sudah malang melintang di kancah olimpiade Internasional ini berbagi tips membina timnya, “Walaupun sudah dibentuk tim dari berbagai pelajar hebat, KPM tetap menanamkan pola pembinaan yang baik, tentunya dengan mengedepankan pembinaan akhlak dan pendekatan spiritual. salah satu penerapannya adalah pada saat pembinaan, peserta rajin melaksanakan ibadah, bagi yang beragama islam seperti: sholat berjamaah, puasa Senin-Kamis, dan mengaji. Sedangkan bagi siswa yang beragama lain pun diminta rajin beribadah menurut agama dan kepercayaan masing-masing. Sehingga pada akhirnya perjuangan tim KPM itu pun berbuah manis, yakni untuk bidang matematika meraih 3 perak dan 2 perunggu. Sedangkan bidang IPA mendapatkan 2 perak dan 1 perunggu.”

Sumber: Tim KPM Lomba

Read more...

Inilah Daftar Tim & Raihan Penghargaan Pelajar Indonesia Dalam Ajang ITMO 2017

Bogorplus.com-Davao-Filipina. -- International Teenagers Mathematics Olympiad (ITMO) merupakan kompetisi dua tahunan yang bergengsi di tingkat Internasional karena tingkat kesulitan soalnya yang tinggi yang membutuhkan penalaran yang kuat dalam pemecahan soalnya. Indonesia pada ITMO 2017 ini mengirimkan 4 Tim untuk tingkat Sekolah Menengah Pertama dan 2 Tim untuk tingkat Sekolah Dasar yang terdiri dari 4 Team Leader, 4 Deputy Leader, dan 24 peserta. Semua peserta dibina oleh Klinik Pendidikan MIPA (KPM) Bogor dibawah asuhan pelatih Olimpiade Nasional dan Internasional, Raden Ridwan Hasan Saputra. Dalam ajang tersebut, Ridwan Hasan Saputra bersama tim KPM berhasil menghantarkan anak asuhnya dengan mendapatkan perolehan penghargaan sebagai berikut:

Tingkat Sekolah Dasar (SD)

Tim Indonesia A (KPM)

Lomba Individu:

  1. Nisrina Fathiyya Nugraha SDIT Nurul Fikri Depok (Medali Emas)
  1. Muhammad Ilham Alfarisi SDIT Ummul Quro Bogor (Medali Perak)
  2. Sandhya Mahendra Dhaneswara SD Global Islamic School (Medali Perunggu)
  3. Amara Khairunnisa Dinata SD Pertiwi Bogor (Medali Perak)

Lomba Tim               : Trophy Champion dan 4 medali emas

Lomba Grup             : Trophy 1st Runner Up

Juara Umum            : Peringkat ke-2 dan mendapatkan 4 medali perak

_ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _

Tim Indonesia B (KPM)

Lomba Individu:

  1. Danish Muhammad Putra Amiftama SD Negeri Rawamangun 12
  2. Muhammad Zaky Amani SD Jakarta Islamic School (Merit)
  3. Fransiskus Yuan Tanujaya SD Taman Rama School Denpasar (Medali Perunggu)
  4. Teuku Arkansyah Ali SD Negeri Rawamangun 12 (Merit)

Lomba Tim               : Trophy 1st Runner Up dan 4 Medali Perak

Lomba Grup             : -

_ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ 

Tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP)

Tim Indonesia A (Kemendikbud)

Lomba Individu:

  1. Gabriela Erin Mariangel SMP Santa Ursula (Medali Perak)
  2. Valenti Iverson SMP Sutomo 1 Medan (Medali Emas)
  3. Kanaya Padma Yudewo SMP Negeri 2 Depok (Medali Perunggu)
  4. Justin Adrian Halim SMP PL Bintang Laut Surakarta (Medali Emas)

Lomba Tim               : Trophy Champion dan 4 medali emas

Lomba Grup             : Trophy Champion

Juara Umum            : Peringkat ke-3 dan mendapatkan 4 medali perunggu

_ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ 

Tim Indonesia B (Kemendikbud)

Lomba Individu:

  1. Andrew Daniel Janong SMPK 4 Penabur (Medali Perak)
  2. Febrian Dwi Kimhan SMP Islam al-Azhar 5 Cirebon (Medali Perunggu)
  3. Samuel SMPK Angelus Curtos (Medali Perak)
  4. Ferdinand Halim Santoso SMP Kristen Kalam Kudus (Medali Perak)

