Menu
RSS
Banner Top Topik Sepekan

Items filtered by date: September 2018

Dua Pekan Digelar, Uji Soal MNR 2018 Tembus Ratusan Ribu Peserta

Foto: Uji Soal MNR digelar di SDIT Al Khairaat Jakarta/Dok. Facebook KPM Jakarta

BOGORPLUS.COM-Bogor-Jawa Barat – Dua pekan lebih digelar, event Uji Soal MNR 2018 dibanjiri sekolah pendaftar. Menurut informasi yang diterima dari tim Klinik Pendidikan MIPA, tercatat jumlah peserta dari seluruh daerah mencapai 100.000 peserta. Event yang digelar sejak tanggal 13 September 2018 berhasil menyita perhatian insan pendidikan, khususnya sekolah karena disinyalir membawa segudang manfaat bagi peserta didik maupun sekolah.

“Angka ini masih akan terus bertambah, seiring akan berakhirnya masa Ujian Tengah Semester (UTS) diberbagai sekolah,” ungkap Muchammad Fachri selaku Kepala Divisi Lomba KPM.

Hal senada juga diungkapkan salah satu tim KPM Cabang Surabaya, yakni Ibu Hamidah yang mengaku meskipun masih dalam suasana Ujian Tengah Semester tak menyurutkan sekolah Se-Jawa Timur untuk mengikutsertakan pelajarnya pada Uji Soal MNR. “Alhamdulillah untuk Surabaya sendiri sudah mencapai 19.410 peserta. Jumlah ini belum digabung dengan data Se-Jawa Timur,” ungkapnya.

Foto: Uji Soal MNR di SDI Al Azhar 12 Cikarang/Dok. RPM Cikarang

Sementara itu, di wilayah DKI Jakarta, KPM Cabang Jakarta, Siti Khoerunnisa menyebutkan sudah ada ribuan peserta dari 17 lembaga yang sudah menjadwalkan untuk turut andil dalam event terbesar di Indonesia ini.

Selain kedua wilayah tersebut, masih ada wilayah lainnya, seperti: Sukabumi, Madiun, Semarang, Serang, Jombang, Depok, Cikarang, Bojonegoro, Solo, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi, Sidoarjo, Palembang, Denpasar hingga Makassar, dan wilayah lainnya di Indonesia.

Foto: Uji Soal MNR di SMPN Model Sukabumi/Dok. RPM Sukabumi

Bukan tanpa sebab jika kompetisi yang digelar ke-12 kalinya ini menjadi banyak diminati pelajar kelas 1 SD  hingga 12 SMA ini. Hal tersebut dinilai para guru dan orang tua tak terlepas dari gagasan brilian Raden Ridwan Hasan Saputra, yakni menguji kemampuan berpikir tingkat tinggi (Higher Order Thinking Skills), di KPM istilah tersebut dinamakan Matematika Nalaria Realistik (MNR). Kemudian, dengan diterapkannya biaya seikhlasnya semakin memudahkan peserta dari berbagai kalangan dapat mengikuti kompetisi karena membayar sesuai kemampuan.

Foto: Peserta KMNR membayar biaya seikhlasnya pada keropak yang sudah disediakan/Dok. KPM Jakarta

Terlepas dari dua hal tersebut, KPM juga memberikan hasil pengerjaan siswa berupa analisis data, yang dapat digunakan pihak sekolah untuk melakukan supervisi kemampuan siswa terhadap ilmu matematika.

Bagi para guru dan pelajar yang ingin mengadakan event Uji Soal MNR di sekolahnya, silakan manfaatkan kesempatan terbatas ini. Event ini digelar hanya sampai tanggal 20 Oktober 2018. Informasi lebih lanjut dapat menghubungi tim KPM Pusat (08128546962) atau dapat menghubungi kantor Cabang KPM terdekat di kota-kota Anda.

Informasi selengkapnya Uji Soal MNR silahkan saksikan tayangan berikut ini.

 

 

Read more...

Klinik Pendidikan MIPA Kirim Pelajar Terpilih ke Ajang IMSO 2018 di China


Foto: Tim olimpiade matematika dari Klinik Pendidikan MIPA, Jumat dini hari (28/09)2018) bertolak ke Zhejiang-China untuk mengikuti International Mathematics and Science Olympiad (IMSO) 2018/Dok. KPM

BOGORPLUS.COM-Bogor-Jawa Barat.-- Tim olimpiade matematika dari Klinik Pendidikan MIPA, Jumat dini hari (28/09)2018) bertolak ke Zhejiang-China untuk mengikuti International Mathematics and Science Olympiad (IMSO) 2018. Gelaran bergengsi tersebut akan dilaksanakan pada tanggal 28 September – 04 Oktober 2018.

