Menu
RSS
Banner Top Topik Sepekan

Pelatihan“Berpikir Suprarasional” Gugah Kesadaran Pendidik Menyongsong Tahun Ajaran Baru

 

Bogorplus.com— Tahun ajaran baru 2018/2019 akan segera tiba. Orang tua, siswa, dan insan pendidik tengah  mempersiapkan diri menyambutnya. Menghadirkan kesan positif di awal tahun ajaran baru menjadi faktor kunci agar proses pendidikan berjalan sesuai rencana. Tak ayal, perlunya evaluasi pun menjadi keniscayaan untuk tahun ajaran baru agar berbeda dan menjadi lebih baik.

Melihat dinamika pendidikan yang kian hari semakin beragam, maka guru pun harus mempersiapkan seperangkat sistem pembelajaran yang terbaik agar dapat memperoleh hasil yang terbaik pula.

Rupanya, menurut sebagian lembaga pendidikan, program penguatan pendidikan karakter (PPK) menjadi skala prioritas yang wajib dikenalkan kepada peserta didik baru. Dan, baru-baru ini, beberapa sekolah tengah ramai-ramai mengkaji ilmu cara berpikir suprarasional lewat kegiatan pelatihan untuk memotivasi para pendidik sebagai bekal menyongsong tahun ajaran baru.

Adalah SDI Tugasku Jakarta yang telah mencicipi materi cara berpikir suprarasional, buah gagasan Raden Ridwan Hasan Saputra beberapa waktu yang lalu (Kamis, 05/07/2018). Bertempat di Aula SDI Tugasku Jakarta dan dihadiri 85 peserta guru TK, SD, dan SMP bahkan Staf Tata Usaha.  

Foto: Asep Sapa'at, Narasumber dari KPM (kiri) dan Direktur Pendidikan Sekolah Islam Tugasku, Agus Listiyono (kanan)

Agus Listiyono selaku Direktur Pendidikan Sekolah Islam Tugasku Jakarta mengaku termotivasi pasca mengikuti pelatihan suprarasional agar dapat melanjutkan perjalanan memaknai profesi sebagai pendidik di sekolah. “Hal tersebut selaras sebagai wujud pengamalan dan implementasi pengabdian kepada Allah Swt. Kami juga bersyukur, dari perlatihan ini kita dimampukan untuk melihat bahwa imbalan bekerja tidak saja dalam bentuk material dan dari sumber dari pemberi kerja. Namun,  imbalan yang hakiki ialah menggapai ridho Allah Swt (pahala) dan memperbesar tabungan jiwa.” ungkap Pak Agus.

Alumnus IKIP Muhammadiyah Jakarta ini menyadari bahwa belajar bersama antar guru dan pendidik di sekolah, tidak saja mengejar pada ketuntasan kompetensi semata. “Jauh lebih penting daripada itu adalah belajar bersama dalam membangun visi bekerja dan beramal untuk mencapai target yang lebih jauh dan lebih mendalam, yakni menuju akhirat yang baik. Inilah yang kami dapatkan dari model berpikir suprarasional gagasan Pak Ridwan. Selain itu, kami bersyukur dapat menemukan pintu gerbang dalam mewujudkan visi tersebut,” ujar Pak Agus. 

Hal senada juga disampaikan Rita Novita selaku Kepala SDI Tugasku Jakarta. Ia menilai pelatihan suprarasional sangat tepat diberikan kepada guru jelang tahun ajaran. “Kesan pertama yang begitu menggugah para guru agar menjadi pribadi yang amanah, ikhlas, dan terus berinovasi tiada henti,” paparnya.

Foto: Pelatihan Suprarasional di SDI Al Azhar Syifa Budi Cibinong

Sementara itu, menurut informasi yang berhasil dihimpun tim bogorplus.com, pelatihan cara berpikir suprarasional ini akan terus dilakukan di berbagai lembaga pendidikan kota/kab di Indonesia. Selain SDI Tugasku Jakarta, sudah dilaksanakan juga di SDI Al Azhar Syifa Budi Cibinong, dan akan digelar di Makasar, Palembang, dan wilayah lainnya. Adapun agar dapat mengundang tim KPM dapat mendaftar terlebih dahulu dengan menghubungi tim pelatihan 081281882562 atau Humas KPM 081280341100.

Tim Media

Read more...

Menguak Perjuangan Tim Indonesia-KPM pada Olimpiade Matematika di Sozopol, Bulgaria

sukses mengharumkan nama bangsa, Tim Indonesia-KPM berhasil meraih penghargaan, 1st place untuk bidang Combinatorics, 2nd place untuk bidang Geometry, 2 silver medals pada kategori overall, 2 bronze medals pada kategori overall, dan, 4 merit pada kategori overall.