Lomba Tim   : Trophy 1st Runner Up dan 4 Medali Perak

Lomba Grup : Trophy 1st Runner Up

_ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ 

Tim Indonesia C (KPM)

Lomba Individu:

  1. Gede Bagus Nanca Khrisnayukti SMP Negeri 1 Kuta Bali
  2. Nadia Azzahra Putri Arvi SMP Labschool Jakarta                 
  3. Pikatan Arya Bramajati SMP Negeri 2 Purwokerto (Merit)            
  4. Farrel Dwireswara Salim SMP Kharisma Bangsa Banten (Medali Emas)

Lomba Tim   : Trophy 1st Runner Up dan 4 Medali Perak

Lomba Grup : Trophy 2nd Runner Up

_ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ 

Tim Indonesia D (KPM)

Lomba Individu:

  1. Reyfandi Nawal Pratama SMP Negeri 115 Jakarta            
  2. Ainun Nadhifah Syamsiyah SMP Negeri 1 Surabaya              
  3. Muhammad Arif Wibisono SMP Islam Al Azhar 8 Kemang Pratama Bekasi (Merit)
  4. Muhammad Nadhif Haryadipta SMP Labschool Jakarta (Medali Perunggu)

Lomba Tim   : Trophy 2nd Runner Up dan 4 Medali Perunggu

Lomba Grup :  -

 

Sumber: Thyeadi Tungson/Litbang-KPM

Read more...

Tim Indonesia Raih Champion Pada Ajang International Teenagers Mathematics Olympiad di Davao, Filipina

Tim Olimpiade Matematika Indonesia meraih Champion baik untuk tingkatan siswa Sekolah Dasar (SD) maupun untuk tingkatan Sekolah Menengah Pertama (SMP) pada ajang International Teenagers Mathematics Olympiad (ITMO) ke-8 pada tanggal 08 s.d. 12 November 2017, di Davao, Filipina.

Bogorplus.com-Davao-Filipina. -- Tim Olimpiade Matematika Indonesia meraih Champion baik untuk tingkatan siswa Sekolah Dasar (SD) maupun untuk tingkatan Sekolah Menengah Pertama (SMP) pada ajang International Teenagers Mathematics Olympiad (ITMO) ke-8 pada tanggal 08 s.d. 12 November 2017, di Davao, Filipina. Pada ITMO 2017 ini Tim Indonesia yang terdiri dari Tim Kemendikbud dan Tim Klinik Pendidikan MIPA (KPM) berhasil meraih 12 medali Emas, 22 medali Perak, 13 medali Perunggu, 3 Trophy Champion, 5 Trophy 1st Runner Up, 2 Trophy 2nd Runner Up. Sebuah prestasi yang luar biasa diraih oleh Tim A SD dan Tim A SMP, dimana Tim A SD menjadi Juara umum ke-2 dan Tim A SMP menjadi Juara umum ke-3. Sebuah prestasi yang luar biasa juga ditorehkan oleh salah satu siswa yaitu Justin Adrian Halim dimana pada Lomba Individu, ananda berhasil mendapatkan full score. Kompetisi ini menjadi cetak prestasi yang luar biasa bagi siswa SD dan SMP di kancah Internasional.

International Teenagers Mathematics Olympiad (ITMO) merupakan kompetisi dua tahunan yang bergengsi di tingkat Internasional karena tingkat kesulitan soalnya yang tinggi yang membutuhkan penalaran yang kuat dalam pemecahan soalnya. Indonesia pada ITMO 2017 ini mengirimkan 4 Tim untuk tingkat Sekolah Menengah Pertama dan 2 Tim untuk tingkat Sekolah Dasar yang terdiri dari 4 Team Leader, 4 Deputy Leader, dan 24 peserta. Semua peserta dibina oleh Klinik Pendidikan MIPA (KPM) Bogor dibawah asuhan pelatih Olimpiade Nasional dan Internasional, Raden Ridwan Hasan Saputra. Pembinaan yang dilakukan KPM bukan hanya bertumpu pada pembinaan akademik semata, tapi juga pembinaan spiritual, team building, Pendidikan akhlak dan karakter, pembinaan jasmani, dan rekreasi.