Tim Indonesia KPM yang berjumlah 15 orang, terdiri dari 12 peserta, 2 orang Deputy Team Leader, dan 1 orang Team Leader ini akan berjuang kembali meraih prestasi terbaik pada ajang tersebut.  “Mohon doa restunya, semoga perjalanan kami diberikan kelancaran dan mendapatkan hasil terbaik,” ujar Pak Teguh selaku Deputy Team Leader, disela-sela persiapan keberangkatan, Kamis (27/09/2018).

Sementara itu, Kepala Divisi Lomba, Muchammad Fachri dalam keterangannya menjelaskan, International Mathematics and Science Olympiad merupakan ajang tahunan bergengsi yang diselenggarakan oleh International Mathematics and Science Olympiad Committee. “Sejak tahun 2016, Klinik Pendidikan MIPA mendapatkan kepercayaan untuk mengikutsertakan pelajar terbaiknya ke ajang tersebut,” ungkap Pak Fachri.

“Tim IMSO Klinik Pendidikan MIPA merupakan hasil seleksi yang sudah dilakukan KPM, beberapa di antaranya merupakan para juara yang telah berhasil meraih prestasi terbaik di ajang Olimpiade Matematika dan Sains Indonesia (OMSI) 2018. Setelah melalui proses seleksi, para peserta pun diberikan pembinaan sebanyak 2 tahap di Padepokan Amir Syahrudin KPM,” tutupnya.

Dalam kiprahnya, Klinik Pendidikan MIPA tak hanya mengirimkan pelajar terpilih keluar negeri untuk mengikuti olimpiade internasional. KPM juga selalu mendapatkan kepercayaan di mata internasional untuk menggelar olimpiade bertaraf internasional. Pada tahun 2016, KPM bekerja sama dengan Pemerintah Kota Tangerang menggelar event serupa, yakni International Mathematics and Science (IMSO) di Indonesia.

Berikut formasi tim Indonesia-KPM pada ajang IMSO 2018:

Team Leader: Raden Ridwan Hasan Saputra

Deputy Team Leader Teguh Imam Agus Hidayat & Ina Ana Khoeriyah

Peserta IMSO 2018 Tim Indonesia KPM

Bidang studi Matematika:

  1. Farras Ghani Boryenka - SD Islam Al Azhar 27 Cibinong Bogor
  2. Ferrel Himawan Handoyo – SDI Al Azhar 9 Kemang Pratama Bekasi
  3. Joleen Chelsea – Raffles Christian School KG Jakarta
  4. Noriko Khang – SDN KPS Balikpapan
  5. Sandhya Mahendra Dhaneswara – Primary Global Islami School Jakarta
  6. Shidqi Firas Hidayat – SD Muhammadiyah 1 Sidoarjo

Bidang studi Sains:

  1. Baruna Adi Sanjaya – SDI Teratai Putih Bekasi
  2. Cissy Faeyza Aliandra – SDI Athirah 1 Makassar
  3. Fansen Candra Funata – SD Darma Yudha Pekanbaru
  4. Arya Bimasena – ABC Kids Kota Wisata Bogor
  5. Nathan Raphael Martua Nainggolan – SD Global Prestasi Bekasi
  6. Neysa Selena Devina – SD Bina Anak Sholeh Tuban

Tim Media

Read more...

Persiapan Tim Indonesia KPM Jelang Gelaran IMSO 2018 di China

Foto: Tim IMSO 2018 Indonesia KPM/Dok. KPM

BOGORPLUS.COM-Bogor-Jawa Barat-- Klinik Pendidikan MIPA (KPM) kembali berjuang pada ajang bergengsi International Mathematics and Science Olympiad (IMSO), pada tanggal 28 September-04 Oktober 2018 di Zhejiang-China.

Sebelum bertolak ke China, tim terlebih dahulu mendapatkan pembinaan (karantina) dari tim KPM selama dua tahap. Karantina tahap pertama dilaksanakan pada tanggal 04-09 September 2018. Sedangkan tahap kedua dihelat pada tanggal 22-27 September 2018 di Padepokan Amir Syahrudin, KPM-Bogor-Jawa Barat.

Sementara itu, terkait dengan aktivitas pembinaan (karantina), Teguh Imam Agus Hidayat selaku Deputy Team Leader mengatakan KPM secara intensif mengadakan pembinaan IMSO agar dapat mengoptimalkan 3 antena kehidupan, yakni hati, akal, dan panca indera.

