Menu
RSS
Banner Top Topik Sepekan

Items filtered by date: December 2017

Ratusan Pelajar Meriahkan Fun Math & Science di Gunung Bunder

Foto: Lokasi Pelaksanaan Fun Math & Science di Gunung Bunder, Kab.Bogor-Jawa Barat.

Bogorplus.com-Pamijahan-Kab.Bogor-Jawa Barat – Program pembelajaran yang mengusung tema edutainment and outdoor learning menjadi kian diminati para pelajar untuk mengisi liburan akhir semester. Kendati harus rela berpanas-panasan, tidak menyurutkan semangat 230 pelajar kelas 4, 5, 6 sekolah dasar (SD) dan 7, 8, 9 sekolah menengah pertama (SMP) se-Jabodetabek datang ke Goa Bunder, Gunung bunder-Jawa Barat, untuk mengikuti Fun Math and Science Camp, yang digelar Read1 Learning & Development Center (RLDC)  beberapa hari yang lalu, Selasa (12/12/2017).

Selain memiliki panorama alam yang indah, gunung bunder juga disebut-sebut memiliki suasana santai dan sejuk dengan berbagai pepohonan menjadikan lokasi ini strategis untuk menggelar acara pengenalan lingkungan sambil belajar eksplorasi MIPA.

Saat dikonfirmasi tim bogorplus.com, penanggung jawab kegiatan, Dwi Samto menjelaskan maksud dan tujuan dari kegiatan ini. “Tentunya kita berharap pelajar dapat beradaptasi dengan mengenal lingkungan sejak dini. Disamping menciptakan generasi yang intelek dalam bidang MIPA dan memperkuat pendidikan karakter.

Kak Dwi (sapaan akrabnya) menilai, “Pendekatan outdoor learning menggunakan lokasi alam terbuka dipandang sangat efektif. dimana setiap pelajar akan dapat merasakan, melihat langsung bahkan dapat melakukannya sendiri, sehingga transfer pengetahuan berdasarkan pengalaman di alam dapat dirasakan, diterjemahkan, dikembangkan berdasarkan kemampuan yang dimiliki,” ujarnya.

Lebih lanjutnya, “Pendekatan ini mampu mengasah aktivitas fisik dan sosial anak, dimana anak akan lebih banyak melakukan kegiatan-kegiatan yang secara tidak langsung melibatkan kerjasama antar teman dan kemampuan berkreasi. Aktivitas ini akan memunculkan proses komunikasi, pemecahan masalah, kreativitas, pengambilan keputusan, saling memahami, dan menghargai perbedaan.

Menurut pantauan bogorplus.com, uniknya kegiatan ini, ratusan pelajar diajak dan dibekali macam-macam kegiatan, baik yang merangsang kreativitas berpikir maupun kerjasama kelompok. Seperti: exploration mathematics games, experiment fun science, motivation & character building for student, exploration math shop, exploration science agriculture serta wisata matematika bela negara.

Selain materi eksplorasi dan eksperimen, panitia juga menyuguhkan fun games, seperti: robot A, the toxic, spider web, buldozer, labirin show, glases race, blind volley, take the ball, water transfer and practicing archery.

Sumber: Dwi Samto/FMS/RLDC

Read more...

Serunya Liburan Akhir Pekan Bersama Fun Math and Science

Bogorplus.com-Pulo Gadung-Jakarta Timur-- Sebanyak 230 pelajar kelas 2 SD - 9 SMP/Sederajat, berbondong - bondong datang ke SD Muhammadiyah 24 Rawamangun, Jakarta Timur. Pada hari sabtu (09/12/2017), sekolah yang beralamat di Jalan Balai Pustaka Barat No.2, RT. 04/RW. 12, Rawamangun, Jakarta Timur menggelar acara Fun Math and Science (FMS).

Seperti yang diketahui, kegiatan FMS yang digagas Read1 Learning & Development Center (RLDC) menerapkan metode active learning, fun learning, dan experiential learning. Desain pengalaman belajar dibuat menjadi lebih interaktif, mengesankan dan menyenangkan. Harapannya, hal ini berdampak positif bagi peningkatan motivasi belajar, penguatan pendidikan karakter, sikap, mental bahkan kemampuan siswa.q Acara FMS memberikan bekal kepada siswa pentingnya keterampilan berpikir kriti -kreatif, komunikatif, kolaborasi dan kerjasama.