Kompetisi ini diikuti oleh 172 peserta siswa Sekolah Menengah Pertama yang dikelompokkan menjadi 43 tim dan 84 siswa Sekolah Dasar yang dikelompokkan menjadi 21 tim. Lomba ini diikuti oleh siswa-siswi terbaik dari 16 Negara yaitu Afrika Selatan, Bulgaria, China, Filipina, India, Indonesia, Iran, Kamboja, Malaysia, Mongolia, Nepal, Rusia, Sri Lanka, Taiwan, Thailand, dan Vietnam. Tiap Peserta mendapatkan 2 tes yaitu Lomba Individu dan Lomba Tim. Pada Lomba Individu untuk siswa tingkat Sekolah Menengah Pertama mengerjakan 12 soal isian singkat dan 3 soal uraian dalam waktu 120 menit dan untuk siswa tingkat Sekolah Dasar mengerjakan 15 soal isian singkat selama 90 menit, sedangkan pada Lomba Tim baik siswa tingkat Sekolah Dasar dan Sekolah Menengah Pertama dalam 1 team (4 orang) mengerjakan 10 soal, dimana 8 soal pertama dikerjakan secara individual setelah mendiskusikan soal mana yang dikerjakan tiap siswa selama 35 menit, dan 2 soal terakhir dikerjakan bersama-sama dalam waktu 25 menit. Lomba Grup adalah penghargaan yang diberikan pada tim dengan nilainya diperoleh dengan menggabungkan 3 nilai tertinggi dari nilai individu pada tim tersebut.

Salah satu peserta yang bernama Farrel Dwi Reswara Salim dari SMP Kharisma Bangsa Banten yang juga merupakan salah satu siswa KPM mengungkapkan bahwa dirinya sangat senang bisa mendapatkan medali emas pada ajang ITMO 2017 di Davao, Filipina ini. Farrel mengatakan sebelumnya tidak menyangka akan mendapatkan medali emas, karena soal kompetisinya yang susah dan cut off yang tinggi. Kata Farrel lagi untuk mencapai ini dia melakukan latihan latihan rutin olimpiade di Sekolahnya yang dibantu oleh kakak kelasnya dalam belajar. Farrel juga memberikan tips agar bisa menghadapi soal Olimpiade maka harus banyak latihan

Ungkapan kegembiraan mendapatkan medali emas juga diungkapkan oleh Nisrina Fathiyya Nugraha siswa SDIT Nurrul Fikri. Nisrina mengatakan ia senang bisa meraih medali emas pada ajang ITMO 2017 ini. Nisrina mengatakan soal soalnya yang lumayan susah, membuat dia kurang percaya diri ketika awal mengerjakan soalnya, tapi berbekal persiapan diri mengerjakan soal soal kompetisi sebelumnya dengan bimbingan ibunya, dan mengikuti karantina di Klinik Pendidikan MIPA, maka dia bisa melewati kompetisi ini dan akhirnya mendapatkan medali emas. Tips dari Nisrina jika ingin bisa menjawab soal soal olimpiade maka harus lebih rajin dalam mengerjakan soal-soal olimpiade

Thyeadi Tungson yang merupakan pelatih tim KPM dan juga pelatih tim Kemendikbud mengungkapkan keberhasilan yang diraih oleh Tim Indonesia kali ini tidak terlepas dari pembinaan Suprarasional, Team Building, dan juga pembekalan karakter yang diberikan kepada peserta diluar materi latihan soal soal olimpiade matematika selama masa training center. Pelaksanaan lomba yang bertepatan pada Hari Pahlawan 10 November, juga dijadikan momentum oleh Tim Pelatih dengan memberikan semangat dan motivasi yang kuat kepada Tim Indonesia sebelum berlomba untuk bisa memberikan hasil yang terbaik bagi Bangsa dan Negara pada ajang ITMO 2017 ini.

JUARA PUZZLE CONTEST

Selain prestasi yang ditorehkan melalui Lomba Individu dan Lomba Tim, 4 orang peserta berhasil mendapatkan peringkat 8 besar dari 256 siswa yang mengikuti ITMO pada kompetisi puzzle “Tic tac Toe 3D” yang diadakan sehari sebelum kontes Individual dan Team. Adapun prestasi yang diraih adalah peringkat ke-3 atas nama Gabriela Erin Mariangel, peringkat ke-4 atas nama Justin Adrian Halim dan Pikatan Arya Bramanjati, dan Peringkat ke-7 atas nama Fransiskus Yuan Tanujaya.

Puji syukur ke hadirat Allah S.W.T, berkat rahmat dan kuasaNya tim Indonesia telah berhasil menorehkan prestasi gemilang ini pada International Teenagers Mathematics Olympiad 2017 yang diadakan di Davao, Filipina.