Foto: Tim IMSO KPM dibekali pembinaan sebelum menghadapi kompetisi/Dok. KPM

“Di awal karantina, tim fokus mengoptimalkan unsur-unsur dalam berpikir suprarasional. Latihan soal dilakukan untuk mengasah Nalaria anak. Tim KPM pin sangat berfokus pada aspek pembinaan hati (akhlak dan ibadah menurut keyakinan masing-masing), dan panca indera. Dengan ketiga unsur ini diharapkan tim dapat melewati gelaran IMSO dengan kualitas hati, akal, dan panca indera pada level yang luar biasa,” ungkap Pak Teguh.

Foto: Kegiatan olahraga setiap pagi sebagai upaya menjaga kebugaran peserta/Dok. KPM

Dari aspek pembinaan materi, tim KPM juga telah meraih beragam materi matematika dan sains dengan sebaik mungkin agar peserta siap menghadapi kompetisi sesungguhnya. Hal tersebut senada dengan penuturan Ibu Ina Khoeriah selaku Deputy Team Leader bidang sains. “Pembinaan IMSO yang digelar KPM Alhamdulillah berjalan dengan baik. Pada tahap pertama fokus pada pembahasan materi utama dan latihan soal. Selain itu juga, tim fokus pada penguatan literasinya. Sedangkan pada tahap kedua ditambahkan dengan sesi simulasi, eksperimen, dan eksplorasi agar peserta dapat terbiasa saat menghadapi kompetisi IMSO sesungguhnya. Semoga kami dapat mempersembahkan prestasi terbaik bagi bangsa,” kata Ibu Ina.

Hampir dua pekan kegiatan karantina telah berakhir. 12 peserta terpilih telah mengikuti seluruh rangkaian kegiatan karantina dengan meninggalkan kesan yang mendalam.

Bagi Fansen Candra Funata, pelajar asal SD Darma Yudha mengaku sangat terkesan mengikuti pembinaan bersama KPM. “Meskipun nuansanya kompetisi, namun semangat kebersamaan dan persaudaraan dengan teman, guru, dan staf KPM terbangun dengan baik,” ungkapnya.

Hal senada juga diungkapkan M. Arya Bima Sena dan Sandhya Mahendra Dhaneswara. "Terpilih menjadi tim IMSO adalah suatu kebanggaan dan patut disyukuri. Rasa syukur yang saya terapkan adalah semakin bersyukur kepada Tuhan Yang Maha Esa, memperbanyak teman, dan menjadikan event IMSO sarana menambah ilmu,” pungkasnya.

Tim Media

Read more...

Oktober 2018, Klinik Pendidikan MIPA Akan Gelar Olimpiade Matematika Internasional

Foto: Tim Indonesia-KPM dalam Ajang Challenge for Future Mathematicians 2017 di Malaysia

Bogorplus.com-Kab. Bogor-Jawa Barat—Klinik Pendidikan MIPA (KPM) kembali dipercaya menjadi tuan rumah kompetisi Matematika bertaraf internasional. Perhelatan yang bertajuk “Challenge for Future Mathematicians (CFM)” siap digelar pada tanggal 27-30 Oktober 2018.

Terpilihnya KPM untuk menjadi tuan rumah kompetisi Matematika bertaraf internasional bertajuk CFM disampaikan Muchammad Fachri saat diwawancarai di Kantor KPM, Jumat (21/09/2018).

Saksikan juga tayangan tim Indonesia-KPM pada ajang CFM 2017 di Malaysia

“Dengan berbekal pengalaman yang kita miliki dalam penyelenggaraan kegiatan internasional, seperti: Asia Inter-Cities Teenagers Mathematics Olympiad (AITMO) 2013, Challenge for Future Mathematicians (CFM) 2014, International Mathematics and Science Olympiade (IMSO) 2016, International Mathematics Wizards Challenge (IMWiC) 2018, dan International Youth Exchange (IYE) 2018.  Kami bersyukur dapat dipercaya menyelenggarakan sebuah kegiatan yang akan menjadi rekreasi intelektual para pelajar di Indonesia. Oleh karena itu, jangan lewatkan kesempatan yang baik ini bagi putra-putri Indonesia,” ungkap Pak Fachri.

Setidaknya terdapat 6 negara termasuk Indonesia akan meramaikan event tahunan yang akan digelar di Griya Dharma Wulan, Jalan Babakan Madang, No. 99, Sentul-Kab.Bogor, seperti: Filipina, Hongkong, Malaysia, Thailand, Vietnam, dan Indonesia. Peserta yang mengikuti event ini dibagi menjadi 3 kategori, yakni Middle Primary (kelas 3-4 SD), Upper Primary (kelas 5-6 SD), dan Junior (kelas 7-8 SMP). Agar memantapkan kualitas tim Indonesia, KPM juga membekali para tim dengan program pembinaan (karantina) yang akan digelar pada tanggal 22-26 Oktober 2018.