“Apakah di sini ada yang tidak suka dengan mata pelajaran MIPA?” tanya Dwi Samto saat membuka acara. Faktanya, banyak sekali yang tidak suka akan mata pelajaran tersebut. Tentunya hal ini merupakan pekerjaan rumah bagi kita semua karena matematika dan sains kerap menjadi momok menakutkan bagi setiap anak.

“Atas hal itu, perlu adanya upaya agar Kita dapat menciptakan metode pembelajaran yang berkualitas, berorientasi pada kebutuhan belajar anak, serta mampu mengasah keterampilan hidup anak. Di sinilah FMS hadir untuk memfasilitasi proses belajar anak secara nyata dan kontekstual" kata Kak Dwi sapaan akrabnya.

Pria yang telah malang melintang dalam permainan kreatif ini menilai, “Permainan matematika dan sains yang digagas bersama tim ini berharap menjadi pilihan strategi pembelajaran yang menyenangkan, Di antaranya: tic tac toe , hopper , logic , wheel math games, water vs oil experiment, and ballon race.

Putri dan Dzaki salah satu peserta mengatakan, “Mereka sangat senang bisa mengikut acara fun math and sceince ini. Banyak ilmu yang di dapat dan banyak temen baru. Hal yang paling berkesan saat melakukan oil vs water experiment. Ternyata saya bisa mengambil kesimpulan bahwa air dan minyak tidak bisa bersatu karena masa air lebih berat dari minyak,” ungkap Putri dan Dzaki saat bermain dengan dalam satu kelompok.

Di akhir acara, Kak Dwi menanyakan kembali kepada semua peserta terkait kesan ikut acara FMS. Ternyata mayoritas peserta yang telah mengikuti Fun Math and Science (FMS) ini mengaku puas dan senang sehingga semakin ingin mendalami lebih jauh tentang MIPA.

 

Sumber: M Ihsan/FMS/RLDC-KPM

Read more...

Tim Klinik Pendidikan MIPA Raih Prestasi Lomba Matematika di Malaysia

Kedah-Malaysia -- Tim Olimpiade Matematika Klinik Pendidikan MIPA (KPM) kembali menorehkan prestasi pada ajang Challenge for Future Mathematicians’ ke-4 pada tanggal 08 s.d. 11 Desember 2017 di Sungai Petani, Kedah, Malaysia. Pada CFM ke-4 tahun 2017 ini, Tim Klinik Pendidikan MIPA (KPM) berhasil meraih 2 medali perak, 9 medali perunggu, 13 Merit, 1 trofi 1st Runner Up Team. Sebuah prestasi yang patut disyukuri karena pada kali ini KPM banyak menurunkan komposisi tim dari peserta pemula yang baru pertama kali ikut ambil bagian di ajang CFM ini. Prestasi anak-anak Indonesia di kompetisi CFM ini dapat memberikan motivasi yang lebih bagi siswa untuk bisa meningkatkan prestasi pada kompetisi dengan tingkat yang lebih tinggi di kancah kompetisi matematika internasional lainnya.

Challenge for Future Mathematicians’ (CFM) ke-4 merupakan kompetisi tahunan yang diperuntukkan bagi siswa pemula di tingkat internasional karena soal yang disajikan merupakan soal yang sangat mendasar dan tapi membutuhkan penalaran yang diperlukan oleh setiap siswa pemula untuk mendapatkan pengalaman sebagai persiapan mereka untuk melangkah ke kompetisi dengan tingkat kesulitan yang lebih tinggi.

KPM pada CFM ke-4 ini mengirimkan 24 peserta yang terbagi menjadi 6 Tim, yaitu 1 tim Middle Primary (kelas 3-4), 3 tim Upper Primary (kelas 5-6), dan 2 tim Junior (Siswa SMP) yang didampingi 1 team leader dan 5 deputy leader. Semua peserta dibina oleh Klinik Pendidikan MIPA (KPM) Bogor dibawah asuhan pelatih Olimpiade Nasional dan Internasional, Raden Ridwan Hasan Saputra. Pembinaan yang dilakukan KPM bukan hanya bertumpu pada pembinaan akademik semata, tapi juga pembinaan spiritual, team building, serta pendidikan karakter, dan pembinaan jasmani.