Bogorplus.com-Sozopol-Bulgaria -Tim Indonesia-KPM berhasil menorehkan prestasi membanggakan pada ajang 1st International Festival Mathematical Triathlon Apollonia (MTA), Sozopol, Bulgaria, Jumat (29 Juni 2018) lalu. Perjalanan tim Indonesia yang digawangi Raden Ridwan Hasan Saputra meninggalkan banyak cerita menarik.

Baca juga: Tim Indonesia-KPM Raih Prestasi di Ajang Olimpiade Matematika, Sozopol, Bulgaria

Beberapa waktu yang lalu, tim Bogorplus.com berkesempatan untuk mengetahui lebih jauh tentang aktivitas tim KPM di Sozopol, Bulgaria. Melalui artikel ini semoga dapat menambah pengetahuan dan memotivasi para pelajar di Indonesia untuk mengikuti berbagai kompetisi serupa yang dilaksanakan KPM.

Senin (26/06/2018) dini hari tim KPM memulai perjalanan. Udara dingin di malam hari dan rasa kantuk yang melanda tak menurunkan semangat Tim Key Stage II (sebutan tim SD). Pukul 00.40 waktunya tim berangkat menuju Bulgaria, namun sebelumnya transit terlebih dahulu di Doha (Qatar). Setelah itu, perjalanan dilanjutkan ke Sofia (Bulgaria) hingga tiba pada pukul 12.00 waktu setempat. Setibanya di Sofia, tim masih harus melanjutkan perjalanan selama 6 jam ke Sozopol. Bagaimana, terlihat sangat melelahkan bukan? Namun, faktanya tidak seperti yang dirasakan tim Indonesia-KPM. Karena sepanjang perjalanan menggunakan bus, disuguhkan pemandangan yang mengesankan, sehingga menjadi obat lelah tim Indonesia.

Tim Indonesia-KPM ketika tiba di Sozopol, Bulgaria

Kemudian, dilansir dari akun facebook KPM Seikhlasnya. Setibanya di Sozopol dan memasuki masa kompetisi. Banyak hal menarik dari kegiatan festival matematika ini, antara lain, siswa mendapat tantangan menyelesaikan 8 soal setiap hari selama tiga hari berturut-turut. Terlebih, waktu pengerjaan soal dibagi menjadi 3 bidang yang berbeda, yaitu Aljabar dan Bilangan dengan waktu pengerjaan selama 3 jam dan Geometry serta Combinatorics yang masing-masing memiliki waktu pengerjaan selama 4 jam dengan total 5 soal isian singkat dan 3 soal esai.

Disamping mengerjakan soal-soal, tim Indonesia-KPM juga mendapatkan hal yang berharga, yaitu analysis and discussion of the problem of the day, dimana seluruh peserta membahas topik pembahasan bersama dewan juri dari Bulgaria.

Perjalanan tim Indonesia-KPM tak melulu selalu bernuansa olimpiade matematika. Peserta juga disuguhkan wisata di dalam kota Sozopol dengan mengunjungi beberapa museum bersejarah.

Sementara itu, Muhammad Ilham Al Farisi salah satu peserta yang telah meraih dua kategori penghargaan ini menuturkan pengalaman pertama berkunjung ke Bulgaria. “Soal olimpiade sangat menarik, karena jarang ditemui di Indonesia, “ujar peraih The Best Overall Silver dan First Place dalam bidang Combinatorics.

Dari semua bidang tes yang dilombakan, menurut pelajar asal Bogor, Jawa Barat ini mengungkapkan kesulitannya saat dihadapkan pada bidang aljabar dan bilangan. Namun, hal tersebut dapat berselang dengan baik, berkat dukungan teman-teman, dan Pak Ridwan yang selalu memberikan bimbingan, disela-sela aktivitas. 

Kini, Tim besutan Besutan Tokoh Perubahan Republika 2013 tengah melanjutkan perjuangannya bersama tim SMP di ajang lebih bergengsi, yakni "Bulgaria International Mathematics Competition (BIMC) 2018" yang diikuti 28 negara peserta.  Hal menarik yang perlu kita simak bahwa tim Indonesia-KPM merupakan tim yang datang dengan mandiri melalui KPM dan telah terbiasa mengikuti berbagai kompetisi internasional dan mempersembahkan medali untuk bangsa tanpa merepotkan pemerintah.

Mari kita doakan semoga tim Indonesia-KPM kembali menorehkan tinta emasnya di benua biru ini.

Tim Media

Read more...