Selain menggelar CFM tingkat internasional, KPM juga akan menggelar CFM tingkat nasional yang bertajuk CFM Paralel. Kompetisi tersebut ditujukan bagi pelajar Indonesia yang tidak berkesempatan mengikuti tingkat internasional, namun tetap ingin merasakan soal-soal internasional.

CFM Paralel (tingkat nasional) siap menyapa pelajar Indonesia pada tanggal 30 Oktober 2018. Beberapa penghargaan pun siap disajikan bagi yang meraih peserta terbaik, di antaranya: medali emas, medali perak, medali perunggu, merit, dan seluruh peserta mendapatkan sertifikat.

Peserta yang dapat mengikuti CFM Paralel sama seperti CFM internasional, mulai dari kelas 3 SD hingga 8 SMP. Lokasi penyelenggaraan CFM Paralel semakin memberikan kemudahan karena akan diselenggarakan di masing-masing Cabang dan Mitra KPM.

Kabar gembiranya, event ini terbuka untuk umum. Bagi yang mengikuti CFM internasional, panitia akan mengadakan seleksi terlebih dahulu. Untuk para pelajar kelas 3 SD sampai 8 SMP di Indonesia, persiapkan diri untuk mengikuti CFM 2018. Ayo uji kemampuan matematika Sahabat dan raih manfaat serta pengalaman yang tak ternilai. Informasi selengkapnya dapat menghubungi 08128546962 dan 081310343400.

Tim Media

Read more...

Kiprah Yayasan Averroes Rabbani Bekasi dalam Mewujudkan Rumah Pendidikan MIPA

Foto: Pelatihan Suprarasional dan MNR di Gedung Shalat Center-Bekasi

Bogorplus.com-Bekasi-Jawa Barat— Kepedulian Yayasan Averroes Rabbani terhadap dunia pendidikan patut diapresiasi. Lembaga yang bergerak dibidang pendidikan dan dakwah Islam ini menyita perhatian publik lewat gelaran seminar dan pelatihan Cara Berpikir Suprarasional dan MNR (Matematika Nalaria Realistik). Pasca digelarnya kegiatan seminar, pada tanggal 11 Agustus 2018 lalu, Yayasan Averroes kembali menggelar pelatihan Suprarasional dan MNR sebagai agenda lanjutan, pada tanggal 21-22 September 2018, bertempat di gedung Shalat Center Indonesia, Bekasi-Jawa Barat.

Dari informasi yang dihimpun tim kontributor, pelatihan tersebut bertujuan untuk dapat membangun sinergi  dalam menyebarkan konsep pembelajaran yang sudah digagas oleh KPM dengan metode Matematika Nalaria Realistik dan Sistem Metode Seikhlasnya (SMS).

Hal tersebut dibenarkan oleh Ketua Yayasan, Ibu Siti Khotijah. “Alhamdulilah kami bersyukur dapat bekerja sama dengan KPM. Tujuan acara ini bertujuan agar konsep pembelajaran HOTS berbasis MNR dan suprarasional semakin menyebar secara luas. Di samping itu, kami berharap KPM dapat hadir dalam format Rumah Pendidikan MIPA (RPM) agar masyarakat dapat menikmati pendidikan (les. matematika) dengan metode MNR dan sistem bayaran seikhlasnya,” ujar Ibu Siti Khotijah.

Pelatihan yang menghadirkan Trainer Asep Sapaat dan Taufik Hidayah selaku Litbang Klinik Pendidikan MIPA mampu menghadirkan 60 peserta dari berbagai daerah di  Jabodetabek. Bahkan, ada juga yang datang dari Pekanbaru, Purwokerto, dan daerah lainnya. Tercatat juga, berbagai profesi pun memadati lokasi pelatihan, mulai dari dosen, guru, mahasiswa, pensiunan hingga Ibu Rumah Tangga (IRT).

Acara yang berlangsung sejak pagi hingga sore berjalan cukup khidmat. Pada hari pertama, diawali dengan pembacaan ayat suci Alquran, sambutan dari Yayasan, dan doa sebelum belajar. Kemudian dilanjutkan dengan materi utama dari para Trainer.

Saat penyajian materi utama, para Trainer mampu menggugah kesadaran spiritual dan semangat peserta, salah satunya lewat sebuah motivasi yang bertajuk “Menjadi Guru Hebat dengan Cara Berpikir Suprarasional” yang disampaikan Pemerhati Pendidikan, Asep Sapa'at.

Terbukti, salah satu peserta, Bapak Supriadi, seorang Dosen Universitas Trisakti mengaku mendapatkan banyak manfaat yang dirasakan dari aspek pendidikan. “Mulai saat ini saya semakin memahami bagaimana kita menjadi seorang pendidik sejati yang tak hanya mengajar. Strategi membangun konsep keikhlasan dan menanamkan rela berkorban untuk menjadikan anak didik bangsa memiliki akhlak yang baik dan ilmu berkualitas." ungkap Dosen Prodi Matematika Teknik ini.