Kompetisi ini diikuti oleh 48 peserta siswa Middle Primary(MP), 52 siswa Upper Primary(UP), dan 48 siswa Junior yang dikelompokkan menjadi 12 tim MP, 13 tim UP, dan 12 tim Junior. 5 negara kontestan CFM, yaitu Indonesia, Malaysia, Filipina, Thailand, dan Vietnam. Tiap peserta harus menghadapi 2 tes, yaitu lomba individu dan lomba tim. Pada lomba individu di level MP dan UP, peserta harus mengerjakan 20 soal isian singkat. Sedangkan tiap peserta Junior mengerjakan 16 soal isian singkat dan 2 soal uraian. Untuk lomba individu berlangsung selama 90 menit. Sedangkan pada lomba tim, baik siswa tingkat MP, UP, dan Junior dalam 1 team (4 orang) mengerjakan 10 soal, di mana 8 soal pertama dikerjakan secara individual setelah mendiskusikan soal mana yang dikerjakan tiap siswa selama 35 menit, dan 2 soal terakhir dikerjakan bersama-sama dalam waktu 35 menit.

Salah satu peserta yang bernama Farel Zakwan Andarya, siswa kelas 6 dari SDN Cibatok 03 yang juga merupakan siswa KPM Bogor di kelas 6 Berbakat A mengungkapkan pendapatnya terkait soal soal CFM kali ini yang menurutnya lumayan menantang dan unik. Untuk menghadapi lomba CFM kali ini, Farel membekali diri dengan belajar mengerjakan soal soal matematika dan juga menambah tabungan jiwa sebanyak mungkin. Walaupun berangkat ke kompetisi CFM dalam keadaan sakit, tapi Farel berhasil meraih medali perak, dan timnya meraih penghargaan 1st Runner Up Team (juara ke 2). Terakhir Farel mengungkapkan dia sangat bahagia dan senang bisa mengikuti kompetisi CFM kali ini karena bisa mendapat banyak teman dan dapat berinteraksi bersama orang dari luar negeri.

Salah satu peserta lain, yaitu Novelya Putri Ramadhani, siswi kelas 8 dari sekolah SMP Islam Athirah 1, Makassar yang juga merupakan siswi KPM Makassar, mengungkapkan bahwa lomba CFM kali ini soalnya menantang. Di beberapa soal Novelya mengaku kurang teliti menyelesaikannya. Walaupun demikian Novelya menyatakan sangat senang bisa mengikuti CFM kali ini. Novelya berhasil meraih medali perak. Bagi Novelya, mengikuti kompetisi CFM bukan sekadar untuk mengasah kemampuan di bidang matematika, tapi juga menambah pengalaman dan menambah teman dari negara lain.

Orang tua dari Gregory Edward Suryawan tak bisa menyembunyikan rasa senangnya dan bersyukur karena anaknya bisa mengikuti CFM bersama KPM.  Beliau mengungkapkan bahwa bimbingan dari KPM sangat luar biasa dan sangat memuaskan, sesuai moto KPM yg tidak ada di tempat lain. Selama karantina anak- anak selalu diingatkan untuk takut akan Tuhan dan selalu berbuat baik agar hasil yang diperoleh memuaskan. Sungguh dalam pembinaan yangg singkat selama 1 minggu, anak-anak banyak yang mendapatkan hasil yg terbaik. Beliau pun menyatakan ingin agar Gregory di masa mendatang bisa ikut lagi berkompetisi bersama KPM.

Thyeadi Tungson, team leader tim KPM pada CFM kali ini mengungkapkan keberhasilan yang diraih oleh Tim KPM kali ini tidak terlepas dari pembinaan suprarasional, team building, dan juga pembekalan karakter yang diberikan kepada peserta diluar materi latihan soal-soal olimpiade matematika selama masa karantina. Thyeadi mengungkapkan, kompetisi matematika itu perlu bagi siswa untuk mengasah kemampuannya dibidang matematika, tapi yang lebih penting adalah siswa mampu menjaga ibadahnya, selalu menjaga sikap dan tingkah laku, menunjukkan sopan santun, dan juga saling menghormati selama berkompetisi. Sebuah perasaan bangga diungkapkan Thyeadi pada CFM kali ini karena tim KPM mampu menunjukkan sikap yang baik, ramah, dan rapi. Ini terbukti dari banyaknya ucapan salut yang datang dari panitia dan delegasi dari negara-negara lain terhadap sikap tim KPM selama kompetisi berlangsung.

