×

Warning

JUser: :_load: Unable to load user with ID: 572
Menu
RSS
Banner Top Topik Sepekan

Jangan Bodohi Rakyat !!!

Bogorplus.com - BPKP TIDAK BERWENANG MENGHITUNG KERUGIAN NEGARA. KERUGIAN NEGARA BUKAN UNSUR MUTLAK TIPIKOR. Kira-kira itulah Topik Sepekan minggu ini. Hal ini relevan dengan adanya dugaan TIPIKOR BBM pada Dinas Kebersihan dan Pertamanan Kota Bogor yang seharusnya TIDAK membutuhkan Audit / Perhitungan Kerugian Negara dari BPKP (Badan Pengawasan Keuangan Pemerintah).

Ada yang teriak Polisi menunda, ada yang kesal Polisi lamban, ada yang menggerutu Polisi tidak professional, dan lain sebagainya. Padahal, justru mereka yang berkomentar seperti itulah patut diduga penghambatnya !

Read more...

“Rencana Naiknya Tarif Air PDAM Tirta Pakuan Patut Diduga Melawan Hukum dan Rasa Keadilan”

Bogorplus.com - Beberapa waktu lalu, pada sebuah media cetak harian terkenal di Kota Bogor (Baca Radar Bogor : Jum’at, 31/08/2012), diberitakan bahwa Hendra Setiawan selaku Kabag Humas PDAM Tirta Pakuan, yang intinya menyatakan akan terjadi penyesuaian Tarif Air Minum terhitung 1 September untuk pembayaran 1 Oktober sebesar 5% hingga 20%. Selanjutnya, dalam pemberitaan tersebut, dinyatakan juga oleh Hendra bahwa penyesuaian Tarif tersebut telah mengacu pada Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 23 Tahun 2006 tentang Pedoman Teknis dan Tata Cara Pengaturan Tarif Air Minum Pada Perusahaan Daerah Air Minum.

Begitu mudahkah kenaikan Tarif Air tanpa mempedulikan hak-hak dari pelanggan, yang seharusnya merupakan kewajiban dari PDAM Tirta Pakuan ? Apa sajakah hak-hak Pelanggan yang juga merupakan kewajiban PDAM tersebut ?

Read more...

“Berharap Wakil Rakyat Berbuat Nyata”

Bogorplus.com - Dari segudang permasalahan di Kota Bogor, tampak terlihat fungsi kontrol dari DPRD yang masih jauh dari rata-rata. Segudang masalah di Kota Bogor, lembaga wakil rakyat itu belum teruji mampu menindak lanjuti aspirasi “penegakkan hukum” yang didengung-dengungkan dan diharapkan oleh sebagian warga Kota Bogor.

Sepertinya, satu orang satu suara, suara terbanyak adalah pemenangnya, tidak selalu sejalan dengan rasionalitas. Suara terbanyak adalah pemenang seringkali tidak menghasilkan kebenaran substansial dan bahkan cenderung berpotensi menentang Kuasa Allah SWT. Suara terbanyak pemenang dan suara terbanyak adalah yang benar, sama sekali bertentangan dengan nilai-nilai Pancasila yang menjadi dasar berdirinya NKRI ini.

Read more...
Topik Banner Bottom
ads by bogorplus.com