“Meskipun materi ini sudah acapkali kita terima, tak membuatnya jenuh untuk terus mengkaji karena setiap pertemuan memiliki segudang makna berbeda yang mampu menambah motivasi semangat mendidik. "Saya sampaikan apresiasi kepada panitia dan peserta atas pelatihan yang sangat bermanfaat ini,” tutup Pak Supriadi.

Tak hanya materi cara berpikir suprarasional, mengkaji Matematika Nalaria Realistik pun semakin menambah pelengkap pelatihan khas KPM. Terlebih, akhir-akhir ini mencuat ke publik ihwal materi Higher Order Thinking Skills (HOTS). Selain itu, materi yang mengusung berpikir nalar ini memang masih terasa asing dan menjadi perbincangan hangat. Oleh karena itu, banyak sekali yang penasaran dan ingin mengkaji lebih jauh dari metode HOTS ala KPM lewat pelatihan MNR.

Kesan mendalam pun turut disampaikan seorang Ibu Rumah Tangga, Ibu Anggerina Nurtriana yang mengaku sangat antusias mengikuti sampai akhir kegiatan. “Setelah mengikuti seminar dan pelatihan, kemampuan cara berpikir (nalar) semakin meningkat, sangat terasa bedanya. Di samping itu, hal yang lebih kentara adalah disisipkannya muatan motivasi suprarasional, yang dapat menjadi pelengkap dalam membangun keikhlasan dalam rangka meraih Ridho Allah Swt" ujar salah satu pegiat Litbang Iqro’ di Bekasi ini. 

Bagi Anda yang ingin menghadirkan tim KPM dalam memberikan motivasi cara berpikir suprarasional dan mengkaji metode Matematika Nalaria Realistik, silahkan dapat menghubungi Klinik Pendidikan MIPA sebagai mitra kerja sama. Kami siap membantu dan membimbing guna meningkatkan kualitas SDM. Informasi lebih lanjut 081280341100 atau 081281882562.

 

Koresponden: Misbah Epriyandi/Divisi Pelatihan

Read more...

Sekolah Alquran dan Sains Lumajang Gelar Pelatihan Suprarasional dan MNR


Foto: Pelatihan MNR di Lumajang/Dok. KPM Cabang 13 Lumajang 

BOGORPLUS.COM-LUMAJANG-JAWA TIMUR.--Seiring pesatnya perkembangan ilmu pengetahuan, maka tak dapat disangkal membawa berbagai dampak yang cukup beragam. Agar ilmu yang diterima berdampak positif, maka perlu pembekalan ilmu yang memiliki landasan kepada agama. "Dengan menerapkan cara berpikir suprarasional dan MNR diharapkan menjadi solusi,” ungkap Pak In’am selaku Kepala Sekolah Alquran dan Sains Lumajang.

Bapak In’am menilai kesamaan visi-misi sekolah dengan Klinik Pendidikan MIPA Cabang 13 Lumajang menjadi sebuah fondasi kesadaran peningkatan kualitas pendidikan di Lumajang. Hal tersebut yang membuat Sekolah Alquran dan Sains menggelar pelatihan suprarasional dan MNR, pada tanggal 15-16 September 2018.

Niat semangat berbagi yang ditunjukan sekolah menuai reaksi positif dari lembaga sekitarnya, setidaknya terdapat 70 peserta dari 4 wilayah turut meramaikan pelatihan yang di gawangi Drs. H. Moh Arodhi beserta tim KPM, di antaranya: Malang, Probolinggo, Jember, dan Lumajang sebagai tuan rumah.

Dukungan dari berbagai pihak pun kian mengalir, salah satunya, pengawas SD dan SMP di wilayah Lumajang, Bapak Drs. Tri Muji Santoso. Ia menegaskan bahwa siswa-siswi Lumajang sangat perlu mendapatkan pelajaran Matematika Nalaria Realistik berbasis HOTS. Harapannya, para siswa siap menghadapi perubahan zaman, baik dalam meraih prestasi maupun menghadapi ujian di sekolah yang kini telah menerapkan HOTS.

Selama acara berlangsung, Drs. H. Moh Arodhi selaku pelatih menggugah peserta lewat materinya yang mengusung tema “Menjadi Guru Suprarasional” dan “Strategi Sukses Menjadikan Pelajar Berprestasi lewat Cara Berpikir Suprarasional”.

Dalam paparannya, Pak Arodhi mengatakan, “Untuk menjadikan anak memiliki akhlak baik dan berprestasi tak cukup berbekal ilmu dan mengajar Matematika saja. Seorang guru maupun orangtua secara berjamaah harus memiliki tabungan jiwa yang menjadi landasan utama,” ungkap Pak Arodhi.