Berikut adalah data capaian Tim KPM pada CFM ke-4 di Sungai Petani, Kedah, Malaysia:

 

Peraih Medali Perak

  • Farel Zakwan Andarya (Upper Primary) SDN Cibatok 03 Bogor
  • Novelya Putri Ramadhani (Junior) SMP Athirah 1 Makassar

 

Peraih Medali Perunggu

  • Andi Fayyaz Rizq (Middle Primary) SD Islam Athirah Makassar 
  • Audwi Putri Revania (Upper Primary) SD Islam Athirah 1 Makassar
  • Abdul Ghani Afandy (Upper Primary) SD Islam Athirah Makassar
  • Gregory Edward Suryawan (Upper Primary) SDK Tunas Daud Mataram
  • Najwa Kahani Fatima (Upper Primary) SD Islamic International School PSM Kediri
  • Muhammad Saddam Prakasa Ramadhan (Upper Primary) SD Al Jannah Islamic School Jakarta
  • Kanaya Shafi Azzahra (Junior) SMP Islam Athirah 2 Makassar
  • Dzubyan Ilman Ramadhan (Junior) SMPIT Al Ibrah Gresik
  • Farhan Nafis Rayhan (Junior) SMPI Al Azhar 19 Cibubur Jakarta

 

Peraih Merit

  • Hafidz Ghaisan Almahiri (Middle Primary) SDN Polisi 1 Bogor
  • Muhammad Haidar Sutan (Middle Primary) SDIT Al Muhajirin
  • Brendanty Ghumaisa Artalia (Middle Primary) SDI Al Azhar 9 Kemang Pratama Bekasi
  • Halaawah Bilqis Athifah (Upper Primary) SDIT At Taufiq Depok
  • Kenzie Caesar Mahardika (Upper Primary) SD Islam Al Azhar 20 Cibubur, Jakarta
  • Nurul Ilmi Hasanah (Upper Primary) SD Polisi 4 Bogor
  • Fahrana Zarifa Walljismi (Upper Primary) SDI ABATA
  • Muhammad Rayhan Khayrul Amri (Upper Primary) SDI ABATA
  • Raihana Bunga Syareefa Setiawan (Upper Primary) SDI ABATA
  • Abid Humam Rusydan (Junior) SMP Al Hikmah Surabaya
  • Hana Azizah (Junior) SMP Negeri 1 Surabaya
  • Maulana M Akbar Aldizar MTSN 1 Kota Tangerang
  • Raja Fahd Saefudin MTsN Tambakberas Jombang

 

Peraih Penghargaan 1st Runner Up Team

  • Audwi Putri Revania (Upper Primary) SD Islam Athirah 1 Makassar
  • Farel Zakwan Andarya (Upper Primary) SDN Cibatok 03
  • Gregory Edward Suryawan (Upper Primary) SDK Tunas Daud Mataram
  • Fahrana Zarifa Walljismi (Upper Primary) SDI ABATA

 

Sumber: Tim lomba/Diklat KPM

Read more...

Pelatihan MNR Bangkitkan Jiwa dan Daya Juang Guru

Peserta Pelatihan 4 Hari 3 Malam, Angkatan Ke-5, bertempat di Padepokan Amir Syahrudin Klinik Pendidikan MIPA, 14-17 November 2017

Bogorplus.com – Ciomas, Kab. Bogor – Ada kenangan yang tertinggal dan tak mudah dilupakan oleh para peserta pelatihan Matematika Nalaria Realistik (MNR) angkatan ke-5. Bu Guru Nia Irniani, guru SDN Bojonglongok (Sukabumi) ini sangat terkesan dengan konsep pelatihan yang diusung Klinik Pendidikan MIPA (KPM). Beliau menyampaikan sudah terbiasa mengikuti beragam agenda pelatihan guru. Namun, pelatihan MNR memiliki kekhasan tersendiri yang tak dijumpainya di event pelatihan lain yang telah diikutinya.