Sumber: Thyeadi Tungson/Litbang-KPM

Read more...

Cara Berpikir Suprarasional Merambah ke Filipina

Foto: Motivator Supra Rasional, Raden Ridwan Hasan Saputra tengah memberikan pelaihan cara berpikir supra rasional

Bogorplus.com-Davao-Filipina. -- Seisi ruangan dibuat terpukau dengan paparan Ir. R. Ridwan Hasan Saputra, M. Si. yang bertajuk Supra Rational in Teaching Math for Teacher. Sesi sharing disampaikan di hadapan 120 peserta seminar dengan latar belakang guru, kepala sekolah, dan para team leader dari berbagai negara peserta International Teenagers Mathematics Olympiad  2017 pada tanggal 10 November 2017 di Davao City, Filipina.

Selama ini ada asumsi keliru dari orang tua tentang makna pandai matematika. Matematika diasumsikan sekadar ilmu berhitung. Anak yang pandai berhitung, maka diasumsikan pandai bermatematika. Padahal esensi matematika bukan berhitung, tetapi kesepakatan terhadap aturan-aturan. Pak Ridwan HS menyebutnya dengan istilah ‘Matematika tanpa Angka’.

Dalam mengkaji matematika, para siswa diharapkan menyepakati dan mengikuti aturan dan setiap siswa tidak boleh melanggar aturan jika mereka tidak ingin mendapatkan hukuman atau disalahkan oleh gurunya. Sebenarnya dalam ruang kehidupan nyata pun, siswa diharapkan jadi sosok yang patuh pada aturan dan kesepakatan bersama. Matematika tanpa angka adalah pelajaran yang mengajarkan siswa menjadi orang yang taat hukum, norma, dan menjunjung tinggi nilai moral. Pak Ridwan HS mengatakan, “Sikap moral dan taat aturan merupakan wujud nyata dari tingkat spiritualitas dan kecerdasan emosional. Orang tua yang mengajarkan anak mereka norma dan moral yang baik sejak dini, maka orang tua tersebut hakikatnya sudah mengajarkan matematika tanpa angka.” Presiden Direktur Klinik Pendidikan MIPA ini pun menyampaikan satu pesan penting kepada para peserta seminar, “Belajar norma dan sikap moral yang baik itu lebih penting diajarkan dan dididik lebih awal daripada belajar konten matematika”. Ketika anak belajar sikap moral yang baik, daya nalar anak akan meningkat dan membuat anak akan mudah memahami pelajaran matematika (matematika dengan angka) di sekolahnya.  

Virgil Y. Batos, salah seorang guru yang menjadi peserta seminar mengaku sangat tertarik untuk lebih mendalami ilmu suprarasional yang disajikan pembicara. “Cara berpikir suprarasional adalah cara berpikir yang jika diterapkan akan membuat guru dapat memberikan layanan pembelajaran terbaik untuk para siswa. Mengajarlah dengan sepenuh hati agar siswa dapat terbantu untuk lebih menyenangi dan memahami pelajaran matematika. Matematika itu tidak sulit. Syaratnya, guru harus punya beragam strategi dan sikap mengajar yang baik. Itu hal penting yang saya dapatkan dari presentasi Pak Ridwan.”

Senada dengan ungkapan Virgil Y. Batos, seorang kepala sekolah bernama Concordia S. Talaid menyatakan rasa suka cita atas penyajian materi dari Pak Ridwan HS. “Topik materi tentang cara berpikir suprarasional sangat bermanfaat sebab saya menjadi semakin memahami cara yang harus dilakukan seorang guru untuk membuat para siswanya mencintai matematika. Saya juga sepakat bahwa anak-anak tak cukup hanya dipenuhi kebutuhan raganya (pangan, sandang, papan), tetapi harus dipenuhi juga kebutuhan jiwanya (beribadah pada Tuhan). Kebutuhan jiwa sangat penting bagi kehidupan anak-anak. Karena dengan memenuhi kebutuhan jiwa anak, mereka akan tumbuh menjadi anak yang sukses dan bahagia menjalani kehidupannya.” Bu Concordia menaruh respek pada sosok Pak Ridwan HS dengan gagasan ‘Cara Berpikir Suprarasional’-nya. Beliau tak puas hanya mendapatkan ilmunya sendirian. Dalam waktu dekat, beliau berencana mengundang Pak Ridwan HS untuk berbagi ilmu tentang cara berpikir suprarasional dalam konteks pembelajaran matematika bagi guru-guru, sesama rekan sejawatnya yang berprofesi sebagai kepala sekolah, bahkan merekomendasikan kepada para koleganya para dosen di universitas.