“Untuk menjadi guru berkah yang berlandaskan suprarasional, maka guru harus selalu merencanakan kesusahan (dalam bingkai ibadah dan berbuat baik kepada sesama makhluk), seperti: meningkatkan kualitas ibadah menurut keyakinan masing-masing dan belajar untuk meningkatkan kemampuan. Kemudian, faktor penentu lainnya adalah menjadikan Allah Swt, Tuhan Yang Maha Kuasa menjadi tujuan serta meyakini bahwa pahala lebih baik daripada harta,” tutup Pak Arodhi.

Pada kesempatan terpisah, Kepala KPM Cabang 13 Lumajang mengucapkan terima kasih atas kepercayaannya dalam rangka membuat kerja sama pelatihan. “Alhamdulillah pelatihan selama 3 hari berjalan dengan lancar. Insya Allah akan dilanjutkan dengan pelatihan lanjutan,” kata Pak Ulum (sapaan akrabnya).

Sumber: Bahrul Ulum & Tim Media

Read more...

SD Muhammadiyah 06 Jakarta Bekali Kemampuan Guru dengan Metode MNR

Foto: Pelatihan MNR di SD Muhammadiyah 06 Tebet Timur-Jakarta/Dok. KPM

Bogorplus.com-DKI Jakarta—Banyak cara yang bisa dilakukan agar guru dapat meningkatkan kemampuan mengajarnya, seperti yang dilakukan SD Muhammadiyah 06 Tebet Timur, Jakarta yang memiliki “jurus jitu”  membekali para guru untuk meningkatkan kemampuan di bidang matematika, yakni dengan menggelar pelatihan yang bertajuk “Pelatihan Matematika Nalaria Realistik”, pada hari Kamis-Jumat, 13-14 September 2018.

Hal tersebut dibenarkan Kepala Sekolah SD Muhammadiyah 06 Tebet Timur, Syamsudin saat menutup acara pelatihan. Syamsudin menjelaskan, semenjak mendengar kiprah lembaga Klinik Pendidikan MIPA (KPM) dirinya semakin termotivasi untuk menghadirkan pembelajaran MNR di sekolah. Motivasi tersebut semakin dikuatkan tatkala mengikuti pelatihan motivasi bersama Bapak Raden Ridwan Hasan Saputra beberapa waktu yang lalu.

Foto: Peserta pelatihan dilatih kreativitas berpikir dalam menjawab soal/Dok/ KPM

Alasan Pak Syamsudin memilih KPM karena KPM memadukan berbagai aspek dalam membekali guru-guru. “Hal menarik yang ada di KPM kala membekali guru-guru dengan melibatkan berbagai aspek, yakni akal, hati, dan panca indera. Ketiga aspek itulah yang mampu mendorong kemampuan para guru karena tak hanya didukung tentang ilmunya saja, namun hati dan panca indera pun menjadi faktor kunci keberhasilan mengajar guru,” ungkapnya.

Kepala sekolah saat ini tercatat sebagai mahasiswa Pascasarjana UHAMKA Jakarta kembali dibuat tersenyum. Karena setiap kali KPM membekali pelatihan, selalu meninggalkan kesan bermanfaat. Kali ini bukan hanya jejak berbagi ilmu saja, melainkan akan dikuatkan dengan kerja sama membuka Klub Matematika Seikhlasnya (KMS) di SD Muhammadiyah 06 Tebet Timur. “Semoga ikhtiar ini dapat bermanfaat bagi sekolah dalam menciptakan generasi muda yang beriman dan berilmu,” tutup Pak Syamsudin

Sementara itu, salah satu peserta yang bernama Ibu Sri Insani mengungkapkan bahwa dirinya selalu penasaran jika ada teman yang bercerita tentang KPM dan MNR. “Akhirnya rasa penasaran saya terbayarkan. Meskipun baru sebatas “kulitnya” saja, saya sudah mendapatkan ilmu yang luar biasa dari metode MNR ini. Tak hanya sebatas mengerjakan soal-soal, pelatihan ini pun membekali para guru agar menuangkan gagasan berpikir lewat sebuah permainan. Sangat bagus untuk bekal mendidik siswa-siswi kita,” ungkap Alumnus UIN Syarief Hidayatullah ini.

Tim Media

Read more...

