Menu
RSS

Items filtered by date: October 2018

KPM Membuka Jalan Lain Menuju IMSO

Tim IMSO Klinik Pendidikan MIPA berhasil menorehkan prestasi gemilang di ajang IMSO 2018 di Cina/Dok. KPM

Bogorplus.com-Zhejiang Cina —Presiden Direktur Klinik Pendidikan MIPA (KPM), Ridwan Hasan Saputra (RHS) mengaku bersyukur atas capaian tim KPM di ajang International Mathematics and Science Olympiad (IMSO) 2018 di Cina, pada tanggal 28 September-04 Oktober 2018. Tim matematika berhasil memperoleh 1 medali emas, 1 medali perak, dan 4 medali perunggu. Sedangkan tim IPA mendapatkan 1 medali emas, 1 medali perak, dan 4 medali perunggu.

“Alhamdulillah puji syukur kepada Allah, Tuhan Yang Maha Esa, karena tim KPM berhasil mendapatkan hasil yang sangat memuaskan, 12 anak yang dikirim KPM semua mendapat medali, dengan total raihan 2 medali emas, 2 medali perak, dan 8 medali perunggu. Tahun ini medali emas yang kita peroleh sama dengan medali emas yang diraih oleh tim dari kemdikbud yaitu sama-sama mengantongi 2 emas. ” kata RHS dalam keterangan persnya, Selasa (02/10/2018). 

Tokoh Perubahan Republika 2013 ini mengungkapkan bahwa prestasi ini sebagai bukti bahwa selain pembinaan akademik ternyata pembinaan adab dan akhlak atau pembinaan karakter sangat penting dan berpengaruh dalam peningkatan prestasi. Sebab tim IMSO KPM tahun ini terdiri dari berbagai latar belakang yang berbeda di bidang akademik. RHS pun menyebutkan, komposisi tim IMSO KPM ada yang pernah ikut IMSO, ada yang lolos OSN tapi tidak lolos masuk tim Kemdikbud, tapi yang paling banyak adalah yang tidak lolos OSN tingkat nasional. Anak-anak yang tidak lolos OSN ini jika dibina dengan baik akhirnya bisa menghasilkan prestasi, yang bisa jadi melebihi anak yang juara OSN.

Selain itu, penggagas Kampung Matematika Bogor ini  mengungkapkan, kesuksesan tim KPM dalam membina anak - anak terbukti dapat menghantarkan pelajar dari Kampung Matematika meraih medali perunggu di bidang IPA, atas nama Muhammad Arya Bimasena. Peraih medali perunggu ini merupakan siswa asal SD ABC Kids Kota Wisata, Cibubur. Arya berasal dari kelas reguler di KPM dan tidak mengikuti OSN tetapi memang terlihat memiliki potensi serta semangat belajar yang tinggi.

Ikhtiar KPM dalam menyeleksi tim IMSO tak bisa dikatakan sederhana. Berbagai upaya seleksi ketat pun telah dilakukan. Ada dua jalur seleksi yang digelar oleh KPM. Pertama, melalui event Olimpiade Matematika dan Sains Indonesia (OMSI). Kedua, KPM menyeleksi peserta melalui event Kompetisi Matematika Nalaria Realistik (KMNR) yang digelar KPM setiap tahunnya.

“Jadi, bagi pelajar di Indonesia, seandainya tidak lolos OSN tidak perlu risau dan berkecil hati, karena KPM dapat memfasilitasi untuk mengikutsertakan pelajar Indonesia ke berbagai lomba internasional bergengsi, seperti: IMSO, IMC, PMWC, dan ITMO. Tentunya, para peserta harus berjuang juga mengikuti proses seleksi ketat KPM. Dan, KPM juga sangat memprioritaskan peserta yang memiliki perilaku/akhlak yang baik,” tutur RHS.