Tim Indonesia-KPM Raih Prestasi di Ajang Olimpiade Matematika, Sozopol, Bulgaria

Tim Indonesia - KPM yang dipimpin Raden Ridwan Hasan Saputra membawa dua tim (8 pelajar) terpilih untuk berlaga di 1st International Festival Mathematical Triathlon Apollonia pada tanggal 26-29 Juni 2018

Bogorplus.com-Sozopol-Bulgaria – Tim Indonesia melalui lembaga Klinik Pendidikan MIPA (KPM) mengakhiri lawatannya di Sozopol, Bulgaria dengan meraih sejumlah penghargaan. Ajang yang bertema 1st International Festival Mathematical Triathlon Apollonia (MTA) sukses mengharumkan nama bangsa bersama kontingen dari negara lainnya, seperti: Filipina, Ukraina, dan tuan rumah Bulgaria, Jum’at (29/06/2018). Adapun penghargaan yang telah diraih yakni, 1st place untuk bidang Combinatorics, 2nd place untuk bidang Geometry,  2 silver medals pada kategori overall, 2 bronze medals pada kategori overall, dan, 4 merit pada kategori overall.

Tim Indonesia - KPM yang dipimpin Raden Ridwan Hasan Saputra membawa dua tim (8 pelajar) terpilih untuk berlaga di 1st International Festival Mathematical Triathlon Apollonia pada tanggal 26-29 Juni 2018.

Sebelum bertolak ke Bulgaria, tim Indonesia-KPM telah menjalani karantina selama 2 tahap, yakni pada tanggal 03-09 Juni 2018, sedangkan tahap 2 pada tanggal 21-25 Juni 2018 (SD), bertempat di Padepokan Amir Syahrudin, Klinik Pendidikan MIPA, Kab. Bogor - Jawa Barat. Selama proses pembinaan, seluruh peserta telah mendalami materi dalam rangka persiapan kompetisi di Sozopol, Bulgaria.

Raden Ridwan Hasan Saputra selaku team leader mengungkapkan rasa syukur  atas raihan yang telah dicapai tim KPM. Terlebih, kompetisi ini merupakan event pertama yang diikuti. Pak Ridwan juga menyampaikan bahwa soal-soal yang disajikan pun menarik dan jarang ditemui pada soal-soal olimpiade di Indonesia yang berbasis HOTS (Higher Order Thinking Skills).

“Dengan kategori soal yang sangat sulit dan unik, tak ayal waktu yang dimiliki siswa dalam mengerjakan soal bisa 3 -  4 jam di setiap bidangnya,” tuturnya.

Pria yang kerap mengisi pelatihan motivasi suprarasional ini mengaku tantangan yang dihadapi cukup berat. Namun, prestasi yang diraih sangat membanggakan. “Kami bersyukur atas capaian yang didapat. Semoga dapat memberikan pengalaman yang berkesan di event yang pertama ini sekaligus bisa membuat Indonesia semakin bersinar di bidang matematika dan memotivasi untuk semakin semangat mendalami soal berbasis HOTS".

Berikut deretan nama peserta dari tim Indonesia KPM yang mendapatkan penghargaan pada ajang 1st International Festival Mathematical Triathlon Apollonia:

  1. Muhammad Ilham Al Farisi (kelas 6 SDIT Ummul Quro Bogor) berhasil meraih 1st Place pada bidang Combinatorics dan silver medals.
  2. Maulana Satya Adigama (kelas 6 SD Muhammadiyah 2 Sapen Yogyakarta) berhasil meraih 2nd place pada bidang Geometry dan silver medals.
  3. Amara Khairunnisa Dinata (kelas 6 SD Pertiwi Bogor) berhasil meraih bronze medals.
  4. Nisrina Fathiyya Nugraha (kelas 6 SDIT Nurul Fikri Depok) berhasil meraih bronze medals.
  5. Pasha Razaka Fitrah Madjid (kelas 6 SDI Al Azhar 13 Rawamangun Jakarta) berhasil meraih merit.
  6. Farel Zakwan Andarya (kelas 6 SDN Cibatok 3 Bogor) berhasil meraih merit.
  7. Jefferson Evans Manadi (kelas 6 SDK 6 Penabur Kelapa Gading Jakarta) berhasil meraih merit;
  8. Teuku Arkansyah Ali (kelas 6 SDN Rawamangun 12 Pagi Jakarta) berhasil meraih merit.

Setelah mengakhiri beragam kegiatan di Sozopol, Tim Indonesia-KPM bertolak ke Burgas, Bulgaria untuk mengikuti kompetisi selanjutnya, yakni "Bulgaria International Mathematics Competition (BIMC) 2018" yang akan diikuti oleh 32 negara peserta pada tanggal 01-06 Juli 2018.

Tim Media

 

Read more...
Topik Banner Bottom
ads by bogorplus.com