Menu
RSS
Banner Top Topik Sepekan

Pengurus Muhammadiyah Gelar Pelatihan Guru Se-Kab. Banggai

Luwuk-Kab.Banggai. – Bagaimana cara terbaik yang harus dilakukan agar anak menyukai matematika? Jawaban dari pertanyaan ini pasti sangat dibutuhkan oleh para guru dan orangtua. Sebab, matematika selama ini dianggap pelajaran yang yang ditakuti oleh para pelajar.

Motivator Suprarasional, Raden Ridwan Hasan Saputra berbagi pengalaman hidupnya yang dituliskan dalam sebuah karya buku “Cara Berpikir Suprarasional: Menyelesaikan Masalah dan Mendapatkan Rezeki dari Jalan yang Tak Terduga”. Ridwan HS angkat suara ikhwal persepsi bahwa matematika merupakan pelajaran sulit bagi kalangan pelajar. “Sebagai pendiri Klinik Pendidikan MIPA (KPM) dan telah berkecimpung selama 18 tahun di dunia olimpiade matematika, saya berpendapat bahea semua orang bisa belajar matematika. Syaratnya, mereka memilikI kemauan belajar yang gigih dan bertemu guru yang tepat".

Selanjutnya, Peraih Anugerah Peduli Pendidikan Kemendikbud tahun 2014 ini menjelaskan bagaimana cara supaya anak menyenangi matematika dari sudut pandang suprarasional.  “Pertama, guru dan murid secara berjamaah lebih mendekatkan diri kepada sang pemilik ilmu, yaitu Allah Swt. Jika Hal ini sudah Menjadi komitmen bersama, bukan hal yang mustahil keberkahan ilmu akan terus mengalir pada guru dan murid tersebut,” urai Ridwan HS saat memberikan Materi kajian pengantar pelatihan MNR di hadapan ratusan guru, bertempat di Aula Dinas Pendidikan Kab.Banggai, Sulawesi Tengah, Minggu, 28 Januari 2018.

“Kedua, para guru dan murid harus memiliki komitmen merencanakan kesusahan dengan terus belajar dan menggali potensinya masing-masing. Selain itu, permainan matematika dapat diintegrasikan dalam situasi pembelajaran. Kreasikan permainan matematika yang mudah dipahami dan menyenangkan bagi anak-anak.” imbuhnya.

Saat dikonfirmasi tim bogorplus.com, Ryky Tunggal Saputra Aji yang turut mendampingi Pak Ridwan dalam lawatannya ke Banggai, memaparkan materi pelatihan tentang Metodologi pembelajaran MNR, di antaranya: masalah nyata, pemahaman konsep, penalaran & komunikasi, pemecahan masalah, dan berhitung matematika dengan metode kotak-kotak.

Pria kelahiran Purwokerto 32 tahun silam ini menegaskan bahwa ilmu suprarasional dan MNR merupakan kombinasi ilmu yang baik. Hal ini telah dibuktikannya sendiri semenjak 5 tahun lalu bergabung di KPM. KPM telah sukses mengantarkan ratusan pelajar Indonesia meraih prestasi yang membanggakan di berbagai kompetisi matematika nasional dan internasional.

Selain antusiasme tinggi yang ditunjukkan peserta, pelatihan ini pun mendapat sambutan positif dari Kepala Bidang Dikdas Dinas Pendidikan Kab. Banggai, Jamaludin Mansoba, S.Pd, M.Pd. “Kami sangat bersyukur dan berterima kasih atas kesempatan ini. Karena selama 54 tahun Kabupaten Banggai berdiri, baru kali ini mendapatkan pengalaman pelatihan yang luar biasa dari tim KPM. Tentunya kita akan manfaatkan Ilmu ini untuk anak-anak kita di pelosok. Harapan kami, acara ini dapat terus berlanjut. Bukan hanya di  jenjang SD, tetapi guru SMP dan guru Taman Kanak-kanak perlu mendapatkan pelatihan serupa,” ungkapnya.

Di akhir acara, Ketua Pimpinan Muhammadiyah Kab. Banggai, Dr. dr. Anang S Otolua menyambut positif dan memberikan dukungan untuk menindaklanjuti hasil pelatihan kali ini. “Kita memahami bahwa dunia pendidikan kita masih sangat perlu perhatian lebih untuk dibenahi. Saya mengamati, tingkat kesadaran wajib belajar di Banggai masih rendah. Bahkan di level nasional, budaya membaca dan menyukai pelajaran MIPA masih cukup memprihatinkan. Inilah penting yang mendasari kami untuk membuat kegiatan pelatihan ini. Semoga pelatihan ini membawa efek positif bagi masyarakat Banggai." tuturnya.

“Di saat persoalan tersebut menjadi pelik, akhirnya kami bertemu Pak Ridwan dan KPM. Alhamdulillah masalah tersebut telah ada solusinya berkat membaca buku supra rasional karya Pak Ridwan. Tidak hanya itu saja, KPM yang telah menerapkan sistem metode seikhlasnya (SMS) dalam berbagai kegiatannya semakin memberikan manfaat bagi orang banyak.” tutupnya.

Read more...

Pengurus Muhammadiyah Buat Seminar Supra Rasional, Ratusan Guru di Banggai Antusias

Bogorplus.com-Luwuk-Kab.Banggai – Tidak ada kata-kata yang patut diucapkan selain rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Kuasa atas momen bersejarah kali ini. Tepat pada hari Sabtu-Minggu, 27-28 Januari 2018, Tim Klinik Pendidikan MIPA (KPM) berkesempatan menyambangi Kecamatan Luwuk, Kab.Banggai untuk berbagi ilmu tentang cara berpikir supra rasional dan metodologi pembelajaran Matematika Nalaria Realistik (MNR).