Memaknai Gelaran Uji Soal MNR Bagi Yayasan Perguruan Birrul Waalidain

Foto: Ketua Yayasan Perguruan Birrul Waalidain, Drs. H, Memed Jalaludin/Dok. KPM

Bogorplus.com-Bogor, Jawa Barat – Uji Soal Matematika Nalaria Realistik telah resmi dimulai sejak tanggal 13 September 2018 lalu. Kompetisi matematika terbesar di Indonesia ini mampu menyita perhatian publik karena soal yang disajikan pun menarik dan memiliki unsur Higher Order Thinking Skills (HOTS). Tak hanya dari segi soal, biaya untuk mengikuti tes ini pun menerapkan “Sistem Metode Seikhlasnya (sesuai kemampuan peserta)" sehingga siapapun dapat mengikuti kompetisi tersebut.

Tak ingin ketinggalan momen, salah satu sekolah di Bogor, SDIT-SMPIT Birrul Waalidain turut meramaikan gelaran Uji Soal MNR. Sebanyak 554 pelajar kelas 1 SD-9 SMP begitu antusias mengerjakan setiap soal yang disajikan tim Klinik Pendidikan MIPA. Berbekal pengalaman sebagai mitra KPM dengan membuka Klub Matematika Seikhlasnya, kiprah Sekolah Birrul Waalidain Bogor patut diperhitungkan di ajang kompetisi nasional dan internasional.

Drs. H. Memed Jalaludin selaku Ketua Yayasan Perguruan Birrul Waalidain memaknai Uji Soal MNR dengan spirit “Belajar Tidak Boleh Berhenti”. “Mengapa demikian? Berkaca dari generasi muda saat ini yang semakin menurun semangat belajarnya. "Jika kita tidak aktif bertanya, belajar, dan bahu-membahu dalam menuntut ilmu, maka itulah awal dari proses ketertinggalan zaman,” ungkap Pak Memed, sapaan akrabnya dalam kesempatan wawancara, Jumat (14/09/2018).

Lebih lanjut lagi, Pak Memed menilai bahwa KPM adalah salah satu mitra utama dalam pengembangan matematika dan sains di lembaga kami. Atas dasar itu, Sekolah Birrul Waalidain berkomitmen menjaga hubungan baik dan menjalin komunikasi serta mendukung program-program yang dapat memacu potensi para pelajar.

“KPM ini muridnya sudah belasan ribu, bahkan sudah menciptakan jawara olimpiade yang berakhlak dan berilmu. Hal itulah yang menjadi motivasi kami untuk ikut serta dalam kegiatan KPM, salah satunya uji soal MNR,” tambahnya.

Ketika dikonfirmasi terkait manfaat yang telah dirasakan selama bekerja sama dengan KPM, Pak Memed menyebutkan banyak sekali pelajaran hidup yang selaras dengan visi-misi Birrul Walidain. “Terlebih, KPM juga memiliki landasan hidup yang mendayagunakan akal, hati, dan pikiran lewat cara berpikir suprarasional serta penerapan 7 sunah Nabi Muhammad SAW. Hal inilah yang dapat memperkuat generasi muda. Tak hanya kuat dalam ilmu, namun jiwa dan rohani pun turut diperkuat,” ungkapnya.

Koresponden: M. Ihsan, M. Khoiron, dan Tim Media

Read more...

Ratusan Pelajar Sekolah Birrul Waalidain Bogor Ikuti Uji Soal MNR

Foto: Uji Soal MNR digelar di Sekolah Birrul Waalidain Bogor

Bogor, Jawa Barat — Event Uji Soal Matematika Nalaria Realistik 2018/2019 mulai digelar. Di Bogor, sebanyak 554 pelajar sekolah Birrul Waalidain yang terdiri dari kelas 1 SD hingga 9 SMP mengikuti perhelatan tahunan ini, Jumat (14/09/2018). Acara yang berlangsung pada pukul 09.00-10.30 WIB dihadiri juga tim dari Klinik Pendidikan MIPA selaku penyelenggara.

Koordinator kegiatan yang bernama Ibu Rafiqah mengatakan bahwa tujuan para siswa mengikuti uji soal MNR agar para siswa mendapatkan pengalaman bermakna ketika belajar matematika. “Penyajian soal Higher Order Thinking Skills (HOTS) yang dibuat KPM sangat tepat untuk  melatih kemampuan nalar anak. Selain itu, efek dari penerapan latihan soal berbasis HOTS, para siswa dapat terlatih berpikir kreatif dan solutif bagi kehidupannya,” ujar Ibu Rafiqah.

Ibu Rafiqah juga mengaku bersyukur atas  dukungan dari orang tua yang turut andil dalam kegiatan uji soal MNR. Harapannya, semoga dapat memacu sekolah dan siswa untuk berkiprah lebih baik pada ajang kompetisi matematika di level nasional maupun internasional. 

Gelaran uji soal MNR merupakan tahapan menjaring siswa berbakat di bidang matematika. Setiap sekolah dapat mengikutsertakan seluruh siswanya untuk mengikuti event ini. Dan, sekolah Birrul Waalidain merupakan sekolah pertama yang menggelar event nasional di wilayah Bogor.