Tak dinyana, ide cara berpikir suprarasional sudah mulai merambah ke Filipina. Pak Ridwan berharap hal ini menjadi pertanda positif bagi dirinya dan Klinik Pendidikan MIPA untuk terus konsisten berkiprah dan menebar ilmu cara berpikir suprarasional di Indonesia bahkan di dunia internasional. Hal ini semakin meneguhkan keyakinan bahwa ilmu cara berpikir suprarasional bersifat universal dan dapat bermanfaat bagi semua kalangan lintas bahasa, lintas agama, bahkan lintas bangsa.

Read more...

SDIT Al Fikri Bekasi: ‘Fun Math & Science Go to School Hadirkan Eksplorasi MIPA yang Menyenangkan’

Foto: Antusias peserta menyambut fun math and science dari Klinik Pendidikan MIPA (KPM)

Bogorplus.com-Bekasi - Jawa Barat. -- Tepat pukul 07.45, Selasa (07/11/2017), Tim FMS Read1 Group disambut oleh Ibu Kepala Sekolah dan Dewan Guru SDIT AL FIKRI Cikarang dengan sangat ramah. Sebanyak 125 siswa/siswi kelas 5 dan 6 mengikuti kegiatan belajar eksplorasi matematika dan sains dengan konsep yang menyenangkan. Kegiatan dimulai pukul 08.30 WIB yang dihelat di aula dan  lapangan sekolah. Acara dibuka oleh kepala sekolah, yaitu Ibu Nila Ambarsari.

Setelah kepala sekolah memberikan otorisasi belajar, instruktur memulai acara dengan senam otak dan ice breaking, pembagian grup, dan yel-yel penambah semangat. Kegiatan ini dibagi menjadi 2 sesi "Fun Math & Science Go to School" di SDIT Al FIKRI Cikarang, Kabupaten Bekasi dengan konsep eksplorasi dalam bentuk simulasi nyata (real-life experiences).

Foto: Siswi kelas 6 SD sedang bekerjasama bermain labirin

Sementara siswa kelas 6 mengikuti program fun math games & out door learning character building di lapangan sekolah, permainan satu persatu diikuti semua peserta dengan antusias dan gembira. Walaupun terik matahari menyengat, tak mematahkan semangat dan antusias belajar peserta.

Dari kegiatan tersebut membuat Fikri siswa kelas 6 ini mengaku senang dan bangga, “Saya menemui banyak permainan menarik, pelatihnya baik, dan saya ingin mencoba eksperimen selanjutnya,” ujarnya dengan rasa senang. 

Hal senada disampaikan Savira. Menurutnya, dengan adanya eksplorasi MIPA ini jadi bahan ilmu buat kami, ternyata cara belajar MIPA itu banyak macamnya. Apalagi dilatih oleh kakak-kakak yang menyenangkan, membuat saya semakin menyenangi pelajaran MIPA. Terima kasih kakak pelatih dan KPM, ungkapnya. 

Dikonfirmasi secara bersamaan, Kepala SDIT Al Fikri, Ibu Nila Ambarsari turut bangga dan memberikan apresiasi. Saat ditanya mengapa sekolah mengadakan Fun Math & Science, beliau berujar, “Karena saat ini siswa perlu diperkenalkan dengan sajian pembelajaran MIPA yang menarik, tidak hanya secara konvensional. Tentunya kita berharap dengan metode eksplorasi dalam bentuk permainan dan dikombinasikan simulasi nyata, diharapkan dapat mengasah kemampuan nalar, eksplorasi, strategi, serta meningkatkan minat siswa pada mata pelajaran Matematika dan IPA (MIPA). Selain itu, hal ini juga dapat membantu siswa agar meningkatkan kerja sama dan menjalin komunikasi yang positif antar siswa.” tutup Ibu Nila.

Sumber: Sastria/FMS-KPM

Read more...

Pelatihan MNR Seikhlasnya: Sarana Strategis Membangun Peradaban yang Unggul dan Berkualitas

Foto: Instruktur sedang memberikan pelatihan dinamika kelompok

Bogorplus.com-Ciomas - Kab. Bogor. -- Manusia adalah makhluk sosial, yang dalam perkembangannya memerlukan bantuan orang lain, sejak lahir sampai meninggal. Orang tua mendaftarkan anaknya ke sekolah dengan harapan guru dapat mendidiknya menjadi manusia yang dapat berkembang optimal. Minat, bakat, kemampuan, dan potensi-potensi yang dimiliki peserta didik tidak akan berkembang secara optimal tanpa peran guru.