“Saya belum pernah merasakan nuansa pelatihan seperti ini. Fasilitas pelatihannya sederhana, namun cara KPM merancang aktivitas pelatihannya super hebat. Sangat menggugah hati saya.” tutur alumni STKIP PGRI Sukabumi ini. Bu Nia yang juga berstatus sebagai Instruktur Nasional Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan memberikan pandangannya tentang esensi dan tujuan pelatihan MNR. Beliau berujar, “Jiwa guru saya seakan dibangkitkan. Pelatihan MNR sangat menyentuh sisi spiritual saya, saya tak hanya sekadar mendapatkan metode pembelajaran yang bagus dan menyenangkan. Disini juga dipupuk kecintaan terhadap profesi dan dipupuk pula jiwa pengabdian serta keikhlasan. Alangkah baiknya pemerintah bisa mengadaptasi konsep pelatihan MNR ini bagi guru-guru Indonesia.”

Acara pelatihan MNR dihelat selama 4 hari 3 malam dengan menyajikan materi-materi pelatihan, di antaranya: Cara Berpikir Suprarasional, Cara Menjadi Guru Hebat dan Berkah, Metodologi Pembelajaran Matematika Nalaria Realistik (MNR), Berhitung Matematika Metode Kotak-Kotak , dan Strategi Pengembangan Komunitas Indonesia Ikhlas di Bidang Pendidikan. 

Pak Idham Cholid, guru SMP Terbuka Dewantara turut menyampaikan pandangannya ikhwal pelatihan MNR. Pak Idham merenungi dan memetik satu pelajaran penting dari keikutsertaannya di acara pelatihan MNR. “MNR adalah metode, sedangkan jiwa menjadi guru adalah hal yang utama. Saking pentingnya guru yang berjiwa pendidik, kita bisa mengatakan bahwa keberhasilan pendidikan  sama artinya dengan keberhasilan risalah perjalanan hidup guru.”

Presiden Direktur KPM, Raden Ridwan Hasan Saputra, sangat mengapresiasi kesungguhan peserta pelatihan MNR yang didominasi oleh para guru. Di zaman sekarang, tak mudah menjalani peran sebagai guru. Potret guru di Indonesia ibarat daun salam, begitu istilah mantan Ketua Umum Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI), Prof. Dr. Muhammad Surya. Daun salam banyak digunakan ibu-ibu untuk memasak, supaya masakannya sedap. Pepes ikan, sayur lodeh, nasi uduk, sayur asem, semua pakai daun salam. “Tetapi tatkala mau dihidangkan, yang dibuang lebih dulu adalah daun salam. Rasanya tidak sopan kalau menghidangkan masakan masih ada daun salamnya. Begitu yang dialami guru,” katanya (Gatra, 26 November 2005).   

Pak Ridwan HS berpesan agar para guru jangan salah pilih majikan. Majikan guru adalah Allah SWT, Tuhan Yang Maha Kuasa. Jadi, jangan gentar dengan segala persoalan yang mendera hidup guru. Agar hidup guru bahagia dan berkah, gunakan cara berpikir suprarasional. “Guru memiliki kebutuhan raga (pangan, sandang, papan) dan kebutuhan jiwa (beribadah kepada Allah SWT). Kebutuhan raga dapat dipenuhi dengan tabungan raga (uang). Sedangkan kebutuhan jiwa hanya bisa dipenuhi lewat tabungan jiwa (pahala). Jangan hanya berfokus pada tabungan raga karena banyak hal yang tak bisa dipenuhi dengan tabungan raga, seperti hidup bahagia, rumah tangga rukun, anak-anak tumbuh jadi pribadi saleh dan berprestasi, dsb. Mulailah fokus mengumpulkan tabungan jiwa (pahala) dengan cara lebih dekat pada Sang Maha Pencipta, memperbanyak berbuat kebajikan, mengurangi perbuatan dosa.” ungkap penulis buku Cara Berpikir Suprarasional ini. Orang dengan tabungan jiwa yang banyak bisa jadi orang besar. Jika guru mulai mengamalkan ilmu cara berpikir suprarasional, maka guru bisa jadi orang-orang besar dengan keberlimpahan manfaat untuk orang lain.

Sumber: Asep Sapa'at/Diklat KPM

Read more...
Topik Banner Bottom
ads by bogorplus.com