Motivator cara berpikir suprarasional ini berpesan agar pelajar di Indonesia terus meningkatkan kemampuan diri dengan terus belajar, berlatih, dan mengikuti lomba yang digelar KPM, di antaranya event Olimpiade Matematika dan Sains Indonesia (OMSI) dan Kompetisi Matematika Nalaria Realistik (KMNR). Semoga peluang untuk mengikuti lomba internasional semakin terbuka luas. Jangan lupa untuk menjaga Akhlak dan adab yang baik serta rajin beribadah. Sebab tanpa pertolongan Allah apa yang kita inginkan akan sangat sulit didapatkan.

Tim Media

Read more...

Tim KPM Menyabet 2 Medali Emas di IMSO 2018


Foto: Tim KPM Menyabet 2 Medali Emas di IMSO 2018

Bogorplus.com-Zhejiang-Cina -- Klinik Pendidikan MIPA (KPM) pada tgl 28 September - 4 Oktober 2018 mengikuti ajang International Mathematics and Science Olympiad (IMSO) ke-15 di Cina. Kegiatan yang berpusat di Hailiang Education, Zhejiang, Cina, diikuti sebanyak 20 negara untuk berkompetisi di bidang matematika dengan jumlah peserta sebanyak 218 siswa. Sedangkan kompetisi di bidang IPA diikuti sebanyak 19 negara dengan total jumlah peserta 210 siswa.

KPM mengirimkan 12 orang siswa, 6 siswa mengikuti kompetisi matematika dan 6 siswa lainnya mengikuti kompetisi IPA. Siswa tersebut terpilih setelah melalui serangkaian seleksi.

Foto: Peserta mengunjungi toko jarang untung
Foto: Tim IMSO KPM bidang Studi IPA/Dok. KPM

Sebelum berangkat ke Cina, tim yang dipimpin Raden Ridwan Hasan Saputra ini menggelar pembinaan dalam 2 tahap. Setiap pembinaan KPM tidak hanya berfokus kepada pendalaman materi matematika dan IPA, tetapi perbaikan dan penguatan akhlak/budi pekerti, serta ibadah kepada Tuhan Yang Maha Esa.

Setelah melalui perjuangan yang cukup panjang, akhirnya tim KPM berhasil menorehkan prestasi gemilang dengan membawa pulang 1 medali emas, 1 medali perak, dan 4 medali perunggu untuk bidang Matematika. Sedangkan untuk bidang IPA, tim KPM berhasil meraih 1 medali emas, 1 medali perak, dan 4 medali perunggu

Foto: Tim IMSO KPM bidang studi Matematika/Dok. KPM

“Ini adalah suatu prestasi yang sangat membanggakan karena semua siswa KPM mendapatkan medali dalam IMSO ke-15, Cina. Semoga menjadi penyemangat bagi siswa-siswi Indonesia lainnya untuk terus  belajar dan berprestasi,” ujar Pak Teguh selaku Deputy Team Leader dalam keterangan persnya.

Berikut daftar nama pelajar tim KPM yang mendapatkan penghargaan di ajang IMSO:

Bidang studi matematika:

Medali Emas

Noriko Khang / SD Nasional KPS Balikpapan

Medali Perak

Joleen Chelsea / Raffles Christian School, Kelapa Gading - Jakarta Utara

Medali Perunggu

Farras Ghani Boryenka / SDI Al Azhar 27 Cibinong - Bogor

Ferrel Himawan Handoyo / SDI Al Azhar 9 Kemang Pratama - Bekasi

Sandhya Mahendra Dhaneswara / Primary Global Islamic School Jakarta

Shidqi Firas Hidayat / SD Muhammadiyah 1 Sidoarjo

 

Bidang studi IPA

Medali Emas

Fansen Candra Funata / SD Darma Yudha, Pekanbaru

Medali Perak

Nathan Raphael Martua Nainggolan / SD Global Prestasi School, Bekasi

Medali Perunggu

Baruna Adi Sanjaya / SDI Teratai Putih Global, Bekasi

Cissy Faeyza Alindra / SDI Athirah 1, Makassar

Muhammad Arya Bimasena / SD ABC Kids Kota Wisata, Cibubur

Neysa Selena Devina / SD Bina Anak Sholeh, Tuban.

Tim Media

Read more...