Kegiatan ini juga merupakan ajang pemetaan dan penguasaan siswa dalam memahami mata pelajaran matematika yang berbasis Higher Order Thinking Skills (HOTS). Setiap siswa ditantang mengerjakan 25 soal pilihan ganda dengan waktu 90 menit. Hasil pengerjaan siswa nantinya akan dianalisis oleh tim Klinik Pendidikan MIPA.

Tak hanya hasil analisis yang diterima, pihak sekolah mendapatkan kuota lebih untuk mengikutsertakan siswanya di babak penyisihan KMNR Se-Indonesia ke-14 (25 November 2018).

Foto: Peserta memanfaatkan momen untuk foto bersama pasca mengerjakan tes uji soal MNR

Dengan segudang manfaat yang didapatkan sekolah, uji soal MNR ini juga event yang dinanti para siswa setiap tahunnya. Salah satunya pelajar dari SMPIT Birrul Waalidain, Galuh Ratu Asha. Siswi kelas 9 ini mengaku senang dengan hadirnya Uji Soal MNR di sekolah. “Senang dan dapat mengasah kemampuan berpikir, di samping itu uniknya, soal-soal KPM menjadi daya tarik saya untuk bersemangat belajar matematika,” ungkap siswi yang memiliki hobi menulis dan membaca ini.

Hal senada juga diungkapkan M. Wildan Fathurrahman, siswa kelas 6. Cita-citanya ingin menjadi seorang pelukis tak menyurutkan semangatnya untuk menjajal soal matematika berbasis HOTS. “Bagi saya, menuntaskan soal-soal matematika berbasis HOTS menjadi bagian dari seni tersendiri untuk mengasah kemampuan, hehehe,”ujarnya sambil berkelakar.

Koresponden: M. Ihsan, M. Khoiron, dan Tim Media

Read more...

Belajar Bernalar Semakin Asyik lewat Permainan Berlian Matematika


Foto: Permainan Berlian Matematika dimainkan beberapa guru saat kegiatan pelatihan

Bogorplus.com.-- Pelajar Klinik Pendidikan MIPA (KPM) memang selalu punya ide unik agar anak-anak menyenangi matematika. Adalah Permainan Berlian Matematika atau PBM karya Muhammad Naufal Fakhrizal dan Rifqi Akmal Tsaqif--Di tahun 2010 masih duduk di bangku Sekolah Dasar-- yang menciptakan ide permainan matematika dibawah arahan dan bimbingan dari Raden Ridwan Hasan Saputra, Presiden Direktur KPM yang juga merupakan Tokoh Perubahan Republika 2013.

Permainan Berlian Matematika (PBM) sendiri merupakan permainan yang awalnya diciptakan khusus untuk Indonesia Science Festival (ISF) 2010, dan berhasil meraih juara pertama dalam kategori Bidang Matematika. Kemudian, permainan ini pun diterapkandalam pembelajaran matematika, dan berhasil mendapat respons yang tinggi dari siswa dan juga kalangan guru. Permainan ini disebut dengan Permainan Berlian Matematika karena bentuk paparnya mirip seperti berlian. PBM sendiri ditujukan bagi murid kelas 1 – 6 Sekolah Dasar. Namun, tidak menutup kemungkinan diperuntukkan juga bagi siswa di level yang lebih tinggi, atau bahkan guru dan orang tua.

Tidak hanya mengasah otak; PBM juga dapat digunakan untuk meningkatkan keterampilan bernalar, mengembangkan strategi, meningkatkan ketrampilan berhitung; dan menumbuhkan minat terhadap matematika yang selama ini masih dianggap menakutkan, PBM juga meningkatkan kemampuan kerjasama di antara siswa, karena permainan ini dimainkan secara berkelompok. Dalam satu kelompok terdiri dari 2 – 4 orang. Dalam paket PBM, terdiri dari papan permainan dan juga kartu-kartu angka yang merupakan bilangan bulat negatif (berwarna merah) dan bilangan bulat positif (berwarna hitam). Pemain yang menjadi pemenang adalah yang berhasil mengumpulkan poin paling besar.

Tertarik untuk mendapatkan dan mencoba Permainan Berlian Matematika? Permainan ini bisa didapatkan di Toko Matematika, Laladon, Ciomas, Kabupaten Bogor. Bagi yang berminat untuk memiliki permainan tersebut dapat memesan atau menghubungi tim produk di nomor 081284585755. Adapun harga PBM cukup terjangkau, yakni Rp 20.000,00 untuk satu paket permainan.

Tim Media dan Tim Litbang

Read more...
Topik Banner Bottom
ads by bogorplus.com