Setelah melalui perjalanan cukup panjang dari Jakarta, tim yang beranggotakan dua orang, yakni Raden Ridwan Hasan Saputra selaku Presiden Direktur KPM, dan Ryky Tunggal Saputra Aji, akhirnya tiba di Kab. Banggai dan mendapat sambutan hangat dari Pemerintah Kab. Banggai.

Ada dua aktivitas utama yang dilakukan Ridwan HS bersama tim. Pertama, memberikan pelatihan cara berpikir suprarasional dan pelatihan metodologi pembelajaran MNR kepada guru-guru Sekolah Dasar (SD) Se-Kab.Banggai.

Acara yang diprakarsai oleh Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kab.Banggai, Sulawesi Tengah, berhasil menghipnotis 300 peserta pada kegiatan yang bertajuk “Seminar Berpikir Suprarasional untuk Menuju Indonesia Ikhlas serta Pelatihan Matematika Metode Asyik & Menyenangkan”.

Menurut laporan yang diterima tim bogorplus.com. terlihat pada pukul 09.00-12.00 WITA, ratusan peserta memadati Aula Dinas Pendidikan Kab. Banggai. Acara semakin meriah dan berkesan setelah diresmikan oleh Bapak H. Herwin Yatim selaku Bupati Banggai dan Bapak H.Mustar Labolo selaku Wakil Bupati Banggai.

Dalam paparannya, Raden Ridwan Hasan Saputra menyampaikan konsep dasar dari cara berpikir suprarasional. “Selain akan mendapatkan rezeki yang tak disangka-sangka, manusia yang berpikir suprarasional akan menghasilkan karya-karya besar yang bermanfaat untuk orang banyak. Sehingga, orang yang berpikir supra rasional ini bisa makmur dan sejahtera. Bahkan, kemakmuran dan kesejahteraan itu tidak hanya untuk dirinya, tetapi juga untuk orang di sekitarnya,” ungkap Tokoh Perubahan Republika 2013 ini.

Bagi Dr. dr. Anang S Otolua selaku ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kab. Banggai, kehadiran Pak Ridwan diharapkan dapat membawa perubahan besar bagi masyarakat Banggai.  Ia menilai bahwa pelatihan supra rasional ini sangat tepat disajikan kepada guru-guru yang menjadi elemen penting dari ekosistem pendidikan suatu bangsa.

“Jadi, kegiatan ini adalah sebuah proses. Saya mewakili pengurus berharap, ada kesadaran yang timbul dari para guru untuk membawa revolusi yang hakiki bagi dunia pendidikan,” ungkap Anang kepada bogorplus.com dalam keterangannya.

Tanggapan serupa juga diungkapkan Bapak Hamsagoi selaku peserta pelatihan. Ia sangat antusias dan bersyukur dapat mengikuti pelatihan ini. “Suprarasional adalah solusi untuk setiap permasalahan. Berkeinginan memiliki rezeki dan mampu menyelesaikan masalah  adalah sebuah cita-cita. Keduanya dapat diwujudkan asal kita hendak mengubah cara berpikir kita,” imbuhnya.

Read more...

Fun Math & Science Strategi Pembelajaran MIPA Agar Menyenangkan

Kota Depok-Jawa Barat. -- Sebanyak 230 Pelajar SD Islam Al Fauzien Kota Depok mengikuti Fun Math & Science yang dilaksanakan di lapangan Sekolah Islam Al Fauzien, Kamis (25/01/2018).

Siswa/siswi kelas 3 sampai 6 SD menikmati sajian materi matematika dan ipa dengan pendekatan strategi berupa eksplorasi serta eksperimen.

Wakil Kepala Sekolah SD Islam Al Fauzien Kota Depok, Retno Wigatiningsih menilai  program Fun Math and Science sangat membantu bagi siswa-siswi yang tidak menyenangi pelajaran MIPA. “Saya melihat ternyata ada metode penyajian yang berbeda, yakni melalui permainan, eksperimen, dan eksplorasi sehingga menemukan hal yang menarik dan berbeda,” ungkapnya.

Ia pun menyebutkan salah satu permainan yang disinyalir mampu membawa kesan berbeda saat  belajar membilang dan berhitung, yakni permainan roda berputar.

“Kami berharap anak-anak yang telah belajar MIPA melalui Fun Math and Science dapat melahirkan siswa-siswi berprestasi yang memiliki sikap hidup yang baik,” pungkasnya.

Hal senada juga diungkapkan Syaepul Rohmat Yohandi selaku koordinator matematika. Alasan pihak sekolah mengundang tim Fun Math Sciece demi menghadirkan perubahan pada bidang pembelajaran MIPA. “Jika tidak dimulai dari sekarang, kapan lagi. Kegiatan FMS ini Insya Allah menjadi solusi yang tepat karena mengubah cara pandang Siswa terhadap MIPA. Dari awalnya tidak suka MIPA menjadi senang terhadap MIPA.” Ucapnya disela-sela kegiatan Math & Science Day.

Pria kelahiran Sumedang ini berharap bahwa kegiatan terus berlanjut dengan tahapan yang berbeda sehingga kemanfaatan yang di dapat semakin berkualitas,” tutupnya.

Pada kesempatan yang sama, Dwi Samto selaku Instruktur Fun Math and Science menambahkan bahwa sebuah kesuksesan harus diawali proses belajar lewat pengalaman nyata. “Fun Math and Science ini menjawab kebutuhan tersebut karena disajikan dalam bentuk simulasi nyata dalam bentuk eksplorasi dan eksperimen. Sehingga anak-anak akan mendapatkan pengalaman belajar yang berbeda dari biasanya.” jelasnya.

Sumber: Tim Media

Read more...
Topik Banner Bottom
ads by bogorplus.com