Sinergitas Kemendikbud dan KPM Tingkatkan Kualitas Guru Matematika di Daerah

Foto: Sinergitas Kemendikbud dan Klinik Pendidikan MIPA dimulai dari Kab. Landak/Dok. KPM

Bogorplus,com-Bogor-Jawa Barat– Klinik Pendidikan MIPA (KPM) kembali mendapat kepercayaan dari Kementerian Pendidikan & Kebudayaan RI untuk meningkatkan kompetensi guru matematika di berbagai daerah. Klinik Pendidikan MIPA (KPM) sendiri merupakan lembaga pendidikan yang berada dibawah naungan Yayasan Guru Bangsa Manusia (GBM) dan berpusat di Bogor-Jawa Barat.

Kegiatan yang bertajuk “Pelatihan Peningkatkan Kompetensi Guru Dalam Proses Pembelajaran Matematika Berbasis HOTS” menyasar pada guru Sekolah Dasar (SD) & Sekolah Menengah Pertama (SMP) di 5 Kota/Kab yang telah ditentukan Kemendikbud.

Ketua Tim Pelatih, Drs. H. Moh Arodhi mengatakan, kerja sama ini merupakan sebuah amanah yang sangat penting. Hal tersebut sejalan dengan komitmen KPM yang telah berperan aktif dalam dunia pendidikan di Indonesia, sebagaimana yang telah dirintis oleh Raden Ridwan Hasan Saputra.

“Kegiatan ini pun tak serta-merta berupa pelatihan tentang matematika saja. Di dalamnya juga terdapat muatan materi yang akan memompa semangat para guru dalam mengajar dengan cara berpikir suprarasional untuk meningkatkan kinerja dan menambah rezeki dari jalan yang tak terduga,” ujar Pak Arodhi dalam kesempatan wawancara, Sabtu (29/09/2018).

Sementara itu, saat dikonfirmasi terkait hasil yang diharapkan, Pak Arodhi menegaskan kerja sama ini merupakan sebuah tantangan. Selama ini, metode pembelajaran matematika yang telah berjalan bisa menjadi pelajaran menakutkan yang selama ini dipersepsikan siswa. “Melalui kerja sama ini nantinya kita akan membuat belajar matematika (HOTS) justru sangat menyenangkan dan dapat memacu kreativitas,” ujarnya.

“Setidaknya ada beberapa poin penting yang menjadi fokus Kemendikbud dan KPM dari gelaran pelatihan ini. Pertama, guru memiliki kemampuan dalam mengajar matematika berbasis HOTS. Kedua, memberikan ruang kepada guru dan siswa untuk menumbuhkembangkan potensi bersama KPM. Ketiga, hasil UN/UASBN mengalami peningkatan dari aspek rata-rata, hal tersebut seiring meningkatnya pula kualitas pembelajaran,” ungkap Pak Arodhi.

Kiprah Klinik Pendidikan MIPA (KPM) yang telah memiliki rekam jejak prestasi di tingkat nasional dan internasional disinyalir menjadikan KPM dipilih oleh Kemendikbud untuk melatih guru di berbagai daerah.

Berikut agenda pelatihan kerja sama antara Kemendikbud dengan Klinik Pendidikan MIPA di berbagai daerah.

01-04 Oktober 2018: Kab. Landak-Kalimantan Barat

08-11 Oktober 2018: Kab. Majene-Sulawesi Barat

15-18 Oktober 2018: Kota Bima-Nusa Tenggara Barat

22-25 Oktober 2018: Kab. Seluma-Bengkulu

29 Oktober – 01 November 2018: Kab. Aceh Besar-Aceh

Program ini tidak hanya berhenti di agenda pelatihan saja, namun juga akan terus berkesinambungan. KPM juga akan meningkatkan kompetensi guru dengan program supervisi klinis dalam melaksanakan pembelajaran Matematika Nalaria Realistik (MNR) dan siswa dengan uji soal MNR berbasis HOTS. Selain itu, beberapa program pendampingan, baik guru maupun siswa untuk meningkatkan prestasi bidang matematika menjadi fokus tim KPM.

Tim Media

Read more...