Selain menumbuhkembangkan potensi siswa, diharapkan sosok guru dapat menjadi garda terdepan dalam perbaikan kualitas sumber daya manusia untuk masa yang akan datang. Dengan gagasan dasar tersebut, sebanyak 28 guru yang berasal dari berbagai daerah seperti, Jabodetabek, Kebumen, Ciamis, Boyolali, Sukabumi, Bandung, Probolinggo, dan Banjarmasin hadir ke Padepokan Amir Syahrudin, Klinik Pendidikan MIPA (KPM), Bogor, untuk mengikuti kegiatan Pelatihan Metodologi Matematika Nalaria Realistik (MNR) yang dihelat pada tanggal 07 November - 10 November 2017. 

Foto bersama panitia dan peserta di Padepokan Amir Syahrudin, KPM, Bogor

Acara yang digelar selama 4 hari 3 malam ini menyajikan materi-materi yang menarik dan luar biasa, di antaranya: Cara Berpikir Suprarasional, Cara Menjadi Guru Hebat dan Berkah, Metodologi Pembelajaran Matematika Nalaria Realistik (MNR), Berhitung Matematika Metode Kotak-Kotak , dan Strategi Pengembangan Komunitas Indonesia Ikhlas di Bidang Pendidikan. 

Foto: Suasana pelatihan di ruang kelas

Bapak Yohanes S.H. Prabowo, salah satu peserta asal Probolinggo, mengakui mendapatkan pengalaman luar biasa saat bisa hadir di acara KPM. “Saat saya mendapat kabar telah lolos seleksi menjadi peserta, Pak Yo (sapaan-akrabnya) terus mengucap puji syukur kepada Tuhan dan berkali-kali mengucapkan terima kasih pada Bapak Misbah (tim KPM) yang telah menyampaikan kabar bahagia tersebut,” ungkapnya. 

Pria kelahiran Banyuwangi 38 tahun silam ini menambahkan, “Di zaman seperti ini, saya hampir kesulitan menemukan komunitas yang mendasari sikap hidupnya di atas landasan keikhlasan. Dalam agenda pelatihan ini, saya tak hanya belajar ilmu tentang matematika, namun banyak mendapatkan ilmu tentang makna kehidupan. Salut untuk panitia yang bisa membangun suasana keakraban di antara sesama peserta. Pesan untuk KPM, teruslah istiqomah untuk berkiprah dan berkarya.”

Hal berbeda dikemukakan peserta asal Boyolali, Ibu Yekti Arianik. “Saya hadir ke Bogor karena mendapat cerita menarik dan mengesankan dari teman saya yang juga ikut pelatihan MNR angkatan sebelumnya. Saya merasa bersyukur bisa mengikuti kegiatan ini. Banyak hal bermanfaat yang saya dapatkan dari kegiatan pelatihan MNR. Hal ini semakin memotivasi saya untuk mengamalkan dan menyebarkan ilmu tentang Sistem Metode Seikhlasnya (SMS) dan Matematika Nalaria Realistik (MNR) di tempat tinggal saya nanti.”

Disela-sela menjadi pelatih tim nasional pada Olimpiade Matematika Internasional di Davao, Filipina. Presiden Direktur KPM, Raden Ridwan Hasan Saputra, dalam rekaman suaranya menyampaikan apresiasi yang luar biasa atas kehadiran dan dedikasi yang diberikan para peserta. 

Peraih Tokoh Perubahan Republika 2013 ini berpesan agar para guru sebagai pendidik dapat menerapkan cara berpikir supra rasional. Karena dengan menggunakan cara berpikir ini akan menjadikan manusia memperoleh kebahagiaan jiwa dan raga dalam mengarungi hidup yang penuh dengan ketidakpastian. Selain dengan cara tersebut, Ridwan HS berharap agar ilmu yang sudah diterima dapat diaplikasikan dan disebarkan ke masyarakat umum. Semoga hal ini menjadi bekal hidup yang In Sha Allah akan membawa hidup kita menjadi lebih berkah”  tutup Ridwan HS.

Sumber: Rep. Asep Sapa'at/Misbah Epriyandi/Diklat-KPM 

Read more...
Topik Banner Bottom
ads by bogorplus.com