Pelatihan Peningkatan Kompetensi Guru Matematika Berbasis HOTS digelar di Kab. Landak

Foto: Pelatihan Peningkatan Guru Matematika Berbasis HOTS digelar di Hotel Hanura, Kab. Landak, pada tanggal 01-04 Oktober 2018/Dok. KPM

Kab. Landak-Kalimantan Barat– Kegiatan pelatihan bertajuk “Peningkatan Kompetensi Guru Dalam Proses Pembelajaran Berbasis HOTS” yang diprakarsai Kemendikbud bekerja sama dengan Klinik Pendidikan MIPA telah dimulai. Wilayah Kab. Landak, Kalimantan Barat menjadi titik pertama yang disinggahi tim dari Jakarta. Bertempat di Hotel Hanura, Jl. Raya Ngabang No. 333 KM 2,5, pada tanggal 01-04 Oktober 2018.

Seperti yang diberitakan sebelumnya, bahwa Klinik Pendidikan MIPA yang berada dibawah naungan Yayasan Guru Bangsa Manusia (GBM) menjadi pelaksana dari program pelatihan yang diprakarsai Kemendikbud ini. Kegiatan yang diperuntukkan bagi guru Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) bertujuan meningkatkan kualitas para guru dalam mengajar matematika berbasis HOTS.

Foto Bersama Kepala Dinas Pendidikan berserta jajarannya dengan Guru SD Peserta Pelatihan Peningkatan Guru Matematika Berbasis HOTS/Dok. KPM

Pada kesempatan tersebut, dihadiri pula Kepala Dinas Pendidikan Kab. Landak, Bapak Aspansius, S.IP, M.Si  yang membuka acara pelatihan secara resmi di hadapan 40 peserta pelatihan yang terdiri dari guru Sekolah Dasar dan Sekolah Menengah Pertama.

Pak Aspansius mengaku bersyukur dan menyambut baik pelatihan yang digagas Kemendikbud RI bekerja sama dengan Klinik Pendidikan MIPA. “Ini adalah proses untuk merevitalisasi cara berpikir para guru matematika agar kembali ke hakikat sebagai seorang guru yang sesungguhnya dalam mendidik putra-putri bangsa,” jelas Pak Aspansius.

 

Foto: Kepala Dinas Pendidikan Kab. Landak menyampaikan kata sambutan sekaligus membuka secara resmi acara pelatihan/Dok. KPM

Kemudian, lebih lanjut lagi, peningkatan kemampuan guru matematika berbasis HOTS memang sangat penting, khususnya di Kab. Landak. Pihaknya pun berharap kegiatan ini dapat berkesinambungan dan tidak terhenti di pelatihan saja. Karena hasil prestasi belajar siswa ini adalah potret hasil kinerja para guru, inilah yang harus direnungkan bersama. “Apabila guru memiliki kinerja yang baik dengan penuh keikhlasan dalam mengabdi. Maka, saya optimis hasil prestasi siswa pun dengan sendirinya akan baik,” tutup Pak Aspansius.

Secara umum, ada tiga fokus utama tim KPM dalam membina guru- guru di Kab. Landak. Pertama, meningkatkan motivasi kinerja dengan cara berpikir suprarasional. Kedua, pengenalan metodologi pembelajaran berbasis HOTS sesuai dengan Kurikulum 2013. Ketiga, proses pendampingan, baik guru dan siswa untuk meningkatkan prestasi dibidang matematika.

Foto: Salah satu pelatih, Ibu Sutriyati tengah menyampaikan materi Miskonsepsi dalam pembelajaran MNR/Dok. KPM

Berdasarkan pantauan tim koresponden, suasana pelatihan semakin cair tatkala para pelatih membuka dengan sesi dinamika kelompok. Kemudian, dilanjutkan dengan sesi motivasi cara berpikir suprarasional oleh Ketua Tim Pelatih, Bapak Drs. Moh Arodhi. Setelah itu, diisi dengan matematika oleh Pak Ryky, Pak Thyeadi, dan Ibu Sutriyati.

Tim Media

Read more...
ads by bogorplus.com
Kota Bogor Bottom